Pos

Biro Pendidikan Nurul Jadid Tingkatkan Kompetensi Penelitian Guru melalui Bimtek PTK

nuruljadid.net – Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terus mengambil langkah progresif untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi santri. Kali ini, Biro Pendidikan mengambil upaya konkrit Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dengan mengadakan Bimbingan Teknis Penelitian Tindakan Kelas (Bimtek PTK) untuk meningkatkan kompetensi penelitian para guru pesantren yang bertempat di Aula Mini Wisma Dosen Unuja (21/11/2023).

Program Bimtek PTK ini diinisiasi dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif kepada guru-guru mengenai teknik-teknik penelitian tindakan kelas. Para peserta mengikuti pelatihan langsung dari pakar pendidikan dan penelitian untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan dan mengimplementasikan penelitian di kelas. Narasumber yang diundang adalah bapak Totok Soeprijanto, M.Pd.

Guru Peserta Bimtek PTK saat berfoto bersama Narasumber bapak Totok Soeprijanto pasca acara

Kabid Kurikulum Biro Pendidikan Nurul Jadid, Foni Yusanda, SP., menyampaikan, “Inovasi dalam metode pengajaran dan pembelajaran adalah kunci untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan di pesantren kita tetap relevan dan efektif. Dengan Bimtek PTK, kami berharap dapat memberikan dukungan yang kuat kepada guru-guru untuk meningkatkan keterampilan penelitian mereka, sehingga mereka dapat terus berkontribusi pada perkembangan pendidikan.”

Peserta Bimtek PTK mendapatkan pemahaman mendalam tentang perencanaan penelitian, pengumpulan data, analisis data, dan implementasi perubahan berbasis hasil penelitian di kelas. Selain itu, peserta guru tingkat dasar dan menengah juga diberikan pemahaman bagaimana melibatkan siswa dan pihak terkait dalam proses penelitian untuk mencapai hasil yang baik.

Guru Peserta Putri Bimtek PTK saat berfoto bersama Narasumber bapak Totok Soeprijanto pasca acara

Program ini diakui sebagai langkah positif dalam mendorong budaya penelitian dan kepenulisan di kalangan guru, yang diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Biro Pendidikan Nurul Jadid berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan yang mendukung perkembangan profesionalisme guru dan menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan.

(Humas Infokom)

120 Guru Putra dan Asatiz Nurul Jadid Upgrading Pola Asuh Santri Melalui Kelas “Menjadi Teladan”

nuruljadid.net – Sebanyak 120 guru dan asatiz Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton probolinggo atas inisiatif dan kolaborasi Biro Kepesantrenan dan Biro Pendidikan mengikuti Kelas “menjadi teladan” pada program Dormitory Educator Academy (DEA) oleh Kafa Institute selama 3 hari mulai Selasa sampai hari ini Kamis (7-9/11/2023). Kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan pola asuh mereka melalui In House Training (IHT). Poin utamanya yaitu untuk memberikan teladan yang lebih baik kepada para santri dan memperkaya kualitas pendidikan di pesantren.

Pelatihan dengan sistem program kelas seri ke-XXXVI berjudul “Menjadi Teladan” ini diisi oleh 2 trainer ahli DEA, ustaz Ibrahim Mandres dan ustadz Puguh Santoso (Mr. Poo) yang kemudian berhasil menghidupkan suasana forum dan memberikan kesan positif kepada 120 peserta dari perwakilan sleuruh satuan pendidikan dan wali asuh asrama.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan, pola pengasuhan dan pembelajaran, para guru dan asatiz ini mengikuti serangkaian kelas yang fokus pada pengembangan metode pengajaran yang inovatif dan pola asuh yang membangun karakter. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mereka dapat menjadi teladan yang lebih baik bagi para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Pengurus Biro Kepesantrenan, Ustaz Rahmat Toyyib, menyatakan, “Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan akademis, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Dengan meningkatkan pola asuh guru dan asatiz, kami berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi” ungkapnya.

Suasana Forum Kelas Menjadi Teladan bersama 120 peserta dari kalangan guru dan wali asuh asrama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Selama pelatihan, para peserta mendiskusikan berbagai pendekatan baru dalam mengajar, memahami psikologi anak, dan strategi efektif dalam membangun hubungan yang baik dengan para santri. Mereka juga diajak untuk merenungkan peran mereka sebagai pendidik dan panutan bagi anak didik mereka baik di kelas maupun di asrama.

Salah satu peserta pelatihan, Saleh Bin Abdurrahman guru SMK Nurul Jadid, mengaku, “Saya merasa sangat terinspirasi dan termotivasi setelah mengikuti kelas ini. Ini membuka wawasan saya tentang bagaimana cara mendekatkan diri dengan anak didik santri, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan dukungan yang mereka perlukan.”

