Ning Din Ingatkan Pentingnya Panca Kesadaran bagi Santri di Era Modern
www.nuruljadid.net- Kegiatan Orientasi Kelas Akhir (OSKAR) tingkat SLTP Santri Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid berlangsung khidmat dan penuh inspirasi melalui sesi motivasi diri yang digelar di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Ahad (17/05/26). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Kepala Pesantren III Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ny. Hj. Nur Diana Kholidah,S.Q, M.Pd. sebagai pemateri utama dan dimoderatori oleh Maria Al Faradela.
Mengusung tema “Nilai Diri Santri Nurul Jadid: Membentuk Kader Ulama dan Nasionalis,” kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan karakter bagi para santri kelas akhir dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Dalam sesi pemaparannya, Ning Din sapaan akrab beliau menegaskan bahwa pembentukan karakter santri harus berlandaskan pada Panca Kesadaran Santri. Menurut beliau, nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi santri yang unggul dan berintegritas.
“Pembentukan karakter santri dilakukan melalui Panca Kesadaran Santri, yaitu kesadaran beragama, berilmu, berorganisasi, bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara,” ungkap beliau di hadapan para peserta OSKAR.
Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa Trilogi Santri tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga mampu membentuk identitas Islam yang kuat, integritas moral, serta kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Dalam suasana yang penuh semangat, beliau turut memaparkan tiga karakter utama yang harus dimiliki seorang pembaharu. Pertama, memiliki kepekaan dan rasa empati terhadap lingkungan sekitar. Kedua, mampu membangun jejaring dan kolaborasi. Ketiga, memiliki kemampuan management leadership sebagai bekal menghadapi dinamika zaman.
“Di zaman yang serba modern ini, Panca Kesadaran Santri bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga harus menjadi tradisi religius sekaligus tradisi modernitas,” tutur beliau.
Menutup sesi motivasi diri tersebut, Ning Din berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa memegang teguh pedoman pesantren:“Al-Muhafadzah ‘Ala Al-Qadim Al-Shalih wa Al-Akhdzu bi Al-Jadid Al-Ashlah,”yang berarti menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, OSKAR SLTP Santri Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan karakter, penguatan nilai kepesantrenan, serta motivasi bagi para santri untuk terus berkembang menjadi kader ulama dan nasionalis yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Pewarta : Ainun Nabilah
Editor : Maria Al Faradela






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!