KH Moh. Zuhri Zaini: Halal Bihalal Adalah Momentum Tuntaskan Haqqul Adami
www.nuruljadid.net– Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) sebagai pelengkap kesalehan ritual. Hal ini disampaikan beliau dalam acara Khotmil Qur’an dan Halal Bihalal yang digelar di Masjid Nurul Jadid Al-Qomari, Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Dr. Samsur, Asisten III Pemkot Probolinggo, jajaran pengurus MWCNU Wonoasih, tokoh masyarakat, serta ratusan santri dan alumni.
Dalam mauidhah hasanah-nya, Kyai Zuhri menegaskan bahwa ibadah Ramadhan yang bertujuan memperkuat hubungan dengan Allah (hablum minallah) harus disempurnakan dengan budaya saling memaafkan. Menurut beliau, dosa kepada sesama manusia atau haqqul adami memiliki konsekuensi yang berat.
“Dosa yang berkaitan dengan sesama manusia tidak akan terampuni tanpa adanya penyelesaian secara langsung dengan pihak yang bersangkutan,” tegas Kyai Zuhri.
Beliau juga mengingatkan jamaah agar menjauhi perbuatan dzalim, seperti; Mengambil hak orang lain secara tidak sah. Merusak nama baik sesama. Perbuatan ghibah (membicarakan keburukan orang lain).
Lebih lanjut, Kyai Zuhri mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai golongan orang yang “muflis” atau bangkrut di akhirat. Yakni mereka yang datang membawa pahala shalat dan puasa yang melimpah, namun pahala tersebut habis diambil untuk membayar tuntutan orang-orang yang pernah didzaliminya di dunia.
Selain pesan moral, Kyai Zuhri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan sebagai fondasi kehidupan yang harmonis. Beliau memandang bahwa stabilitas sosial hanya bisa dicapai jika ulama, pemerintah (umara), dan masyarakat berjalan beriringan.
“Kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial serta meminimalisir potensi konflik,” ujarnya di hadapan para undangan, termasuk Habib Qushay dan para Gus muda dari PP Nurul Jadid.
Wali Kota Probolinggo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran organisasi kemasyarakatan dan pesantren dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk program penataan kota “Probolinggo Kota Bersolek”. Pemerintah mencatat bahwa kontribusi spiritual dan sosial dari kalangan pesantren turut mendongkrak indeks pembangunan masyarakat di wilayah tersebut.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memperkuat komitmen para alumni yang tergabung dalam P4NJ (Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid).
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!