Pos

Lewat Kemah OSKAR, Kiai Imdad Dorong Santri Miliki Mental Pejuang

berita.nuruljadid.net — Gugus Depan Lengkap Pramuka Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi membuka Perkemahan Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) Tingkat SLTP 2026 di Bumi Perkemahan Candi Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat, (22/05/2026). Kegiatan tiga hari yang berlangsung hingga 24 Mei 2026 itu diikuti oleh para santri kelas akhir tingkat SLTP Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai penanda transisi mereka menuju jenjang SLTA.

Pembukaan kemah ditandai dengan upacara resmi yang dihadiri oleh pimpinan pesantren. Wakil Kepala Pesantren I, KH. Moh. Imdad Rabbani, hadir dan menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menghayati proses kehidupan secara bertahap di tengah arus budaya yang menuntut segalanya instan.

“Di tengah budaya yang mengondisikan kita untuk mengejar sesuatu yang instan, Pramuka ini mengingatkan kita untuk menjalani proses secara bertahap, dengan rasa senang dan rasa gembira,” kata KH. Moh. Imdad Rabbani dalam sambutannya, Jumat, 22 Mei 2026.

Beliau menegaskan bahwa OSKAR bukan sekadar kegiatan rutin kepramukaan, melainkan wahana pembentukan karakter dan mental santri yang berlandaskan nilai perjuangan. Nama Gugus Depan Pramuka Nurul Jadid yang dinisbatkan kepada KH. Zaini Abdul Mun’im dan Ny. Hj. Nafi’ah, pendiri pesantren, disebutnya sebagai pengingat identitas Pramuka yang dikader menjadi pejuang.

“Kalian semua adalah Anggota Pramuka yang dikader untuk menjadi pejuang, orang-orang yang melakukan sesuatu tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi untuk kepentingan banyak orang,” ujar Kiai Imdad.

Dalam sambutannya, beliau juga mengaitkan semangat berkemah dengan landasan keimanan. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, Kiai Imdad menyebut bahwa kondisi apa pun yang dialami seorang mukmin adalah kebaikan, syukur ketika mendapat kesenangan, dan sabar ketika menghadapi kesulitan.

“Perjuangan itu tentu tidak harus selalu dilewati dengan kesedihan terus-menerus. Hidup selalu silih berganti antara kegembiraan, kesedihan, dan kebahagiaan, dan dengan kita sekali waktu belajar di luar ruangan semacam ini merupakan sesuatu yang menyenangkan yang harus kita syukuri,” tuturnya.

Ketua Gugus Depan Lengkap Pramuka Nurul Jadid, Umar Falas, menyatakan bahwa kegiatan OSKAR dirancang sebagai ruang penempa mental sebelum para santri memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Ia berharap pengalaman berkemah di alam terbuka dapat melatih kemandirian, ketangguhan, dan rasa tanggung jawab para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, Kiai Imdad juga mengusulkan agar pesantren ke depan memiliki program perkemahan rutin, yaitu kemah kamis-jumat yang diselenggarakan secara berkala oleh Gugus Depan Lengkap Pramuka Nurul Jadid.

Pewarta: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika

TNI AL Kunjungi Pramuka Nurul Jadid, Siap Dukung Pembinaan Saka Bahari

berita.nuruljadid.net – Kegiatan Pramuka di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) kembali berlangsung semarak pada hari kedua pelaksanaannya, Selasa (20/1/2026). Meski baru saja selesai rangkaian Harlah dan Haul PPNJ, namun antusiasme santri tetap tinggi mengikuti kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Selasa pukul 07.00–09.00 WIB di seluruh satuan pendidikan di bawah Yayasan Nurul Jadid. Menariknya, kegiatan Pramuka kali ini dikunjungi oleh salah seorang personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Ketua Harian Pramuka Nurul Jadid, Kakak Agus Fanani, menyampaikan bahwa Pramuka menjadi induk organisasi pembinaan jiwa korsa santri sesuai kebijakan pesantren yang digagas melalui Mugus pada akhir 2025.

