Pendaftaran Penerimaan Santri Baru (PSB) Nurul Jadid Online 2022 Resmi Dibuka!

nuruljadid.net – Pendaftaran Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi dibuka secara daring (online) hari ini (23/03) setelah sempat beberapa hari dilakukan maintenance sistem.

Meskipun terpaksa diundur beberapa hari dari jadwal awal (21/03) namun akhirnya sistem aplikasi psb.nuruljadid.net rampung dan resmi dibuka.

Tidak sedikit calon wali santri yang menghubungi panitia terkait aplikasi psb online yang belum bisa diakses. Hal ini disinyalir karena updating sistem yang mengalami beberapa perubahan agar data dapat terintegrasi dengan aplikasi data pokok santri dan pesantren (Pedatren NJ).

Kabag. Data dan IT Alfian Wahid menyampaikan ini demi kemudahan integrasi data (data integration) dan keamanan data (data security) identitas santri.

“kami mohon maaf atas keterlambatan launching psb online disebabkan beberapa masalah teknis update sistem yang membutuhkan ketelitian agar data bisa terintegrasi dengan data pokok dan demi keamanan data santri.” Ungkap Alfian.

Seluruh calon wali santri wajib melakukan pendaftaran secara daring (online) dan mengunggah soft file berkas persyaratan seperti Surat Keterangan Lulus, Kartu Kelurga, Akta Kelahiran dan KTP orang tua/wali.

Ketua Panitia PSB Saiful Rizal berharap semoga pelayanan Penerimaan Santri Baru (PSB) 2022 ini lebih baik dan berjalan lancar hingga tuntas.

“Kami berharap dan terus berupaya memberikan layanan yang baik dan semoga proses rangkaian PSB tahun 2022 dilancarkan bersamaan ridho Allah SWT.” Imbuh Rizal.

 

Berikut link informasi penting terkait pendaftaran online

 

Pendaftaran PSB Online 2022

Link = https://psb.nuruljadid.net/

 

Brosur PSB Nurul Jadid 2022

Link = Brosur Penerimaan Santri Baru PPNJ 2022

 

Rincian Biaya Pendaftaran Santri Baru 2022

Link = Biaya Daftar Ulang Santri Baru Tahun 2022

 

Informasi Brosur Lembaga Pendidikan

Link = https://www.nuruljadid.net/download/brosur-lembaga-pendidikan

 

 

(Humas Infokom)

Malam Puncak Pengajian Umum Haul Masyayikh dan Harlah ke-73, Terasa Syahdu Bersama Guyuran Hujan Berkah

nuruljadid.net – Malam puncak pengajian umum haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid tetap dilaksanakan di halaman pesantren Minggu (27/02) malam meski diguyur hujan deras. Sekitar pukul 20.00 WIB hujan tiba-tiba turun deras di saat acara baru dimulai, suasana seketika berubah kacau karena para santri berlarian mencari tempat berteduh.

Pada awalnya panitia cukup panik karena semua tempat tergenang air dan kursi VVIP basah terkena air hujan dari atap terop yang bocor. Sempat diinstruksikan untuk pindah ke Aula atau Masjid Jami, sampai akhirnya setengah jam berjalan pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini rawuh dan menduduki kursi VVIP yang tidak terlalu kering meski panitia telah mengelapnya. Akhirnya, acara pun tetap berlangsung.

Acara dibuka dengan pembacaan al-fatihah dipandu oleh ustaz Dimas Eko Cahyono selaku pembawa acara. Hujan pun mulai reda, para tamu undangan perwakilan P4NJ dan alumni mulai memenuhi tempat acara. Santri yang semula menempati kursi kosong tempat tamu undangan dialihkan ke Aula 2 pesantren dan menyaksikan secara virtual dengan videotron. Sedangkan putri disentralkan di masjid jami’ dengan layar LCD proyektor.

Usai pembacaan ayat suci al-qur’an oleh ustaz Syaikho yang juga alumni, acara dilanjutkan pembacaan sholawat nabi yang menambah kekhidmatan, kesyahduan dan keterharuan acara pengajian yang dipimpin oleh Firqoh Hadrah Az-Zainiyah (FIRHAZ) dan diikuti oleh ribuan santri dan ratusan tamu undangan yang hadir.

(Potret Tim Firqoh Hadroh Az-Zainiyah (FIRHAZ) memimpin pembacaan sholawat nabi dengan khidmat)

Dalam sambutannya, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul bersama dalam acara haul dan harlah ke-73 serta ucapan terima kasih kepada seluruh undangan khususnya KHR. Ach. Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Dr. KH. Muhammad Haris Damanhuri salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren  Zainul Hasan Genggong, KH. Masrur salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kyai Imam Kusairi pengurus Jatman cabang Kraksaan beserta seluruh dewan pengasuh, dewan pengurus, para ibu nyai dan seluruh santri yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara tersebut.

“Alhamdulillah bersyukur kehadirat Allah SWT, malam ini kita dipertemukan kembali dalam salah satu rangkaian acara peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan ini adalah puncak peringatan haul. Alhamdulillah bersamaan dengan turunnya rahmat Allah, sebab ini juga bisa menghemat listrik karena kipas angin tidak perlu dihidupkan,” dawuh beliau yang mengundang senyum para hadirin.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini tengah menyampaikan sambutan di depan ribuan santri dan tamu undangan)

Beliau melanjutkan “menurut sebagian para masyayikh apabila suatu acara disertai hujan yang merupakan rahmat Allah, insyaallah itu menandakan acara tersebut dimaqbul oleh Allah SWT,” dawuhnya yang diamini seluruh hadirin.

Beliau mengajak seluruh hadirin untuk berdoa semoga pertemuan malam itu disertai ridho dan ma‘unah dari Allah SWT sehingga membawa keberkahan dan Pondok Pesantren Nurul Jadid senantiasa dalam perlindungan Allah agar terus berkembang dan eksis dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

KHR. Ach. Azaim Ibrahimy hadir tidak hanya sebagai tamu undangan melainkan beliau juga diberi mandat oleh pengasuh untuk memberikan mauidloh hasanah sebagai badal dari kedua muballigh Habib Umar Muthohar dan KH. Agoes Ali Mashuri yang berhalangan hadir dikarenakan kondisi kesehatan yang kurang baik.

(Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo KHR. Ach. Azaim Ibrahimy sedang memberikan mauidloh hasanah setelah sambutan oleh pengasuh)

Merespon hal tersebut, kiai Azaim melontarkan candaan bahwa mandatnya kali ini lebih kepada membayar hutang. Pasalnya, beliau berhalangan hadir ketika diundang mengisi ceramah Maulid tahun lalu.

majher otang (membayar hutang). Semoga dianggap lunas oleh pengasuh,” canda beliau disambut gelak tawa seluruh hadirin.

Mengawali ceramahnya beliau menyampaikan “tongghel guruh (satu guru), kita bersaudara meski dari rahim yang tak sama namun kita adalah satu rahim Nurul Jadid, hafidzokumullah jami’an,” tutur beliau disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh hadirin.

Dalam ceramahnya kali ini, beliau banyak menyinggung pengalamannya dikala menimba ilmu di Nurul Jadid. Tak hanya itu, beliau juga menekankan kepada seluruh santri bahwasannya ketika kita pulang atau boyong dari pesantren jangan sampai lupa terhadap guru kita karena ustaz populer di medsos.

“Jangan pernah melupakan guru kita karena ustaz populer di medsos. Jangan-jangan kita yang belum kenal dengan siapa masyayikh kita yang sebenarnya, padahal merekalah orang yang mengajarkan kebaikan dunia dan akhirat kepada kita. Ingatlah maya itu semu yang menjadikan tidak jelas keagamaannya padahal masyayikh kita dikenal dan masyhur di langit sekalipun tidak terlalu populer di dunia maya,” sambungnya.

(Dr. KH. Muhammad Haris Damanhuri sedang menutup acara dengan pembacaan do’a)

Acara pengajian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Muhammad Haris Damanhuri yang sebelumnya diawali dengan pantun.

 

Link YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=xhgdSMwtU2Y

 

(Humas Infokom)

 

Haul Masyayikh Berlangsung Khidmat, Pembacaan Tahlil dan Tawassul Menambah Keterharuan

nuruljadid.net – Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mulai dilaksanakan pada hari Minggu (27/02/22) pagi. Acara tersebut bertempat di halaman depan Kantor Pesantren. Kegiatan inti dimulai dengan acara haul masyayikh dengan pembacaan tawassul, tahlil dan manaqib yang pahalanya dihadiahkan kepada para almarhumin.

Tahun ini, pagelaran haul dan harlah sudah mulai kembali megah seperti tahun sebelum pandemi. Pasalnya, panitia sudah mulai mendatangkan tamu dari luar dalam hal ini perwakilan P4NJ namun tetap dengan proses screening vaksin dan protokol kesehatan.

(KH. Hefny Mahfudz memimpin pembacaan tawassul pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara haul dihadiri oleh dewan pengasuh KH. Fadlurrahman Zaini, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Habib Muhammad Ba’ali, KH. Zainul Mun’ien, KH. Muhammad Makki Maimun Wafi dan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sukerejo Situbondo serta keluarga pengasuh lainnya dan tamu undangan perwakilan pengurus P4NJ se nusantara, santri putra dan putri.

(KH. Moh. Mahfudz Faqih memimpin pembacaan Yasin pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh KH. Hefni Mahfudz pemangku wilayah Zaid Bin Tsabit. Dilanjutkan pembacaan surah Yasin yang dipimpin oleh KH. Moh. Mahfudz Faqih Zawawi Mun’im kepala Banwas Nurul Jadid. Sedangkan   pembacaan tahlil dipandu langsung oleh Habib Muhammad bin Hasan Ba’aly.

(Habib Muhammad Bin Hasan Ba’aly memimpin pembacaan tahlil pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Dalam sambutannya, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menggelar acara haul dan harlah ini untuk umum karena kondisi yang belum memungkinkan.

Selain itu, beliau juga memohon doa dari seluruh hadirin baik yang datang secara langsung maupun secara virtual untuk para almarhumin Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

(KH. Moh. Zuhri Zaini saat memberikan sambutan pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

“Kami juga mohon doa, mudah-mudahan para masyayikh yang kita hauli di alam barzah sana akan diberi kegembiraan oleh Allah utamanya dengan berkumpulnya kita disini. Dan kita mudah-mudahan terus bisa nyambung dengan beliau-beliau serta bisa meneladani pengabdian, kiprah perjuangan, peran-peran, serta akhlak beliau khususnya kami sebagai khodim-khodim di pondok ini, mudah-mudahan oleh Allah selalu diberi kemampuan, diberi taufik hidayah untuk bisa mengemban amanah ini melanjutkan perjuangan para salafunas sholeh.” Dawuh KH. Moh. Zuhri Zaini dalam sambutannya.

(KH. Zainul Mun’iem menyampaikan Manaqib pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara dilanjutkan pembacaan manaqib oleh KH. Zainul Mun’iem. Beliau menceritakan kisah perjalanan dan perjuangan hidup KH. Zaini Mun’im, mulai dari tanah kelahiran, hingga mendirikan pesantren Nurul Jadid. Menariknya, beliau juga menceritakan kisah hidup kyai yang tidak banyak orang tahu, yakni kyai dulu adalah sosok pendekar hebat. Ditambah lagi sejarah singkat kepribadian dari putra-putra beliau yang juga luar biasa karomah dan akhlaqnya.

(KH. Fahmi Abdul Haq Zaini memimpin pembacaan qosidah tawassul pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Usai manaqib, acara berikutnya adalah pembacaan qasidah tawassul karya KH. Zaini Mun’im yang dipimpin oleh KH. Fahmi Abdul Haq Zaini. Pembacaan tawassul diikuti oleh seluruh hadirin dan para santri menciptakan suasana kuhidmat dan syahdu.

(KH. Ach. Azaim Ibrahimy saat memimpin pembacaan do’a pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Agenda terakhir pada acara haul masyayikh pagi itu adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh KHR. Ach. Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Syalafiah Syafiiah Sukorejo Situbondo sekaligus penutup acara haul siang itu.

 

Link YouTube haul masyayikh : https://www.youtube.com/watch?v=Q24lbLNskaM

 

(Humas Infokom)

Halaqah Alumni Perkuat Konsep dan Strategi Melalui Rapat Komisi dan Sidang Pleno

nuruljadid.net – Pagelaran Halaqah Alumni dalam rangka memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan rapat komisi dan pleno bersama seluruh peserta alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari berbagai daerah di Indonesia pada sabtu (26/02) malam.

Pasalnya, rapat komisi ini dibagi dalam tiga kelompok, komisi I membahas materi seputar keagamaan dan kepesantrenan bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im, komisi II bidang pendidikan berlokasi di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan materi III di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid tentang sosial ekonomi.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh KH. Syamrowi Dhomair di Aula KH. Zaini Mun’im)

Rapat komisi dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Sedangkan sidang pleno sendiri diadakan setelah rapat komisi selesai di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh seluruh peserta halaqoh alumni dari masing-masing rapat komisi.

Ketua panitia halaqah alumni tahun 2022 ust. Syaiful Anam menjelaskan tujuan diadakannya rapat komisi dan sidang pleno ini adalah untuk intensifikasi pembahasan materi masing-masing yang diplenokan untuk disepakati. Implikasinya adalah peguatan peran dan fungsi pesantren serta alumni dalam pelayanan di tengah masyarakat.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh Drs. A. Fathurrazi Qodir, M.Pd. di Aula II PP. Nurul Jadid)

“harapannya Pondok Pesantren Nurul Jadid mampu menjadi pesantren mandiri secara ekonomi dan tetap istiqomah dalam tafakkuh fi addin melalui tarbiyah wa ta’lim. Di samping itu, antar pesantren, alumni dan masyarakat dapat bersimbiosis mutualisme dengan sharing program yang bisa bermanfaat untuk kemaslahatan bersama,” ungkap ust. Syaiful Anam

Rapat Komisi I dipimpin KH. Syamrowi Dhomair, komisi II dinahkodai kepala bidang Biro Pendidikan Drs. H. Fathorrazi Qodir, M.Pd dan komisi III dipimpin langsung oleh kepala Biro Pengembangan KH. Faiz Abdul Haq Zaini.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh KH. Faiz Abdul Haq Zaini di Aula I PPNJ)

Ustaz Syaiful Anam menambahkan, setiap komisi membahas programnya di masing-masing forum, lalu memaparkannya hasil rapat komisi di sidang pleno. “Malam itu kita sudah adakan rapat komisi, yang mana hasilya dibahas pada sidang pleno. Masing-masing ketua komisi memaparkan hasil pembahasannya untuk disetujui oleh siding pleno. Semoga hasil forum tersebut dapat terealisasi dan didukung oleh seluruh pihak ke depannya,” imbuh ust. Syaiful Anam menutup wawancara bersama nuruljadid.net

 

(Humas Infokom)

Halaqah Alumni: Tamu dan Peserta Mulai Berdatangan dari Berbagai Penjuru Tanah Air

nuruljadid.net – Meski baru akan dimulai esok hari Minggu (27/02/2022) peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid namun sejak hari ini tamu dari berbagai penjuru tanah air sudah mulai berdatangan. Pasalnya akan digelar halaqoh alumni sore ini sabtu (26/02/2022) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ketua panitia halaqah alumni sekaligus sekretaris Biro Pengembangan Nurul Jadid ust. Syaiful Anam mengatakan bahwa halaqah alumni tahun 2022 ini merupakan kali pertama diadakan secara formal, terencana dan terstruktur.

“Peserta yang hadir pada tahun ini adalah alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari berbagai daerah di Indonesia. Format kegiatan selain ada seminar juga nanti akan diisi dengan dengan komisi membahas isu-isu strategis” jelas Ust. Syaiful Anam.

Sementara itu, Check In peserta sudah dibuka sejak pukul 11.00 WIB pagi ini sampai dengan pukul 15.30 WIB di Gedung B Universitas Nurul Jadid. Selama mengikuti kegiatan halaqah alumni, seluruh peserta wajib mematuhi peraturan protokol kesehatan ketat yang berlaku di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Peserta halaqoh alumni yang hadir wajib mengikuti proses screening protokol kesehatan dan cek kartu vaksin dosis 2)

Peserta wajib mengikuti proses screening kelayakan apakah peserta sudah atau belum memenuhi persyaratan untuk masuk ke lokasi acara seperti telah melakukan vaksin dosis 2, mengenakan masker, dan tes swab antigen. Bagi peserta yang belum memenuhi persyaratan seperti kartu vaksin dosis 2, maka peserta wajib melakukan tes GeNose yang disediakan di ruang sekretariat bersama Universitas Nurul Jadid.

Selanjutnya, bagi peserta yang sudah memenuhi persyaratan akan langsung diarahkan menuju tempat istirahat oleh tim Panji Pelopor di Gedung MA Nurul Jadid untuk putra, dan aula gedung mahrom daltim untuk peserta Putri.

Ust. Syaiful Anam menjelaskan, sejauh ini kesiapan Halaqah Alumni tahun 2022 sudah hampir 100 persen, dan akan dirampungkan pada siang ini.

Disamping itu, ust. Syaiful Anam juga menambahkan, bahwa rombongan tamu yang dari Batam, Jakarta, Bali dan beberapa peserta luar pulau lainnya sudah mulai berdatangan, begitu juga dengan narasumber halaqah alumni Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag yang juga alumni dari Bengkulu telah hadir di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Narasumber Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag. dari Bengkulu yang akan mengisi acara Seminar pada pembukaan Halaqah Alumni tahun 2022 sore nanti, alhamdulillah sudah tiba dan sedang istirahat di ruang transit yang didampungi oleh tim protokoler pesantren,” pungkasnya.

 

(Humas Infokom)

 

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid Laksanakan ‘Imtihanul Wathani (IW)’

nuruljadid.net – Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Pondok Pesantren Nurul Jadid tengah melaksanakan Imtihanul Wathani yang disingkat IW atau ujian nasional berbasis komputer hari ini Sabtu (26/02/2022) di laboratorium komputer Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ).

Imtihanul Wathani yang disingkat IW ini merupakan ujian akhir nasional bagi kelas 3 tingkat ulya dan wustha Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dibawah komando Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF) Kemenag RI.

Pondok pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan salah satu pondok pesantren di kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang ditunjukk oleh kemenag RI untuk mengelola PDF tingkat ulya dan wustha.

(Peserta didik PDF Nurul Jadid putri saat mengikuti Imtihanul Wathaniyah di laboratorium komputer MANJ)

Pada tahun 2022, ujian nasional kelas 3 tingkat ulya dan wustha pendidikan diniyah formal pondok pesantren Nurul Jadid merupakan kali kedua dilaksanakan. Pelaksanaan ujian akhir nasional ini merupakan tahapan akhir KBM kelas akhir untuk memproleh ijazah kelulusan pada tingkatan ulya dan wustha, ijazah yang didapatkan tingkat ulya setara dengan madrasah aliyah sedangkan wustha setara dengan madrasah tsanawiyah.

(Peserta didik PDF Nurul Jadid putri saat mengikuti Imtihanul Wathaniyah di laboratorium komputer MANJ)

Imtihanul Watoni (IW) Pendidikan Diniyah Formal Nurul Jadid tahun ini dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2022 dengan menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) dan diikuti sebanyak 50 siswa-siswi dengan rincian 25 tingkat ulya dan 25 untuk tingkat ustha.

“Dengan dilaksanakannya ujian akhir nasional yang merupakan tahapan akhir kelulusan kelas 3 ini,  diharapkan semua peserta lulus dengan nilai maksimal serta ilmu yang diperoleh di PDF menjadi ilmu nafi’ sehingga dapat diterapkan di tengah masyarakat.” tutur kepala PDF Nurul Jadid Gus Yazid Bustomi.

(Kepala PDF Nurul Jadid Gus yazid Bustomi bersama pengurus melakukan sesi foto bersama panitia Imtihanul Wathaniyah)

(Humas Infokom)

H-3 Haul dan Harlah ke-73, PPIQ Nurul Jadid Gelar Semaan Alqur’an

nuruljadid.net – Masih hangat memberitakan rangkaian pra acara haul masyayikh dan harlah ke-73 yang kian dekat. Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid menggelar Semaan Al-qur’an menjelang H-3 harlah. Kegiatan seaman al-qur’an dibuka oleh kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi Abdul Haq Zaini pada Kamis malam (24/02/22) ba’da isya’. Acara pembukaan itu berlangsung di masjid jami’ Nurul Jadid dan diikuti oleh seluruh santri putra wilayah pusat.

Semaan merupakan salah satu rangkaian acara rutin tahunan untuk menyambut haul dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebenarnya semaan Al-qur’an ini tidak hanya sekedar dalam rangka memperingati haul dan harlah saja, melainkan juga mendoakan almarhumin, guru-guru, alumni, walisantri, dan simpatisan baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat dengan kemuliaan Al-Qur’an agar diberikan kesehatan dan keselamatan dari beragam musibah.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ sedang memberikan tausyiah sekaligus membuka acara semaan al-qur’an di masjid jami’)

Sebelum dibuka, KH. Fahmi memberikan tausyiah terkait adab santri ketika di dalam masjid dan bagaimana harus bersikap ketika ada orang yang sedang mengaji. Selain itu, beliau juga menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan diadakannnya seaman al-qur’an ini.

Semaan ini diikuti santri aktif PPIQ Nurul jadid baik program tahfidz ataupun tahsin di beberapa tempat yang berbeda. Tempat utama berada di masjid jami’ Nurul Jadid, sedangkan beberapa yang lain bertempat di mushalla timur, mushalla selatan, wilayah Az-Zainiyah, Al-Hasyimiyah, dan lainnya.

(Suasana santri putra di masjid jami’ ketika menunggu kerawuhan Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ pada acara pembukaan semaan al-qur’an)

Selain itu, beberapa alumni tahfidz juga datang untuk mengikuti sekaligus memeriahkan semaan al-qur’an tersebut. Semaan ini dilakukan secara bil ghaib, dan bin nadzor. Untuk santri tahfidz menggunakan cara bil ghaib, sedangkan untuk yang tahsin memakai cara bin nadzor.

Sebelum memulai beliau memberikan ucapan terimakasih yang begitu besar kepada alumni tahfidz yang sudah menyempatkan waktunya untuk menghadiri semaan al-qur’an ini. Akhirnya, beliau membuka semaan al-qur’an ini dengan pembacaan tawassul kepada para almarhumin.

Acara ini dilakukan selama dua hari yang dimulai dari hari kamis (24/02/2022) sampai hari jumat malam sabtu (25/02/2022). Di penghujung acara, semaan ditutup dengan pembacaan doa bersama ribuan santri di masjid Jami’.

 

 

(Humas Infokom)

Sambut Haul dan Harlah ke-73: KH. Fahmi AHZ Minta Santri dan Alumni Khataman Qur’an 730 Kali

nuruljadid.net – Selain dimeriahkan dengan kegiatan lomba keilmuan dan jasmaniyah serta hiburan bazar, expo pendidikan dan panggung kreasi, kegiatan pra acara Haul dan Harlah juga diimbangi dengan kegiatan bersifat batiniyah. Salah satunya adalah khotmil qur’an sebanyak 730 kali. Angka 73 diambil dari usia Nurul Jadid yang kini telah berusia 73 tahun.

Khotmil Qur’an itu diperkuat dengan adanya surat edaran kepala Biro Kepesantrenan yang bersifat Instruktif. Isi dari surat tersebut ditujukan kepada seluruh santri aktif baik putra ataupun putri yang dikoordinir oleh tiap kepala wilayah/banom dan juga kepada alumni yang dikoordinir oleh ketua P4NJ seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut berisikan instruksi untuk melakukan doa dan dzikir bersama dengan membaca Khotmil Qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surah Al-Ikhlas (Samadiyah) sebanyak 730.000 kali.

(Santri putra terlihat sedang melakukan khataman al-qur’an secara berkelompok di Musholla Timur)

Tujuan digelarnya khatmil quran selain untuk memeriahkan haul dan harlah yakni untuk mendoakan para masyayikh, alumni, simpatisan, dan santri aktif nurul jadid terlebih bangsa Indonesia agar senantiasa dalam perlindungan Allah SWT dari segala macam wabah, penyakit dan bencana.

