Pos

Kabid Tarbiyah Wa Ta’lim Motivasi Santri I’dadiyah Tidak Lulus Sekaligus Jelaskan Program FA Plus

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar wisuda santri asrama I’dadiyah tingkat SLTP dan SLTA di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini merupakan wisuda perdana bagi asrama I’dadiyah (06/06/2022).

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Tarbiyah Watta’lim ustaz Misbahul Munir Ratib melaporkan jumlah peserta yang diwisuda pada malam itu, sebanyak 150 santri tingkat SLTP dan 79 santri tingkat SLTA.

“Tidak semuanya lulus, dari sekian santri yang diwisuda terdapat 69 santri tingkat SLTP dan 14 santri tingkat SLTA yang belum tuntas. Tapi yang tidak tuntas ini juga patut bersyukur karena Allah menyayangi anda untuk bersama lebih lama dengan muallimin, makanya terus semangat saja, insyaallah menjadi orang baik,” tutur beliau.

Lanjut, beliau memberikan motivasi bagi santri yang belum tuntas program I’dadiyah dengan menceritakan kisah inspiratif seorang Soichiro Honda pendiri perusahaan mobil Honda Motor Co., Inc.

“Dulu dia itu pelajaran matematikanya tidak telalu baik, selalu dapat nilai merah. Tapi di lain itu, dia senang mempelajari mesin hingga dia pergi ke kota Hirosima untuk belajar ilmu mesin, kemudian setelah itu dia membuat motor Honda, makanya motor pertama itu namanya motor Dream, yang berarti motor impian. Dan insyaallah kalau kalian yang belum lulus tabah menghadapi ini, maka akan melebihi Soichiro Honda,” ungkap beliau dalam sambutannya di depan ratusan santri I’dadiyah.

Kemudian, ustaz Misbah menjelaskan bahwa santri I’dadiyah yang belum lulus akan ditempatkan di asrama pembinaan yang sudah disiapkan. Asrama pembinaan ini akan berlangsung maksimal selama 3 bulan, dan bagi santri yang lulus dalam satu bulan, maka dia boleh pindah ke asrama peminatan.

“Namun bagi santri yang telah lulus dari Asrama I’dadiyah ini diharapkan tetap istiqomah menjaga hafalannya karena proses pembinaan I’dadiyah ini akan terus berjalan. Ada empat hal yang perlu dijaga, pertama Fiqh, Akhlak, Al-Quran, dan Tauhid,” jelas ustaz Misbah.

Ustaz Misbah kembali mengingatkan bahwa pelajaran yang telah dituntaskan di I’dadiyah itu bukan selesai semuanya, tapi itu adalah awal untuk menuju pada proses selanjutnya, yang disebut FA Plus.

“Untuk menjaga itu semua, salah satunya yang harus dilakukan adalah dengan menjaga pertemanan. Karena pendidikan itu ada tiga hal, pertama intellectual quotient, spiritual quotient, dan emotional quotient. Kalau tiga hal ini tidak sinergis, seseorang tidak akan mampu menjadi manusia seutuhnya” tutup beliau.

 

 

(Humas Infokom)

Wisuda Perdana I’dadiyah Luluskan Ratusan Santri dengan Standard Kompetensi FA

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid dibawah pimpinan KH. Fahmi Abdul Haq Zaini menggelar acara Wisuda Perdana. Wisuda ini digelar setelah santri idadiyah tuntas mengikuti Ujian FA Triwulan ketiga. Kegiatan ini bertempat di Aula 1 pondok pesantren dan dihadiri oleh Kepala Biro Kepesantrenan, Kepala Biro Pendidikan mewakili pengasuh K. Moh. Imdad Robbani, Kabid Tarbiyah Wa Ta’lim Misbahul Munir Ratib, Sekretaris Biktren Rahmat Toyyib, Kabid Pedan semua murid Idadiyah.

Terdapat 229 santri idadiyah yang lulus, 150 tingkat SLTP dan 79 tingkat SLTA yang lulus dan berhasil diwisuda perdana tahun ini. “tidak semuanya lulus, dari 300-an santri idadiyah, hanya 150 santri tingkat SLTP dan 79 santri tingkat SLTA yang diwisuda, terdapat 69 santri tingkat SLTP dab 14 santri tingkat SLTA yang belum tuntas,” ungkap Kabid Tarbiyah wa Ta’lim ust. Misbahul Munir Ratib.

(Santri Wisudawan Asrama Idadiyah Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pesantren)

“Tapi yang tidak tuntas ini juga patut bersyukur karena Allah menyayangi anda untuk tetap bersama dengan muallimin, makanya terus bersemangat saja, insyaallah menjadi orang baik,”imbuhnya.

Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Idadiyah ini merupakan program persiapan untuk santri dan sebagai fondasi penting dalam belajar (tholabul ilmi) mencari ilmu di pesantren.

“I’dadiyah itu artinya bersiap atau dikader untuk menghadapi sesuatu yaitu siap belajar dan mondok karena ini merupakan sunnah para kiai kita ketika di pesantren,” tutur kiai Imdad.

(Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Fahmi AHZ tengah mengalungkan gordo kepada wisudawan di Aula 1 Pesantren)

Dalam kesempatan ini Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ berkenan mengalungkan Gordon kepada para wisudawan. Di samping itu, dalam sambutannya, Kiai Fahmi menyampaikan rasa syukurnya dan mengapresiasi kerja keras para wisudawan terbaik dengan beasiswa.

“sebagai apresiasi terhadap pencapaian santri idadiyah, kami Biro Kepesantrenan memberikan beasiswa kepada wisudawan terbaik dan teladan masing-masing 1 juta rupiah, 250 ribu dalam bentuk cash dan 750 ribu lagi beasiswa pendidikan,” ungkap kiai Fahmi dalam rangka memotivasi santri lainnya agar terus semangat belajar di pondok.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ  didampingi Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Imdad Rabbani setelah memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik)

Kiai Fahmi berharap agar upaya ini terus dijaga, dilestarikan dan terus ditingkatkan. “Tradisi baik ini perlu kita apreasiasi, kita jaga dan lestarikan serta ditingkatkan agar ke depan lebih baik lagi,” tambahnya dalam sambutan singkat ketika penobatan wisudawan terbaik.

