Di Upacara Pramuka, Santri Nurul Jadid Siap Jadi Pramuka Garuda 2045
berita.nuruljadid.net – Suara langkah kaki berderap di lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kamis pagi (14/08/25). Di bawah langit yang mulai cerah, barisan Pramuka berdiri tegak membentuk formasi rapi. Bendera Merah Putih berkibar, sementara sorak yel-yel membahana. Menariknya, ada yang berbeda pada upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 kali ini.
“Upacara ini bukan formalitas,” ujar Mujiburrahman, Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid. “Di baliknya ada nilai yang diusung, yaitu merefleksikan sejarah Pramuka saat berjuang meraih Kemerdekaan RI. Yel-yel yang didengungkan tadi bukan sekadar teriakan, melainkan penanaman spirit kedisiplinan dan jiwa korsa pada diri santri.”
Sejarah memang menjadi nadi dalam setiap gerakan. Pada 1961, Gerakan Pramuka resmi disahkan pemerintah sebagai wadah pembinaan generasi muda. Semangat itu pula yang dihidupkan kembali oleh Pramuka Nurul Jadid.
“Dua tahun lalu kita mulai Pramuka Nurul Jadid dari nol,” kenang Pembina Pramuka Nurul Jadid, Umar Falas. “Sekarang sistem sudah terbangun. Tinggal kita jalankan dan sempurnakan. Dalam beberapa tahun ke depan, Nurul Jadid akan menjadi satu gugus depan lengkap.”
Visi tersebut bukan main-main. Program sinergi ke depan, tutur Mujiburrahman, mencakup latihan gabungan, perkemahan bersama di akhir program furudhul ainiyah santri. Semua diarahkan pada satu tujuan: melahirkan kader Pramuka Garuda (tingkatan tertinggi dalam kepramukaan).
“Yang berumur siaga, penggalang, penegak, akan kita dorong, kawal, dan tata menjadi Garuda,” tegas Pembina Upacara, Farhan. “Seorang Pramuka Garuda adalah kader emas bangsa. Kalianlah yang akan menjadi generasi emas di tahun 2045 nanti.”
Target ini merupakan bagian dari cita-cita besar. Menjadi Pramuka Garuda bukan sekadar pengakuan prestasi, melainkan membutuhkan kesiapan diri yang matang, keterampilan, karakter, dan jiwa patriot. “Kita ingin santri Nurul Jadid tidak hanya piawai mengaji, tetapi juga tangguh sebagai kader bangsa,” tambah Farhan dalam amanatnya.
Di akhir upacara, barisan Pramuka kembali meneriakkan yel-yel secara bergilir. Kedisiplinan dan kekompakan yang lahir bersama gerakan yel-yel itu menjadi bukti perkembangan Pramuka Nurul Jadid yang terus menghidupkan nilai sejarah, membudayakan disiplin, dan siap menyongsong masa depan sebagai Pramuka Garuda—kader untuk Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!