Perkuat Jaringan Alumni, Amtsilati Putri Resmikan A3NJ (Aliansi Alumni Amtsilati Nurul Jadid)

Nurul Jadid.net- Sabtu (24/03/2018) semua alumni Amtsilati berkumpul untuk meresmikan terbentuknya A3NJ (Aliansi Alumni Amtsilati Nurul Jadid) Putri. Acara tersebut sebagai media silaturrahmi alumni..

Acara tersebut dilaksanakan seusai wisuda Amtsilati ke IX dan dihadiri oleh santri aktif maupun alumni. Acara dimulai dengan sambutan Ketua. Cici Eka Cahyani dalam sambutannya mengatakan ”Saya harap kita semua kumpul disini bisa mengikat persaudaraan kita meski tidak satu naungan lagi”. “kedepannya diharapkan para alumni bisa ikut membantu generasi penerus yang masih dalam tahap proses”, imbuhnya.

Peserta terdiri dari semua angkatan, dimulai dari angkatan I sampai IX. Salah satu alumni, Siti Hamidah mengatakan, “saya senang bisa ngumpul lagi bareng temen-temen seperjuangan”. “biar kita inget kembali, bahwa kita lahir dari Amtsilati dan untuk Amtsilati”, lanjutnya yang kini adalah siswi MANJ PK.

Acara yang berlangsung sekitar pukul 24.15 WIB tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari peserta. “Salam amtsilati salam satu jiwa” kompak mereka diiringi tiupan lilin bersama. A3NJ putri yang sudah diresmikan itu berakhir dengan makan dan foto bersama perangkatan. (Aisyatul Azizah, SJ)

Kuasai Metode Cepat Membaca Kitab Kuning, Puluhan Santri Diwisuda

Nurul Jadid.net – Sebanyak 45 santri Wilayah Zaid bin Tsabit (K), Pondok Pesantren Nurul Jadid, yang telah menyelesaikan belajar metode Amtsilati, diwisuda, Sabtu (24/3/2018) malam.

Mereka terdiri dari 16 santri putra, dan 29 santri putri. Prosesi wisuda dilangsungkan di halaman mushalla wilayah. Ini merupakan yang ke-IX sejak 2010.

Acara dihadiri Pengasuh Pondok pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, serta Habib Abdurrahman bin Alwi Ba’ali sebagai pembicara. Seluruh wali wisudawan dan wisudawati juga hadir.

Sebelum diwisuda, wisudawan-wisudawati diuji secara terbuka di atas pentas. Tujuannya, agar wali santri yakin anak-anak mereka betul-betul telah menguasai metoda cepat membaca kitab kuning tersebut.

Wisudawan terbaik di raih oleh Agung Badrus Sholeh dari Probolinggo. Sedangkan wisudawati terbaik, diraih oleh Faridatul Maulidah dari Pamekasan, Madura.

Di dampingi walinya, keduanya dipersilahkan menaiki pentas untuk menerima piala dan piagam penghargaan, yang diberikan langsung oleh KH. Moh. Zuhri Zaini.

Tujuan diadakannya acara tersebut, untuk memotivasi para santri agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Serta untuk menciptakan generasi muda berkualitas melalui kitab-kitab ulama’ salaf.

Selain wisuda, dalam acara tersebut juga diisi dengan pemberian sanad metode Amstilati kepada 12 asatidz (guru) wilayah Zaid bin Tsabit (K), serta pemberian piagam Amstilati kepada Pemangku wilayah, KH. Hefni Mahfudz Al-Hafidz.

“Tidak beragama orang yang tidak punya  sanad,” ungkap Habib Abdurrahman bin Alwi Ba’ali.

Beliau juga berpesan sebagai santri tidak boleh risau tentang masalah dunia. “Orang mencari ilmu itu seperti orang menanam padi. Ilalangnya ikut tumbuh,” imbuh alumni Nurul Jadid tersebut.