Pembacaan Khatmil Quran itu sudah dibagi bersama dengan lampiran surat edaran. Jumlah bacaan khotmil qur’an menyesuaikan dengan jumlah santri yang berada di tiap wilayah. Jadi jumlah antar wilayah satu dengan wilayah lainnya tidak mesti sama. Ada wilayah yang mendapat bagian sebanyak 6 kali khatam, ada yang 11 kali, ada yang 20 kali, bahkan ada yang mendapat jatah 80 kali khatam.

(Santri putra terlihat sedang melakukan khataman al-qur’an secara berkelompok di depan asarama)

Sebelumnya, kepala wilayah melakukan sosialisasi kepada seluruh santri di wilayah tersebut terkait Instruksi kepala Biro Kepesantrenan. Dalam penerapannya, pembacaan khatmil Qur’an tidak ditentukan waktu khusus untuk melaksanakannya. Khatmil qur’an mulai diinstruksikan sejak tanggal 18 Februari 2022, namun khotmil qur’an harus sudah tuntas maksimal sebelum hari H peringatan Haul dan Harlah.

Pelaksanaan di lapangan, waktunya sangat bervariasi. Beberapa mengerjakannya setelah turun hadiran masjid, beberapa yang lain melaksanakannya setelah pengajian kitab kiai, beberapa dilakukan ba’da sholat dzhuhur.

Tidak hanya itu, beberapa santri secara berkelompok melakukan khataman al-qur’an Sebagian di depan asrama, Sebagian yang lain di masjid dan di musholla dibawah pendampingan pengurus wali asuh.

 

(Humas Infokom)

 

Sambut Haul dan Harlah ke-73, Kepala Biro Kepesantrenan Instruksikan Santri dan Alumni Baca Samadiyah Sebanyak 730.000 Kali

nuruljadid.net – Menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang semakin dekat, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ instruksikan seluruh santri dan alumni melalui surat edaran nomor NJ-F/A.III/017/02.2022 tanggal 16 Februari 2022 serentak khotmil al-qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surat al-ikhlas atau samadiyah sebanyak 730.000 kali.

Kegiatan ini digelar dalam bentuk do’a dan dzikir bersama dimaksudkan selain untuk memeperingati haul masyayikh dan halrah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid juga untuk mendoakan bangsa Indonesia, keselamatan bersama dari musibah wabah penyakit dan bencana.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Istilah Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni Ash-Shomad, tempat bergantung. Disebut samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-ikhlas, dimana surah itu menyebut “Allahush Shomad” ayat kedua, biasanya kegiatan ini sepadan dengan istilah tahlilan.

Samadiyah ini isinya relatif sama antara satu tempat dengan tempat lain, hanya saja pembacaan surah Al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali, saat ini dibaca 730.000 kali secara berjamaah sesuai dengan angka hari lahir Nurul Jadid ke-73.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Dalam kegiatan ini seluruh santri sangat antusias dan khusyuk membaca surah al-ikhlas setiap hari hingga pelaksanaan harlah di depan asrama masing-masing. Selain itu, dalam pembacaannya dipimpin oleh ustaz yang memberikan arahan serta pendampingan kepada santri supaya tidak kurang dan lebih, sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan oleh Biro Kepesantrenan baik untuk wilayah putra maupun putri.

Pembacaan samadiyah masing-masing wilayah putra mendapat bagian sebanyak 12.810 kali dari 20 wilayah. Sedangkan putri sangat bervariasi, wilayah Az-Zainiyah dan Al-Hasyimiyah 60.000 kali, Fatimatuz Zahro 20.000 kali, Mawaddah 25.000 kali, An-Nafi’iyah 20.000 kali, Al-Lathifiyah 20.000 kali, Zaid Bin Tsabit 25.000 kali dan Nasyiatul Hamidiyah sebanyak 10.000 kali.

Tidak hanya santri saja yang mengikuti kegiatan do’a dan dzikir ini dengan membaca surat al-ikhlas akan tetapi juga alumni di seluruh Indonesia yang dikoordinir oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ). Masing-masing wilayah berdasarkan daerah mendapatkan bagian membaca samadiyah sebanyak 15.210 kali.

 

(Humas Infokom)

Meriahkan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73, Nurul Jadid Gelar eNJe Festival 2022

nuruljadid.net – Dalam rangka memeriahkan haul masyayikh dan hari lahir (harlah) ke-73, Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar eNJe Festival. eNJe Festival 2022 merupakan event perdana skala nasional yang terdiri tiga kategori festival. Festival tersebut adalah festival qur’ani, festival turats dan festival bahasa. Event kali ini mengangkat tema: “Sehat, Mandiri, Prestasi”.

Festival turats itu meliputi Musabaqh Qiro’atul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning Fathul Mu’in, Fathul Qorib dan Olimpiade Nahwu Shorof (ONS). Sedangkan festival bahasa melombakan pidato bahasa arab dan pidato bahasa inggris. Untuk festival qur’ani meliputi Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) dan Musabaqah Tartil Qur’an (MTQ).

“Event eNJe festival ini diadakan untuk menyemarakkan peringatan haul masyayikh dan hari lahir Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ke-73. Harapannya, acara besar tahunan seperti ini tidak hanya dirasakan oleh santri Nurul Jadid saja, tapi juga kalangan luar,” ungkap Ust. Ainul Yaqin selaku ketua panitia, Sabtu (15/01/2022).

Ainul Yaqin menjelaskan bahwa lomba ini dibuka sejak selasa, 18 Januari 2022 dan juara akan diumumkan pada selasa, 22 Februari 2022. Semua lomba dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring).

“Untuk info lebih lengkapnya cek terus akun instagram Pondok Pesantren Nurul Jadid @pesantrennuruljadid atau bisa hubungi narahubung panitia di masing-masing festival,” lanjutnya.

Dari segi peserta, peraturan yang boleh mengikuti lomba disesuikan dengan aturan festival yang ada. Untuk festival bahasa dan qur’ani dikhususkan bagi peserta didik Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Festival turats dibatasi dengan usia. Untuk lomba baca kitab Fathul Mu’in dan ONS maksimal usia 22 tahun. Lomba baca kitab Fathul Qorib maksimal usia peserta 20 tahun.

