Santri Dalbar Unjuk Talenta dan Kreativitas dalam Ajang Klip Az
berita.nuruljadid.net – Nyanyian nasyid menggema di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, Senin malam (29/7/25), resmi membuka rangkaian kegiatan Kreasi Lomba Islami Wilayah Az-Zainiyah (Klip Az). Kegiatan ini adalah bukti pesantren tak hanya menjadi tempat santri mengaji, tetapi juga ruang mengasah bakat dan menumbuhkan keterampilan santri.
Ajang tahunan yang rutin digelar menjelang liburan Maulid ini menjadi panggung ekspresi bagi para santri dari lima belas daerah di bawah naungan wilayah Az-Zainiyah (Dalbar) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tahun ini, sebanyak 18 cabang lomba dipertandingkan, mulai dari lomba pidato, kaligrafi, baca kitab kuning, hingga seni musik islami.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala II Biro Kepesantrenan, Ny. Hj. Mamnuhatur Rohmah mengingatkan pentingnya menjadikan Klip Az bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pelatihan diri bagi santri: belajar tampil, mengelola potensi, dan menumbuhkan jiwa kompetitif dalam bingkai akhlak.
“Lomba ini bagus, tapi jangan sampai membuat kalian lalai dari kewajiban inti sebagai santri, salat berjamaah, mengaji, dan kegiatan kepesantrenan lainnya. Jangan membangun bangunan megah di atas fondasi yang rapuh,” ujarnya, menyisipkan perumpamaan tajam yang mengena di hati para peserta.
Kepala Wilayah Az-Zainiyah, Novita Dwi Yanti dalam sambutannya, menekankan bahwa Klip Az merupakan bagian dari sistem pembinaan yang integral di pesantren. Menurutnya, pesantren hari ini bukan hanya menanamkan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga mengembangkan potensi santri agar mampu tampil di ruang publik dengan percaya diri dan tetap berakar pada nilai-nilai kepesantrenan.
“Kegiatan ini adalah bukti bahwa pesantren punya peran penting dalam mencetak generasi yang tak hanya saleh secara spiritual, tapi juga kompeten secara sosial dan keterampilan,” ujarnya.
Penampilan pembuka dari tim nasyid malam itu sekaligus menjadi simbol pembuka lomba. Nampak para peserta mempersiapkan timnya sebelum tampil di atas panggung dengan sorotan dari ribuan penonton.
“Kami latihan selama dua pekan, sambil tetap mengikuti ngaji kitab dan kegiatan wajib. Justru dari kegiatan seperti ini, kami belajar mengatur waktu dan berani tampil,” ujar salah satu peserta nasyid usai giliran timnya tampil.
Antusiasme juga terlihat di wajah-wajah santri yang menonton memadati aula. Bagi mereka, Klip Az bukan hanya tentang menang dan kalah. Lebih dari itu, ini adalah panggung untuk menyingkap dan mengasah bakat yang telah lama terpendam.
Pewarta: Afaf Merysca Firdaus
Editor: Ahmad Zainul Khofi












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!