Walau sempat gerimis, acara berjalan dengan lancar. Sebagai pembicara, Habib Abdurrahman bin Alwi Ba’ali sekaligus ditunjuk untuk membaca do’a. Acara berakhir pada jam 00.10 WIB. (Hasyim As’ari, SJ)

Perbaiki Mutu, Biro Pendidikan Canangkan Program Khusus Guru

Perbaiki Mutu, Sosialisasi Biro Pendidikan Canangkan Program Khusus Guru

nuruljadid.net-setelah acara ceremonial berlangsung, Sosialisasi Peraturan Kepegawaian berlanjut sebagai acara inti pada hari ini, Minggu (25/03/18) di Aula Pesantren. Sosialisasi dipandu langsung oleh moderator bapak Ernawiyadi Munsiy. Sebelum sosialisasi dan dialog berlangsung, KH. Mahfudz Faqih menyampaikan sebuah pengantar dengan diawali ungkapan rasa bahagia dan syukur atas terlaksananya sosialisasi ini sehingga kita dapat bersilaturrahimi bersama.

Beliau menyampaikan bahwa sosialisasi peraturan kepegawaian ini kita laksanakan sebagai bentuk salah satu penataan dan perbaikan kecil di lini Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Namun aturan ini bukanlah merupakan final, namun masih ada peluang untuk di adakan dialog lanjutan dengan formulasi-formulasi yang lebih baik lagi sehingga aturan ini nantinya dapat dilaksanakan bersama tanpa paksaan dan memberatkan semua pihak.

Harapannya adalah “jika nantinya penataan aturan ini sukses kita terapkan, kita laksanakan dengan optimal dan ikhlas, sehingga nantinya aturan ini bisa menjadi kultur, dan budaya baik yang terlaksana dengan spontan, tertanam dalam mindset mengabdi semua pihak.” Dawuh beliau.
Beberapa tahapan dan langkahpun akan terus kita lakukan untuk mengawal penataan lebih baik di Pondok Pesantren ini. Yang salah satunya adalah pemberdayaan guru pengajar. Kedepan, pemberdayaan guru tidak hanya sebatas mengajar para murid saja, tetapi bagaimana guru itu juga mampu mengembangkan kemampuan dirinya sehingga memiliki keterampilan-keterampilan dan kompetensi lebih dalam menjalankan perannya.
Adapun bentuk pengawalan dalam penataan ini, kita mencanangkan beberapa program khusus bagi guru yang akan kita laksanakan bersamaan dengan Hari Guru Nasional di bulan Oktober nanti. Beberapa programnya yakni berupa;
1. Mengadakan pemilihan guru teladan dari beberapa lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.
2. Mengadakan lomba inovasi pembelajaran atau model pembelajaran seorang guru. Dan tidak berhenti di sini, dimana pemenangnya akan kita kirim ke luar ketingkat yang lebih tinggi untuk bersaing mewakili Nurul Jadid.
3. Mengadakan pelatihan penulisan
4. Dan melaunching jurnal khusus guru yang nantinya akan kita landingkan tepat di hari guru nasional. (NakBali)

KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag

Lakukan Satu Tahapan, Biro Pendidikan mengadakan Sosialisasi Peraturan Kepegawaian

nuruljadid.net- peningkatan kinerja terus digalakkan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai lembaga yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan. Peningkatan kali ini dilakukan dalam bentuk Sosialisasi Peraturan Kepegawaian Biro pendidikan kepada segenap karyawan, guru, maupun dosen yang ada di lingkungan Pondok Pesantren. Tepatnya Ahad, (25/03/2018) di Aula Pesantren lantai III.

Acara berjalan dengan khidmat dengan dihadiri oleh Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag., Kepala Biro Pendidikan KH. Mahfudz Faqih, Sekretaris Pesantren Bapak Faizin Syamwiel, segenap jajaran Biro, guru, dosen dan karyawan putra maupun putri.

Adapun rangkian acara berlangsung tertib dalam balutan ceremonial yang berisikan pembukaan, , sambutan Kepala Pesantren dan diakhiri doa.

Selain rangkaian ceremonial, acara sosialisasi dan dialog bersama terkait peraturan kepegawaian menjadi acara inti dengan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pendidikan.

Dalam sambutannya, Kepala Pesantren menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan satu tahapan dari beberapa tahapan dan langkah yang kita lakukan untuk mengawal perkembangan, dan penataan-penataan di Pondok Pesantren ini.

“bahkan dimasa akan datang kita terus berpacu dan berusaha menyusun cita-cita dengan tahapan dan penataan bersama sehingga visi misi dari pondok pesantren dapat tercapai sesuai harapan, walau pelan tapi pasti,” tutur beliau.

Sehingga harapan besar setelah diadakannya sosialisasi ini adalah kita semua dapat mengusahakan dan melaksanakan aturan-aturan dengan baik dan optimal. Dan hal yang tidak boleh terlupakan sebagai penunjang dalam pengoptimalan tahapan dan penataan aturan ini yakni etos kerja dan semangat dari semua pihak yang harus selalu ditingkatkan.