Timeline eNJe Festival tahun 2022:

(1) Festival Turats :

  • Pendaftaran                         : 18 Januari s.d 07 Februari 2022
  • Pengumpulan Video          : 09 s.d 10 Februari 2022
  • Penjurian Karya                 : 16 Februari 2022
  • Pengumuman Pemenang : 18 Februari 2022

(2) Festival Bahasa :

  • Pendaftaran                          : 13 Januari s.d 13 Februari 2022
  • Pengumpulan Video           : 14 Januari s.d 14 Februari 2022
  • Penjurian Karya                  : 20 Februari 2022
  • Pengumuman Pemenang  : 22 Februari 2022

(3) Festival Qur’ani :

  • Pendaftaran                          : 18 Januari s.d 14 Februari 2022
  • Pengumpulan Video           : 25 Januari s.d 15 Februari 2022
  • Penjurian Karya                  : 20 Februari 2022
  • Pengumuman Pemenang  : 22 Februari 2022

Ketentuan lomba dan juknis dapat diakses pada link berikut:

  1. Festival Turats   : https://linktr.ee/Festival_Turats_3
  2. Festival Bahasa  : https://linktr.ee/FestivalBahasa2022
  3. Festival Qur’ani : https://linktr.ee/ppiq

Informasi lebih lanjut hubungi narahubung (PIC) berikut:

(1) Festival Turats :

  • MQK Fathul Muin                              : Ust. Sairafi (081779939677)
  • MQK Fathul Qorib                             : Ust. Lutfillah (082234655465)
  • Olimpiade Nahwu Shorof (ONS)    : Haidar Ali (085297066511)

(2) Festival Bahasa :

  • Khitobah Arobi     : Agus Maksum (081333974866)
  • English Speech     : Zulfikar Prayogi (08223020513)

(3) Festival Qur’ani :

  • MSQ dan MTQ : Ust. Rizal (082143909449)

 

 

(Humas Infokom)

KH. Abdul Hamid Wahid Raih Anugerah “Positive News Maker” 2021

nuruljadid.net – Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid sekaligus Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid dinobatkan sebagai peraih anugerah kategori “Positive News Maker 2021” Kabupaten Probolinggo bersama dua sosok lainnya di kategori yang berbeda oleh TIMES Indonesia. Anugerah Times Indonesia (ATI) tahun ketiga ini mengangkat tema “Endurance di Tengah Puncak Pandemi Covid” (21/01/2022).

Mengangkat tema yang berfokus pada endurance to fight (daya tahan untuk berjuang) bermaksud memicu daya tahan untuk bangkit keluar dari situasi serba sulit tidak hanya skala nasional melainkan juga dunia akibat pandemi covid-19. Semangat tema ini selain itu juga untuk membangun kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan dan melakukan recovery di berbagai bidang serta survive (bertahan) sampai kondisi kembali stabil dan memberikan dampak positif kepada masyarakat luas.

Tokoh yang mendapatkan penghargaan ATI Award 2021 ini telah melalui berbagai pertimbangan yang matang baik dari redaksi TIMES Indonesia maupun dari biro-biro seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Probolinggo, serta juga melibatkan pandangan beberapa praktisi yang akhirnya memilih KH. Abd. Hamid Wahid sebagai penerima penghargaan Positive News Maker salah satu dari tiga kategori ATI Award 2021.

(Penganugerahan Times Indonesia 2021 Kabupaten Probolinggo)

Tidak hanya Kyai Hamid, beberapa tokoh yang mendapatkan penghargaan Anugerah Times Indonesia (ATI) 2021 Kabupaten Probolinggo berdasarkan SK Anugerah TIMES Indonesia Nomor: 001/ATI-2021/TIN/XII/2021 diantaranya, Gus Hafidzul Hakim Nur (Pimpinan Majelis Shalawat Syubbanul Muslimin) sebagai peraih penghargaan Man of The Year, Mirrah Samiyah (Ketua FKPS dan Founder Namira School Foundation) penerima penghargaan Women of The Year.

Kyai Hamid, yang juga merupakan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid ini dinilai memiliki peran penting dalam penanggulangan Covid-19 di wilayah kabupaten melalui keterlibatan santri, pengurus, mahasiswa dan dosen sebagai sukarelawan di beberapa pos gugus tugas pencegahan penyebaran covid-19 khususnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid serta agresif mengampanyekan pentingnya mengikuti protokol kesehatan dengan berbagai platform daring dan digital yang menjadi  beberapa pertimbangan TIMES Indonesia dalam memutuskan.

Pertimbangan tersebut berdasar kepada tema yang mereka angkat pada tahun ini. Fokusnya pada tokoh-tokoh yang memiliki endurance to fight (daya tahan untuk berjuang). Sosok kyai Hamid adalah figur sentral setelah pengasuh yang dinilai berhasil melakukan berbagai upaya untuk terus berjuang, bertahan dan agresif melakukan pembenahan untuk kembali bangkit memberi pelayanan terbaik kepada santri dan masyarakat sekitar pesantren.

 

(Humas Infokom)

Kembangkan Sistem Tabungan Santri, PP. Riyadlus Sholihin Ngaji ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menerima kunjungan dari pengurus Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dalam rangka studi banding pengembangan inovasi sistem tabungan santri berbasis digital (e-saving) pada hari Senin (17/1) sore bertempat di Ruang Tamu Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kami menyambut baik kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, saya rasa Nurul Jadid merasa terhormat untuk menjadi sahabat sharing tentang pengembangan sistem tabungan santri berbasis digital, karena sejak dua tahun terakhir kami sudah menggunakan e-bekal untuk alat transaksi santri,” ujar penjab e-bekal santri ustaz Nahrawi.

(Terlihat kedua belah pihak sedang berdiskusi seru tentang sistem pembayaran dan pendataan santri)

Dalam hal ini, turut hadir Kasubbag. Multimedia Ach. Faqihatus Sholeh, Kasubbag Protokoler Ady Azhari, Bagian Protokoler Alfi Syukrin serta bagian E-Bekal Nahrowi dan Muhammad Hasyim mendampingi tamu studi banding dari Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin.