Ustaz Ibrahim Mandres menyampaikan dalam sesi kelas Menjadi Teladan bahwa Guru Teladan adalah Kunci Sukses Kepengasuhan. Lanjutnya “Tiada Kesuksesan Tanpa Kedisiplinan, Tiada Kedisiplinan Tanpa Keteladanan,” imbuh ustaz Ibrahim kepada seluruh ratusan peserta di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Pondok Pesantren Nurul Jadid terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung perkembangan holistik para santri. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan pesantren dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang memberikan dampak positif pada pembentukan karakter generasi muda untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Latih 130 Guru dan Pengurus Putri Menjadi Pioner Keteladanan di Pesantren

nuruljadid.net – Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Putri Pusat mengadakan pelatihan untuk 130 guru dan pengurus putri tentang “Menjadi Teladan” dalam program Dormitory Educator Academy atau DEA, di bawah naungan KAFA Institute. Pelatihan manajemen asrama pondok pesantren untuk seri ke-XXXVI ini diselenggarakan selama 3 hari mulai hari Jum’at-Ahad (03-05/11/2023) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo.

Pelatihan dengan sistem program kelas berjudul seri “Menjadi Teladan” ini, diisi oleh dua trainer ahli, ustadz Ibrahim Mandres dan ustadz Puguh Santoso (Mr. Poo), yang kemudian berhasil menghipnotis 130 guru dan pengurus putri termasuk pimpinan pesantren putri di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Suasana Pelatihan Kelas Menjadi Teladan bagi guru dan pengurus asrama putri Pondok Pesantren Nurul Jadid

Kegiatan In House Training Menjadi Teladan ini mendatangkan berbagai respon positif dari para peserta, ada yang bersyukur punya kesempatan mengikuti pelatihan, mendapat pelajaran baru dari puluhan tahun menjadi guru dan pengurus, bahkan ada yang ingin bersegera menerapkan langsung materi pelatihan di lembaga dan asramanya.

“Alhamdulillah, ternyata problematika di pesantren itu sangat luar biasa, saya sangat terkesan sekali dengan penyampaian para mentor yang benar-benar terjadi di pesantren,” kesan ustazah Hariana, guru MTs Nurul Jadid yang juga alumni.

Pimpinan putri Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap agar pelatihan oleh DEA dapat memberikan dampak langsung yang posotif kepada seluruh peserta dan para santri. Harapannya juga kegiatan semacam ini terus berlanjut hingga batch-batch berikutnya, sehingga menghasilkan guru dan pengurus asrama berkualitas yang rapi secara sistem dan bagus secara emosi dalam menghadapi berbagai situasi dan problematika yang dihadapi di asrama dan sekolah.

 

 

(Humas Infokom)

Biro Pendidikan dan Madrasah Diniyah Gelar Rapat Pleno Program Furudhul ‘Ainiyah 3 Bulan Usai Uji Ketuntasan Santri Baru

nuruljadid.net – Selaku penanggung jawab pelaksana program Furudhul ‘Ainiyah (FA) 3 bulan, Biro Pendidikan dan Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar rapat pleno di Aula I Pesantren, Ahad (24/09/23). Rapat ini digelar usai uji ketuntasan FA santri baru dilaksanakan.

Pantauan Tim Nurul Jadid Media di lokasi, hadir Kepala Bidang Kurikulum H. Foni Yusanda mewakili Kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani dan Kepala Madrasah Diniyah Ahmad Saili, memimpin dan mendahului sidang pleno dengan mengarahkan alur rapat pada beberapa konteks pembahasan. Sebagai peserta, turut hadir jajaran Kepala Sekolah/Madrasah, Wakil Kepala Sekolah, para guru dan wali asuh asrama santri baru.

Kepala Bidang Kurikulum H. Foni Yusanda menjelaskan, rapat membahas tentang tiga prioritas, di antaranya sebagai forum evaluasi tentang keterlaksanaan program FA yang selesai sebelum ketentuan waktu normal, yaitu kurang dari tiga bulan. Kemudian, crosscheck atau pengecekan dan penyesuaian ulang terkait hasil peserta program FA yang lulus maupun tidak lulus untuk difinalisasi bersama.

“Selanjutnya, perlu ada pembahasan khusus bersama stakeholder soal pola pelaksanaan FA lanjutan bagi santri baru yang notabene berstatus alumni atau sebelumnya pernah mondok di Nurul Jadid,” imbuhnya.

Foni mengungkapkan, salah satu hasil diadakannya rapat evaluasi rutinan adalah penilaian ketuntasan peserta yang saat ini lebih komprehensif daripada sebelumnya.

“Tahun pertama FA, penilaian ditentukan dari ujian akhir. Namun pada tahun ini, ditinjau dari dua ketuntasan. Pertama, ketuntasan asesmen (teori dan praktik) di sekolah dan setoran serta penilaian kognitif/afektif harian di asrama. Yang kedua dan sebagai penunjang, adalah keaktifan/presensi kehadiran santri,” jelasnya.

Kepala Madrasah Diniyah Ahmad Saili tengah memimpin sesi diskusi rapat pleno

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Madrasah Diniyah Ahmad Saili memimpin sesi diskusi rapat pleno dengan para guru dan wali asuh. Saili memimpin forum dengan membahas satu demi satu pokok bahasan, ia memulai dengan menampilkan data ketuntasan dan ketidaktuntasan FA santri dengan tujuan untuk menyamakan keputusan antara guru dan wali asuh.

“Pada akhirnya, ini akan menjadi keputusan bersama. Hasil finalnya akan kami kirim sore nanti dan diumumkan kepada kalangan santri serentak usai libur maulid,” pungkasnya.

 

Reporter: Ahmad Zainul Khofi

(Humas Infokom)

Biro Pendidikan Kukuhkan Pasukan Khusus Paskibraka Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – Biro Pendidikan Nurul Jadid telah mengukuhkan Pasukan Khusus Paskibraka Santri dalam sebuah acara seremonial resmi yang digelar pada hari Kamis (16/09) di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasukan Khusus Paskibraka Santri ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan terlatih dalam keterampilan baris-berbaris dengan semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi.

Dalam upacara pengukuhan yang dihadiri oleh pengurus Biro Pendidikan, pembina OSIS dan santri, Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid, Ponirin Mika, M.Pd, menyampaikan sambutan yang memotivasi para santri untuk berperan aktif dalam mengawal dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan dan pelatihan intensif yang tidak hanya berkualitas dalam aspek fisik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan semangat kebangsaan. Pasukan Khusus Paskibraka Santri adalah salah satu langkah kami dalam mewujudkan visi ini,” ujarnya.

Tamu undangan dan peserta saat acara seremonial pengukuhan pasukan khusus Paskibraka Santri Nurul Jadid

Tamu Undangan dan Peserta saat acara seremonial Pengukuhan Pasukan Khusus Paskibraka Santri Nurul Jadid

Pasukan Khusus Paskibraka Santri akan terlibat dalam pelatihan intensif untuk mempersiapkan diri mereka sebagai anggota Paskibraka yang tangguh. Mereka akan belajar tentang tata cara pengibaran bendera, protokol upacara, serta nilai-nilai kebangsaan yang mendasar. Selain itu, mereka juga akan diajarkan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan oleh Koramil Paiton.

Penanggung Jawab Pelaksana, A. Jazim, M.Pd, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program baru ini. “Kami merasa sangat optimis dan bersyukur atas program ini. Kami berharap seluruh pasukan terpilih bisa mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan berdedikasi untuk menjadi bagian yang berharga dalam setiap upacara peringatan kemerdekaan dan HSN pesantren,” terangnya dengan semangat.

Upacara pengukuhan Pasukan Khusus Paskibraka Santri ini berlangsung khidmat. Diharapkan bahwa langkah ini akan menginfus semangat nasionalisme di kalangan para santri, menjadikan mereka lebih dekat dengan nilai-nilai kemerdekaan, dan memberikan kontribusi positif bagi perayaan kemerdekaan Indonesia dan hari bersejarah santri HSN di waktu-waktu yang akan datang.

(Humas Infokom)

Biro Pendidikan Nurul Jadid Lakukan Tes Penjurusan untuk Santri Baru Pasca Program Furudul Ainiyah

nuruljadid.net – Biro Pendidikan Nurul Jadid menggelar tes penjurusan untuk santri baru pasca suksesnya program Furudul Ainiyah selama tiga bulan lalu (12/09/2023). Program Furudul Ainiyah telah menjadi perhatian besar pesantren untuk seluruh santri khususnya santri baru sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap ibadah dasar seorang muslim.

Tes penjurusan ini merupakan langkah lanjutan dalam rangkaian penempatan santri baru (placement test) yang akan memilih jurusan sesuai minat, bakat dan kompetensinya di lembaga masing-masing. Tes tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa setiap santri baru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup sesuai dengan tingkat dan paminatannya.

Penanggung Jawab sekaligus pelaksana di lapangan, Syamsul Arifin, M.Pd, menjelaskan pentingnya tes penjurusan ini, “Program Furudul Ainiyah telah membantu kita mengidentifikasi bakat dan kemampuan dasar agama santri. Sekarang, dengan tes penjurusan, kita ingin memastikan bahwa mereka ditempatkan di kelas yang sesuai dengan kemampuan mereka, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.”

Tes penjurusan ini mencakup berbagai mata pelajaran, termasuk matematika, bahasa, sains, logika, teknologi, komputer dan sejenisnya. Hasil dari tes ini akan digunakan untuk menentukan jurusan yang akan diambil orang santri baru yang paling sesuai berdasarkan hasil tes. Biro Pendidikan berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang proporsional bagi setiap santri, dan tes penjurusan ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut.

Pelaksanaan tes penjurusan ini dilaksanakan selama satu hari di satuan pendidikan masing-masing oleh pihak sekolah. Karena setiap pihak satuan pendidikan yang lebih paham tentang kondisi anak didik dan kebutuhan masing-masing jurusan di sekolahnya.

(Humas Infokom)

Biro Pendidikan Nurul Jadid Dorong Satuan Pendidikan Tingkatkan Kompetensi Guru

nuruljadid.net – Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Kiai Muh. Imdad Rabbani mendorong seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru atau pendidik. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas sebagai beliau sampaikan pada acara Workshop Peningkatan Mutu Kompetensi Guru yang diselenggarakan oleh SMK Nurul Jadid selasa lalu (23/05/2023).

Kepala SMK Nurul Jadid Moh. Arief Hariyanto, M.Pd. menindaklanjuti hasil rapat koordinasi bersama Biro Pendidikan Nurul Jadid untuk senantiasa melakukan upgrading kompetensi guru, supaya mutu pendidikan meningkat dengan menggelar workshop peningkatan mutu kompetensi guru dalam sehari.

“kami melaksanakan workshop ini selain amanah pesantren melalui Biro Pendidikan, juga sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Sehingga penting melaksanakan workshop peningkatan mutu guru ini yang kami laksanakan rutin setiap tahunnya” terang Arief.

Kegiatan ini dibuka oleh Kasi Pendidikan Menengah Kejuruan Cabang Dinas Pendidkan Probolinggo bapak Sutjipto, S.I.P., M.M. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bahwa kegiatan peningkatan kompetensi guru ini merupakan hal yang wajib dilakukan secara rutin dan serius demi memberikan pembelajaran terbaik kepada peserta didik.

Hal ini diamini oleh kepala Biro Pendidikan Kiai Imdad Robbani bahwa peningkatan kompetensi guru di setiap satuan pendidikan menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren.

Usai acara seremonial, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Pengawas Pembina SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Ibu Dian Novita Lestari, M.Pd. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa merancang pembelajaran berbasis project riil itu merupakan produk dari kurikulum merdeka belajar dan tidak kalah penting setiap guru wajib melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai dengan keragaman peserta didik di kelas.

Workshop pembelajaran berbasis project riil yaitu pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai soft skills, hard skills dan karakter. Fokus pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas peserta didik dalam menghasilkan produk yang menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Dalam kegiatan ini peserta didik dan guru bekerjasama dalam menciptakan sebuah produk inovasi.

(Humas Infokom)

Biro Pendidikan Nurul Jadid Laksanakan PTS Serentak Pasca Libur Pesantren

nuruljadid.net – Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid pasca libur Ramadan dan Idul Fitri 1444 H menyelenggarakan Penilaian Tengah Semester (PTS) serentak untuk semua lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid mulai hari ini Senin (08/05/2023) sampai dengan Kamis (13/05/2023).

Terlepas dari pelaksanaan PTS, bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di pesantren sudah aktif sejak hari Kamis, tanggal 04 Mei 2023, sehari setelah kedatangan santri dari libur ramadan dan Idul Fitri 1444 H. Sedangkan bagi guru dan karyawan sudah mulai aktif sejak tanggal 02 Mei 2023 yang diisi dengan bersih-bersih lingkungan sekolah/madrasah dan rapat persiapan menyambut peserta didik.

(Pelaksanaan PTS hari pertama Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Pasalnya, pelaksanaan penilaian tengah semester (PTS) ini dilaksanakan tidak lama setelah tanggal kembalian santri dari liburan adalah sebagai upaya pesantren agar santri segara balik ke pesantren tepat waktu sesuai tanggal yang telah ditetapkan, santri putri tanggal 02 Mei 2023 sedangkan santri putra tanggal 03 Mei 2023.

Pantauan ujian hari pertama di satuan pendidikan di lingkungan Nurul Jadid ini relative berjalan lancar dan prosentase kehadiran peserta didik sudah cukup baik sekitar lebih dari 80%. Meskipun tidak dapat dipungkiri masih terdapat santri yang datang terlambat disebabkan berbagai hal. Bagi mereka yang terlambat mengikuti ujian maka harus melapor kepada panitia ujian di lembaga masing-masing untuk memperoleh ijin mengikuti ujian susulan.

 

 

(Humas Infokom)

Gelaran Simposium SMANJ 2023 Membawa Biji Kelor Menjadi Juara

nuruljadid.net – Kegiatan Simposium di aula putri yang dihadiri seluruh siswi SMA Nurul Jadid pada tanggal 20 Maret 2023 berlangsung dengan meriah. Tepuk tangan meriah saat diumumkan penganugerahan tugas akhir terbaik setiap program,  bintang pelajar dan organisator terbaik. Dan menjadi prestasi membanggakan bagi nama-nama yang disebut.

Sebagaimana hasil liputan yang dilakukan oleh Juwariyah, S.Si. Wajah bahagia terpancar dari siswi bernama Vivit Margaretha kelas XII MIPA 4  dan juga aktif di lembaga PPIQ, mewakili maju menerima piala penghargaan tugas akhir (TA) terbaik program IPA. Dengan judul TA “Kopi Biji Kelor Pencegah Stroke” yang dikerjakan secara kelompok bersama Angelica, Maulida Salsabila, dan Nisrina Zahwa dari kelas XII MIPA 4.

Penelitian yang membawa juara ini mulai dikerjakan selama 3 bulan di laboratorium kimia SMA Nurul Jadid. Semangat dari pembimbing 1 ibu Juwariyah S.Si dan pembimbing 2 ibu Kuni Badriyah mengantarkan kelompok ini meraih juara.

Pengalaman berharga disampaikan oleh Vivit bahwa banyak hal baru yang didapatkan dari program TA. Antara lain, bisa mengukur tensi darah, bisa menjalin komunikasi dengan pihak lain, bisa meyakinkan orang lain. Dari hasil penelitian ini diperoleh bubuk biji kelor yang dapat dikonsumsi secara aman untuk menurunkan tensi darah tinggi penyebab stroke. Terbukti dari beberapa responden yg telah mengkonsumsi, karena kandungan potasium dari biji kelor dapat menurunkan kadar natrium dalam darah.

(Potret kegiatan siswi SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo dalam rangka Simposisum 2023)

Program tugas akhir (TA) yang merupakan bagian integral Program Sekolah Riset (SR) dan Sekolah berbasis Riset (SBR) dalam rangka menyokong Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan salah satu program kurikulum SMA Nurul Jadid yang dinahkodai oleh Bapak Drs. Rahardjo. Orientasi dari program ini adalah menciptakan pembelajaran yang mampu menjawab tantangan abad 21 untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan 4C, yaitu berpikir kritis (critical thinking), kreatif (Creative), cakap berkomunikasi (Communicative) dan kolaborasi (collaborative).

Program TA yang diprakarsai Waka kurikulum Bapak Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd. ini telah berjalan 3 tahun dengan melibatkan semua unsur sekolah secara bersama-sama membimbing dan mengawal pelaksanaan program. Semoga program ini menjadi transformasi pendidikan  yang positif untuk kemajuan SMA Nurul Jadid ke depan.

SMA Nurul Jadid: Maju Bersama, Hebat Semua.

 

 

(Humas Infokom)

MTsN 1 Malang Kunjungi Nurul Jadid, Ngaji Sistem Pengelolaan Pendidikan Lembaga dan Pesantren

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terima kunjungan dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Malang, Sabtu (25/2) siang. Acara digelar dengan format pembukaan secara seremonial dan dialog interaktif bertempat di aula utama pesantren.

Para pengurus Ma’had, Komite Madrasah, dan juga guru MTsN 1 Malang itu datang menggunakan transportasi darat dari Malang menuju Paiton. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Pesantren Ustaz H. Tahiruddin, Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Gus Ahmad Madarik, Sekretaris Biro Pendidikan Ustaz Muhammad Nurtariq, beserta beberapa jajaran pimpinan pesantren dan sekolah/madrasah.

Tujuan kunjungan kali ini tak lain adalah untuk menjalin silaturahmi antar lembaga dan mencari tahu Pengelolaan Ma’had yang bersinergi dari seluruh kegiatannya dengan madrasah. Dilansir melalui website malang.kemenag.go.id. menyatakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid dipilih menjadi tujuan studi banding dikarenakan kultur pondok pesantren yang masih salafiyah dengan pengelolaannya yang modern sehingga menghasilkan output yang berkualitas. Banyak alumni dari sini telah berhasil menjadi tokoh, baik di dalam maupun luar negeri.

Sekretaris Pesantren Ustaz H. Tahiruddin dalam sambutannya memberikan pemaparan terkait sejarah singkat pesantren, struktural pengurus, pengenalan lembaga, dan kegiatan santri di pesantren. Disamping itu, beliau juga menjelaskan output alumni yang telah melanjutkan studi di tiongkok bahwa salah satunya berkat hubungan kerjasama antara pesantren dan pemerintah tiongkok.

“Jalan pendidikan ke luar negeri sudah mereka rintis mulai tahun 2007, yaitu dengan pemerintah Cina melalui Konsulat Jendralnya di Surabaya,” jelas beliau.

Bapak Saadi, mewakili kepala madrasah memberikan sambutan. Harapannya dengan kedatangan rombongan dari MTsN 1 Malang ini dapat membawa pulang semua ilmu yang di dapat.

“Dan tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga jelas yang nantinya akan disampaikan oleh para pengurus Pondok Nurul Jadid dan bermanfaat guna di Ma’had MTsN 1 Malang,” ungkapnya.

(Potret Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Gus Ahmad Madarik tengah memberikan pemaparan awal dalam sesi dialog interaktif)

Usai seremonial, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif usai pemaparan awal yang disampaikan oleh Sekretaris Biro Pendidikan Ustaz Muhammad Nurtariq, dan Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Gus Ahmad Madarik.

MTsN 1 Malang aktif memberikan pertanyaan, sementara itu jajaran pimpinan dan pengurus pesantren silih berganti memberikan jawaban yang luas dan jelas. Pembahasan dalam forum tersebut meliputi pengelolaan santri di sekolah/madrasah dan asrama, pengelolaan keuangan, kebahasaan, hingga tips dan saran santri bisa goes international.

Pihaknya merasa banyak hal baru yang ditemukan dan didapat dari kunjungan kali ini, terutama tentang pengelolaan Ma’had, dimana sinergitas antara pondok dengan madrasah membangun output yang berkemampuan sesuai dengan peminatan masing-masing santri.

(Humas Infokom)

Kembangkan Bahasa Asing, SMP Al-Anwari Banyuwangi Ngaji Manajemen Kebahasaan ke SMP Nurul Jadid

nuruljadid.net – Seakan tidak pernah sepi, Pondok Pesantren Nurul Jadid setiap bulannya dikunjungi berbagai pihak baik untuk ziaroh ke maqbaroh atau astah alm. K.H. Zaini Mun’im, silaturrahim sampai kegiatan studi tiru dan kunjungan lapangan. Kali ini datangnya dari SMP Al-Anwari Banyuwangi (21/01/2023).

Satuan pendidikan tingkat menengah pertama berbasis pesantren satu-satunya di tengah kota Banyuwangi tersebut, SMP Al-Anwari bermaksud untuk ngaji manajemen pengembangan keterampilan kebahasaan peserta didiknya ke SMP Nurul Jadid Paiton yang memiliki program unggulan LIPS (Language Intensive Program of SMPNJ) bidang bahasa Arab dan Inggris.

Kepala SMP Al-Anwari bapak Ahmad Sukardi, S.Pd menyampaikan maksud dan tujuannya untuk menggali ilmu berkenaan dengan pengembangan keterampilan dan keilmuan peserta didik di bidang bahasa asing (Arab-Inggris), karena mereka juga memiliki asrama khusus bahasa asing.

(Penyerahan cinderamata dari kepala SMP Nurul Jadid bapak Jufri, M.Pd kepada kepala SMP Al-Anwari Banyuwangi bapak Ahmad Sukardi, S.Pd)

“Kami ke sini berniat untuk belajar pengelolaan dan pengembangan asrama bahasa asing yang terintegrasi dengan sekolah, sehingga dapat menjadi nilai plus lembaga kami,” jelas bapak Ahmad Sukardi.

Ustaz Mas’ul Latif, M.Pd selaku pimpinan pesantren yang dalam kesempatan kali itu menyempatkan hadir mengutarakan rasa terimakasihnya karena telah diberikan kesempatan untuk menyambung silaturrahim dan sekaligus mengaji sistem pengelolaan bahasa asing di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Alhamdulillah, kami berterimakasih kepada pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah berkenan menerima permohonan kunjungan kami dan disambut dengan hangat untuk ngaji manajemen pengembangan kebahasaan disini,” ustaz Mas’ul Latif menuturkan saat pertama tiba di bumi Nurul Jadid.

Rombongan SMP Al-Anwari berjumlah tujuh orang yang disambut langsung oleh Kasubbag Humas Infokom Mujiburrohman, S.Kom di halaman kantor pusat dan langsung diantarkan ke kantor SMP Nurul Jadid untuk sharing seputar pengelolaan bahasa asing bersama pimpinan, guru dan pengurus asrama.

(Sesi foto bersama usai diskusi dan dialog antara struktural SMP Nurul Jadid dengan rombongan SMP Al-Anwari Banyuwangi)

Kepala SMP Nurul Jadid bapak Jufri, M.Pd dengan tangan terbuka dan hangat kekeluargaan menyambut rombongan SMP Al-Anwari di ruang kepala. Bersama beberapa jajaran pimpinan, guru dan pengurus asrama saling berdiskusi dan berdialog seputar tujuan kunjungan tersebut.

Ba’da dhuhur acara berakhir dengan pemberian cinderamata dari kedua belah pihak dan ditutup sesi foto bersama.

 

 

(Humas Infokom)

 

Upgrading Kompetensi Guru, SMKNJ Gelar Pelatihan Platform Merdeka Mengajar

nuruljadid.net – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka didukung dengan Platform Merdeka Mengajar. Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

SMK Nurul Jadid dalam rangka melakukan upgrading kompetensi guru dalam memberikan layanan pembelajaran di ruang kelas yang optimal mengadakan pelatihan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di ruang pertemuan lantai 2 pada akhir tahun lalu (29/12/22).

Platform Merdeka Mengajar merupakan platform edukasi yang dapat menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila sebagaimana yang diinginkan oleh Menteri Pendidikan. “Intinya dalam Platform Merdeka Mengajar ini ada tiga fungsi, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya,” terang bapak Nadiem saat awal launching PMM.

Dalam mendukung guru mengajar, Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Saat ini tersedia lebih dari 2.000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Hal ini akan membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

“Panduan implementasi Kurikulum Merdeka dan modul-modul pelatihan akan disediakan dalam flash disk bagi satuan pendidikan dan pendidik yang kesulitan untuk mengakses internet. Jadi tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Platform Merdeka Mengajar juga memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun. “Guru dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Melalui video inspirasi, guru bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas,” tutur Menteri Nadiem.

(Suasana Pelatihan Platform Merdeka Mengajar SMK Nurul Jadid di Ruang Rapat lantai 2)

Selain itu, Kepala SMK Nurul Jadid Moh. Arief Hariyanto, M.Pd mengatakan bahwa Platform Merdeka Mengajar juga mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik.

“Guru dapat membangun portofolio secara mandiri hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi dengan guru di seluruh Indonesia melalui fitur Bukti Karya Saya,” ujar Arief.

Dalam menciptakan ekosistem kolaboratif dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, Platform Merdeka Mengajar menggunakan Content Crowdsourcing, di mana pengembangan konten berbasis kontribusi dapat dilakukan oleh semua pihak. Sebagaimana dijelaskan oleh narasumber Abdul Manaf Firdaus, M.Pd yang sudah tersertifikasi kepada peserta pelatihan berjumlah kurang lebih 20 orang.

“Pelatihan ini harapannya kita semua sebagai guru aktif belajar dan berkarya sehingga platform ini hidup menjadi sebuah ekosistem. Makanya komponen terpenting dari platform ini adalah crowdsourcing,” ungkapnya.

Guru juga dapat saling belajar dan berbagi melalui Komunitas Belajar Daring yang terdapat di dalam Platform Merdeka Mengajar dan secara otomatis mengangkat grade satuan Pendidikan tersebut karena gurunya aktif belajar dan melakukan pengembangan diri.

