61 Santri Dikukuhkan, Gus Madarik Minta Istikamah Tababbur al-Qur’an

www.nuruljadid.net – Suasana khidmat menyelimuti acara pengukuhan lulusan Kelompok A Pembinaan Al-Qur’an yang digelar pada Selasa (12/5) malam. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni kelulusan biasa, melainkan momentum penting untuk mempertegas kewajiban setiap santri dalam mempelajari dan mencintai Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, ditekankan bahwa belajar Al-Qur’an memiliki cakupan yang luas, melampaui sekadar kelancaran membaca atau penguasaan hukum tajwid. Santri diharapkan mampu membaca dengan baik dan benar (tartil) serta mulai melangkah untuk memahami isi kandungan ayat-ayat suci tersebut agar tidak merugi selama masa menuntut ilmu.

“Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, ‘Sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an,’” ujar perwakilan pengasuh saat memberikan pesan kepada para lulusan.

Lebih lanjut, diingatkan kembali mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an di mana setiap hurufnya bernilai sepuluh kebaikan. Kedekatan dengan Al-Qur’an merupakan ciri khas para ulama besar sepanjang sejarah yang tidak hanya membaca, tetapi juga melakukan tadabbur atau perenungan mendalam.

Untuk mencapai pemahaman yang mumpuni, santri didorong untuk menempuh proses belajar yang berkelanjutan, meliputi pendalaman Bahasa Arab,Penguasaan Ilmu Alat, Kajian Ilmu Tafsir.

Berbeda dengan mukjizat para nabi terdahulu yang bersifat temporer, Al-Qur’an ditegaskan sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang tetap hidup hingga akhir zaman. Keistimewaannya terletak pada aturan membacanya yang terjaga serta cara pengamalannya yang sistematis.

Pihak pesantren memberikan pesan kuat agar jangan sampai santri menghabiskan waktu bertahun-tahun di pondok namun belum mampu mengaji dengan baik. Target utama dari pembinaan ini adalah mencetak santri yang lancar membaca dan, pada puncaknya, mampu mengajarkannya kembali kepada masyarakat.

Acara ditutup dengan kutipan hadis populer yang menjadi motivasi bagi seluruh santri: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Pengukuhan ini, diharapkan lahir generasi qur’ani yang ditengah-tengah kemajuan zaman.

Pewarta     : M.  Alief Hidayatullah

Editor        : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *