Sambutan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid dalam Acara Workshop dan

Membangun Organisasi Baik Melalui Manajemen Apik

nuruljadid.net – Sejak bulan Juli 2017 hingga Maret 2018 Pondok Pesantren Nurul Jadid telah melakukan beberapa perubahan dan perkembangan terutama dalam hal manajemen pesantren yang diawali dengan perencanaan tahunan. Selasa (13/03/2018) PP. Nurul Jadid mengadakan workshop dan sosialisasi peraturan pesantren kepada seluruh pimpinan dan pengurus pesantren yang bertempat di Aula Pesantren.

Dalam pelaksanaannya, Kepala Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid turut hadir untuk membuka secara simbolis kegiatan ini namun sebelum itu, beliau memberikan sambutan kepada peserta workshop dan sosialisasi.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa perkembangan yang selama ini diikhtiarkan bersama merupakan sebuah hal yang positif dan harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman.

“kami bersyukur dengan perkembangan yang ada. Dan kami belajar sejak bulan Juli 2018 hingga sampai saat ini. diawali dengan belajar tentang perencanaan, hari ini kita kembali melakukan ikhtiar untuk melakukan implementasi penataan, pelaksanaan dan pengawalan program serta pengawasannya” ujar Kepala Pesantren.

“tanda – tanda istiqomah sudah mulai terlihat di pesantren dan itu merupakan sebuah perkembangan yang baik dan kita sebagai pengurus harus bersyukur tentang perkembangan yang telah kita lakukan walaupun itu kecil. Prencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi ini merupakan sebuah alur organisasi” imbuh beliau.

Yang tak kalah penting dari sebuah organisasi adalah administrasi. Hal itulah yang mendasari kegiatan ini untuk kemudian disahkan dan diimplementasikan serta diawasi bersama oleh pengurus.

“administrasi merupakan suatu keharusan dalam organisasi. Kita coba menata bagaimana semua aturan yang telah disepakati bersama agar tetulis. Bagaimana kita saling memahami dan mencerna dari apa yang telah kita putuskan bersama” cakap KH. Abdul Hamid Wahid.

Semua yang telah dan akan dilakukan oleh pesantren merupakan langkah demi langkah untuk menuju keutuhan dan kesempurnaan. Oleh karena itu, Kepala Pesantren mengatakan bahwa kita akan berbagi tugas dan peran serta sekapat untuk mengawal pesantren ini dengan penuh tanggung jawab dari segi kuantitas maupun kualitas. Dan kita juga harus ikut melaksanakan dan menjaga apa yang telah kita sepakati bersama.

Diakhir sambutan Kepala Pesantren, beliau mengutip sebuah filosofi dari lidi.

“Satu lidi itu mampu dipatahkan dengan mudah, sedangkan jika lidi itu banyak, maka akan sangat sulit untuk dipatahkan” ujar beliau.

“kita ini hanya berikhtiar untuk melakukan sebuah perubahan menuju kesempurnaan. Kita juga berharap agar apa yang telah kita lakukan itu bisa menghasilkan hal yang baik. Namun segala sesuatu yang lebih baik itu hanyalah milik Allah semata” cakap beliau mengakhiri sambutannya. (Qz/Red)

Manajemen Modern Melalui Workshop dan Sosialisasi Peraturan

Manajemen Modern Melalui Workshop dan Sosialisasi Peraturan

nuruljadid.net- sebagai bahan untuk mengawali administrasi dan peningkatan kualitas kinerja pengurus pesantren maupun lembaga yang lebih baik di lingkungan Pondok pesantren. Selasa, (13/03/2018) Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan acara Workshop dan Sosialisasi Peraturan di Aula Pesantren.

Adapun beberapa peraturan yang disosialisasikan pada acara workshop ini meliputi; bidang keuangan, administrasi, bimbingan konseling, kepegawaian, kepengawasan, bimbingan konseling dan tatib pesantren.

Berkenaan dengan tujuan dari diadakannya acara ini, ketua panitia Bapak Ali Wafa Sutomo menyampaikan dalam sambutannya bahwa workshop dan sosialisasi ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan manajemen modern yaitu the person follow the form yang nantinya disepakati dan dilaksanakan bersama oleh forum rapat.

Hal ini sejalan dengan penyampaian yang disampaikan kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid bahwa acara ini merupakan langkah awal kita menuju keutuhan dan kesempurnaan. Melakukan penataan administrasi yang memang menjadi suatu keharusan untuk dicoba dan ditata sehingga semua aturan itu bersifat tertulis.

“ini merupakan suatu perkembangan yang positif sehingga diharapkan semua pihak bisa saling memahami dan mencerna apa yang telah diputuskan,” tambah beliau.

Kegiatan berjalan dengan khidmat dan seksama dengan dihadiri jajaran kepala-kepala Biro, sekretaris, bendahara dan seluruh kepengurusan di pesantren maupun lembaga.

Segenap kepengurusan dari pelbagai wilayahpun turut menghadiri undangan dalam acara kali ini, baik putra maupun putri.(Red)

Program Baru Pesantren Untuk Kesejahteraan Santri

Program Baru Pesantren Untuk Kesejahteraan Santri

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan yang diketuai oleh K. Imdad Robbani terus melakukan perubahan – perubahan untuk mensejahterahkan para santri. Salah satu program yang diluncurkannya ialah indekost makanan untuk para santri.

Program tersebut disampaikan oleh K. Imdad Robbani di Masjid Jami’ Nurul Jaidd dalam penyampaiannya, beliau berkata bahwa tujuan program tersebut ialah untuk menertibkan kegiatan – kegiatan harian santri.

“jadi dalam rangka berkhidmat, sahabat -sahabat santri sekalian diaturlah seperti ini (indekost makanan para santri.red) yang tujuannya untuk menertibkan kegiatan dan pengurus biar mudah mengatur para teman – teman santri untuk melakukan kegiatan pesantren,” tutur beliau, Ahad (11/03/18).

Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa pembayaran dapat disetorkan kepada pengurus wilayah masing – masing.

 “untuk pembayaran itu silahkan membayar kepengurus wilayah masing – masing nanti kedepan pembayaran itu bisa disetorkan dibank dan bukan hanya makanan saja nanti kedepannya semua kebutuhan santri itu tidak menggunakan uang tunai(cashless),”imbuh beliau.

akhir tausiyah beliau menyampaikan bahwa program tersebut telah diketahui dan mendapat izin dari Pengasuh dan Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid.(ahmad)

Seuntai Tujuan Dan Harapan dalam Kegiatan Gebyar

Seuntai Tujuan Dan Harapan dalam Kegiatan Gebyar

nuruljadid.net – tak melewatkan moment penting penuh semarak pagi ini, beberapa tujuan harapan disampaikan oleh Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Ketua Panitia Gebyar Olimpiade dan pekan bahasa kepada team NurulJadid.net.

Mengawali tujuan dan harapan kegiatan, Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Bapak Lukman Hakim, S.Kom menuturkan arah diadakannya kegiatan ini adalah tidak lain untuk mengasah skill keilmuan para siswa didik sebagai kader pemimpin dimasa yang akan datang.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk mengembangkan dan mempertajam skill para siswa dalam pendidikan adapun pendidikan yang dimaksudkan ialah skill keilmuan anak – anak,  baik itu dalam bidang kebahasaan maupun skill yang lain,”tuturnya saat diwawancarai oleh wartawan nuruljadid.net.

“jadi kami ingin anak – anak di era sekarang itu mendapatkan pembangunan karakter yang tepat seperti yang kita ketahui sekarang ini jamannya bebas tantangan juga semakin berat jadi kami ingin berpartisipasi dalam menyiapkan kader bangsa yang sekiranya selaras dengan islam dan mampu bersaing,”imbuh beliau.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan se-jawa timur dengan lintas etnis, suku dan agama ini ialah untuk mengaharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“intinya kami ingin mensyiarkan islam berupa acara yang seperti ini disamping untuk memberikan kontribusi dalam hal pendidikan tapi juga dalam hal mengharumkan nama pesantren dan agama islam secara umumnya,”ucapnya.

Hal itu setala dengan tujuan dan harapan dari Ketua Panitia, Fajrul Alfarisi.

“Tujuan dari diadakanya gebyar SMANJ yaitu untuk meningkatkan perkembangan dan  meningkatkan pembangunan bangsa untuk masa depan yang cerah dan juga untuk meningkatkan tali silaturrahmi antar pelajar se-jawa timur khususnya dengan lembaga SMANJ dan PPNJ diluar dan di Provinsi jawa timur,”Papar Siswa SMANJ tersebut. (Red)

 

 

Nuansa Bhineka Tunggal Ika di Gebyar SMANJ

Nuansa Bhineka Tunggal Ika di Gebyar SMANJ

nuruljadid.net- Gebyar SMA Nurul Jadid kembali menyemarak di Nurul Jadid Pagi ini. Tampak kerumunan orang berlalu lalang di halaman sekolah. Dari yang muda hingga yang tua. Spanduk besarpun terpampang megah menyambut kedatangan para tamu.

Sebagai puncak rangkaian acara gebyar, Sekolah Menengah Atas Nurul Jadid (SMANJ) menggelar Gebyar Olimpiade dan Pekan Bahasa Inggris yang diikuti oleh segenap siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) se-jawa timur yang bertempat di SMANJ, Minggu (04/03/2017).

kegiatan ini diikuti oleh beberapa sekolah tingkat SLTP sederajat yang ada di provinsi Jawa timur. Adapun jenis perlombaan yang diadakan adalah olimpiade dan bahasa inggris. Olimpiade meliputi bahasa inggris, IPA, IPS, dan Matematika. Sedangkan pekan bahasa inggris meliputi lomba Speech Presentation, Spelling Bee, Poetry, dan Telling Story.

Antusias dan partisipasi beberapa lembaga pendidikan terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti lomba cukup spektakuler. Jumlah peserta lomba yang diperoleh dari daftar hadir peserta lomba mencapai 292 peserta dengan rincian sebagai berikut :

  1. Speech : 26 peserta
  2. Spelling bee : 17 peserta
  3. Poetry : 11 peserta
  4. Telling story : 35 peserta
  5. Olimpiade bahasa inggris : 49 peserta
  6. Olimpiade IPA : 65 peserta
  7. Olimpiade IPS : 34 peserta
  8. Olimpiade Matematika : 55 peserta

Nuansa berbeda terlihat apik dalam kegiatan ini, karena tidak hanya sebatas untuk menggali potensi dan meraih prestasi tapi lomba ini juga sebagai bentuk toleransi terhadap edukasi. Hal ini terlihat dari peserta lomba yang tidak hanya dari lembaga pendidikan muslim semata, tapi juga berasal dari lembaga pendidikan non muslim. Contohnya peserta lomba delegasi dari SMP Immanuel Situbondo. Mereka begitu antusias dalam mengikuti semua jenis lomba yang diadakan. (Red)

Kenalkan Madrasah, MANJ Adakan Gebyar Olimpiade

Kenalkan Madrasah, MANJ Adakan Gebyar Olimpiade

nuruljadid.net Selasa (27/02) Dalam upaya memperkenalkan madrasah, Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) menggelar Gebyar Olimpiade (GO) yang diikuti oleh siswa siswi sekolah atau pun Madrasah tingkat SLTP se- Probolinggo.  Hal tersebut juga menjadi ajang silaturrahmi Sekolah dan Madrasah tingkat SLTP se- Probolinggo.

Acara GO itu meliputi pelbagai lomba yakni, Lomba Musabaqoh HIfdzil Qur’an (MHQ), lomba MIPA, dan lomba IPS. Ustadz Ponirin Mika selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan tersebut memiliki beberapa tujuan menjadikan acara tersebut sebagai ajang menggali potensi dan bakat siswa-siswi se- Probolinggo.

Acara tersebut dimulai pada pukul 08.30-16.30 WIB itu dikemas dengan pembukaan di Auditorium utama MANJ. Selepas acara pembukaan usai, panitia membacakan Technical Meeting (TM) seluruh lomba, adapun untuk lomba MHQ tersebut bertempat di Auditorium, sedangkan bagi peserta lomba MIPA dan IPS bertempat di dalam ruang kelas.

Teknik lomba MIPA dan IPS dimulai dengan penyisihan dengan waktu 120 menit. Kemudian bagi peserta yang dapat dikategorikan lolos ke babak selanjutnya adalah yang mendapatkan 10 peringkat tertinggi. Sedangkan lomba MHQ, langsung diumumkan pada waktu penutupan.

Setelah babak penyisihan usai, seluruh peserta dapat beristirahat santai. Namun, hal itu dimanfaatkan oleh siswa MANJ dengan menunjukkan hasil karyanya di stand Expo. Mulai dengan arsip Koran Siswa MANJ, arsip majalah Kharisma , berbagai eksperimen dan budidaya jamur dari program IPA serta penjajalan buku dari program keagamaan.

Sembari menunggu pengumuman hasil babak penyisihan, seluruh peserta diarahkan menuju Auditorium MANJ kembali. Dengan adanya sedikit waktu, Kharisma Tv menunjukkan hasil karyanya dihadapan seluruh peserta demi menghibur kekosongan waktu tersebut.

Tepat pukul 13.00 hasil babak penyisihan lomba MIPA dan IPS sudah terpampang. Kemudian bagi peserta yang lolos ke babak selanjutnya diarahkan menuju ruang kelas kembali. Panitia memberikan waktu durasi 90 menit untuk mengerjakan soal babak final.

Dengan hati yang penuh penasaran untuk menanti hasil babak final, para peserta diarahkan kembali menuju auditorium MANJ. Siswa MANJ pun turun aksi menghibur seluruh peserta dengan pelbagai penampilan, yakni penampilan Hadrah An-Nahdlo, dramatisasi puisi serta pantomim. Sesudah seluruh penampilan usai, acara dilanjutkan dengan penutupan yang diisi dengan pengumuman hasil babak final.

Bapak Muhammad Naim selaku WKM Kurikulum mengungkapkan, walupun dengan waktu yang terbatas, GO berjalan dengan lancar dan sukses dan akan menjadi event tahunan MANJ. “Kegiatan GO ini insyaallah akan menjadi event tahunan dari MANJ,”  ujar pria berkelahiran Situbondo. (df4)

Seminar motivasi SMANJ

Seminar Motivasi “Menjadi Pemuda MICIN di Era Kids Zaman Now”

nuruljadid.net- setiap manusia ingin menjadi sosok dewasa, mandiri, kreatif, inovatif dan berjiwa nasionalis. Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk meraihnya. Sehingga diperlukan semangat dan motivasi yang kuat.

Sebagai ajang motivasi dan peningkatan semangat generasi bangsa, khususnya para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. SMA Nurul Jadid mengadakan kegiatan gebyar yang dikemas dalam acara “Seminar Motivasi” dengan tema “Menjadi Pemuda MICIN (Mature, Independent, Creative, Innovative Nasionalist) di Era Kids Zaman Now.” Minggu, (25/02/2018) di Aula Unuja.

Kegiatan ini dihadiri dewan pengasuh KH. Makki Maimun Wafi, Sekretaris Pesantren Bapak H. Faizin Syamwiel, M. Pd., segenap guru dan karyawan SMANJ, para undangan, serta santri putra maupun putri.

Ketua panitia Fajrul Alfarisi menyampaikan tujuan dari kegiatan Gebyar SMANJ adalah sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahim antar pelajar.

Wakil kepala sekolah SMANJ juga turut menyampaikan harapannya, “diharapkan dari kegiatan ini para santri mendapat hal-hal baru sehingga bisa menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

“Dari tema seminar kali, diharapkan bisa memberikan motivasi kepada santri agar kembali menyadari jati dirinya sebagai pemuda bangsa Indonesia yang merdeka dan mandiri,” harap Mantan Kepala SMANJ sekaligus Sekretaris Pesantren.

“Seminar ini diharapkan pula akan memunculkan gagasan-gagasan baik sehingga menjadi pemuda yang bisa menyikapi yang terus berubah.” Tambah beliau.

Beliau menyampaian kesimpulan dari beberapa tujuan dan harapan yang disampaikan adalah “dimana nilai-nilai pendidikan yang akhir-akhir ini telah pudar, bisa tertata kembali. Sehingga nilai pendidikan tidak lagi sekedar menjadi instrument untuk mencari ijazah. Tetapi bisa menjadi wadah untuk menata moral dan akhlak yang lebih baik.”(NakBali/Ahmad)

Nuansa Berbeda di Pembukaan Bulan Lomba Haul dan Harlah ke 69

Nuansa Berbeda di Pembukaan Bulan Lomba Haul dan Harlah ke 69

nuruljadid.net – Sebagai rangkaian acara untuk memeriahkan Hari Lahir (HARLAH) Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ke 69, Panitia Harlah PP. Nurul Jadid ke 69 mengadakan pembukaan Bulan Lomba pada hari Kamis, (22/02/2018) Di Depan Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dengan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pembukaan bulan lomba kali ini diadakan secara serentak dengan dihadiri segenap santri putra dan putri.

