Beramal Tanpa Ilmu Bagaikan Berjalan dalam Kegelapan, Tegas KH Moh Zuhri Zaini
www.nuruljadid.net.berita– Dalam kehidupan manusia, akal memegang peranan penting sebagai alat untuk memahami dan menilai segala sesuatu di sekitarnya. Akal tidak hanya sekadar kemampuan berpikir, melainkan juga menjadi cahaya yang menerangi hati agar mampu membedakan mana yang benar dan salah. Namun, seringkali manusia lupa atau mengabaikan fungsi akal tersebut, sehingga hidup berjalan tanpa panduan yang jelas.
Menanggapi hal ini, KH Moh Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menjelaskan bahwa akal sebenarnya adalah cahaya yang menyinari hati manusia.
“Akal adalah cahaya di hati yang dapat membedakan antara haq dan batil. Jadi dalam hati manusia ada perasaan untuk memahami. Akal itu adalah menyinari hati,” ujarnya.
Menurut KH Zuhri, hati nurani merupakan bagian terdalam dari hati yang mampu membedakan antara baik dan salah. Namun, jika akal tidak diikuti atau diasah, seolah-olah cahaya itu padam, sehingga manusia berjalan tanpa cahaya bagaikan di dalam ruangan gelap yang penuh dengan berbagai halangan. Hal itu diungkapkan saat beliau mengisi pengajian kitab Nashoihud Diniyah (04/04/22)
“Ibaratnya seperti di dalam sebuah ruangan ada jagak, ada tembok, karena terang kita berjalan dan bahkan lari pun kita bisa. Tidak terbentur. Tapi kalau gelap atau mata kita dipejamkan tidak menggunakan cahaya maka akan terbentur pada jagak dan tiang tersebut,” jelasnya.
KH Moh Zuhri Zaini juga menekankan pentingnya ilmu dalam beramal. Menurutnya, beramal tanpa ilmu akan berakibat ngawur, baik dalam urusan dunia maupun urusan agama. Ia memberikan contoh sederhana, misalnya seseorang yang ingin sholat tetapi tidak mengetahui tata caranya, maka sholatnya bisa salah.
“Beramal tanpa ilmu itu berbahaya. Paling utamanya amal adalah mengenal Allah. Artinya kalau kita berusaha untuk kebahagiaan hidup, keselamatan dan keberuntungan, maka terlebih dahulu harus tahu ilmunya,” kata beliau.
KH Zuhri menambahkan, ilmu yang paling utama adalah ilmu mengenal Allah, karena dari sana manusia akan tahu arah hidup, asal-usul, dan jalan menuju kebenaran. Dengan begitu, amal yang sedikit tapi disertai ilmu akan bermanfaat, sementara amal tanpa ilmu justru bisa banyak kesalahan bahkan fatal.
Beliau memberikan analogi, “Contoh orang sakit kemudian asal minum obat maka akan berbahaya.”
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!