Pesantren Nurul Jadid Inisiasi Tiga Pesantren se-Tapal Kuda, Belajar Manajemen Ruang Kamar Santri yang Ideal

www.nuruljadid.net– Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Sabtu (06/06/2026), Workshop Sertifikasi Musyrif yang mempertemukan delegasi dari tiga pondok pesantren besar di Jawa Timur fokus membedah strategi manajemen ruang dan penyusunan regulasi kamar yang ideal. Kegiatan kolaboratif ini diikuti oleh perwakilan Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, Pondok Pesantren Nurul Abror Banyuwangi, dan Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi Jember, dengan misi utama menciptakan lingkungan siber-pesantren yang aman, nyaman, dan kondusif.

Pada sesi kali ini, materi berpusat pada formulasi peraturan kamar yang efektif, yang disampaikan langsung oleh praktisi psikologi, Ustadzah Farda Khorul Roin, S.Psi. Dalam paparannya, Ia menekankan bahwa regulasi di dalam kamar bukan sekadar instrumen kendali, melainkan fondasi utama dalam membangun budaya disiplin serta rasa tanggung jawab di kalangan santri.

“Peraturan yang baik sebaiknya disusun menggunakan kalimat positif agar lebih persuasif. Kalimat seperti ‘Harap meletakkan barang sesuai tempatnya’ jauh lebih efektif dan menggerakkan dibandingkan larangan kaku seperti ‘Dilarang meletakkan barang di lantai’,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa formula aturan yang ideal harus memenuhi aspek ringkas, jelas, aplikatif, memiliki konsekuensi pelanggaran yang tegas, serta—yang paling krusial—melibatkan santri dalam proses penyusunannya demi menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging).

Workshop interaktif ini memantik antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif melakukan simulasi penyusunan aturan berbasis dinamika riil di pesantren masing-masing. Ustadzah I’anatul Maghfiroh, pengurus Wilayah Zaid Bin Tsabit PP Nurul Jadid, mengakui signifikansi materi ini dalam mengonfirmasi standardisasi yang tengah mereka bangun.

“Kegiatannya sangat seru dan memperkaya wawasan. Beberapa konsep seperti kamar tanpa sekat, pelabelan barang, hingga penataan logistik pribadi di luar kamar ternyata sejalan dengan teori manajemen ruang ideal yang dipaparkan,” ungkapnya.

Nada optimisme serupa datang dari delegasi PP Jalaluddin Ar-Rumi Jember, Ustadzah Aliyatur Rofi’ah dan Ustadzah Qurrota Aini. Bagi mereka, workshop ini menjadi momentum krusial untuk melakukan transfer of knowledge dan menyambung estafet kepengurusan yang sempat terkendala akibat kelulusan para senior.

“Kami belajar banyak tentang bagaimana menjadi pengurus yang baik sekaligus memanajemen ruangan agar lebih tertata. Lewat bekal dari workshop ini, kami berkomitmen untuk mengoptimalkan kembali program manajemen ruang yang sebelumnya sempat berjalan kurang maksimal di pesantren kami,” pungkas mereka.

Pewarta          : Naylah Zakiyatur Rohmah

Editor              : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *