Kiai Zuhri Zaini: Mengetahui yang Buruk Tapi Melakukannya, Itu Sama Saja Tak Berakal
www.nuruljadid.net.berita – Akal merupakan salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan kepada manusia. Dengan akal, manusia mampu berpikir, membedakan, dan mengambil keputusan, sehingga menjadikannya makhluk yang istimewa dibandingkan ciptaan Allah yang lain. Namun, di balik keistimewaan itu, tidak semua orang memahami dengan benar bagaimana seharusnya akal digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan-Nya.
Menanggapi hal tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH. M. Zuhri Zaini, memberikan penjelasan yang mendalam tentang salah satu fungsi utama dari akal dalam kehidupan seorang Muslim. Menurut beliau, akal adalah alat yang diberikan oleh Allah untuk membedakan antara yang haq (benar) dan yang batil (salah). Namun demikian, akal tidak akan mampu berfungsi secara maksimal jika tidak disertai dengan sikap wara’, yaitu menjauhkan diri dari segala sesuatu yang buruk dan meragukan.
Dalam sebuah pengajian kitab nashaihud diniyah di lingkungan pesantren, KH. M. Zuhri menjelaskan bahwa semua larangan Allah pasti mengandung keburukan, dan setiap perintah-Nya sudah pasti membawa kebaikan. Oleh sebab itu, seseorang yang hanya mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, namun tetap memilih melakukan keburukan, sama saja dengan orang yang tidak menggunakan akalnya. (04/04/22)
“Apa gunanya kita mengetahui buruk dan buruk, sementara kita tetap melakukan hal yang buruk? Itu sama halnya dengan kita tidak berakal,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pelanggaran terhadap syariat oleh orang yang berilmu justru lebih berat hukumnya dibandingkan dengan orang yang tidak tahu. “Orang yang tahu kemudian melanggar syariat Allah itu lebih berat daripada orang yang tidak tahu,” tambahnya.
Penjelasan KH. M. Zuhri ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk tidak hanya berhenti pada pemahaman intelektual semata, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan sikap wara’, sebagai bentuk nyata dari penggunaan akal yang benar.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!