Diungkap Kasubbag. Multimedia Ach Faqihatus Sholeh yang pada kesempatan itu mewakili Kabag. Data dan IT, bahwa mereka juga belajar sistem pengelolaan data pokok pondok pesantren dan data santri digital (Pedatren NJ) dan juga keuangan non-tunai santri (cashless payment) dengan e-bekal.

Penanggung jawab tabungan santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Ust. Anwar Sholeh menuturkan tujuan mereka datang berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menimba ilmu dan pengalaman.

“Kami menyadari bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah sangat berhasil melakukan sistem cashless payment dengan e-Bekal santri, sehingga kami juga ingin menerapkan sistem yang sama di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin,” ungkap Ust. Anwar Sholeh.

Faqih menjelasakan bahwa dalam pengelolaan data dan juga penerapan sistem cashless sangatlah tepat diterapkan di lingkungan Pesantren. Mengingat hal tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat banyak terhadap pesantren dan santri. Salah satunya terkait program cashless payment, pertama mampu meminimalisir terjadinya kehilangan uang santri; kedua wali santri dapat mengontrol belanja dan simpanan putra-putrinya selama di pesantren; ketiga terkait pengolaan data pokok pesantren dan santri atau Pedatren, ponpes bisa mengetahui perkembangan dan aktifitas santri baik di asrama maupun di Lembaga Pendidikan. Pada intinya, data santri bisa dikelola secara digital dan terintegrasi.

(Faqih (tengah) sedang memaparkan proses pembuatan e-bekal di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Berkaitan dengan hal tersebut, Faqih menambahkan bahwa untuk pembuatan e-bekal santri itu akan lebih mudah jika diawali dengan pembuatan Pedatren atau data pokok santri terlebih dahulu dengan sistem dan prinsip user friendly dan multi users.

“Pada awalnya kami lebih dahulu membuat data poko pesantren dan santri atau Pedatren untuk mendukung program sentralisasi waktu itu. Kemudian, Pedatren terus berkembang sampai bisa dimanfaatkan untuk pembuatan program cashless payment yaitu e-Bekal Santri. Sebenarnya teman-teman pengurus Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin bebas bisa mulai untuk membuat program E-Bekal atau fokus ke pembuatan Pedatren terlebih dahulu,” ungkap Faqih di hadapan tamu rombongan.

Komunikasi antara pihak Pesantren Riyadlus Sholihin dan Pesantren Nurul Jadid dalam kegiatan Studi banding ini berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian souvenir dari Pondok Pesantren Nurul Jadid kepada perwakilan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin yang dalam hal ini diwakili oleh Kasubbag. Multimedia Ach. Faqihatus Sholeh.

 

(Humas Infokom)

Huminfo Nurul Jadid Gandeng Humas Pemkab Probolinggo Gelar Pelatihan Kehumasan

nuruljadid.net – Humas dan Infokom (Huminfo) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggandeng bagian Humas Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Probolinggo menggelar Pelatihan Kehumasan bertajuk “Peran Humas dalam Re-Branding Lembaga di Era Digital” pada hari Senin (17/01/2022) pagi. Peserta pelatihan yang bertempat di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid ini adalah perwakilan Tim Humas dari setiap Lembaga Pendidikan dan Satuan Kerja di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pada pelatihan tersebut bertindak sebagai pemateri Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kab. Probolinggo Ibu Yulistina W. Selama kurang lebih dua jam, Ibu Yulistina menyampaikan materi dan berdiskusi seru dengan para peserta tentang tema yang diangkat. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terlihat sangat antusias hingga akhir.

(Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan sambutan pada Pelatihan Kehumasan)

Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil melalui sambutannya memperkuat gagasan betapa pentingnya peran humas melalui pelatihan kehumasan ini untuk meningkatkan kompetensi perangkat Humas yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Beliau juga menyampaikan paradigma dan mindset yang perlu diubah sebagai seorang humas.

“Kita harus merubah paradigma yang dulu seringkali kita anggap bahwa tugas Humas hanyalah sebagai pengantar surat, karena di balik itu semua Humas memiliki peranan penting dalam membangun citra positif untuk kemajuan sebuah lembaga, salah satunya ialah bagaimana humas mem-branding sebuah lembaga dan menyampaikan informasi dengan baik kepada public,” tutur bapak Faizin.

Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Pesantren Mujiburrohman menyampaikan bahwa pelatihan ini dirasa sangat perlu diadakan, karena melihat urgensi peran Humas yang merupakan ujung tombak atau sumber informasi sebuah lembaga dalam menyampaikan program dan kegiatan masing-masing lembaga.

“pentingnya pelatihan kehumasan ini, karena Humas harus mampu meningkatkan citra positif setiap lembaga di hadapan publik. Kegiatan pelatihan ini merupakan yang pertama kali nya diadakan oleh Humas dan Infokom dan akan kami terus adakan secara berkala,” ungkap bapak Mujiburrohman

(Peserta Pelatihan Kehumasan mengikuti dengan khidmat pematerian disampaikan oleh narasumber Ibu Yulistina W.)

Sementara itu, dalam sesi pematerian tersebut, Ibu Yulistina dengan semangat menyajikan beberapa teori dan teknis untuk me-rebranding sebuah lembaga dengan baik. Beliau juga menyampaikan peran dan fungsi strategis Humas yaitu dalam mensinergikan informasi publik, optimalisasi jaringan komunikasi dan informasi, serta membentuk opini publik melalui agenda setting lembaga.

Ibu Yulistina menambahkan pemaparan materi tentang metode membuat caption berita, mengelola komentar pada media sosial, membuat content objective, menganalisis media sosial, dan metode pembuatan program kehumasan yang merupakan komponen penting menambah engagement di media digital lembaga.

“Harapannya, melalui pelatihan ini Tim Humas yang berada di setiap lembaga pendidikan Nurul Jadid mampu mengembangkan kemampuannya baik pribadi maupun secara tim, sehingga saling bersinergi untuk menghadapi perkembangan teknologi dan informasi agar dapat memenuhi kebutuhan public akan informasi sesuai dengan prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik,” tutup Mujiburrohman.

