Pos

Nurul Jadid Bekali Santri Kelas Akhir Penguatan Furudul Ainiyah dan Fikih Kemasyarakatan

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid secara konsisten lakukan program penguatan keagamaan (Tafaqquh Fiddin) bagi seluruh santrinya sebagai bekal tidak hanya di dunia lebih-lebih untuk akhirat kelak. Melalui kepanitiaan Semarak Ramadan, semua santri kelas akhir baik dari tingkat SLTP sampai dengan SLTA diwajibkan mengikuti serangkaian program yang telah ditetapkan pesantren.

Program khusus telah didesain dan dikonsep oleh pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid di Biro Kepesantrenan terkait muatan kurikulum dan konten program khusus kelas akhir yang meliputi penguatan Furudul Ainiyah dan Fikih Kemasyarakatan. Dua hal ini menjadi sangat penting dan pokok bagi santri kelas akhir yang akan baik melanjutkan studi ke luar pesantren atau mereka yang terlibat langsung di kegiatan kemasyarakatan.

Kegiatan Furudul Ainiyah di bulan mulia dan suci Ramadhan ini sebagaimana pada umumnya yaitu sholat berjamaah 5 waktu, pendalaman alqur’an, sholat tarawih, tadarrus al-qur’an, kajian kitab kuning, dan penguatan pembiasaan kepesantrenan. Sedangkan fikih kemasyarakatan ini lebih fokus kepada praktik fikih ibadah social yang dibutuhkan masyarakat seperti tahlil, taharah, sholat, zakat, etika bermasyarakat, dan hal-hal lainnya sesuai fenomena di masyarakat kita. Selain itu juga terdapat materi pengembangan diri (self-upgrading)

Kegiatan ini dilakukan secara terpisah sebagaimana antara putra dan putri juga tingkat SLTP dan SLTA. Untuk putra disentralkan di Masjid Jami untuk SLTA dan Aula SMPNJ untuk tingkat SLTP. Sedangkan putri ditempatkan di Aula 1 untuk SLTA dan Aula 2 untuk SLTP. Selama kurang lebih dua minggu para santri kelas akhir digembleng dan dibekali dengan materi pokok kepesantrenan dan konten kemasyarakatan. Meski mereka telah mempelajari ini sebelumnya, hanya saja program ini merupakan upaya penguatan agar lebih melekat dalam benak para santri yang akan keluar pesantren.

Ketua panitia Rahmad Toyyid menjelaskan bahwa kegiatan Semarak Ramadan khusus untuk kelas akhir ini menjadi kegiatan pokok Biro Kepesantrenan untuk membekali dan menguatkan kompetensi keilmuan santri pada materi pokok yakni Furudul Ainiyah.

“Memang tujuan diadakannya program khusus kelas akhir ini untuk membekali mereka dengan melakukan penguatan materi Furudul Ainiyah sebagai materi wajib umat Islam dan ditambahkan materi fikih kemasyarakatan sebagai bekal mereka Ketika berada di tengah masyarakat nanti,” ungkap Rahmad.

 

 

(Humas Infokom)

 

MTsN 1 Malang Kunjungi Nurul Jadid, Ngaji Sistem Pengelolaan Pendidikan Lembaga dan Pesantren

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terima kunjungan dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Malang, Sabtu (25/2) siang. Acara digelar dengan format pembukaan secara seremonial dan dialog interaktif bertempat di aula utama pesantren.

Para pengurus Ma’had, Komite Madrasah, dan juga guru MTsN 1 Malang itu datang menggunakan transportasi darat dari Malang menuju Paiton. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Pesantren Ustaz H. Tahiruddin, Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Gus Ahmad Madarik, Sekretaris Biro Pendidikan Ustaz Muhammad Nurtariq, beserta beberapa jajaran pimpinan pesantren dan sekolah/madrasah.

Tujuan kunjungan kali ini tak lain adalah untuk menjalin silaturahmi antar lembaga dan mencari tahu Pengelolaan Ma’had yang bersinergi dari seluruh kegiatannya dengan madrasah. Dilansir melalui website malang.kemenag.go.id. menyatakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid dipilih menjadi tujuan studi banding dikarenakan kultur pondok pesantren yang masih salafiyah dengan pengelolaannya yang modern sehingga menghasilkan output yang berkualitas. Banyak alumni dari sini telah berhasil menjadi tokoh, baik di dalam maupun luar negeri.

Sekretaris Pesantren Ustaz H. Tahiruddin dalam sambutannya memberikan pemaparan terkait sejarah singkat pesantren, struktural pengurus, pengenalan lembaga, dan kegiatan santri di pesantren. Disamping itu, beliau juga menjelaskan output alumni yang telah melanjutkan studi di tiongkok bahwa salah satunya berkat hubungan kerjasama antara pesantren dan pemerintah tiongkok.

“Jalan pendidikan ke luar negeri sudah mereka rintis mulai tahun 2007, yaitu dengan pemerintah Cina melalui Konsulat Jendralnya di Surabaya,” jelas beliau.

Bapak Saadi, mewakili kepala madrasah memberikan sambutan. Harapannya dengan kedatangan rombongan dari MTsN 1 Malang ini dapat membawa pulang semua ilmu yang di dapat.

“Dan tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga jelas yang nantinya akan disampaikan oleh para pengurus Pondok Nurul Jadid dan bermanfaat guna di Ma’had MTsN 1 Malang,” ungkapnya.

