Berjubel Santri Nurul Jadid Rayakan Sambang Idul Adha, Lebih Tertib dengan Mekanisme Baru

berita.nuruljadid.net — Sekitar 800 lebih santri wilayah pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, mengikuti sambang Idul Adha 1447 H di dua lokasi berbeda, Rabu (27/05/2026). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sambang kali ini berlangsung lebih tertib berkat pengurangan titik kumpul dan kewajiban mengenakan gamis khas Nurul Jadid bagi seluruh santri.

Panitia membagi lokasi sambang menjadi dua berdasarkan wilayah. Santri wilayah Al-Hasyimiah (Daltim) menerima kunjungan di halaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ), sementara santri wilayah Az-Zainiyah (Dalbar) bertempat di halaman Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTsNJ).

Ketua panitia sambang, Belgis Rahmadani, menyebut durasi sambang tahun ini lebih panjang dibanding hari-hari biasa guna memberi ruang lebih bagi santri dan keluarga untuk berinteraksi.

“Waktu untuk santri yang sambang Idul Adha lebih banyak daripada sambang di hari biasa, sambang Idul Adha dibuka mulai dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore,” jelas Belgis, kepada Tim Humas Infokom Putri.

Ia juga menyebut penggunaan gamis khas Nurul Jadid merupakan ketentuan baru yang diterapkan khusus pada sambang Idul Adha kali ini.

“Menggunakan gamis NJ itu baru sambang Idul Adha kali ini, tujuannya agar terlihat rapi dan menonjolkan bahwa itu santri,” ujarnya.

Antusiasme terlihat dari kedua pihak, baik santri maupun wali. Para santri sudah menanti kedatangan keluarga sejak pagi, sementara wali santri hadir membawa makanan dan kebutuhan pribadi meski terik matahari cukup menyengat. Momen pertemuan diisi dengan perbincangan hangat, makan bersama, dan saling berbagi cerita. Tak sedikit santri yang mengabadikan pertemuan itu melalui ponsel dan menghubungi anggota keluarga yang tidak dapat hadir.

“Saya sangat bahagia bisa bertemu putri saya di hari mulia ini,” ungkap salah seorang wali santri yang hadir.

Potret gembira wali santri dan santri ketika menghubungi keluarganya pada momen sambang Idul Adha 1447 H.

Suasana sambang tahun ini juga dinilai lebih kondusif dibanding sebelumnya. Pengurangan titik lokasi membuat panitia lebih mudah mengatur arus kedatangan, sehingga kepadatan dan kekurangan tempat yang pernah terjadi pada sambang tahun lalu dapat dihindari. Data kunjungan mencatat sekitar lebih dari kunjungan wali santri hadir dari dua wilayah pusat.

Sambang Idul Adha merupakan agenda rutin tahunan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang memberi kesempatan santri bertemu keluarga di tengah libur hari raya. Berbeda dengan sambang reguler yang berlangsung lebih singkat, sambang Idul Adha selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena bertepatan dengan suasana perayaan keagamaan.

 

Pewarta: Feby Auril Nadiva & Mamluatun Naura Putri Sholehah
Editor: Ahmad Zainul Khofi

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *