Cari Inspirasi Dakwah, LTM Sukodono Sidoarjo Bidik Ponpes Nurul Jadid Jadi Role Model Pengelolaan Masjid
www.nuruljadid.net – Lembaga Takmir Masjid (LTM) tingkat kecamatan Sukodono, Sidoarjo melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus studi manajemen ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pada Ahad (12/04/2026). Rombongan yang terdiri dari puluhan pengurus takmir ini bertujuan menimba ilmu tata kelola kemasjidan berbasis nilai-nilai kepesantrenan.
Ketua Rombongan, Ustaz Ibrahim, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan agenda rutin tahunan setiap bulan Syawal yang dilakukan dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Namun, bagi LTM Sukodono, ini adalah kali pertama mereka menginjakkan kaki di pesantren yang didirikan oleh KH. Zaini Mun’im tersebut.
“Kami datang untuk menimba pengetahuan agar para pengurus LTM dapat menjaga dan mengelola masjid supaya menjadi tempat untuk melestarikan ajaran Ahlusunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah,” ujar Ustaz Ibrahim dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini sekaligus menjadi ajang mengenal profil pesantren lebih dalam bagi para pengurus yang berencana menyekolahkan putra-putri mereka di Nurul Jadid.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan pesantren di Aula 1 Pesantren. Mewakili pengasuh, Gus Moh. Imdad Robbani memaparkan sejarah berdirinya pesantren. Beliau menjelaskan bahwa KH. Zaini Mun’im sejatinya tidak memiliki niat awal mendirikan pesantren saat tiba di Jawa.
“Kiai Zaini sebenarnya lari dari Madura ke Jawa karena kejaran Belanda. Beliau kemudian bersembunyi di kediaman Kiai Syamsul Arifin (Ayahanda Kiai As’ad Syamsul Arifin) yang merupakan famili beliau,” ungkap Gus Imdad.
Atas petunjuk Kiai Syamsul Arifin, Kiai Zaini akhirnya menetap di wilayah Karanganyar, Paiton, yang saat itu masih berupa hutan belantara. Dalam merintis pesantren pada tahun 1948, Kiai Zaini dibantu oleh santri setianya, Kiai Sufyan Miftahul Arifin, yang kemudian hari menjadi ulama besar di Situbondo.
Selain mendengarkan sejarah, para pengurus takmir juga berdiskusi mengenai pengelolaan lembaga yang modern namun tetap tradisionalis. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran strategis Pesantren Nurul Jadid, di antaranya: Gus Moh. Imdad Robbani (Wakil Kepala Pesantren),Ustaz H. Thohiruddin (Sekretaris Pesantren), Ustaz Nurul Iman (Kasubbag Protokoler), Ustaz Mujiburrahman (Kabid Kelembagaan dan Peserta Didik), Ustaz Alief Hidayatullah (Sekretaris Biro Kepesantrenan)
Pondok Pesantren Nurul Jadid sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur yang mengintegrasikan sistem pendidikan umum dan agama. Saat ini, pesantren tersebut mengelola berbagai satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi (Universitas Nurul Jadid), menjadikannya rujukan bagi lembaga keagamaan seperti LTM dalam mempelajari manajemen tata kelola organisasi yang mandiri dan berkelanjutan.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!