(Kasubbag. Humas dan Infokom Mujiburrohman menyerahkan piagam penghargaan kepada narasumber pada Pelatihan Kehumasan Ibu Yulistina W.)

Turut hadir mendampingi Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kabag. Humpro Syamsuri Hasan, Kasubbag. Humas Infokom Mujiburrohman dan Bagian Protokoler Alfi Syukrin.

 

(Humas Infokom)

Ngaji Jurnalistik Santri Cetak Insan Media Pesantren Profesional

nuruljadid.net – Guna meningkatkan kompetensi dan keterampilan professional kader jurnalistik santri, Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi Komunikasi (Humas Infokom) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar Ngaji Jurnalistik Insan Media Nurul Jadid pada Selasa (11/01) bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid

Ngaji Jurnalistik Insan Media Nurul Jadid ini merupakan tindak lanjut Pelatihan Jurnalistik pertama yang pernah dilaksanakan pada bulan November tahun lalu. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri putra dan putri yang terdiri dari perwakilan Lembaga Pers Sekolah, wilayah dan Asrama dibagi dalam dua tahap siang untuk putri dan malam untuk putra.

Menariknya, pada kegiatan Ngaji Jurnalistik Insan Media Nurul Jadid jilid satu ini para peserta diminta untuk langung praktik membuat berita, berbeda dengan pelatihan jurnalistik pertama dulu yang sebagian besar hanya diisi dengan pematerian tentang pengenalan dan pemahaman dasar seputar dunia jurnalistik.

(Fasilitator ngaji jurnalistik putra dari beritajatim.com saudara Taufiqur Rohim sedang memaparkan materi teknis penulisan berita)

Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom Mujiburrohman menyampaikan bahwa kedepannya Pondok Pesantren Nurul Jadid akan memberikan pendampingan secara intensif dan berkala kepada seluruh insan media dan pers santri mulai dari asrama, wilayah hingga satuan pendidikan harapannya mampu melahirkan insan media pesantren yang professional.

“Kami dari Huminfo pesantren berharap dengan diselenggarakannya Ngaji Jurnalistik ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan jurnalistik santri khususnya di bidang penulisan dan peliputan berita yang dapat mengoptimalkan pemberitaan kegiatan dan publikasi potensi masing-masing asrama, wilayah dan satuan Pendidikan,” tutur Mujiburrohman.

(Fasilitator ngaji jurnalistik putri dari timesindonesia.com saudara Abdul Jalil saat memaparkan teknis penulisan dan contoh berita)

Pendampingan tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar Santri Nurul Jadid berkompeten dalam bidang menulis dan memproduksi karya jurnalistik baik di media cetak, digital atau media sosial (online).

“untuk menjawab urgensitas literasi di kalangan santri, kami bagian Huminfo pesantren memandang perlu memberikan pendampingan khusus dan mewadahi karya jurnalistik santri sebagai media informasi, dengan publikasi media jurnalistik santri seperti koran paling tidak dapat menjadi media literasi bagi santri Nurul Jadid,” imbuh Mujib sesaat setelah pelatihan penulisan berita usai.

Sementara itu, pelatihan ini menghadirkan beberapa jurnalis dari berbagai portal media online seperti beritajatim.com dan timesindonesia.com sebagai fasilitator dalam kegiatan Ngaji Jurnalistik Insan Media Nurul Jadid. Terlihat jelas semangat seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut meskipun cuaca kurang mendukung.

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Kompetensi Pengajar, MADIN Gelar Workshop Pendidikan

nuruljadid.net – Peningkatan kompetensi guru mutlak menjadi kebutuhan dalam dunia Pendidikan. Menjawab tantangan sekaligus kebutuhan tersebut Madrasah Diniyah (MADIN) Nurul Jadid gelar Workshop dengan Tema “Menjadi Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif”. Kegiatan workshop Pendidikan ini dilaksanakan pagi ini tanggal 09 Januari 2022 bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Pada Workshop Pendidikan yang digelar oleh Madin Nurul Jadid dibawah kepemimpinan bapak Ahmad Saili, M.Pd tersebut diikuti oleh seluruh guru Madrasah Diniyah tentang kiat bagaimana menjadi guru yang kreatif, inovatif dan inspiratif serta metode penulisan kisi-kisi soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum yang lebih dikenal dengan AKM.

(Kepala Madin Nurul Jadid Bapak Ahmad Saili, M.Pd menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Narasumber Workshop Bapak Husnan Abrari, M.Pd.)

Hadir sebagai penyaji pada workshop tersebut bapak Drs. H. A. Fathorrazi Qadir, M.Pd.I dan bapak Husnan Abrari, M.Pd. Dalam penyampaiannya, bapak Fathorrazi mengatakan bahwa menjadi guru itu harus kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pembelajaran karena dengan demikian pembelajaran di kelas menjadi hidup dan menyenangkan, sehingga materi tersampaikan dan diserap dengan baik oleh peserta didik.

Waka. Kurikulum Madin Nurul Jadid bapak Ahmad Hodri, M.Pd.I mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali guru MADIN. “kami melaksanakan kegiatan ini tujuannya untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada guru Madin terutama dalam metode pengajaran serta teknis pembuatan soal berbasis AKM,” tutur Hodri.

(Kepala Madin Nurul Jadid Bapak Ahmad Saili, M.Pd, Waka. Kurikulum Madin Bapak Ahmad Hodri, M.Pd.I berpose bersama Narasumber Workshop Bapak Husnan Abrari, M.Pd.)

“Melalui kegiatan workshop ini diharapkan guru-guru Madin memiliki skill atau keterampilan mengajar yang profesional sehingga visi-misi Madin Nurul Jadid dapat tercapai” imbuhnya.

Kegiatan workshop diikuti oleh sekitar 120 peserta guru Madin baik dari lembaga formal maupun guru murni Madin. Workshop dimulai sejak pukul 08.30 WIB yang diawali dengan rapat bersama dewan guru terkait evaluasi KBM Madin semester ganjil, kemudian dilanjukan pematerian workshop dan berakhir tepat pukul 14.00. WIB.

 

(Humas Infokom)