“Program ini melibatkan sekitar 100 pembina, serta Satuan Resimen Mahasiswa (Menwa) Wirasantri 891 UNUJA sebagai pelatih pasukan khusus, khususnya untuk materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan tata upacara Hari Kemerdekaan, Hari Santri, dan kegiatan seremonial lainnya,” jelasnya.

Bagi Kakak Agus, kondisi ini dinilai positif karena biasanya pasca perayaan besar, suasana belajar mengajar belum sepenuhnya kondusif. Namun, melalui Pramuka, kegiatan KBM langsung berjalan tertib meski cuaca pagi itu mendung dan semilir angin dingin menyelimuti kawasan pesantren.

Sementara itu, yang tak kalah menjadi sorotan utama adalah kunjungan personel TNI AL, Kakak Anang Susanto pada kegiatan hari kedua ini. Kehadiran beliau yang berseragam Pramuka lengkap disambut langsung oleh Kakak Agus Fanani di Kantor Biro Pengembangan selaku leading sektor kegiatan Pramuka di lingkungan pesantren.

Sebelumnya, Kakak Anang meninjau langsung kegiatan Pramuka di sejumlah satuan pendidikan PPNJ didampingi Ketua Gugus Depan Pramuka Nurul Jadid, Kakak Umar Falas.

Dalam pertemuan tersebut, Kakak Anang dari Kodaeral V/Surabaya, Lantamal V Surabaya, khususnya Dinas Teritorial (Dister) wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo, menyampaikan bahwa pihak TNI AL akan terlibat aktif dalam pembinaan Satuan Karya (Saka) Bahari di PPNJ. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut untuk merumuskan langkah-langkah konkret ke depan.

“Kami siap mendukung pembinaan Saka Bahari di Nurul Jadid. Teknis akan dibahas dalam pertemuan perencanaan berikutnya,” terangnya.

Menyoal Saka, ini merupakan wadah pembinaan keterampilan dan minat khusus bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Di antaranya meliputi Saka Bahari (kelautan dan kemaritiman/TNI AL), Saka Bhayangkara (keamanan dan ketertiban/Polri), Saka Dirgantara (kedirgantaraan/TNI AU), Saka Wira Kartika (bela negara dan kewilayahan/TNI AD), Saka Bakti Husada (kesehatan/Kemenkes), Saka Kencana (kependudukan dan KB/BKKBN), Saka Taruna Bumi (pertanian, pangan, dan lingkungan), Saka Wanabakti (kehutanan), Saka Kalpataru (pelestarian lingkungan), Saka Pariwisata (kepariwisataan dan budaya), Saka Informatika (TIK), Saka Pustaka (literasi), Saka Adhyasta Pemilu (kepemiluan/KPU), Saka Energi (energi dan sumber daya mineral), serta Saka SAR (pencarian dan pertolongan/Basarnas).

Kolaborasi dengan TNI AL dalam pembinaan Saka Bahari menjadi tonggak penting di awal 2026 dan diharapkan ke depan Pramuka PPNJ dapat bersinergi pula dengan berbagai pihak terkait lainnya.

 

Pewarta: DPW
Editor: Ahmad Zainul Khofi

Upacara Pramuka: Dari Halaman Madrasah, Santri MI Nurul Mun’im Belajar Cinta Tanah Air

berita.nuruljadid.net – Pagi itu, Kamis (14/08/25), halaman MI Nurul Mun’im Pondok Pesantren Nurul Jadid berubah menjadi lautan cokelat. Seragam Pramuka lengkap membalut tubuh para siswa, dewan asatidz, dan asatidzah yang berdiri rapi di bawah teduhnya langit musim kemarau. Tepat pukul delapan, upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 dimulai, mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.