 

(Humas Infokom)

 

Musholla Raudhatul Qur’an Gelar Pelantikan, Kukuhkan Santri Pengabdi Al-Qur’an

nuruljadid.net – Bertepatan dengan malam jumat yang penuh berkah, sekelompok orang pilihan, resmi dilantik menjadi pengurus Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an (Musel) Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk periode 2022-2023. Pelantikan dilaksanakan pada Kamis (02/06/2022) malam di Musholla Raudatul Qur’an. Serangkaian acara tersebut dimeriahkan dengan iringan sholawat banjari oleh grup Firqah hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) Nurul Jadid.

Pada pelantikan tahun ini, sebanyak 19 orang secara resmi dikukuhkan sebagai pengurus, sedangkan untuk kepengurusan ubudiyah terdapat 23 orang. Prosesi pelantikan dan pembacaan ikrar dituntun langsung oleh pengurus Biro Kepesantrenan bidang Tarbiyah Wa Ta’lim ustaz Kholil.

(Ketua panitia ustaz Ainul Yakin sedang menyampaikan sambutannya pada Pelantikan Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an)

Ketua panitia Ustaz Ainul Yakin dalam sambutannya menyampaikan tujuan diadakannya pelantikan tersebut. “Kegiatan ini merupakan agenda rutinan setiap setahun sekali yang berfungsi sebagai bentuk kaderisasi kepengurusan di Musholla ini,” papar ust. Ainul.

Selain itu, ust. Ainul juga berharap kepada pengurus terlantik agar bisa melaksanakan tugas atau amanah dengan penuh tanggung jawab. “semoga pengurus terpilih bisa amanah kedepannya,” imbuhnya.

(Direktur LMNJ KH. Hefniy Razaq bersama pemangku KH. Makki Mainum Wafi saat menghadiri Pelantikan Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an)

Pada acara ini turut hadir Direktur Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) KH. Hefniy Razaq sebagai pentausiah, pemangku Musholla Raudhatul Qur’an KH. Makki Maimun Wafi, perwakilan pengurus kepala bidang Tarbiyah Wa al Ta’lim Biro Kepesantrenan, dan tamu undangan.

Dalam tausiahnya, KH. Hefniy Razaq banyak memberikan motivasi kepada para pengurus terlantik agar semangatnya dalam berkhidmat terus meningkat dan bisa menjalankan amanah yang diberikan dengan baik yang diawali dengan makna sebuah seremonial pelantikan.

(Direktur LMNJ KH. Hefniy Razaq saat menyampaikan tausyiahnya pada Pelantikan Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an)

“Pelantikan ini bagi saya merupakan suatu penghargaan luar biasa dari pondok pesantren, karena adik-adik dipercaya untuk mengabdi kepada pesantren dalam hal ini di Musholla Raudhatul Qur’an,” tutur Kiai Hefniy.

“Jadi kesempatan ini luar biasa, karena santri yang baik adalah tidak hanya mengambil ilmu dari Nurul Jadid, tapi jiwa dan raganya sudah memberi manfaat kepada pesantren Nurul Jadid,” tambah beliau.

Diakhir tausiahnya beliau berharap agar pengurus terlantik ini bisa menjadi suri tauladan, dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab.

(Pengurus Musholla saat sedang dilantik pada Pelantikan Muallim dan Ubudiyah di Musholla Raudhatul Qur’an)

Acarapun diakhiri dengan pembacaan doa yang juga dipimpin oleh KH. Hefniy Razaq.

 

(Humas Infokom)

Bekali Santri Menjelang Libur Ramadhan, Pengurus Putri Adakan Praktik Ibadah

nuruljadid.net – Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid wilayah putri menjelang liburan Ramadhan mengadakan acara praktik ibadah di aula I pesantren, mengangkat tema “Tajhizul Mayyit” dengan menghadirkan pemangku wilayah Ma’had Aly Nurul Jadid yang juga dikenal wilayah Al-Amiri (J) Ny. Hj. Lathifah Wafi sebagai penyaji di acara tersebut hari kamis (03/03/2022) malam.

Tajhizul Mayyit atau mengurus jenazah adalah materi penting yang perlu dikuasai santri tentang bagaimana tata cara mengurus jenazah. Hal ini merupakan kebutuhan di masyarakat yang santri perlu pelajari dan kuasai.

(Penyaji Ny. Hj. Lathifah Wafi saat menjelaskan tata cara mengurus jezanah dengan alat praktik di aula 1 pesantren)

Ny. Hj. Lathifah Wafi dalam penyampaiannya menggunakan beberapa alat peraga untuk mempermudah santri memahami penjelasan beliau. Beberapa alat yang beliau gunakan seperti peralatan untuk memandikan jenazah, kain kafan, boneka sebagai mayyitnya, bunga, tempat memandikan jenazah, dan peralatan pendukung lainnya.

Tidak hanya mengupas tuntas tentang mengurus jenazah, beliau juga menjelaskan hal-hal terkait dengan mengurus orang yang sudah sakaratul maut.

(ketua panitia ustazah Yumna Diana Margaleta saat memberikan sambutan pada acara praktik ibadah)

“Tujuan diadakannya acara ini ialah untuk membekali santri saat terjun ke masyarakat agar bisa mengurus jenazah dengan baik” ungkap ustazah Yumna Diana Margaleta selaku ketua panitia dari acara tersebut.

Liburan ramadhan santri yang kurang dari satu bulan ini dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus putri dengan kegiatan positif bagi santri agar kelak mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni tentang praktik ibadah khususnya tajhizul mayyit.