(Potret Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Gus Ahmad Madarik tengah memberikan pemaparan awal dalam sesi dialog interaktif)

Usai seremonial, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif usai pemaparan awal yang disampaikan oleh Sekretaris Biro Pendidikan Ustaz Muhammad Nurtariq, dan Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Gus Ahmad Madarik.

MTsN 1 Malang aktif memberikan pertanyaan, sementara itu jajaran pimpinan dan pengurus pesantren silih berganti memberikan jawaban yang luas dan jelas. Pembahasan dalam forum tersebut meliputi pengelolaan santri di sekolah/madrasah dan asrama, pengelolaan keuangan, kebahasaan, hingga tips dan saran santri bisa goes international.

Pihaknya merasa banyak hal baru yang ditemukan dan didapat dari kunjungan kali ini, terutama tentang pengelolaan Ma’had, dimana sinergitas antara pondok dengan madrasah membangun output yang berkemampuan sesuai dengan peminatan masing-masing santri.

(Humas Infokom)

Pelantikan Berlangsung Khidmat, Biktren Berhasil Kaderisasi Pengurus Wilayah Putra Masa Khidmat 2023-2025

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan (Biktren) Pondok Pesantren Nurul Jadid wujudkan peran pesantren sebagai lembaga kaderisasi dengan menggelar pelantikan Pengurus Wilayah Putra masa khidmat 2023-2025 bertempat di Masjid Jami’ Nurul Jadid pada hari Sabtu (04/02) malam.

Sekretaris Biro Kepesantrenan Ustaz Alief Hidayatullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan pengurus wilayah merupakan kegiatan rutin Biro Kepesantrenan yang diadakan setiap dua tahun sekali dengan tujuan untuk menjaga tali generasi kepengurusan wilayah tetap berkelanjutan (sustainable).

Dalam kesempatan yang sama, beliau menjelaskan tentang pengerucutan dan pemetaan wilayah putra baru, berdasarkan hasil keputusan dari musyawarah bersama pengurus pesantren maka wilayah santri putra sekarang dan kedepannya hanya terbagi menjadi dua, yaitu wilayah pusat dan satelit putra.

“Dari sekarang kita semua perlu pembiasaan, mulai dari penyebutan wilayah menjadi daerah, sampai pemetaannya. Karena dulu wilayah terbagi menjadi banyak sekali, terutama di pusat. Namun sekarang cukup satu saja yaitu wilayah pusat dengan pembagian daerah-daerah di bawahnya, begitu juga dengan wilayah satelit yang masing-masing dipimpin oleh satu orang kepala wilayah,” jelas beliau.

Usai sesi sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Wilayah Putra oleh Ustaz Mujibul Khoir, satu persatu pengurus yang namanya terpanggil maju ke depan melalui pemberian SK oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Kyai Ahmad Madarik. Kemudian secara resmi dan sakral, dilaksanakan pembacaan ikrar dipimpin oleh Kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani, sebanyak 187 orang dari pengurus wilayah dan 17 daerah resmi dikukuhkan.

Dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada Kepala Wilayah Demisioner oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Kyai Ahmad Madarik. Setelah itu berlanjut penobatan pengurus-pengurus teladan dari setiap daerah.

(Potret penyerahan piagam penghargaan oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Kyai Ahmad Madarik (kanan) kepada Kepala Wilayah Demisioner (kiri))

Sebelum acara berakhir, MC memberikan kesempatan kepada Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Kyai Ahmad Madarik untuk menyampaikan tausiyah kepada seluruh pengurus wilayah terlantik dan para santri yang hadir. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan kepada seluruh pengurus untuk kembali menata niat dengan jernih sebelum memulai tugas pengabdiannya, karena amanah ini luar biasa dan perlu dilaksanakan dengan baik.

“Santri dititipkan ke pesantren oleh orang tuanya dengan banyak sekali harapan, dan disana tugas kita sebagai pengurus bagaimana bisa mengarahkan anak-anak itu ke jalan yang benar untuk meraih semua mimpinya,” dawuh beliau.

Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa standar lulusan santri Nurul Jadid setidaknya menguasai tiga hal, beliau berpendapat diantaranya 1) Furudul ‘Ainiyah; 2) Baca Tulis Al Qur’an; dan 3) Bahasa Arab dasar.

“Harus ada bedanya antara santri yang mondok hanya satu tahun, dua tahun, bahkan lebih dari tahun-tahun itu, apalagi dengan yang tidak mondok,” dawuh beliau.

 

(Humas Infokom)

Jemput Barokah Haul dan Harlah 74, Biro Kepesantrenan Nahkodai Pembacaan Shamadiyah dan Khotmil Qur’an Bagi Santri dan P4NJ se Nusantara

nuruljadid.net – Melalui surat edaran nomor NJ-F/0002/A.III/01.2023 perihal instruksi pembacaan khotmil al-qur’an dan shamadiyah, Biro Kepesantren mengajak seluruh santri dan pengurus P4NJ untuk bersama turut mengamalkan dua hal tersebut dalam rangka memperingati Haul Masyayikh dan Hari Lahir (Harlah) ke-74 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang akan diselenggarakan pada Ahad, 19 Februari 2023 mendatang.

Disamping menyambut haul dan harlah, tujuan pembacaan khotmil qur’an dan shamadiyah itu adalah untuk mendoakan keselamatan bersama dari musibah, wabah penyakit, bencana dan menjemput barokah dari Allah SWT.

Surat instruksi tersebut dikhususkan kepada semua santri aktif baik putera maupun puteri dan alumni (seluruh Indonesia) yang diorganisir oleh P4NJ se Indonesia untuk melakukan do’a dan dzikir bersama dengan ketentuan bacaan Khotmil Qur’an 740 kali dan Surah Al-Ikhlas (Shamadiyah) 740.000 kali.

Semua pihak diminta untuk mengkoordinir dan mensosialisasikan kegiatan ini agar dapat terealisasikan sesuai harapan bersama.

Pembagian bacaan khotmil qur’an dan shamadiyah sebagai terlampir dalam lampiran surat instruksi yang dapat diunduh melalui link berikut : 0002-instruksi-harlah-74

 

 

(Humas Infokom)

KH. Fadlurrahman Zaini Berikan Ijazah Wirid Dalailul Khairot, Ini Dia Tata Caranya!

nuruljadid.net – Dalam rangka menyambut Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-74, Biro Kepesantrenan hadirkan mujiz KH. Fadlurrahman Zaini berikan ijazah Wirid Dalailul Khairot pada hari Jum’at (27/01) sore bertempat di Aula I Pesantren.

Dalailul Khairot merupakan wirid berisi kumpulan shalawat yang ditujukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wirid ini sudah dikenal tenar di kalangan santri dan para pengenal tarekat.

Dalam kesempatannya, Kyai Fadol menyampaikan beberapa tahapan yang harus dilaksanakan untuk mengamalkan Dalailul Khairot sendiri. Tahapan-tahapan tersebut diantaranya:

  1. Mulai membaca di awal bulan Hijriyah pada tanggal 1, 2, dan 3 disertai puasa
  2. Jika tidak bisa memulai membaca di awal bulan Hijriyah maka dibaca di akhir bulan Hijriyah. Mulai tanggal 27, 28, dan 29/28, 29, dan 30 (disesuaikan dengan jumlah tanggal bulan Hijriyah)
  3. Selama puasa dibaca sampai hatam setiap hari
  4. Ketika sampai hari ke-3, maka diakhiri membaca sampai bacaan hari tersebut
  5. Setelah selesai tiga hari, maka hari-hari berikutnya membaca sesuai harinya
  6. Bacaan perhari diawali dengan membaca tawassul di halaman 1 sampai halaman ke-4 di kitab Dalailul Khoirot cetakan Naamedia
  7. Setiap hari selesai membaca dalailul Khoirot (harian), dilanjutkan membaca doa pada halaman 221 kitab Dalailul Khoirot cetakan Naamedia

Kemudian dalam sesi tanya jawab, ada peserta yang bertanya terkait niat apa yang seharusnya dipakai untuk melaksanakan puasa selama tiga hari tersebut. Kemudian Kyai Fadol menjawab dengan cukup berniat puasa sunnah biasa lillahita’ala.

“niat yang seperti itu biasanya lebih afdal daripada niat puasa demi mendapatkan sesuatu hal,” dawuh beliau.

Keutamaan mengamalkan Dalailul Khairat yang sangat masyhur di kalangan para pengamal wirid ini adalah cepatnya terkabul hajat yang diinginkan oleh para pembacanya. Sewaktu-waktu menginginkan suatu hal, mudah sekali keinginan tersebut terkabul. Namun meski begitu, sesuai dengan dawuh Kyai Fadol, hendaknya para pengamal Dalailul Khairat dalam membaca wirid ini bertujuan murni mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ila Allâh) tanpa mengharap pamrih apa pun yang bersifat duniawi. Dengan demikian, wujud rasa keikhlasan dalam mengamalkannya.

(Humas Infokom)

Menjelang Harlah, Santri I’dadiyah Sambut dengan Karya Video Nasyid Islami

nuruljadid.net – Berawal dari kegabutan kemudian mencari inspirasi video nasyid dari paltform media sosial yang sangat populer yakni YouTube, Santri I’dadiyah tingkat SLTP Pondok Pesantren Nurul Jadid asah kreativitas dan skill yang dimiliki dalam dunia videografi dan tarik suara dengan membuat video nasyid Islami.

Karya tersebut dibuat atas kolaborasi bersama dengan beberapa teman dan asatiznya. Proses pembuatan video tersebut memakan waktu selama 2 hari, mulai dari konsep, lirik hingga video editing-nya. Beberapa tempat yang berbeda di sekitar pesantren dijadikan lokasi shoot footage video. Untuk memunculkan nilai kekhasan ala santri, beberapa properti digunakan seperti tasbih, songkok, dan lainnya.

Pembuatan video nasyid tersebut sengaja dibuat sebagai bentuk persembahan untuk memeriahkan Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 74. Liriknya berisikan senandung nada dan momentum rindu seorang santri terhadap gurunya.

Dalam video yang berdurasi lima menit tersebut, terdapat tiga santri yang menjadi pemeran di dalamnya. Mereka bernama Akbar Nasrudin, Muhammad Kafabi dan Nabil Ali Fikri.

Berdasarkan pengakuan Zaki, pembuatan video tersebut terinspirasi dari video-video yang ada di Pondok Pesantren Gontor. Disana mereka memiliki team Nasyid yang luar biasa. Mereka juga sudah banyak menciptakan karya lagu yang bagus dan pastinya bernuansa islami.

“Untuk pembuatan video tersebut, kami terinspirasi dari video nasyid pesantren Gontor. Videonya bagus-bagus. Sehingga kami tergugah untuk membuatnya. Dimana dalam proses produksinya kami membutuhkan waktu dua hari hingga selesai proses editing dengan menggunakan alat seadanya,” terang Zaki kepada tim infokom.

“Harapannya bisa konsisten mengangkat karya-karya santri Nurul Jadid ke tengah masyarakat luas dan bisa lebih berkontribusi aktif dalam penyebaran syiar islam melalui karya-karya yang lainnya,” tambahnya.

Dalam pembuatannya, mereka tidak menggunakan peralatan yang sangat canggih. Akan tetapi, mereka hanya menggunakan alat seadanya, hanya bermodalkan hp, tripod dan beberapa properti pendukung lainnya. Walaupun peralatan seadanya, dengan kreativitas dan skill yang dimiliki, mereka bisa membuatnya dengan baik.

 

(Humas Infokom)

Sakral dengan Ikrar, Biro Kepesantrenan Lantik Pengurus Baru Wilayah Ibnu Arabi (Pomas)

nuruljadid.net – Bertepatan dengan malam tahun baru pada hari Sabtu (31/12/2022) malam sekaligus acara refleksi akhir tahun yang dilaksanakan oleh Pondok Mahasiswa (POMAS) Universitas Nurul Jadid atau wilayah Ibnu Arabi, Biro Kepesantrenan melantik pengurus baru wilayah ibnu arabi yang didahului dengan pembacaan SK Kepengurusan dan dilanjutkan pembacaan ikrar.

Pelantikan tersebut dilaksanakan ketika acara seremonial refleksi akhir tahun. Sebanyak 25 orang pengurus baru resmi dilantik. Mereka terbagi menjadi beberapa devisi mulai dari devisi keilmuan, ubudiyah, keamanan, perlengkapan, kebersihan dan infokom. Pada kepengurusan masa khidmat satu tahun k edepan, Ibrahim La Haris mendapatkan amanah besar karena ia terpilih menjadi kepala wilayah Ibnu Arabi.

Selepas pembacaan SK kepengurusan, mereka melafalkan ikrar yang dipandu oleh bapak Suherdiansyah, M.Pd., Kabid Kendali Mutu (LIK) Unuja. Sebelum dibacakan, bapak Suher menanyakan kesiapan dari para calon pengurus tersebut untuk lebih meyakinkan serta mampu bertanggung jawab dalam melaksanakan amanah yang diberikan untuk dijalankan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, Ibrahim La Haris, selaku kepala wilayah terpilih, diminta menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa ia sudah memiliki beberapa gambaran untuk pomas kedepannya. Pertama, bagaimana kegiatan pomas berjalan sistematis dan sinkron baik yang berhubungan dengan akademik maupun pesantren. Kedua, bagaimana pomas itu bisa terorganisir dengan baik dalam pengawalan setiap kegiatan. Ketiga, bagaimana pomas itu bisa terkoneksi, dalam artian komunikasi antara pomas baik dengan kampus maupun dengan pesantren itu berjalan dengan baik.

Serah Terima Jabatan Kepala Wilayah Demisioner Kepada Kepala Wilayah Ibnu Arabi Yang Baru

Baim sapaan akrabnya, melanjutkan dengan memberikan motivasi kepada mahasiswa yang tinggal dan menjadi penghuni asrama pomas. Bahwa tinggal di wilayah Ibnu Arabi (Pomas) itu merupakan kesempatan untuk meng-upgrade diri dan belajar mandiri sebaik mungkin, sesuai dengan yang kita upayakan bersama.

“Bagi saya, kita hidup di Pomas itu, ibarat hidup di tengah-tengah tambang emas. Kita lihat ke kiri ada ilmu yang berbicara tentang sosial dan ketika lihat ke kanan ada ilmu yang berbicara tentang keagamaan. Cuman bagaimana kita ingin mencari. Itu semua kita kembalikan kepada diri kita sendiri,” ungkapnya.

 

 

(Humas Infokom)

Biktren Sosialisasi Reshuffle Struktur, Kabid Penataan Wilayah dan BK/WA Hadirkan Kepala Wilayah dan Daerah

nuruljadid.net – Kabid. Penataan Wilayah dan BK-WA Biro Kepesantrenan Nurul Jadid adakan sosialisai teknis reshuffle struktur kepengurusan wilayah dan daerah pada hari Sabtu (31/12/2022) pagi di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Pesantren Nurul Jadid bersama dengan seluruh Kepala wilayah dan kepala daerah putra yang ada di Nurul Jadid. Dalam pertemuan tersebut ada dua agenda utama yang dibahas. Pertama, terkait Sosialisasi Reshuffle kepengurusan dan kedua evaluasi kinerja pengurus.

Turut hadir dalam rapat, ustaz Muhammad Alif Hidayatullah selaku Kabid Penataan Wilayah, ustadz Mujibul Khoir selaku ketua tim reshuffle struktur kepengurusan, dan beberapa orang perwakilan biro kepesantrenan lainnya.

Sebagaimana yang dikatakan ustaz Alif, kegiatan ini bertujuan untuk pembaharuan struktur baik di tingkatan daerah maupun wilayah, karena regenerasi harus terus berjalan dan memberikan kesempatan kepada pengurus baru berkiprah, sebab pengurus senior tidak sedikit yang lulus kuliah dan kembali ke masyarakat.

“Tujuan pembaharuan struktur baik di wilayah maupun daerah. Sehingga dengan formasi ini. Harapannya bisa menambah semangat dan ghirroh pengabdian pengurus,” terangnya.

Selain tujuan tersebut, juga karena masa khidmat atau masa jabatan para kelapa wilayah dan kepala daerah berakhir di bulan Desember 2022,” ustad Alif menambahkan.

(Suasana rapat Kabid Penataan Wilayah dengan seluruh Kepala Wilayah dan Daerah terkait Sosialisasi Reshuffle Kepengurusan)

Dalam sosialisasi tersebut, ustaz Mujibul Khoir memberikan dua pilihan cara kepada kepala wilayah dan daerah untuk melaksanakan reshuffle struktur kepengurusannya.

Pertama, dengan cara musyawarah mufakat di tingkat daerah maupun wilayah. Dengan cara ini para pengurus hanya cukup melaksanakan musyawarah bersama saja untuk menentukan siapa yang akan menjadi Kepala wilayah dan kepala daerah, termasuk juga struktural yang ada dibawahnya.

Sedangkan cara kedua, yakni dengan sistem demokrasi melalui pemilihan suara layaknya pemilu, namun cara ini akan menjadi lebih sulit dikarenakan masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi mulai dari calon kepala hingga persiapan pemilihannya.

Setelah sosialisasi selesai, rapat dilanjutkan dengan agenda kedua, yakni evaluasi kinerja pengurus. Dimana kepala daerah memiliki tugas untuk menilai dengan objektif kinerja pengurus selama masa khidmatnya di pesantren baik secara personal maupun secara struktural dengan form penilaian yang sudah disediakan.

 

 

(Humas Infokom)

Maksimalkan Pelayanan, Biktren-IT Launching Aplikasi Web Reservasi Sambang Santri

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan (Biktren) Pondok Pesantren Nurul Jadid telah meluncurkan aplikasi web ‘Reservasi Sambang Santri’ untuk meningkatkan pelayanan kepada wali santri dan mendukung penerapan digital dalam program kerja Biro Kepesantrenan. Ini dilakukan tak lain untuk mempermudah wali santri melakukan pendaftaran sambang santri, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi laporan.

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Biro Kepesantrenan Nomor: NJ-F/A.III/0120/12.2022 aplikasi web ‘Reservasi Sambang Santri’ ini mulai berlaku digunakan sejak tanggal 01 Januari 2023. Surat Edaran bisa diunduh melalui (link ini).

Admin bidang Kesejahteraan Santri Ikhwan Abdillah menjelaskan aplikasi web ‘Reservasi Sambang Santri’ ini digagas oleh tim kolaborasi antara pihak Biro Kepesantrenan dan Bagian IT Pesantren. Aplikasi ini memuat Form Reservasi Pendaftaran Sambang, jadwal sambang santri, laporan jumlah pendaftar di setiap harinya, dan berbagai fitur lainnya.

“Dengan fitur-fitur tersebut, Wali Santri dapat dengan mudah melihat kuota sambang santri yang tersedia dan informasi jadwal sambang setiap harinya. Dan juga, aplikasi web ini tersinkron dengan fitur arsip sambang santri di Pedatren,” jelasnya kepada Tim Nurul Jadid Media.

Lebih lanjut, ia mengatakan aplikasi web ‘Sambang Santri’ adalah bentuk pengembangan fungsi tata kelola kearsipan, laporan, dan dokumentasi sambang santri yang sinkron dengan aplikasi Pedatren NJ.

Adanya inovasi yang canggih dan lebih adminsitratif ini, kata Ikhwan, diharapkan dapat mempermudah wali santri untuk mendaftar sambang. Berbeda dengan sebelumnya, dimana wali santri harus menelpon atau mengirim pesan kepada call center petugas sambang untuk mendaftar, sehingga dilihat dari banyaknya santri tak jarang terjadi trouble atau slow response.

Dalam pengoperasiannya, aplikasi web ‘Reservasi Sambang Santri’ ini sangat mudah, adapun Panduan Reservasi Sambang Santri dapat diunduh melalui (link ini). Tutorial ini juga tersedia dalam bentuk audiovisual dan bisa ditonton melalui kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Untuk mengunjungi laman aplikasi web ‘Reservasi Sambang Santri’ dapat diakses ke link berikut https://sambang.nuruljadid.net/

 

 

(Humas Infokom)

Update Info! Perijinan Santri Nurul Jadid DITUTUP

nuruljadid.net – Berdasarkan Surat Pemberitahuan resmi dari Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo nomor: NJ-F/A.II/0119/12.2022 yang beredar di berbagai platform media sosial bahwa Perijinan Santri untuk sementara ditutup (21/12).

Surat Pemberitahuan ini berangkat dari hasil keputusan rapat internal pengurus Biro Kepesantrenan yang dinahkodai KH. Fahmi AHZ dalam menyikapi momentum menjelang tahun baru masehi 2023.

Penutupan perijinan santri berlaku sejak tanggal 30 Jumadil Ula 1443 H atau tanggal 24 Desember 2022 tahun masehi sampai dengan tanggal 10 Jumadil Akhir 1443 H atau 03 Januari 2023 M.

Hal ini dimaksudkan agar santri tidak mengajukan ijin pulang begitu pula wali santri tidak menjemput putra-putrinya untuk pulang dengan alasan apapun menjelang tahun baru 2023.

(Surat Pemberitahuan resmi tentang penutupan perijinan santri menjelang Tahun Baru 2023 oleh Biro Kepesantrenan Nurul Jadid)

Tidak lain tujuan penutupan ijin pulang menjelang datangnya tahun baru ini adalah sebagai tindakan preventif pesantren agar santri tidak ikut merayakan pergantian tahun dari 2022 menuju 2023 di rumah masing-masing.

Rentan perayaan tahun baru masehi yang bukan budaya dan tradisi Islam tersebut dilakukan oleh santri saat di rumah karena mengandung banyak mudhorot bagi masyarakat khususnya remaja dan pemuda.

Sehingga, harapannya keputusan Pondok Pesantren Nurul Jadid ini melalui Biro Kepesantren bisa diindahkan oleh semua pihak dan dijalankan bersama dengan penuh tanggung jawab oleh baik pengurus, santri dan wali santri demi kemaslahatan bersama.

Tradisi pesantren memperingati awal tahun (1 Januari 2023), Biro Kepesantrenan akan menyelenggarakan istighosah bersama seluruh santri di masjid jami’ bagi putera dan wilayah masing-masing bagi putri untuk berjamaah bermunajad kepada Allah SWT mendoakan demi kebaikan serta keselamatan Indonesia dan dunia.

 

 

(Humas Infokom)

Biro Kepesantrenan Putri Nobatkan Pengabdi Terbaik Tahun 2022 Sebagai Apresiasi dan Inspirasi

nuruljadid.net – Ikhtiar peningkatan layanan santri dan pemberian apresiasi bagi pengurus pengabdi menjadi program tahuan Biro Kepesantrenan (Biktren) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kali ini penobatan pengurus diselenggarakan Biktren putri yang merupakan kerja kolaborasi lintas bagian yaitu penataan wilayah, BK/WA dan PGFA Biro Kepesantrenan putri (28/11/2022).

Penobatan pengurus, wali asuh dan muallimat terbaik yang dimulai sejak pukul 19.30 hingga 22.30 WIB ini merupakan bentuk kecil yang pesantren dapat lakukan untuk mengapresiasi kerja pengabdian para pengurus, wali asuh dan muallimat selama di pondok pesantren.

Wakabid BK/WA dan Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan ustazah Siti Maknunah, M.Pd. menyampaikan bahwa para pengurus tersebut memiliki peran penting dalam membangun karakter santri selama mondok di pesantren.

“Penobatan ini tujuannya sebagai bentuk apresiasi kepada pengabdian para pengurus khususnya putri karena merekalah yang mengawal dan mengasuh keseharian santri dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik selama mereka mondok di pesantre” terang ustazah Maknunah.

Hadir pada kegiatan tersebut kurang lebih 800 pengurus dari seluruh wali asuh baik pusat maupun satelit dan perwakilan siswi dari masing-masing daerah di seluruh wilayah putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Penobatan pengurus harian, wali asuh dan maullimat terbaik Biro Kepesantrenan Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Selain untuk memberikan apresiasi kepada pengurus teladan yang telah bertugas dengan baik, kegiatan penobatan ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan ghirroh atau semangat bagi pengurus yang lain agar lebih bersemangat dan berkhidmat dalam pengabdian kepada pesantren.

“Kami juga sebagai pengurus pesantren putri bermaksud dengan mengadakan penobatan ini selain untuk mengapresiasi juga untuk membangkitkan ghirroh pengabdian pengurus dan wali asuh serta muallimat yang lain dalam berkhidmat kepada pesantren” imbuh ustazah Maknunah kepada Nurul Jadid Media.

Penobatan ini dibagi menjadi tiga kategori, yang pertama pengurus terbaik, kedua wali asuh terbaik dan ketiga muallimat terbaik dengan beberapa kategori yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Biro Kepesantrenan putri.

Setidaknya ada tiga tahapan, pertama penyebaran form pencalonan ke setiap daerah di masing-masing wilayah. Setelah pengumpulan form pencalonan akan ditentukan delapan pengurus dengan suara terbanyak dari masing-masing daerah akan dipilih kembali oleh seluruh santri di setiap wilayah untuk menentukan siapa peroleh vote terbanyak.

(Penobatan pengurus harian, wali asuh dan maullimat terbaik Biro Kepesantrenan Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sebanyak sepuluh wali asuh terbaik dan juga pengurus akan melewati sesi interview atau wawancara yang ditanyai langsung oleh Wakil Sekretaris Pesantren Ny. Muthmainnah Waqid, S.Th.I dan Wakil Biro Kepesantrenan Ny. Mamnu Hatur Rohmah.

Untuk penobatan Muallimat proses seleksi lebih sederhana dilakukan berdasarkan pengajuan dari setiap daerah dengan beberapa kriteria seperti kedisiplinan, kompetensi dan kepribadian.

Beberapa kategori bagi pengurus harian meliputi pengurus, wali asuh dan muallimat terbaik. Sedangkan, kategori pengurus meliputi pengurus teladan, pengurus karismatik, pengurus kreatif, dan pengurus terajin.

Teknis pelaksanaan kegiatan ini juga bekerjasama dengan bagian IT dan Multimedia putri untuk mendokumendasikan seluruh rangkaian acara mulai dari proses pemilihan, interview hingga penobatan.

Suasana penobatan berlangsung sangat khidmat hingga tidak sedikit audiens yang menangis terharu dikarenakan sepanjang prosesi penobatan diiringi dengan puisi yang menyentuh hati dibawakan dengan syahdu dan alunan backsound yang menyayat jiwa.

 

 

(Humas Infokom)

 

Nurul Jadid Kedatangan Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani dari Palestina

nuruljadid.net – Pondok Peesantren Nurul Jadid kedatangan cicit ke-23 Syekh Abdul Qodir Al-Jailani seorang hafidz sejak usia sebelas tahun sekaligus imam besar masjid Al-Aqsa dari Palestina yakni Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati pada Senin (12/09/2022) kemarin malam di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati diketahui tengah melakukan Safari Dakwah di beberapa pesantren salah satunya Pondok Pesantren Nurul Jadid. Syekh Ammar tiba di Nurul Jadid pukul 13.00 siang ba’da dzuhur beserta rombongan yang ikut mendampingi beliau. Setibanya di Nurul Jadid, Syekh Ammar disambut hangat oleh H. Rusydi Aziz selaku direktur Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) dan langsung dipersilahkan untuk rehat di Wisam Kesepuhan Ny. Hj. Masruroh.

Saat adzan maghrib berkumandang Syekh Ammar didampingi penerjemahnya menuju masjid Jami’ Nurul Jadid. Syekh Ammar ketika itu menjadi imam sholat maghrib di hadapan ribuan santri. Suaranya yang merdu memecah keheningan senja di Bumi Nurul Jadid. Tidak sedikit pengurus dan para asatiz yang juga ikut berjamaah. Usai sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan tausiyah oleh Syekh Ammar yang didampingi penerjemah.

Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani dan Gus Salahuddin Wahid ikut mendampingi tausyiah Syekh Ammar di Masjid Jami bersama pengurus pesantren lainnya.

Dalam tausiyahnya Syekh Ammar menyampaikan beberapa tips mencari ilmu yang harus diperhatikan oleh seluruh santri dan para pencari ilmu agar mendapatkan ilmu yang barokah.

(Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani pada saat menyampaikan Tausiyahnya Kepada Santri)

Tidak hanya santri pusat saja yang hadir mengikuti tausiyah Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani, santri wilayah satelit juga tidak mau ketinggalan momentum berharga tersebut. Ribuan santri nampak memenuhi masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid sampai membludak ke wilayah asrama santri. Sebagian besar dari mereka membawa alat tulis untuk mencatat poin penting dari tausiyah yang disampaikan.

Usai tausiyah, cicit ke-23 Syekh Abdul Qodir Al-Jailani sekaligus imam besar Masjid Al-Aqsa tersebut mengimami sholat Isyak berjamaah bersama ribuan santri dengan irama yang sangat merdu dan syahdu menambah kekhusu’an dalam beribadah. Santri terlihat sangat antusias dan berjubel untuk bisa bersalaman mencium tangan Syekh Ammar sebagai upaya tabarrukan (mencari barokah) dari orang alim.

 

 

(Humas Infokom)

Warnai Malam Tahun Baru Islam, Santri Nurul Jadid Bermunajat dan Hidupkan dengan Beragam Kegiatan Kreatif

nuruljadid.net – Jumat (29/07) bertepatan dengan jatuhnya malam 1 Muharram 1444 H, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan pembacaan doa akhir dan awal tahun Hijriyah bersama. Kegiatan itu berlangsung di Masjid Jami’ Nurul Jadid saat menjelang dan sesudah adzan maghrib berkumandang.

Tepat pada pukul 17.30 WIB petugas Ubudiyah memulai pembacaan do’a akhir tahun dan seluruh santri dengan kompak mengikuti prosesi pembacaan do’a. Lalu setelah adzan maghrib berkumandang, dianjutkan dengan pembacaan do’a awal tahun. Kedua do’a itu sama-sama dibacakan sebanyak tiga kali secara berulang.

Sementara itu, Kepala Bidang BK WA dan Penataan Wilayah Ustaz Alief Hidayatullah menyampaikan bahwa malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H merupakan kesempatan bagi seluruh santri untuk memeriahkannya dengan kegiatan-kegiatan positif.

(Kegiatan Penampilan santri di masing-masing daerah dalam rangka menghidupkan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H)

“Selain dengan bermunajat, membaca do’a akhir dan awal tahun Hijriyah bersama. Kami juga memberikan wadah kepada seluruh santri untuk menjadikan malam ini sebagai ajang beradu kreativitas; salah satunya seperti lomba menghias dan memeriahkan kegiatan wilayah,” ungkap Ustaz Alief kepada Tim Nurul Jadid Media.

Usai kegiatan hadiran isya’, keramaian lantunan shalawat mulai terdengar melalui pengeras suara dari segala penjuru wilayah, warna-warni lampu mulai berterangan menerangi malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.

(Kegiatan Penampilan santri di masing-masing daerah dalam rangka menghidupkan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H)

Masing-masing asrama menyuguhkan ciri khas nya tersendiri dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H. Contohnya di Asrama Unggulan SMA Nurul Jadid memeriahkan malam itu dengan pertunjukan obor, Asrama LPBA menampilkan keahlian berbahasanya, dan Asrama PPIQ menghias asrama dengan penuh pernak-pernik lampu.

Semua santri bekerjasama saling beradu kreatifitas untuk meramaikan kegiatan wilayah. Tak jarang dari mereka menampilkan Shalawatan bersama, Khitobah, Qisshotul Anbiya’, dan Membaca Puisi.