Bertindak sebagai pembina upacara, Syarqowi melangkah mantap ke podium. Dalam amanatnya, ia mengajak peserta merenungkan makna tiap atribut yang mereka kenakan. “Merah putih yang terkalung di leher bukan sekadar tanda pengenal. Ia berada dekat dengan hati, melambangkan cinta yang tulus kepada bangsa dan negara,” ujarnya lantang. Kalimat itu diikuti penjelasan tentang Panca Kesadaran Santri, khususnya al-wa’yu al-hukūmī wa asy-sya’bī, kesadaran berbangsa dan bernegara.

Sebelum amanat utama, Syarqowi menyerahkan piagam penghargaan kepada anggota Pramuka teraktif semester genap tahun ajaran 2024–2025. Syaratnya ketat: kehadiran 100 persen. Tepuk tangan membahana, menjadi penghormatan bagi dedikasi yang nyaris tanpa absen.

Dari awal hingga akhir, upacara berjalan tertib. Para guru memberi teladan, berdiri di barisan dengan atribut lengkap, wajah teduh, dan senyum yang sesekali muncul di sela instruksi. Semangat kebersamaan terasa kental, seolah mengikat seluruh peserta dalam satu ikatan mencintai tanah air.

Bagi MI Nurul Mun’im, peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah ruang untuk menanamkan karakter kebangsaan, menumbuhkan jiwa kolaborasi, dan membentuk generasi yang tangguh, generasi yang siap berdiri tegak di barisan terdepan menjaga Indonesia.

Reporter: Rinayah Risky Rora
Editor: Ahmad Zainul Khofi

Di Upacara Pramuka, Santri Nurul Jadid Siap Jadi Pramuka Garuda 2045

berita.nuruljadid.net – Suara langkah kaki berderap di lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kamis pagi (14/08/25). Di bawah langit yang mulai cerah, barisan Pramuka berdiri tegak membentuk formasi rapi. Bendera Merah Putih berkibar, sementara sorak yel-yel membahana. Menariknya, ada yang berbeda pada upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 kali ini.

“Upacara ini bukan formalitas,” ujar Mujiburrahman, Kepala Bidang Kelembagaan dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid. “Di baliknya ada nilai yang diusung, yaitu merefleksikan sejarah Pramuka saat berjuang meraih Kemerdekaan RI. Yel-yel yang didengungkan tadi bukan sekadar teriakan, melainkan penanaman spirit kedisiplinan dan jiwa korsa pada diri santri.”

Sejarah memang menjadi nadi dalam setiap gerakan. Pada 1961, Gerakan Pramuka resmi disahkan pemerintah sebagai wadah pembinaan generasi muda. Semangat itu pula yang dihidupkan kembali oleh Pramuka Nurul Jadid.

“Dua tahun lalu kita mulai Pramuka Nurul Jadid dari nol,” kenang Pembina Pramuka Nurul Jadid, Umar Falas. “Sekarang sistem sudah terbangun. Tinggal kita jalankan dan sempurnakan. Dalam beberapa tahun ke depan, Nurul Jadid akan menjadi satu gugus depan lengkap.”

Visi tersebut bukan main-main. Program sinergi ke depan, tutur Mujiburrahman, mencakup latihan gabungan, perkemahan bersama di akhir program furudhul ainiyah santri. Semua diarahkan pada satu tujuan: melahirkan kader Pramuka Garuda (tingkatan tertinggi dalam kepramukaan).

“Yang berumur siaga, penggalang, penegak, akan kita dorong, kawal, dan tata menjadi Garuda,” tegas Pembina Upacara, Farhan. “Seorang Pramuka Garuda adalah kader emas bangsa. Kalianlah yang akan menjadi generasi emas di tahun 2045 nanti.”

Target ini merupakan bagian dari cita-cita besar. Menjadi Pramuka Garuda bukan sekadar pengakuan prestasi, melainkan membutuhkan kesiapan diri yang matang, keterampilan, karakter, dan jiwa patriot. “Kita ingin santri Nurul Jadid tidak hanya piawai mengaji, tetapi juga tangguh sebagai kader bangsa,” tambah Farhan dalam amanatnya.