(Tamu undangan dan peserta praktik ibadah saat mengikuti kegiatan tata cara mengurus jenazah)

Acara ini dihadiri oleh seluruh mu’allimat Pondok Pesantren Nurul Jadid, beberapa ahlul bait dan juga beberapa pengurus pusat putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Wakil kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Tajhizul Mayyit)

“Dalam kegiatan ini harus dengan praktek. Mengapa praktik? Agar santri bisa lebih paham. Karena kalau hanya materi saja tidak cukup,” ungkap Ny. Mamnuhatur Rohmah selaku wakil kepala Biro kepesantrenan Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan kali ini dikhususkan kepada para muallimat sebagai kaderisasi pengurus untuk bisa ditularkan kepada anak didiknya di masing-masing wilayah.

(Penyerahan piagam penghargaan kepada penyaji Ny. Hj. Lathifah Wafi oleh wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah)

Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada penyaji Ny. Hj. Lathifah Wafi dan ditutup dengan pembacaan doa demi keberkahan dan kebermanfaat ilmu yang disampaikan kepada seluruh peserta.

 

(Humas Infokom)

Sambut Haul dan Harlah ke-73: KH. Fahmi AHZ Minta Santri dan Alumni Khataman Qur’an 730 Kali

nuruljadid.net – Selain dimeriahkan dengan kegiatan lomba keilmuan dan jasmaniyah serta hiburan bazar, expo pendidikan dan panggung kreasi, kegiatan pra acara Haul dan Harlah juga diimbangi dengan kegiatan bersifat batiniyah. Salah satunya adalah khotmil qur’an sebanyak 730 kali. Angka 73 diambil dari usia Nurul Jadid yang kini telah berusia 73 tahun.

Khotmil Qur’an itu diperkuat dengan adanya surat edaran kepala Biro Kepesantrenan yang bersifat Instruktif. Isi dari surat tersebut ditujukan kepada seluruh santri aktif baik putra ataupun putri yang dikoordinir oleh tiap kepala wilayah/banom dan juga kepada alumni yang dikoordinir oleh ketua P4NJ seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut berisikan instruksi untuk melakukan doa dan dzikir bersama dengan membaca Khotmil Qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surah Al-Ikhlas (Samadiyah) sebanyak 730.000 kali.

(Santri putra terlihat sedang melakukan khataman al-qur’an secara berkelompok di Musholla Timur)

Tujuan digelarnya khatmil quran selain untuk memeriahkan haul dan harlah yakni untuk mendoakan para masyayikh, alumni, simpatisan, dan santri aktif nurul jadid terlebih bangsa Indonesia agar senantiasa dalam perlindungan Allah SWT dari segala macam wabah, penyakit dan bencana.

Pembacaan Khatmil Quran itu sudah dibagi bersama dengan lampiran surat edaran. Jumlah bacaan khotmil qur’an menyesuaikan dengan jumlah santri yang berada di tiap wilayah. Jadi jumlah antar wilayah satu dengan wilayah lainnya tidak mesti sama. Ada wilayah yang mendapat bagian sebanyak 6 kali khatam, ada yang 11 kali, ada yang 20 kali, bahkan ada yang mendapat jatah 80 kali khatam.

(Santri putra terlihat sedang melakukan khataman al-qur’an secara berkelompok di depan asarama)

Sebelumnya, kepala wilayah melakukan sosialisasi kepada seluruh santri di wilayah tersebut terkait Instruksi kepala Biro Kepesantrenan. Dalam penerapannya, pembacaan khatmil Qur’an tidak ditentukan waktu khusus untuk melaksanakannya. Khatmil qur’an mulai diinstruksikan sejak tanggal 18 Februari 2022, namun khotmil qur’an harus sudah tuntas maksimal sebelum hari H peringatan Haul dan Harlah.

Pelaksanaan di lapangan, waktunya sangat bervariasi. Beberapa mengerjakannya setelah turun hadiran masjid, beberapa yang lain melaksanakannya setelah pengajian kitab kiai, beberapa dilakukan ba’da sholat dzhuhur.

Tidak hanya itu, beberapa santri secara berkelompok melakukan khataman al-qur’an Sebagian di depan asrama, Sebagian yang lain di masjid dan di musholla dibawah pendampingan pengurus wali asuh.

 

(Humas Infokom)

 

Sambut Haul dan Harlah ke-73, Kepala Biro Kepesantrenan Instruksikan Santri dan Alumni Baca Samadiyah Sebanyak 730.000 Kali

nuruljadid.net – Menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang semakin dekat, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ instruksikan seluruh santri dan alumni melalui surat edaran nomor NJ-F/A.III/017/02.2022 tanggal 16 Februari 2022 serentak khotmil al-qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surat al-ikhlas atau samadiyah sebanyak 730.000 kali.

Kegiatan ini digelar dalam bentuk do’a dan dzikir bersama dimaksudkan selain untuk memeperingati haul masyayikh dan halrah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid juga untuk mendoakan bangsa Indonesia, keselamatan bersama dari musibah wabah penyakit dan bencana.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Istilah Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni Ash-Shomad, tempat bergantung. Disebut samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-ikhlas, dimana surah itu menyebut “Allahush Shomad” ayat kedua, biasanya kegiatan ini sepadan dengan istilah tahlilan.

Samadiyah ini isinya relatif sama antara satu tempat dengan tempat lain, hanya saja pembacaan surah Al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali, saat ini dibaca 730.000 kali secara berjamaah sesuai dengan angka hari lahir Nurul Jadid ke-73.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Dalam kegiatan ini seluruh santri sangat antusias dan khusyuk membaca surah al-ikhlas setiap hari hingga pelaksanaan harlah di depan asrama masing-masing. Selain itu, dalam pembacaannya dipimpin oleh ustaz yang memberikan arahan serta pendampingan kepada santri supaya tidak kurang dan lebih, sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan oleh Biro Kepesantrenan baik untuk wilayah putra maupun putri.

Pembacaan samadiyah masing-masing wilayah putra mendapat bagian sebanyak 12.810 kali dari 20 wilayah. Sedangkan putri sangat bervariasi, wilayah Az-Zainiyah dan Al-Hasyimiyah 60.000 kali, Fatimatuz Zahro 20.000 kali, Mawaddah 25.000 kali, An-Nafi’iyah 20.000 kali, Al-Lathifiyah 20.000 kali, Zaid Bin Tsabit 25.000 kali dan Nasyiatul Hamidiyah sebanyak 10.000 kali.

Tidak hanya santri saja yang mengikuti kegiatan do’a dan dzikir ini dengan membaca surat al-ikhlas akan tetapi juga alumni di seluruh Indonesia yang dikoordinir oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ). Masing-masing wilayah berdasarkan daerah mendapatkan bagian membaca samadiyah sebanyak 15.210 kali.

 

(Humas Infokom)

Az-Zainiyah Gelar Kajian Self-Improvement, Kupas Tuntas Esensi Makna Cantik

nuruljadid.net – Eksistensi wanita senantiasa menjadi hal yang menarik di hadapan publik. Wanita dan prioritasnya yang unik seringkali menjadi sasaran untuk menjadi topik yang tidak pernah habis diulik. Seperti pada Rabu (08/02), Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Az-Zainiyah menggelar Kajian self-improvement bertajuk “Cantik Luar-Dalam”.

Acara yang bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid tersebut menghadirkan Ny. Muthmainnah Waqid, S.Th.I. sebagai penyaji sekaligus menjabat wakil sekretaris pesantren yang diikuti oleh ratusan pengurus putri. Sebelum mengawali materinya, beliau mengaku sangat mengapresiasi acara yang digagas oleh bagian Bimbingan dan Konseling (BK) Biro Kepesantrenan wilayah Az-Zainiyah ini.

Menurut Nyai Iin panggilan akrab beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri termasuk mahasiswi yang sedang menjadi pengurus. Mengingat kebanyakan mahasiswi merangkap sebagai pengurus dan wali asuh. “Semoga kegiatan yang sangat bermanfaat ini menjadi amal jariyah untuk pengabdian kita kepada pesantren,” tutur beliau.

(Ratusan peserta dari kalangan pengurus putri wilayah Az-Zainiyah dengan seksama mengikuti pematerian oleh Ny. Hj. Muthmainnah Waqid, S.Th.I)

Memasuki materi, sosok panutan yang juga alumnus Pondok Pesantren An-Nuqayyah Sumenep ini mengupas tuntas esensi cantik. Lebih jauh, beliau mendedahkan bahwa interpretasi makna cantik yang sebenarnya adalah pancaran dari aura wanita itu sendiri. “Karena sebuah kharisma atau aura wanita akan terpancar dari perilaku kita (wanita-red) itu sendiri,” jelas beliau.

Selain itu, beliau tak henti-hentinya menegaskan bahwa cantik itu tidak hanya dipahami secara jasmani saja, melainkan dari sisi rohani juga penting untuk diperhatikan. Karenanya, beliau mengajak seluruh hadirin dalam ruangan Aula terebut untuk memahami diri sendiri agar menemukan hal-hal yang menjadi bakat dan minat setiap individu. “Semua orang itu memiliki keunikan masing-masing, dan pasti memiliki kelebihan masing-masing,” tegasnya.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berakhir pukul 13.00 WIB dengan penuh khidmat dan antusias dari seluruh peserta. Menurut Nur Hasanah, salah satu peserta kajian yang hadir mengaku mendapat ilmu baru dan merasa kegiatan tersebut sangat berpengaruh besar dalam mendefinisikan dirinya sebagai perempuan. “Kajian ini mengajari saya bahwa cantik tidak harus dengan modal mahal,” ujarnya. (sdq/w24)

 

 

(Humas Infokom)

Biro Kepesantrenan Putri Apresiasi Pengurus, Wali Asuh dan Muallimat Terbaik

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Putri gelar acara penobatan pengurus, wali asuh, dan mu’allimat terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian mereka. Acara tersebut dilaksanakan tepat pukul 20.30 WIB secara meriah di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Lantai 3 Gedung Perkantoran (23/12).

Kegiatan ini merupakan program hasil kolaborasi antara wakabid tata kelola wilayah dan wakabid BK/WA. Acara tersebut terkonsep dengan sangat rapi dan menarik. Pada pembukaan, ditampilkan konten video ungkapan hati seorang anak kepada ibunya, dan juga video suara hati wali Asuh.

“Acara ini sudah dikonsep sejak beberapa bulan yang lalu dan dipersiapkan rentetan serta tahapannya sejak bulan November kemarin. Jadi memang benar-benar dipersiapkan dengan matang agar tidak dadakan,” ujar ustazah Madinah selaku pengurus BK/WA putri pusat.

(Ketua Panitia Ustazah Zahro Firdausiyah menyampaikan laporan ketua panitia tentang pelaksanaan kegiatan penobatan pengurus terbaik putri)

Rangkaian acara penobatan ini melalui 3 tahapan yaitu pemungutan suara (voting) tahap 1 dan 2, checking buku q-time dan diakhiri tahap wawancara (interview). Dalam penobatan ini akan dipilih pengurus terbaik dalam beberapa kategori 1) Pengurus Teladan; 2) Pengurus Terajin; 3) Pengurus Kharismatik; dan 4) Wali Asuh Terbaik.

Ketua panitia ustazah Zahro Firdausiyah mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ghirroh pengabdian dan menjadi panutan bagi kader-kader pengurus wilayah puteri selanjutnya, juga untuk memberikan apresiasi serta reward kepada pengurus wilayah yang telah bersungguh-sungguh dan bertanggungjawab dalam melaksanakan amanah pesantren.

Wakil Kepala Biro Kepesantrenan putri Ny. Mamnuhatur Rohmah dalam sambutannya menyampaikan bahwa janganlah berkecil hati bagi yang belum terpilih, dan juga jangan berbangga diri bagi yang sudah terpilih karena terkadang yang biasa-biasa saja itu yang istimewa di hadapan Allah SWT.