(Kegiatan Penampilan santri di masing-masing daerah dalam rangka menghidupkan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H)

“Alhamdulillah antusiasme santri dan pengurus sangat luar biasa untuk menyambut malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H ini,” pungkas Ustaz Alief

 

(Humas Infokom)

Optimalisasi Layanan, Biktren Putri Adakan Kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan (Biktren) Putri mengadakan pelatihan manajemen pengasuhan santri. Keterampilan dan kompetensi dalam memberikan pelayanan dan pendampingan secara intensif kepada santri sangat penting untuk  pengurus sebagai garda terdepan dalam mendampingi dan memberikan pelayanan kepada santri.

Sebagai upaya pengembangan diri wali asuh dan pengurus inti wilayah, Wakil Kepala Bidang BKWA dan Wakil Kepala Bidang Tata Kelola Wilayah Biro Kepesantrenan menggelar kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri untuk mendorong peningkatan kemampuan dan keterampilan wali asuh dan pengurus inti wilayah dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada santri.

Kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri berlangsung selama dua hari, yaitu dimulai pada hari Kamis (30/06) sampai dengan Jumat (01/07) bertempat di Aula SMP Nurul Jadid. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 250 wali asuh dan pengurus inti dari seluruh wilayah putri yang sangat aktif dan antusias mengikuti kegiatan pelatihan.

Kegiatan ini diisi dengan tiga sesi setiap harinya, sesi satu di hari pertama yaitu materi BLC/dinamika kelompok oleh ustadzah Madinatul Munawwaroh, M.Pd. dan ustadzah Ida Rositha, M.Pd. sebagai penyaji, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu materi tentang Building Relationship oleh Neng Siti Munawaroh, S.Psi., M.Pd. dan sesi ketiga diisi dengan materi Room Management oleh Ny. Wiwin Warliah, M. Sosio.

Hari kedua, pada sesi pertama dimulai dengan materi peraturan dan prosedur oleh Ustadzah Faiqatul Hikmah, M.Pd. dan dilanjutkan sesi kedua dengan materi Strategi Penanganan Masalah oleh Ustadzah Siti Maknunah, M.Pd. kemudian sesi ketiga diisi oleh Ny. Muthmainnah Waqid, S.Th.I. dengan materi Muhasabah.

Dengan kemampuan manajemen pengasuhan santri yang baik, wali asuh dan pengurus inti wilayah dapat mengimplementasikan berbagai metode dan model pelajaran dengan maksimal kepada para santri. Karena dalam hal ini, peran mereka tidak hanya mendampingi santri, tapi kompleksnya tugas wali asuh dan pengurus inti wilayah juga harus bisa mengarahkan, mengedukasi, memfasilitasi, dan mengevaluasi santri untuk menjadi lebih baik lagi.

Pihak Biro Kepesantrenan Putri berharap kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri ini mampu meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri para wali asuh dan pengurus inti wilayah sehingga dapat mengelola ruang lingkup kehidupan santri lebih baik lagi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada santri, dan juga ilmu yang sudah disampaikan oleh narasumber tidak hanya dipahami sebagai ilmu dalam kelas atau forum saja, namun bisa dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bersama santri.

 

 

(Humas Infokom)

Usai Lewati Tes Komprehensif, Santri Mahasiswi Diterjunkan Jadi Muallimat dan Wali Asuh

nuruljadid.net – Para mahasiswi Asrama Pomasi (Pondok Mahasiswi) Wilayah Az-Zainiyah (Dalbar) angkatan 2021 setelah melewati serangkaian tes komprehensif Al-Qur’an dan Furudul Ainiyah serta tes lainnya. Mereka yang dinyatakan lulus dan layak maka diterjunkan ke daerah-daerah untuk menjadi pengurus atau wali asuh sekaligus muallimat.

Pelepasan mahasiswi yang dinyatakan lulus dan layak ini dilakukan menjelang kedatangan santri baru ke Pondok Pesantren Nurul Jadid di bulan Juni (06/06). Pemberdayaan dan pembinaan khusus santri mahasiswi ini dilakukan setiap tahun untuk menyiapkan kompetensi dasar santri yaitu kemampuan baca AL-Qur’an dengan baik dan benar juga kemampuan Furudul Ainiyah serta kewaliasuhan.

Biro Kepesantrenan putri menginisiasi program ini sebagai solusi dari krisis kaderisasi santri yang akan menjadi pengurus. Hal ini terjadi disinyalir karena masa mondok santri kebanyakan hanya 3 tahun dan maksimal 7 tahun. Sehingga perlu melakukan pembinaan dan kaderisasi santri untuk siap menjadi pengurus.

Tujuan pembinaan dan pemberdayaan santri mahasiswi ini sebagai upaya memberikan layanan prima kepada para santri khususnya mereka yang berstatus pelajar. Notabene mereka belum cukup mandiri dan dewasa dalam menjalankan kehidupan mereka di pesantren.

Sedangkan ketika pengurus atau wali asuh mendapati masalah di lapangan, mereka telah mendapatkan pendampingan dari ustazah senior pembina dari kalangan asatizah yang sudah berkeluarga juga merupakan alumni. Dengan adanya jalinan komunikasi dan koordinasi semacam ini, harapannya dapat secara sinergis dan berkelanjutan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh wali asuh serta ikut membina wali asuh menjadi pengurus yang lebih matang.

 

 

(Humas Infokom)