“Kunci kemajuan pendidikan kita ketika guru-guru mengembangkan dirinya dan saling membantu pengembangan sejawatnya,” imbuh Manaf.

Lebih lanjut, Platform Merdeka Mengajar juga bertujuan menciptakan iklim kerja yang positif melalui Jejaring Profesi Guru serta Perencanaan dan Kemajuan Karier. Platform ini menjadi wadah bagi guru untuk menampilkan profil, pengalaman, dan keterampilan profesional, serta mengembangkan portofolio dan kompetensinya.

Sementara itu, diakui Waka. Kurikulum SMK Nurul Jadid Paiton, Moh. Zuhri, S.Kom, bahwa Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar dapat membantu guru dalam mengajar.

“Mari kita jadi bagian dari perubahan untuk menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik di masa learning loss ini. Mari kita dukung pemerintah untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka dan mari kita gunakan platform Merdeka Mengajar untuk berkolaborasi dan menginspirasi,” ajak Moh. Zuhri kepada peserta yang hadir saat itu.

“Semoga dengan penerapan Kurikulum Merdeka dan adanya platform Merdeka Mengajar ini, kita bisa memberikan fasilitas dan pengajaran yang sesuai kebutuhan siswa untuk mencetak Pelajar Pancasila dan berkarakter santri yang mampu bersaing di masa depan,” pesan kepala sekolah Moh. Arief Hariyanto.

 

(Humas Infokom)

Wakabid GTK dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid Paparkan Profil Organisator yang Baik pada Pelantikan FKO Nurul Jadid Putri

nuruljadid.net – Pelantikan salah satu organisasi peserta didik tertinggi di Pondok Pesantren Nurul Jadid, FKO Nurul Jadid putri telah melakukan pelantikan pengurus baru periode 2023. Kegiatan itu dihadiri pejabat Biro Pendidikan putri yang diwakili Wakabid GTK dan Peserta Didik ustazah Rifqotul Husna, Wakabid Penjamin Mutu dan Kurikulum ustazah Faiqotul Hikmah serta pembina ustazah Rizkiyah Sakinah Safitri pekan lalu tepatnya Jum’at pagi (23/12/22)

Saat pelantikan Wakil Kepala Bidang GTK dan Peserta Didik ustazah Rifqotul Husna menyampaikan apresiasinya dalam sambutan kepada pengurus demisioner dan mengucapkan selamat kepada pengurus terpilih untuk istiqomah berkhidmad kepada pesantren dan masyarakat.

“Selamat kepada pengurus terpilih, semoga menjadi pengurus yang amanah dan dapat mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab sehingga mampu menjadikan FKO lebih baik dari sebelumnya. Dan semoga pengabdian demisioner menjadi perantara kebarokahan untuk menjadikan kalian pribadi yang lebih baik,” terang ustazah Rifqoh dalam sambutannya.

(Suasana sambutan Wakabid. GTK dan Peserta Didik Biro Pendidikan pada Pelantikan Pengurus FKO Nurul Jadid Periode 2023)

Ustazah Rifqotul Husna juga berpesan kepada semua organisator baik yang demisioner dan lebih khusus kepada yang terpilih untuk terus bersama mendampingi sebelum keluar dari pesantren dan bersama belajar mengembangkan FKO Nurul Jadid.

“saya berpesan kepada pengurus demisioner untuk tidak lantas meninggalkan adek pengurus penerus, melainkan tetap dibimbing dan diarahkan. Yang baru jangan sungkan untuk bertanya seputar organisasi kepada demisioner agar saling berbagi pengalaman,” imbuhnya.

Dalam sambutan singkat, usatzah Rifqoh menyampaikan profil organisator yang baik di hadapan seluruh peserta yang hadir terutama kepada pengurus FKO Nurul Jadid.

“Organisator yang baik adalah organisator yang tidak sekedar membawa organisasi ke arah yang baik namun bisa mewariskan generasi yang mampu membawa organisasi yang ditinggalkannya lebih baik” tutup ustazah Rifqoh yang disambut dengan tepuk tangan meriah.

 

 

(Humas Infokom)

Estafet Kepemimpinan FKO Nurul Jadid Putri secara De Jure Dilanjutkan, Pengurus Baru Resmi Dilantik

nuruljadid.net – Menyambut tahun baru masehi 2023, banyak organisasi santri yang melakukan regenerasi guna melanjutkan estafet kepemimpinan. Tidak mau ketinggalan Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid putri juga telah menggelar pelantikan pengurus baru tidak hanya secara De Facto namun resmi secara De Jure minggu lalu Jum’at, 23 Desember 2022 di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Pelantikan dimulai pukul sekitar 09.00 WIB yang dipandu oleh pembawa acara dengan bilingual language yaitu bahasa Inggris dan Indonesia. Ratusan peserta delegasi dari tujuh satuan Pendidikan memenuhi ruang aula. Mereka dari MTSNJ, SMPNJ, MTSN 1 Probolinggo, SMANJ, MANJ, dan SMKNJ.