Mastur fil ardhi, masyhur fi as-sama’. Terkadang orang yang biasa-biasa saja di dunia, ia adalah orang yang terkenal di akhirat. Jadi, jangan berkecil hati bagi yang belum terpilih dan jangan berbangga diri bagi yang sudah terpilih,” dawuh Ny. Mamnuhatur Rohmah kepada nuruljadid.net

Salah satu pengurus kharismatik terpilih mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya.“Saya bahagia dan bersyukur sekali, karena ini merupakan pertama kalinya. Namun saya juga merasa takut karena apa yang saya dapatkan ini adalah penilaian manusia semata namun prestasi sesungguhnya adalah ketika bisa menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar ustazah Farhah.

(Pengurus, wali asuh dan mu’allimat terbaik melakukan sesi foto bersama pasca dinobatkan oleh pengurus kepesantren pusat putri)

Banyak kisah inspiratif dibalik perjuangan mereka untuk bertahan di kepengurusan, baik dari sisi keluarga juga motivasi untuk terus berkhidmat mengalahkan ego dan keinginan pribadi. Penobatan ini merupakan apresiasi sederhana sebagai bentuk dukungan moril dari pengurus pusat atas segala pengabdian mereka di pondok pesantren tercinta ini.

Acara penobatan ini dihadiri oleh ustazah-ustazah senior dari kalangan alumni yang juga berperan sebagai pembina daerah dan ikut membantu kontroling kinerja pengurus daerah di wilayah-wilayah puteri bersama pengurus pusat putri. Ucapan selamat pun bertaburan untuk pengurus yang telah dinobatkan. Namun ghirroh perjuangan dan pengabdian harus tetap digaungkan oleh setiap pengurus untuk terus berkhidmat kepada pesantren.

Sebelum acara ditutup dengan doa, kegiatan dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang telah disiapkan oleh panitia. Tepat pukul 22.30 WIB, acara penobatan pengurus, wali asuh dan mua’allimat terbaik berakhir. Secara keseluruhan, acara berjalan dan sukses berkat kerjasama tim yang solid dan persiapan yang matang.

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Kompetensi SDM, IAIN Salatiga Sambung Silaturrahmi dengan Nurul Jadid

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen dan karyawan, Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Salatiga Jawa Tengah melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Rabu (01/12) sore.

Pada kesempatan tersebut, Kabag. Humas dan Protokoler Nurul Jadid Dr. Syamsuri Hasan beserta pengurus lainnya menyambut rombongan Fakultas Dakwah IAIN Salatiga Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah Dr. Mukti Ali, M. Hum. di gedung Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah Dr. Mukti Ali, M. Hum. menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menerima kunjungan rombongan Fakultas Dakwah IAIN Salatiga Jawa Tengah dan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya pada acara kunjungan tersebut.

(Dekan Fakultas Dakwah Dr. Mukti Ali, M. Hum. dalam sambutannya)

“Kami jauh dari Jawa Tengah ke Pondok Pesantren Nurul Jadid ingin menimba ilmu serta menjalin silaturrahmi untuk meningkatkan kompetensi dosen dan karyawan Fakultas Dakwah IAIN Salatiga, kami mengucapkan banyak terimakasih karena dengan berada disini merupakan sebuah kehormatan bagi kami,”ungkap Dr. Mukti.

Selanjutnya Kabag. Humas dan Protokoler Nurul Jadid mewakili pengurus pesantren lainnya menyambut hangat dengan sambutan selamat datang kepada rombongan Fakultas Dakwah IAIN Salatiga. Bapak Dr. Syamsuri juga berharap melalui acara silaturrahmi tersebut masing-masing pihak, Pondok Pesantren Nurul Jadid dan IAIN Salatiga dapat sharing dan belajar bersama terutama tentang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

(Kabag. Humas dan Protokoler Nurul Jadid Dr. Syamsuri Hasan dalam sambutannya)

Sesi selanjutnya dilakukan tanya jawab/diskusi, Kabag. PEPHA Ust. Miftahul Huda memimpin jalannya sesi tersebut, nampak diskusi seru tentang pengalaman belajar Novi Basuki alumni Nurul Jadid yang sekarang menempuh kuliah S3 di China dan diskusi tentang sistem sentralisasi dengan teknologi modern yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Prosesi tanya jawab oleh IAIN Salatiga kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Tak lupa penyerahan cinderamata dari Pondok Pesantren Nurul Jadid kepada Fakultas Dakwah IAIN Salatiga dan sebaliknya dari Fakultas Dakwah IAIN Salatiga kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(penyerahan cinderamata dari Pondok Pesantren Nurul Jadid kepada Fakultas Dakwah IAIN Salatiga)

Rombongan Fakultas Dakwah IAIN Salatiga nampak antusias mengikuti acara Silaturrahim tersebut untuk menggali informasi dan berbagi pengalaman demi peningkatan kompetensi dosen dan karyawan. Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah di Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

(Humas Infokom)

 

Galakkan Literasi, KOMPAS bersama Portal Berita Online Gembleng Kader Jurnalis Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – Guna mempersiapkan Kader Jurnalis Muda Nurul Jadid, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Informasi Komunikasi (Infokom) Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar Pelatihan Jurnalistik Santri di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid pada 22-23 November 2021.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini mendatangkan lima pemateri, diantaranya Dewi Indriastuti (Kompas), Rhoma Dona (Pemred tadatodays.com), Taufiqur Rohim (ProTV), Abdul Jalil (Times Indonesia), dan Ach. Faqihatus Sholeh (eNJe Picture).

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, dan disusul oleh Kabag. Humpro Dr. Syamsuri Hasan dalam hal ini menyampaikan terkait Arah Kebijakan Jurnalistik Pesantren. Dalam sambutannya, Dr. Syamsuri Hasan melantunkan betapa pentingnya ilmu jurnalistik dan akan sangat disayangkan jika santri tidak memperhatikan dengan baik setiap pematerian pada Pelatihan Jurnalistik Santri ini.