Dihadiri pula oleh sekretaris pesantren bapak Faizin Syamwiel, M.Pd., ketua Badan Koordinasi Olahraga Santri (BKOS) KH. Maimun Wafi, serta segenap panitia dan pengurus wilayah.

Ketua Panitia Bulan Lomba Zainullah Aswi menyampaikan bahwa bulan lomba ini merupakan wadah penyalur bakat santri baik dalam bidang keagamaan, keilmuan dan keolahragaan.

“semoga seluruh santri dapat mengikuti perlombaan ini dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas serta persiapan yang matang. Karna kunci terpenting adalah bukan terletak pada kemauan untuk menang. Melainkan kehendak untuk mempersiapkan kemenangan,” harapnya.

Sekretaris pesantren bapak Faizin Syamwiel, M.Pd. juga menyampaikan bahwa kegiatan bulan lomba ini merupakan suatu ajang untuk menunjang prestasi para santri baik dibidang akademik maupun non akademik. “bahkan kegiatan bulan lomba ini bisa dikatakan sebagai puncak seleksi prestasi santri. Sehingga diharapkan bisa terus meningkat pada tingkat yang lebih tinggi baik regional bahkan nasional.”

Ada tiga bidang yang dilombakan pada bulan lomba ini. Yakni bidang keilmuan, keagamaan, dan keolahragaan.

“lebih-lebih prestasi yang harus kita tingkatkan adalah prestasi dibidang keagamaan. Dapat menampakkan diri kembali ke permukaan untuk tampil dan unggul dalam prestasi keagamaan,” tambah beliau.

Haul dan harlah ke-69 ini merupakan umur yang cukup dewasa bagi pesantren. Dengan kedewasaan ini, diharapkan dapat menambah kedewasaan para pengurus, para pembina dan lebih-lebih para santri. “kedewasaan yang dibuktikan dengan kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua aturan pondok pesantren.” Tutur beliau.

Penulis : ahmad & NakBali

Editor : Muhammad Nuris

Baru di Bentuk, UKM Hadrah UNUJA Berhasil Mengukir Prestasi

Nurul Jadid.net-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Hadrah Basyirun Nabi, Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, berhasil meraih harapan dua dalam lomba seni pentas Sholawat Al-Banjari se-Jawa Timur yang diadakan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Selasa (20/02/2018).

Dengan terbentuknya UKM Hadrah ini harapannya Mahasiswa UNUJA dapat belajar serta dapat mengembangkan bakat minatnya dalam keseniaan islam dengan sholawat, lelebih yang sudah pernah belajar seni sholawat dan hadrah.

Keberhasilan ini,  menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Nurul Jadid. Seperti yang diutarakan Warek III, M Noer Fadli Hidayat “Saya merasa bersuyukur atas juara harapan dua yang dirai oleh Hadrah Basyirun Nabi. Sebagai UKM baru yang dibentuk satu bulan lalu, Hadrah Basyirun Nabi telah mempersembahkan kado terindah untuk Universitas Nurul Jadid,” ujarnya.

Selain itu juga, Beliau mengatakan keberhasilan teman-teman Hadrah ini, menjadi cambuk semangat bagi mahasiswa lain agar terus bersaing dalam meraih prestasi. Demi meningkatkan kualitas mahasiswa UNUJA di kancah persaingan nasional. (Arwin)

Belajar Design Grafis, Mahasiswa UNUJA Respon Dunia Cyber

Nurul Jadid.net-Beralihnya teknologi mesin pada jaringan internet atau lebih dikenal dengan dunia Cyber memicu tuntutan kreatifitas. Salah satunya urgensi desain grafis dalam mengemas informasi agar efektif dan efisien, sesuai kebutuhan masyarakat dewasa ini.