“Namun semua itu tidak akan berarti dan sia-sia tanpa disertai sandaran kita kepada Allah dalam melakukan formulasi-formulasi dan penataan aturan tersebut.” Tambah beliau.

Sambutan beliau diakhiri dengan harapan untaian doa semoga Allah selalu berkenan memberikan hidayah dan pertolonganNya kepada kita sekalian dalam melaksanakan tugas dan amanah di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini. (NakBali)

  

Adakan Uji Coba Kepada Calon Wisudawati Amtsilati Ke IX

Nurul Jadid.net – Dalam rangka acara wisuda amtsilati ke IX, panitia melaksanakan uji coba pra wisuda kepada para wisudawati di Musholla Al-Wafiyah Zaid Bin Tsabit (K) Putri, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Sabtu (24/03/18).

Hadir sebagai penguji, Ustadz Syahid, pencetus pertama Amtsilati di Nurul Jadid, serta ustadz Amaluddin S.Pd.I, yang setiap harinya mendampingi para wisudawati dalam proses menghafal Nadzom Nahwiyah Amtsilati.

Tujuan dari kegiatan ini, untuk mengetahui lebih lanjut kemampuan dari masing-masing calon wisudawati. Berbagai tahap ujiansudah dilalui, yakni Ujian Akhir Amtsilati (UAA) lisan maupun tulis.

Ustadzah Alqoyla Rosabila Dini, mengatakan tes uji Pra Wisuda ini sebagai terobosan baru.  Karena sebelumnya tes ini dilakukan saat wisuda, itupun dengan salah satu peserta wisuda terpilih saja.

“Maka dari itu, selain untuk diketahui kemampuan masing-masing wisudawati oleh wali santri, ini juga membuktikan bahwa mereka layak untuk diwisuda”, lanjut pembina Amtsilati Gang K putri tersebut.

Salah satu wali santri yang hadir, merasa senang melihat putrinya bisa menjawab pertanyaan ketika nuji coba berlangsung. “Saya senang anak saya bisa menjawab pertanyaan dari penguji”, kata Ibu Siti Nur Laila.

“Coba saja kami (wali santri) diuji dengan pertanyaan seperti itu, mungkin kami hanya geleng-geleng kepala, haha…”, lanjut Ibu tersebut sambil tertawa. (Aisyatul Azizah, SJ)

Ciptakan Huffadz Yang Berkualitas Melalui Khotmil Quran

Nuruljadid.net – Tahfidzul Qur’an Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Menyelenggarakan Acara Penutupan Khotmil Qur’an, Jum’at (23/03/18). Acara ini hanya di khususkan untuk Tahfidz putra serta di hadiri oleh Asatidz PPIQ  serta Penasehat lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ), KH Hefni Mahfudz Al-Hafidz.

Acara tersebut bertujuan untuk menutup kegiatan Khotmil Qur’an yang sebelumnya telah dibuka pada hari Sabtu(22/3), serta untuk menambah motivasi para santri Agar lebih giat menghafal kitab suci Al-Qur’an supaya tercipta huffadz yang Istiqomah dan berkualitas.

KH Hefni Mahfudz Al-Hafidz menuturkan bahwa Al-Qur’an akan menerangi para pembacanya. “Tidak usah menanggapi komentar miring orang lain”. Imbuhnya. Mudir Wilayah K Tersebut juga mengatakan bahwa Hanya dengan membacan Al-Qur’an mereka akan memahami isi kandungannya.

Dimulai dengan penampilan Hadrah Ittihadun Nasyiin PPIQ, Acara tersebut berjalan dengan khidmat. Acara yang berlangsung mulai jam 20.00 WIB tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan do’a oleh KH Hefni Mahfudz Al-Hafidz pada jam 21.30 WIB. (Hasyim As’Ari, SJ)

Pekan Lomba Harlah : Cerdas-Cermat Sebagai Ajang Adu Ketangkasan Otak

Nurul Jadid.net-  Tadi pagi, Jum’at (23/03/18) sekitar jam 08.30 WIB di Mushalla wilayah Az-zainiyah, diselenggarakan Lomba Cerdas Cermat. Lomba tersebut merupakan salah satu perlombaan dalam ajang bergengsi antar lembaga untuk memperingati Haul dan Harlah yang ke-69.

Dalam perlombaan adu ketangkasan Otak tersebut, dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah tingkat SLTA, sedangkan kategori yang lain tingkat SLTP. Seperti halnya perlombaan pada umumnya, dalam perlombaan ini setiap lembaga di wajibkan untuk mendelegasikan dua kelompok.

Selain itu, lomba ini ada sedikit perbedaan dengan perlombaan sebelumnya. Karena dalam perlombaan ini selain kecerdasan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para juri, juga dibutuhkan ketangkasan dan kejelian. Hal inilah yang memnbuat perlombaan ini sangat sayang untuk di lewatkan.

Ustadah Indah dan Ustadah Hj Amafita menjadi juri untuk tingkat SLTA sedangkan tingkat SLTP yang menjadi juri adalah Ustadzah Siti Badriyah dan Ustadzah Dini.

Adapun ketentuan perlombaannya ada tiga tahap. Pertama, setiap kelompok di haruskan untuk mengambil soal yang telah disediakan oleh panitia, setelah itu soal lemparan menjadi tahap kedua, dan tahap ketiga adu ketangkasan dan kecepatan. Dalam hal ini, kelompok yang jeli dan tangkas yang akan memperoleh poin lebih.

Tidak hanya peserta yang merasa gregetan menunggu soal dibacakan oleh para juri, kebanyakan penonton juga menampakkan wajah penasaran. “aku juga ikut merasa penasaran dan ingin tau siapa diantara peserta yang bisa menjawab soal mengecoh dan ruwet itu” ungkap aisyah, salah satu penonton kepada Wartawan SJ.

Pada akhirnya, perlombaan dimenangkan oleh Lembaga SMANJ sebagai juara I, juara II diraih oleh Lembaga MA Negeri 1 Probolinggo dan juara III diraih oleh Lembaga MANJ. Sedangkan untuk tingkat SLTP, juara I diraih oleh Lembaga SMPNJ, juara II diraih oleh lembaga SMPNJ dan j+uara III diraih oleh Lembaga MTsNJ. (Sofatul Azizah, SJ)

Lomba Praktek Ibadah Warnai Harlah PP Nurul Jadid

Nurul Jadid.net- Dalam menyambut Haul dan Harlah ke 69, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, panitia mengadakan pelbagai macam perlombaan. Satu diantaranya adalah lomba praktek ibadah yang dilaksanakan di Mushalla Riyadus Shalihin, Kamis malam (22/03/2018).

Adapun praktek ibadah yang di lombakan meliputi shalat khauf, shalat istisqo, shalat Jumat, sholat tasbih, sholat ied dan sholat gerhana. Semua peserta khidmat mengikuti lomba itu. Hadir sebagai Juri Ustad Syaiful Bahri ( Wilayah J) dan Ustad Qusyairi (Wilayah J).

Lomba yang merupakan bagian dari devisi keagamaan tersebut, memiliki beberapa kriteria penilaian. Kriteria itu antara lain, praktek 50 %, materi 30% dan kesopanan 20%. Pesertanya umum dan maksimal berjumlah 8 orang.

Keluar sebagai juara I adalah Wilayah Al-Amiri (J). Zaid bin Tsabit (K) meraih juara II dan Wilayah MAK sebagai juara III. (Hasyim As’ari, SJ)

Lomba Mars dan Nasyid Acapela Meriahkan Harlah PP Nurul Jadid

Nuruljadid.net- Lomba Mars dan Nasyid Acapela meriahkan Hari lahir (Harlah) ke 69 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Minggu (15/04/2018). Lomba itu berlangsung Kamis (22/03/2018), sekira pukul 19.30 WIB di Pendopo Raya Wilayah Az-Zainiyah.

Santri putri yang menyaksikan aksi para peserta lomba, kompak ikut bersorak. Ini tidak terlepas dari peran beberapa lembaga yang wajib mengirimkan delegasi dua kelompok. Setiap kolompok terdiri dari tujuh orang.

Sementara itu, ketentuan penilaian lomba terdri dari mars 30%, keselarasan lagu 25%, kreativitas 25% dan kekompakan 20%. Atas penilaian juri, Ustadzah Firoh dan Ustadzah Ro’fah, juara I dengan poin 197 dimenangkan oleh Filda, delegasi MANJ.