Sementara itu, Taufiqur Rohim memulai presentasi di hari pertama dengan materi Kode Etik dan Bahasa Indonesia Jurnalistik, pada pematerian tersebut Mas Taufiq panggilan kerabnya menjelaskan tentang etika-etika yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis dan cara menggunakan Bahasa Indonesia dalam lensa jurnalistik. Tidak hanya itu, ditengah-tengah pemateriannya Mas Taufiq juga menyelipkan cerita inspiratif tentang pengalamannya selama menjadi wartawan di depan puluhan Kader Jurnalis Nurul Jadid.

Di hari kedua, Mas Rhoma Dona memulai pelatihannya terlebih dahulu dengan materi Dasar-Dasar Berita. Setelah itu tepat sebelum breaktime, Mas Abdul Jalil mendapatkan giliran untuk menyampaikan materi ketiga tentang Menggali Ide Berita dan Teknik Reportase Wawancara.

(nampak peserta sangat antusias mengikuti sesi pematerian)

Tepat setelah breaktime, pukul 13.00 WIB peserta kembali memenuhi Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk melanjutkan sesi pelatihan dengan materi keempat Editing atau Penyuntingan Naskah oleh Jurnalis Kompas Mbak Dewi Indriastuti. Dalam pelatihan tersebut, peserta nampak sangat semangat dan antusias merespon pertanyaan-pertanyaan dari Mbak Dewi. “Meskipun dengan presentasi materi yang simple, namun penyampaian atau penjelasan materinya sangat seru dan mudah dipahami,” ungkap salah satu peserta pelatihan tersebut.

(Potret saat Pematerian Editing atau Menyunting Naskah sedang berlangsung oleh Mbak Dewi Jurnalis Kompas)

Dilanjutkan dengan pematerian terakhir oleh Mas Achmad Faqihatus Sholeh pada materi Teknik Foto dan Jurnalistik Online. Kali ini peserta mendapatkan metode pelatihan yang cukup berbeda, karena peserta dilatih untuk langsung terjun praktik mengoperasikan kamera dan mengatur segitiga exposure.

Tidak cukup hanya pematerian, pada malam terakhir peserta diminta untuk me-review materi pertama hingga kelima, untuk memastikan bahwa peserta telah menerima dan memahami ilmu yang telah disampaikan pada pematerian-pematerian sebelumnya. Lalu peserta diberi arahan untuk menyusun struktur Tim Redaksi masing-masing asrama. Dan tepat pukul 22.30 WIB peserta meninggalkan tempat acara.

(Humas Infokom)

Biktren Putri Gandeng LMNJ Cetak Pemimpin Berintegritas, Cerdas, Berkarakter dan Inspiratif

nuruljadid.net – Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid Putri mengadakan Pelatihan upgrading kompetensi leadership pengurus mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Berintegritas, Cerdas, Berkarakter dan Inspiratif” selama dua hari sejak tanggal 18 sampai dengan 19 November 2021 di dua tempat Aula Mini Unuja dan Aula Mahrom Wilayah Al-Hasyimiyah (Daltim).

Pelatihan Leadership ini digelar atas kerjasama dengan Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) yang berperan sebagai tim mentor atau pemateri yang mengisi dan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Menurut Wakabid. Tata Kelola Wilayah Ustazah Siti Maknunah, urusan pengurus wilayah itu mencakup banyak hal, bahkan contohnya sampai mengatur makan dan persoalan pribadi yang tengah dihadapi santri.

(Salah satu peserta melatih mental dan kepemimpinan di depan peserta pelatihan)

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhaturrahmah menilai Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menghadirkan program yang sangat dibutuhkan di tengah minimnya kader pengurus yang kompeten dan konsisten karena singkatnya masa mondok rata-rata santri.

“Semoga program-program seperti ini terus bisa berlanjut, sehingga para pengurus dapat menyiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang,” ungkap Ny. Mamnuhaturrahmah.

Salah satu bentuk aktualisasi dari penguatan kapasitas tersebut adalah kepemimpinan pengurus yang memiliki derivasi kepemimpinan individu, kepemimpinan domestik, dan kepemimpinan publik.

(Peserta pelatihan tengah melakukan diskusi kelompok terstruktur dipandu oleh Tim Lemabaga Motivasi Nurul Jadid)

Di tengah tantangan zaman saat ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid harus bergerak cepat dan dinamis dalam menyikapi berbagai isu dan tantangan yang ada khususnya dalam pelayanan, pendampingan, pengayoman santri. Dengan penanaman nilai integritas, cerdas, berkarakter dan inspiratif di masing-masing jiwa pengurus harapannya dapat ditularkan dan membentuk kepribadian yang sama kepada santri asuhnya.

(Humas Infokom)

Pengasuh Tetapkan AKUP Pondok Pesantren Nurul Jadid Tahun 2022

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini menetapkan Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) Pondok Pesantren Nurul Jadid mengenai penguatan peran pesantren dalam bidang pendidikan (pengkaderan), Pelayanan (Pemberdayaan), Dakwah (Perubahan) dan pengembangan pesantren di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. AKUP tahun 2022 ini ditetapkan pada Sabtu (20/11) malam.

Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) ini merupakan kebijakan pesantren yang ditetapkan oleh Pengasuh setiap akhir tahun. AKUP menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pada masing-masing satuan kerja berdasarkan amanat yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Pesantren dan hasil evaluasi program akhir tahun 2021.

Acara pengarahan dan penetapan Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022 ini melibatkan Pengasuh Pesantren, Kepala Pesantren, Wakil Kepala Pesantren, Sekretaris Pesantren, Kepala-Kepala Bagian, dan Kepala-Kepala Biro serta seluruh pimpinan satuan kerja dan satuan pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tepat pukul 19.45 WIB tamu undangan sudah memenuhi Ruang Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid dan acara dibuka dengan pembacaan Surat Al-Fatihah. Peserta terlihat mengikuti acara dengan khidmat dan fokus.

(Kepala Pesantren sedang menyampaikan poin-poin Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022)

Dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid untuk menyampikan beberapa poin materi Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022. Adapun poin-poin materi yang disampaikan sebagai berikut.

  1. Pendampingan dan pengawalan ketercapaian FA santri butuh perhatian intensif mengingat belum ada kurikulum khusus yang membahas FA dan pesantren secara umum sesuai dengan distingsinya
  2. Butuh perhatian khusus terhadap penyediaan SDM pengurus pesantren yang kompeten baik di wilayah sebagai wali asuh maupun pada sektor khusus lainnya seperti tenaga IT
  3. Pemenuhan standar pelayanan kelembagaan harus berpedoman kepada regulasi yang telah disusun, mengingat manajemen pesantren Nurul Jadid saat ini tengah menjadi rujukan dan acuan bagi beberapa kalangan lembaga di luar pesantren
  4. Peningkatan usaha-usaha pesantren yang masih dirasa cukup lambat dalam mengoptimalkan potensi pesantren dan sekitarnya
  5. Pemenuhan sarana santri sebagai layanan dasar pesantren terus diupayakan agar terstandar berdasarkan rasio yang ideal baik kamar santri maupun kamar mandinya

(Pengasuh Pesantren sedang memberi arahan dan menyampaikan tentang Program Kebijakan AKUP tahun 2022)

Disusul dengan pengarahan dan penyampaian Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022 oleh Pengasuh Pesantren KH. Moh. Zuhri Zaini. Dalam hal ini, Pengasuh menekankan tujuan ditetapkannya Arah Kebijakan Pesantren tahun 2022, “Tujuan dibentuknya Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022 ini tak lain adalah untuk menguatkan peran pesantren dalam bidang pendidikan (pengkaderan), Pelayanan (Pemberdayaan), Dakwah (Perubahan) dan pengembangan pesantren yang dijabarkan melalui 3 program kebijakan dengan total 15 poin dari program kebijakan ini.” Adapun program kebijakan yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren diantaranya adalah;

  1. Penguatan pendidikan pesantren melalui internalisasi nilai-nilai dasar kepesantrenan (keislaman)
  2. Peningkatan pelayanan melalui integrasi manajemen pesantren
  3. Pengembangan pesantren dan pemberdayaan potensi msyarakat

Bersamaan setelah penyampaian Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022 acara dilanjutkan dengan pengesahan Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2022 oleh Pengasuh dan didampingi oleh Kepala Pesantren, Sekretaris Pesantren, dan Pimpinan Satuan Kerja lainnya.

(Ust. Faizin sedang memaparkan rentetan kegiatan selama perencanaan program dan anggaran Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun 2022)

Pasca pengesahan AKUP, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil memimpin dialog dan sosialisasi rentetan kegiatan perancaan program dan anggaran tahun 2022. Dalam pemaparannya, Ustad Faizin menyampaikan tentang rentetan kegiatan selama perencanaan program dan anggaran Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun 2022.

Usai acara dialog dan sosialisasi, dilanjutkan dengan penutupan dan doa yang dipimpin oleh KH. Najiburrohman Wahid. Setelah itu tamu undangan atau peserta meninggalkan tempat acara.

(Humas Infokom)

LBM Asah Kemampuan Problem Solving Hukum Islam Santri melalui Bahtsul Masail Sughro

nuruljadid.net – Kasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) puteri dibawah Wakabid Tarbiyah Watta’lim Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan Bahtsul Masail Sughro di Musholla Azzainiyah untuk mengasah kemampuan memecahkan persoalan (problem solving) dalam hukum Islam (12/11/2021).

Peserta Bahtsul Masail Sugro ini melibatkan kalangan santri putri takhassus kitab yang kesehariannya mendalami kitab-kitab klasik dan kitab kuning sebagai warisan pesantren yang masih eksis hingga saat ini.  Lembaga Takhassus kitab putri ini dilaksanakan berkala dan saat ini terbatas untuk wilayah putri Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Ning Mabruroh Zain, LC putri KH. Zainul Mun’in Husni menyampaikan kepada nuruljadid.net tujuan dilaksanakannya kegiatan Bahtsul Masail Sugro ini

“Harapan kami dengan diadakannya kegiatan Bahtsul Masail Sugro ini dapat menjadi momentum bagi santri takhasus khususnya santri putri wilayah Az-Zainiyah belajar mengasah kemampuan menyelesaikan masalah hukum Islam dengan isu-isu kekinian di tengah masyarakat,” ungkap Ning Mabruroh Zain.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan dengan sistem shifting atau secara bergantian. Bahtsul Masail Sugro ini juga sebagai preparatory treatment atau pengayaan persiapan untuk santri putri dalam pengusaan hukum Islam untuk menjawab isu-isu kontemporer di masyarakat dewasa sebelum Bahtsul Masail Kubro yang secara reguler diadakan antar pesantren di Probolinggo seperti 3 tahun sebelum Pandemi lalu.

Selain itu, Kasi LBM putri dibawah Bidang Tarbiyah watta’lim Biro Kepesantren tidak jarang mendelegasikan peserta didik Lembaga takhassus kitab untuk mengikuti kegiatan Bahtsul Masail serupa di pondok pesantren sekitar kabupaten Probolinggo guna mengasah kemampuan santri takhassus dalam menyampaikan dalil-dalil sesuai kitab-kitab Turats rujukan ketika memecahkan masalah hukum Islam.

Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai Lembaga Pendidikan Islam sejak awal berdiri tetap istiqomah mempertahankan tradisi kajian kitab kuning dan kegiatan bahtsul masail dalam rangka melestarikan warisan sekaligus ruh pesantren secara turun-temurun meskipun modernisasi sistem dan pengelolaan pesantren dilakukan agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman saat ini. Hal ini dilakukan agar pesantren bisa tetap eksis dan berkiprah dalam mencetak generasi berjiwa santri di tengah masyarakat.

(Humas Infokom)

Diklat Kewaliasuhan: Seni Memahami Diri Sendiri Memaksimalkan Potensi Santri

nuruljadid.net – Pendidikan dan pelatihan (Diklat) kewaliasuhan yang diselenggarakan oleh Bidang Bimbingan Konseling dan Wali Asuh (BKWA) Biro Kepesantrenan Putri mengangkat tema “Seni Memahami Diri Sendiri” (11/11/2021) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang mengundang seluruh wali asuh putri baik di wilayah pusat maupun satelit. Kegiatan ini juga bertujuan tidak lain adalah untuk membekali wali asuh dengan keilmuan dan pengalaman belajar yang cukup untuk membimbing dan mendampingi santri dalam memaksimalkan potensi mereka.