Organisasi FKO Nurul Jadid periode 2023/2024 akan dinahkodai oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru. Ia adalah Maia Natasha Early, siswi Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum (PEMILU) oleh perwakilan setiap satuan Pendidikan di bawah naungan pesantren.

Natasha menggantikan Sekjen demisioner Nofalia Ramdhani, siswi SMA Nurul Jadid. Dalam sambutan singkatnya Nofalia berpesan kepada sekjen terpilih dan pengurus terlantik untuk menjalin komunikasi yang bai kantar pengurus, karena komunikasi merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi.

“pesan saya kepada pengurus terpilih, komunikasi harus dijaga dan dibangun sebagai akar kokohnya organisasi. Tetap semangat dan amanah,” ucap Nofalia sambil menyeka air mata haru dan sedih karena akhirnya berhasil menuntaskan amanah di organisasi tercintanya yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

(Pembina FKO Nurul Jadid putri ustazah Rizkiyah Sakinah Safitri saat tengah memberikan kata sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus FKONJ periode 2023)

Ustazah Rizkiyah Sakinah Safitri selaku pembina dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pengurus FKONJ demisioner dan selamat kepada pengurus FKO terpilih.

“terimakasih atas pengabdian yang tulus untuk pengurus FKO Demisioner, semoga membawa kebarokahan dan selamat mengemban tugas untuk FKO terpilih, semoga amanah” tutur ustazah Rizkiyah.

Prosesi pelantikan berjalan sangat khidmad, setelah pembacaan SK Kepengurusan FKO Nurul Jadid periode 2023 oleh Wakabid. GTK dan Peserta Didik Biro Pendidikan ustazah Rifqotul Husna, seluruh structural terpilih menaiki pentas untuk mengambil sumpah jabatan yang dipandu oleh Wakabid Penjamin Mutu dan Kurikulum ustazah Faiqotul Hikmah.

Berdasarkan SK kepala Biro Pendidikan Nurul Jadid nomor: NJ-H/0200/A.VIII/12.2022 terdapat sejumlah 30 pengurus yang dapuk sebagai organisator FKO untuk menjalankan amanah organisasi satu tahun ke depan.

Usai prosesi pelantikan dilanjutkan sambutan dari sekjen terpilih dan demisioner. Peserta mengikuti dengan seksama setiap jalannya prosesi pelantikan termasuk pemberian penghargaan kepada pengurus demisioner dan pemotongan tumpeng sebagai symbol syukur atas berakhirnya satu periode dan dimulainya perjalan baru periode 2023.

 

 

 

(Humas Infokom)

Usai Liburan, Siswa SMP Nurul Jadid Kembali Gondol Juara 1 Arabic Speech Competition Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang juga peserta didik Language Intensive Programs of SMP Nurul Jadid (LIPS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi pidato Bahasa Arab bertaraf Nasional usai liburan pesantren dalam rangkan menyambut Maulid Nabi Muahmmad SAW 1444 H yang digelar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi, Sumatra Barat.

Ajang perlombaan tersebut bernama KIR FESTIVAL 2022, event yang pertama kali diadakan oleh UKM KIR pada tahun 2021 dan kembali digelar tahun 2022 ini. Pada event tahun ini, penyelenggara menggabungkan seluruh perlombaan yang sebelumnya dilaksanakan terpisah muali dari kategori SLTA Sederajat, Perguruan Tinggi sampai dengan Umum.

Terdapat enam cabang perlombaan pada KIR Fest 2022 tersebut, diantaranya Karya Tulis Ilmiah, Visualisasi Puisi, Podcast, English Speech, Arabic Speech, dan Presenter Berita. Pendaftaran dibuka sejak 22 Agustus 2022 sampai dengan 17 September 2022 dilanjutkan dengan pengumpulan karya dari masing-masing peserta cabang lomba. Usai pengumpulan karya secara Online kemudian dilanjutkan dengan penjurian.

Tepat pada Senin, 25 September 2022 bulan lalu pengumuman pemenang KIR Fest 2022 diselenggarakan secara daring. Saat pembacaan daftar pemenang cabang lomba Arabic Speech peserta perwakilan SMP Nurul Jadid mengaku sangat gelisah sambil berharap dan tidak henti memanjatkan doa. Alhasil Misbahul Munir perwakilan SMP Nurul Jadid dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Pdaito Bahasa Arab pada ajang KIR Fest 2022 tersebut.

Badrus Zaman, pembina LIPS mengatakan, perjuangan mengikuti lomba tingkat umum ini lebih sulit daripada ajang kompetisi tingkat SLTP sederajat, karena peserta didiknya harus berhadapan dengan beberapa lawan dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan tentunya memiliki pengalaman dan pelafalan yang lebih baik.

“Meskipun anak didik kami masih duduk di tingkat SLTP dan harus menghadapi lawan dari tingkat yang lebih tinggi, kami tidak gentar. Karena kami percaya tingkat pendidikan bukanlah halangan untuk melangkah, ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Siswa SMP melawan Siswa SMA, bahkan Mahasiswa, Alhasil semua bisa kami lewati dengan kerja keras dan doa asal mau berusaha dan memulai,” ungkap ustaz Zam kepada tim Nurul Jadid Media, Selasa (27/09) pagi.

 

 

(Humas Infokom)