Sementara juara II dengan poin 194 diraih oleh Firda, delegasi SMANJ. Juara ke III dengan poin 192 diraih oleh Silva, delegasi MANJ. Sebelumnya telah diselenggarakan beberapa lomba seperti yel-yel, tartil, debat dan masih banyak lagi lomba lainnya yang rutin dilaksanakan setiap tahun. (Sofa, SJ)

Perkuat Silaturrahmi, PP. Tebuireng Mengadakan Praktek Kunjungan Lapangan di PP. Nurul Jadid

Perkuat Silaturrahmi, PP. Tebuireng Mengadakan Praktek Kunjungan Lapangan di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Tebuireng tepatnya Mahasantri Ma’had Aly Semester 7 dan 8 selasa malam, (20/03/18). Kegiatan ini dilakukan untuk menerapkan hasil belajar mahasantri PP. Tebuireng di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Acara dibuka oleh Bapak A. Rofik, Kasubag Humas Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dan dilanjutkan dengan sambutan dari Perwakilan dari PP. Tebuireng dengan menyampaikan tujuan kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan Kegiatan ini diadakan untuk menjaga tali silaturahmi antara PP. Tebuireng dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Selain itu juga acara tersebut diadakan untuk melepas lima mahasantrinya di PPNJ untuk mengadakan PKL di PPNJ selama satu bulan. “Tujuan kami adalah mengantarkan mahasantri kami untuk melakukan PKL di PPNJ selama satu bulan,” ucap Ust. Abdul Halim Kepala diklat PP. Tebuireng.

Baliau juga menyampaikan salam dari pengasuh PP. Tebuireng akan keinginan Pengasuh untuk mengadakan Pelatihan dan Praktek Pendidikan ini di 40 pesantren Besar di Indonesia. “Sebenarnya Nurul Jadid adalah salah satu Pondok Pesantren yang ditempatkan untuk dijadikan PKL Pendidikan dari empat pondok lainnya,” tambah beliau.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan PP NJ, H. Faizin Syamweil dengan menyampaikan ucapan terima kasih telah dipecayai untuk menjadikan PPNJ sebagai tempat PKL.

“Permohonan Maaf kami sampaikan karena Pengasuh dan Kepala Pesantren tidak dapat menyambut secara langsung kedatangan kalian ,” tambah beliau untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada peserta dan Perwakilan dari PP. Tebuireng.

Setelah sambutan dari dua pihak selesai kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Bapak Ponirin Mika, dan ditutup dengan Ramah Tamah dengan Penampilan Profil empat Bahasa PP. NJ.

Setelah acara selesai, seluruh Mahasantri dari PP. Tebuireng diantarkan ke daerah PKL masing-masing oleh anggota protokoler putri PPNJ, yang diantaranya ada dua mahasantri di dalem barat dan tiga mahasantri di dalem timur. (Red)

Laziskaf Azzainiyah Luncurkan Program Perdana Santuni Mustahiq

Laziskaf Azzainiyah Luncurkan Program Perdana Santuni Mustahiq

nuruljadid.net – Senin, (19/02 s.d 01/03/2018), Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqah dan Wakaf (Laziskaf) Azzainiyah, lembaga Laziskaf PP Nurul Jadid, memulai kegiatannya pada tahun pertama ini dengan membagikan santunan bagi lansia (lanjut usia) di sekitar Pondok pesantren dan beasiswa pendidikan bagi putra-putri almarhum pengabdi Ponpes Nurul Jadid.

Santunan lanjut usia (lansia) diberikan kepada Ibu Hana salah seorang warga Desa Gerinting yang berusia 90 tahun dan berkebutuhan khusus. Sedangkan beasiswa pendidikan bagi putra-putri almarhum pengabdi Ponpes diberikan kepada keluarga-keluarga alm. Bapak Baidhowi (guru SMANJ), alm. Bapak Farid Murdianto (guru SMANJ), keluarga alm. Bapak Sanusi (karyawan UNUJA), dan keluarga alm. Bapak K.Hazin (dosen IAINJ dan kerabat keluarga Ponpes Nurul Jadid).

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Ponpes Nurul Jadid terhadap para pengabdi dan masyarakat sekitar. Kita berharap program ini bisa terus berlanjut kita jalankan, insya Allah,” tutur K. Muhammad Al-Fayyadl selaku Ketua Laziskaf Azzainiyah.

Bapak Ilham juga menyampaikan bahwa selain santunan bagi lansia dan beasiswa pendidikan bagi yatim-piatu pengabdi Ponpes Nurul Jadid, Laziskaf Azzainiyah juga mencanangkan program bantuan modal bagi usaha kecil dan bidang pertanian. (Red)

BLK Komunitas Nurul Jadid

BLK Komunitas Nurul Jadid

nuruljadid.net – Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang, mengadakan acara sosialisasi penyusunan program dan modul Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). acara tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai hari rabu 14 Maret 2018 sampai kamis 14 Maret 2018 bertempat di Aula UPT PK Jember

Untuk meningkatkan kualitas BLK Komunitas Nurul Jadid dalam memenuhi standa penyusunan program dan modul pelatihan berbasis kompetensi, dua orang instruktiur dan pengelolah BLK Komunitas Nurul Jadid menjadi salah satu peserta dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Bapak Suparno selaku kepala seksi pelatihan dan sertifikasi Jember menyampaikan agar selama pelatihan peserta mampu mengikuti pelatihan dengan baik. “Pelatihan ini, nanti semoga bisa menjadi pedoman bagi kita untuk mensukseskan pelayanan kepada masyarakat”. Harapnya

Sementara Menurut Bapak Drs. Arif Gunawan selaku kepala Program dan Pemberdayaan dalam sambutuannya menegasakan kepada peserta bahwa BBPLK Semarang merupakan sebuah induk dari semua LPK.

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan secumpu harapannya kepada peserta agar menggunakan waktu sebaik-baiknya dalam mengikuti pelatihan ini serta bisa meningkatkan kompetensi dan rasa tanggung jawab. “ Tugas kita tidak mudah, peserta harus memikirkan tindak lanjut seusai mengikuti pelatihan,” Tandasnya.

Selain itu, menurutnya  hal yang sangat perlu di perhatikan yaitu mengenai pengelolaan dan pelaporan dana, beliau juga berharap agar dana LPK dari APBN harus bisa dilaporkan secara terperinci dan transparan. “ lebih berhati-hati dan jangan pernah bermain-main dengan pengeluaran dana,” Pungkasnya.

Meriahkan Dies Maulidiyah dengan Seminar Ruqyah Masal

Meriahkan Dies Maulidiyah dengan Seminar Ruqyah Masal

nuruljadid.net – Setelah seremonial acara Ruqyah Hilal kemudian dilanjutkan dengan Seminar Ruqyah Masal yang diadakan untuk mengobati santri dengan ayat-ayat AlQur’an dalam memperingati Dies Maulidiyah Pusat Pendidikan Ilmu AlQur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Jum’at (16/03).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Oleh Ust. Gufron, Salah satu Dewan Asatid Wilayah PPIQ yang memulainya dengan Pembacaan AlFatihah kemudian yang dilanjutkan dengan Penyajian dari beberapa penyaji pada acara tersebut.

Ruqyah Masal adalah Kegiatan yang mulia karena mengandung ayat-ayat alQuran. “Sebenarnya kegiatan ini sangat mulia dilakukan oleh para santri untuk mengobati penyakit-penyakit yang masuk dalam tubuh kita,” ungkap Ust. Hasan Ahmad Basri saat memberikan penyajian di depan peserta Ruqyah Massal.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Empat penyaji dari beberapa daerah, yang pertama Hasan Ahmad Basri, Alumni MAK berasal dari daerah Bondowoso . Yang disebut dengan julukan Joyoleno. Kemudian dilanjutkan dengan Penyaji kedua yakni dari Alumni PPIQ, Ust. Rizqullah, Ketua Keluarga Besar Ruqyah Aswaja Lumajang.

Dilanjutkan dengan Penyaji Ketiga yakni dari Ketua Jam’iyah Ruqyah Aswaja Probolinggo, Ust. Iqbal. Dan kemudian diakhiri oleh Ust. Imam Supriadi, S.H.I, M.A, Ketua Jam’iyah Ruqyah Aswaja Bondowoso yang dijuluki oleh KJRA Gerbong Maut.

Dies Maulidiyah, PPIQ Adakan Seremonial Ruqyah Masal

Dies Maulidiyah, PPIQ Adakan Seremonial Ruqyah Masal

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu AlQuran (PPIQ) mengadakan acara Seremonial Ruqyah Massal yang bertempat di Auditorium Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton Probolinggo pada Jum’at Kemarin (16/03/18) Dalam Rangka memperingati dies Maulidiyah PPIQ.