Kegiatan diklat kewaliasuhan ini dipelopori oleh wakil kepala bidang BKWA Putri Ustazah Madinatul Munawwaroh dan di bawah komando Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam 2 sesi ini pagi dan sore diisi langsung oleh Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf.

Dalam pendidikan dan pelatihan ini, peserta secara psikologis belajar untuk mengenal dan memahami diri sendiri yang merupakan titik awal untuk menuju kebahagiaan dan kedamaian hidup. Definisi kehidupan dan kebahagiaan setiap individu santri berbeda-beda, ada yang mengukur dari kesuksesan karir, harta duniawi, keluarga sempurna atau bahkan hanya menjadi orang yang berguna bagi sesama serta banyak lagi yang lainnya.

Bidang BKWA Biro Kepesantrenan memandang ini adalah ilmu dan pengalaman penting untuk dikuasai oleh wali asuh dalam memaksimalkan potensi santri (anak asuh) dan dirinya sendiri. Tanpa memahami diri sendiri dan mengetahui tujuan hidup, santri akan merasa resah, gelisah, dan seperti kehilangan arah tanpa tujuan yang jelas. Sehingga implikasi dari situasi ini santri kehilangan fokus dan tujuan hidup dalam menjalankan rutinitas harian mereka di pondok pesantren.

(Peserta Diklat sedang melakukan metode silent moment pada Diklat kewaliasuhan bersama Biro Kepesantrenan)

Narasumber sekaligus fasilitator Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf menyampaikan bahwa tidak sulit untuk tahu siapa dan apa kemauan diri yang sebenarnya dengan cara melakukan refleksi dan meditasi. Di bawah kondisi pikiran yang tenang, manfaatkan untuk mencari tahu kepribadian masing-masing dan potensi tersembunyi yang kita miliki demi menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam kegiatan ini peserta diajak untuk Muhasabah Diri dengan silent moment, merenungkan dan menyelam lebih dalam ke dalam diri masing-masing guna mengevaluasi diri sebagai landasan perbaikan diri.

Hal ini sebagaimana dikutip dari psychologytoday.com, terdapat 6 cara mengenali diri sendiri melalui VITALS: Value (nilai), Interest (minat), Temperament (emosi), Around the clock activities (jam biologis), Life mission and meaningful goals (misi), dan Strength (kekuatan).

Fakta di lapangan, tidak sedikit temuan santri mondok dikarenakan paksaan orang tua atau hanya sekedar ikut-ikutan sehingga penting bagi wali asuh membimbing santri dalam melakukan refleksi dan reorientasi tujuan mondok dan belajar di pondok pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dengan internalisasi nilai-nilai trilogi dan panca kesadaran santri yang diintegrasikan dengan seni memahami diri sendiri akan dapat memaksimalkan potensi diri yang memiliki nilai dan makna mendalam dalam kehidupan mereka di pesantren dan kelak ketika telah kembali ke masyarakat.

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Layanan Santri, Biro Kepesantrenan Putri Laksanakan Diklat Kewaliasuhan

nuruljadid.net- Dalam rangka meningkatkan kompetensi kewaliasuhan pengurus putri, Biro Kepesantrenan Bidang Bimbingan Konseling dan Wali Asuh (BKWA) melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kewaliasuhan Wali Asuh Putri dengan tema “Seni Memahami Diri Sendiri”. Wali Asuh dibekali ilmu dan konsep mengenali diri yang tentunya sebagai dasar untuk dapat lebih mengenal dan mengelola santri yang beragam dengan berbagai pendekatan (multiple approaches). Diklat kewaliasuhan ini dilaksanakan hari kamis (11/11/2021) bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini merupakan implementasi layanan dasar untuk membina wali asuh dengan bekal ilmu kepemimpinan dan multi disiplin keilmuan lainnya yang cukup. Sehingga bisa memimpin dan mengelola beragam kondisi santri dengan latar belakang yang berbeda dalam suatu kelompok dengan pelayanan sesuai standarisasi pesantren. Selain itu, kegiatan diklat ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi pelayanan pesantren terhadap santri dan wali santri. Dengan diklat ini, para wali asuh dibekali ilmu kewaliasuhan yang secara tidak langsung mempersiapkan pengurus siap menjadi orang tua kelak ketika terjun ke masyarakat pasca pendidikan di pesantren.

(Ny. Roudlatul Aniiq memberikan arahan dalam kegiatan diklat kewaliasuhan)

Tepat pukul 08.00 acara diklat kewaliasuhan dimulai, yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah bersama Wakil Kepala Bidang BKWA Ustazah Madinatul Munawwarah. Salah satu panitia Diklat kewaliasuhan berharap “Kami tidak ingin peserta hanya mengikuti pelatihan saja, bagaimana peserta bisa mengimplementasikan hasil dari pelatihan ini ketika terjun di lapangan nantinya, dan semoga ini menjadi ilmu yang barokah serta berguna di masyarakat,” pungkasnya.

Diklat ini diisi oleh Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf sebagai narasumber dan trainer putri dari KH. Malthuf Siroj yang turut berkontribusi aktif memberikan arahan, bimbingan, masukan dan suntikan ilmu kepada peserta diklat yang hadir terkait bagaimana seni memahami diri sendiri sehingga dapat mengeksplorasi potensi serta pengenadalian diri dengan baik.

Kegiatan ini berjalan khidmat dan lancar yang diikuti oleh Wali Asuh dengan antusias dari berbagai wilayah diantaranya Al-Hasyimiyah, Zaid Bin Tsabit, Al-Mawaddah, An-Nafi’iyah, Fatimatuzzahra untuk sesi pagi dan Wilayah Az-Zainiyah, Nasyiatul Hamidiyah dan Al-Lathifiyah untuk sesi siang.

 

(Humas Infokom)