Dalam dunia Jurnalisme, perusahaan media mainstream dinilai sukses bukan hanya dilihat dari oplah yang dicetak, melainkan juga dituntut untuk memperbaiki tampilan dan konten berita. Hal yang sama juga berlaku bagi para jurnalis. Mereka dituntut harus multitalenta, mumpuni dalam tulis menulis, bisa membuat video dan design grafis.

Maka dari itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nurul Jadid bekerja sama dengan halaqoh BEM Pesantren Nasional, Humas Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo menyelenggarakan sekolah desain grafis, Selasa (20/02/2018) di laboratorium Fakultas Teknik UNUJA.

Hadir sebagai narasumber anggota komunitas Santri Design Community (SCD) yakni Zidmi Nafi Akbar dan Dodi Nur Cahyo. Adapun peserta terdiri dari 50 orang putra dan putri yang terbagi dalam dua ruangan.

Menurut ketua panitia ngaji media sosial, Rusli, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mewadahi santri yang minat design grafis. “Tujuannya adalah memberi pelatihan serta membekali peserta agar turut mewarnai dunia virtual saat ini sesuai tuntutan zaman,” katanya

Peserta pelatihan kelas design grafis, Adul Hafid, mengaku sebagai pemula, senang mengikuti kegiatan ini. “Lebih banyak tahu model design baru, pemilihan font dan warna yang tepat. Bagi pemula kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat,” ungkapnya.

Setelah kegiatan ini selesai, kedepan akan dilakukan tindak lanjut pendalaman (followup) ilmu tentang video grafis, photografi dan design grafis.

Penutupan Tashhih II PPIQ

Two in One! Pesan dan Motivasi di Malam Penutupan

nuruljadid.net – Acara penutupan tashhih season II diakhiri dengan tausyiah oleh Bapak H. Rusdi Aziz, direktur utama Pusat Pendidikan Ilmu Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ada beberapa poin penting beliau yang dikemas dalam sebuah pesan dan motivasi kepada segenap santri putra peserta didik PPIQ.

“berbahagialah bagi anak-anak yang hari ini sedang belajar al-Qur’an dan menghafalnya. Karena dengan itu, sesungguhnya kalian sedang memberikan persembahan terindah kepada orang tua kalian baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Sehingga janganlah mengeluh, dan berputus asa,” Cakap Direktur.

“Selain itu, kalian juga beruntung hari ini ada di PPIQ. Karena pada dasarnya kalian sedang berjuang mengabdikan diri, menjaga dan mengamalkan kitab Allah,” tambah beliau.

Disela tausyiah, beliau mengutarakan sebuah cerita yang memberikan gambaran tentang pentingnya menjaga tiga hal. Pertama, menjaga sholat. Kedua, mematuhi perkataan ulama. Ketiga, membayar zakat.

“seberapapun alimnya seseorang, dan seberapapun banyaknya hafalan. Janganlah sekali-kali kita sombong dan membanggakan diri. Karena semuanya adalah karena kehendak Allah. Maka tetaplah bertawadhu’ dengan selalu mengandalkan Allah,” Ujar beliau diakhir tausyiah. (Qz/NakBali)

Penutupan Tashhih II PPIQ

Bersama PPIQ, Bermetode Lawas Lahirkan Santri Cerdas

nuruljadid.net – Masih dalam nuansa Penutupan Tashhih Season II PPIQ Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tak melewatkan moment, beberapa harapan diungkapkan Ustadz Syaiful Rizal direktur pelaksana disela sambutannya.

Direktur Pelaksana PPIQ mengatakan bahwa dijaman sekarang sudah banyak metode yang dapat memudahkan para santri bahkan khalayak umum untuk menghafal Al – Qur’an. Namun, selama ini di PPIQ masih mempertahankan metode lawas. Metode inilah yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

“meskipun metode tahfidz yang ada di PPIQ itu sederhana dan sudah lawas, tetap harus dilestarikan dan dikembangkan. Sehingga dari metode sederhana ini, akan melahirkan kembali generasi-generasi cerdas yang hafal dan faham Al-Qur’an,” Cakap Direktur Pelaksana PPIQ.

“Dari metode yang sudah ada, Kita pun harus tetap dan terus berbenah. Mengembangkan diri sehingga nantinya dapat turut serta bersaing di kancah era globalisasi yang semakin memanas. Metode yang kita milikipun nantinya dapat digunakan oleh lembaga-lemabaga lain yang ada di dalam maupun di luar pesantren,” tambah beliau.

Sambutan beliau tutup dengan satu harapan besar bahwa, “saya mencanangkan kembali adanya kegiatan wisuda sebagai ajang revitalisasi (penghidupan kembali) bagi PPIQ sendiri yang sudah lama vakum.”

Rangkaian kegiatan dimana para peserta didik diuji dihadapan ribuan santri lainnya dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penguji. Dari kegiatan ini kemudian kualitas peserta didik PPIQ akan lebih meningkat lagi.

Karena itu sudah saatnya PPIQ bangun dari tidur lelapnya. Berbenah, bangkit, dan mengembangkan diri,” Ucap beliau diakhir sambutan.

Penulis : QZ & NakBali

Editor : Muhammad Nuris

Penutupan Tashhih II PPIQ

PPIQ Adakan Penutupan Tashhih Season II

nuruljadid.net- Demi meningkatkan kualitas dan prestasi santri setelah menjalani proses pembelajaran di Pondok Pesantren, dipandang perlu mengadakan sebuah evaluasi dalam bentuk pelaksanaan ujian atau semacamnya. Baik secara tertulis maupun lisan. Hal ini semata-mata untuk mengetahui tolak ukur kemampuan santri dari ilmu yang telah dipelajari.

Proses itulah yang telah dilakukan oleh Lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid kepada segenap santri didiknya. Setelah proses ujian usai, Lembaga PPIQ mengadakan penutupan yang dikemas dalam acara ceremonial dengan menghadirkan direktur utama Bapak H. Rusdi Aziz, S.Ag, sebagai penceramah di AULA UNUJA Senin, (19/02/2018).

Acara penutupan berjalan lancar dan seksama dengan diikuti direktur pelaksana PPIQ ustadz Syaiful Rizal, dewan pengurus, dan segenap santri putra peserta didik PPIQ.

“tashhih ini selain sebagai ajang evaluasi bagi peserta didik, juga bagi pengurus dalam mengevaluasi perkembangan dan capaian proses pembelajaran yang telah dilakukan,” ujar direktur pelaksana PPIQ Bapak Syaiful Rizal dalam sambutannya.

Dorongan motivasipun tak terlewatkan dihaturkan dewan pengurus berupa apresiasi penghargaan berbentuk piagam dan piala yang diberikan kepada peserta didik berprestasi maupun teladan.

“Sehingga diharapkan dengan adanya apresiasi penghargaan ini, peserta didik termotivasi untuk terus bersaing menjadi lebih baik dari yang terbaik,” tambah beliau.

Oleh karena itu, “saya berharap kepada para peserta yang telah dinobatkan sebagai juara dan teladan pada malam hari ini, tidak cepat merasa puas dan bangga diri. Melainkan harus tetap dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Hingga pada akhirnya tidak hanya dapat bersaing dengan santri berprestasi yang ada di dalam, melainkan juga santri berprestasi di luar.” Semangat beliau di tengah acara.

Penulis : NakBali

Editor : Muhammad Nuris

Launching 5 Program

Al-Mawaddah Launching 5 Program Unggulan

nuruljadid.net- Pengembangan demi pengembangan terus dilakukan oleh berbagai lembaga informal yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebagai lembaga pendidikan yang berperan penting dalam peningkatan kualitas putra-putri bangsa dalam menyongsong masa depan yang berilmu dan berakhlaqul karimah.

Jum’at, (16/02/2018) wilayah Putri Almawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan terobosan terbaru melalui 5 program unggulan yang diresmikan langsung oleh Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. di Musholla Almawaddah.

Adapun 5 program tersebut adalah :

  1. Program Tahfidz Stifin
  2. Program Tahfidz Ekselensia
  3. Program Pelatihan Terjemah Qur’an(PPTQ)
  4. Program Intensif Kajian Kitab (PIKK)
  5. Program Pengembangan Bahasa Asing (PPBA)

Selain program unggulan diatas, wilayah Al Mawaddah juga memiliki program Umum yg harus dicapai oleh masing-masing program diantaranya :

  1. Character Building
  2. Leadership dan Management
  3. Pembiasaan bahasa asing (Arab-Inggris)
  4. Spiritual Class
  5. Relationship & Public Speaking
  6. Emotional Bounding
  7. Life Skill
  8. Outbound
  9. MEA (Mawaddah’s Education Award)

Tidak berhenti disitu saja, wilayah Al Mawaddah juga memberikan standart kompetensi umum kepada setiap program untuk dicapai oleh masing-masing santri.

  1. Santri mampu mengaplikasikan TRILOGI SANTRI (Melaksanakan Kewajiban Fardhu A’in, Mawas Diri dan Meninggalkan Perbuatan Dosa Besar Serta taat Kepada Allah dan berbuat baik pada sesama)
  2. Santri memiliki kesadaran Beragama, Berilmu, Berorganisasi, Berbangsa dan Bernegara serta kesadaran Bermasyarakat (PANCA KESADARAN SANTRI).
  3. Santri mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam kehidupan sehari-hari
  4. Santri memiliki mental yang kuat dan menjadi pemimpin yang berkarakter, Visioner, berwawasan luas dan siap menjadi Khodim Al Ummah
  5. Santri memiliki rasa percaya diri dan skill yang cukup dalam berkomunikasi di depan forum dan di tengah-tengah masyarakat.

Editor : Muhammad Nuris

Ngaji Sosmed

Pondok Pesantren Nurul Jadid Pelopori Media Centre Pesantren

nuruljadid.net – Ahad, (18/02/2018), Ratusan santri dari berbagai kalangan menggelar acara “Ngaji Medsos”, dengan tema “Santri Milenial, Cerdas Bermedia Sosial” , bertempat di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Pesertanya adalah santri mahasiswa perwakilan sejumlah pesantren yang tergabung dalam Halaqoh BEM Pesantren Se Indonesia.

Narasumbernya antara lain Usmayadi, Ketua LTN PBNU Jakarta. Mohamad Sururi, redaktur TV9 Surabaya. Muhamad Yasir Arafat, CEO Ala Santri. Dan Mahfudz Sunarjie, jurnalis NET TV.

Gelaran acara untuk menangkal hoax ini dipandu moderator Jurnalis Kompastv, Arief Hidayat.

“Kegiatan ini bisa memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam dunia medsos. Agar bisa berjejaring positif dan menjadi buzzer dalam penyebaran konten positif”, kata Nur Fadli Hidayat, wakil rektor III dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid.

Fenomena banyaknya berita hoax gampang dan cepat beredar. Belum sempat melakukan klarifikasi satu isu, timbul isu lain. Inilah yang jadi alasan acara ini digelar.

Melihat kebutuhan tersebut, Nurul Jadid akan mengawali sistem media centre yang akan menjadi corong bagi pesantren. “Ini bisa menjadi pilot project atau percontohan bagi seluruh pesantren di Indonesia”, imbuh Fadli.

Dalam presentasinya, Usmayadi, Ketua LTN PBNU, menjelaskan perlunya pesantren membuat media centre. Strukturnya terdiri dari diagram cyber. Ada Steering Commitee, ada unit advokasi, dan unit pengkaderannya. “Dalam unit pengkaderan ini diperlukan training atau pelatihan khusus untuk membentuk unit rekrutasi peserta baru”, katanya.

“Ini perlu penguatan kontens, penguatan literasi dan penguatan pengetahuan. Sebagai penguatan media counter, agar bisa menyeimbangi berbagai isu yang sedang viral,” tambahnya.

Adapun kunci aktivitasnya antara lain pusat informasi. Pusat kontrol. Dan unit rekrutasi atau pengkaderan.

Lalu bagaimana mengelola isu? Ini harus ada penguatan tim. Tim yang handal akan mudah mengelola isu dan menyiapkan isu tandingan.

Bagaimana mengkanter berita hoax yang tengah viral. Harus ada upaya klarifikasi. Secara judul, berita hoax biasanya bombastis. Isinya hasutan. Foto editan. Sehingga perlu cross check dengan berita lainnya.

“Tool dakwah terkini adalah Medsos (Fb, Twt, IG, red). Maka perlu penguasaan frame media. Sebab kondisi saat ini telah masuk era perang semesta. Semua orang diajak untuk terlibat media sosial. Mengkonsumsi informasi media. Disinilah perlunya upaya klarifikasi terhadap informasi yang beredar itu,” pungkas Cak Usma, sapaan akrab Usmayadi.

(Mahrus)