Kegiatan yang dimulai dengan pembacaan Ayat suci alQuran tersebut berjalan dengan khidmat dan dilanjutkan dengan Pelantunan Mars PPNJ yang dipimpin langsung oleh peserta didik PPIQ. Sambutan Hangat dan permohonan maaf terlantun dari lisan ketua panitia acara Dies Maulidiyah PPIQ setelah beliau melantunkannya.

Acara tersebut pertama kali diadakan di PPNJ terutama di PPIQ  menanganai problematika santri saai ini. “Acara ini dilakukan perdana di PPIQ lebih-lebih di PPNJ untuk mengatasi masalah kalian, santri PPNJ saat ini,” Ucap beliau saat memberikan sambutan di depan jamaah ruqyah masal.

Begitu juga untuk memperingati Dies Maulidiyah PPIQ. “Begitu juga acara ini diadakan untuk memperingati Dies Mauliyah PPIQ yang Ke-24 yang diadakan secara seremonial pertama kali selama ini,” Sambung beliau saat memberikat sambutan pada acara seremonial tersebut.

Kegelisahan peserta di era globalisasi ini membuat direktur dan dewan direktur terdukung untuk mengadakan acara ini. Direktur PPIQ, H. Rusydi Aziz memaparkan “Kegelisahan seorang pengurus PPIQ pada era melinial yang stres, galau, dll dikarenakan mengecilnya dunia  di era globalisasi ini,” utas beliau saat memberikan sambutan.

Untuk memulai serangkaian Dies Maulidiyah PPIQ, direktur PPIQ Sekaligus membuka acara dengan basmalah dan diikuti oleh semua Direktur, Asatid PPIQ dan Seluruh Hadirin yang hadir dalam acara Ruqyah Massal tersebut.

Setelah sambutan dari Ketua panitia dan Direktur PPIQ, kamudian Acara tersebut kemudian ditutup dengan Tawassul dan Berdo’a yang dipimpinan oleh Ust Hasan Basri, Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Sekaligus menjadi Penyaji pada acara tersebut.

Upaya Bangun Desa, Pesantren Nurul Jadid Ikuti Sekolah Transformasi Sosial Riset dan Pengembangan Teknologi Desa

Upaya Bangun Desa, Pesantren Nurul Jadid Ikuti Sekolah Transformasi Sosial Riset dan Pengembangan Teknologi Desa

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan atau yang lebih dikenal dengan LPTP, meluncurkan sebuah program Sekolah Transformasi Sosial Riset dan Pengembangan Teknologi Desa. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai Maret hingga Juni nanti.

Menurut ketua yayasan LPTP, Ahmad Mahmudi, yang menjadi prioritas kegiatan tersebut adalah bagaimana peserta dapat mengetahui masalah dan potensi masyarakat yang tinggal di desa. Selama satu pekan peserta akan dibekali pelbagai materi sebelum peserta nantinya praktik dilapangan. Adapun materi yang akan diberikan diantaranya: Metodelogi Riset Partisipasi; Strategi Pengorganisasian Masyarakat; Penerapan Sistem Pangkalan Data dan Informasi; Pengembangan Riset dan Inovasi Bidang Pertanian, Peternakan dan Perkebunan; Riset dan Inovasi Energi Pedesan.

Jadi, “kalau peserta sampai selesai mengikuti kegiatan ini maka akan menguasai sistem ilmu pangkalan data dan Ilmu kemasyarakatan,” ungkap Mahmudi ketika memberikan sembutan pada acara pembukaan pelepasan peserta Sekolah Tranformasi Sosial dan Pengembangan Teknologi Desa, Jumat (8/3/18) di gedung LPTP, Solo, Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut Mahmudi juga menegaskan bahwa kegiatan LPTP tidak punya afiliasi untuk kepentingan politik tapi murni untuk belajar dan mengetahui masalah dan potensi masyarakat yang tinggal di desa. Dihadapan peserta ia berharap supaya peserta bisa berkontribusi kepada masyarakat ketika pulang ke daerahnya masing-masing.

Sebelumnya, terdapat delapan belas orang yang mendaftar Sekolah Tranformasi Sosial dan Pengembangan Teknologi Desa. Dari depan belas peserta kemudian disaring menjadi lima peserta.  Salah satunya, Abd. Rahman, pengurus bidang Pengembangan Pesantren dan Masyarakat Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim. (Abd. Rahman)