Di akhir upacara, barisan Pramuka kembali meneriakkan yel-yel secara bergilir. Kedisiplinan dan kekompakan yang lahir bersama gerakan yel-yel itu menjadi bukti perkembangan Pramuka Nurul Jadid yang terus menghidupkan nilai sejarah, membudayakan disiplin, dan siap menyongsong masa depan sebagai Pramuka Garuda—kader untuk Indonesia Emas 2045.

Pewarta: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika

Peringati Hari Lahir ke-64, Pramuka Nurul Jadid Tekankan Ketahanan Bangsa

berita.nuruljadid.net – Hangat sinar mentari pada Kamis (14/08) pagi membangkitkan semangat para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) yang mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pramuka ke-64 di Lapangan Ayaman. Dari kejauhan, terlihat segerombolan santri putri berbaris rapi menuju lokasi upacara bak semut menuju sarangnya.

Upacara tersebut dihadiri seluruh siswi kelas VII dan X dari satuan lembaga di bawah naungan PPNJ, baik yang berada di dalam maupun luar lingkungan pesantren, seperti Madrasah Tsanawiyah Az-Zainiyah I dan III.

Sambil menunggu upacara dimulai, beberapa santri duduk di bawah pohon rindang hingga di area parkir untuk menghindari debu. Upacara dimulai setelah semua lembaga berkumpul, dipandu langsung oleh protokol.

Meski berada di bawah terik sinar matahari, upacara berlangsung khidmat dan semangat para santri tidak surut. Ustazah Fairus, anggota Biro Pendidikan (Birpend) yang menjadi pembawa sambutan, menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi, tetapi salah satu pilar ketahanan bangsa.

“Pramuka itu bukan hanya simbol untuk seragam formalitas lembaga. Namun, pramuka merupakan salah satu aksi melanjutkan perjuangan oleh para pendahulu,” ujarnya, disambut senyum kagum beberapa santri.

Ia menambahkan, Pramuka yang menjadi ekstrakurikuler wajib di setiap lembaga adalah upaya pesantren dalam menanamkan Panca Kesadaran santri dan Trilogi Santri. “Tidak hanya sekadar yel-yel tepuk tangan. Dengan adanya pramuka ini diharapkan santri memiliki jiwa semangat juang, kebersamaan, dan saling menghargai antar sesama (korsa),” ungkap guru Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) itu.

Usai upacara, santri diarahkan mencari tempat teduh sebelum mengikuti penampilan setiap satuan lembaga dalam Latihan Gabungan (Latgab) untuk mempersatukan seluruh lembaga pendidikan.

Kegiatan ditutup dengan para santri meninggalkan Lapangan Ayaman sambil melambaikan tangan kepada para pembina yang mendampingi mereka sejak pagi hingga menjelang siang.

Pewarta: Karisma Najwa Magdalena
Editor: Ponirin Mika

Melatih Kemandirian di Usia Dini, TK Bina Anaprasa Gelar Kemah Sehari

berita.nuruljadid.net – Puluhan peserta didik usia dini mengikuti kemah Pramuka untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, dan keberanian bersosial pada kegiatan Pekemahan Sehari (Persari). Kegiatan ini diadakan oleh Taman Kanak-kanak (TK) Bina Anaprasa pada Ahad (23/06/24) di halaman sekolah.

Kepala Sekolah TK Bina Anaprasa Fitriyah mengatakan kegiatan kemah Pramuka ini merupakan implementasi dari salah satu misi kepala pesantren untuk membentuk kemandirian santri melalui Pramuka.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong karakter kemandirian santri sejak usia dini, sebab pramuka dinilai dapat membangun manusia yang memiliki karakter serta watak kuat, tidak hanya cerdas serta menguasai ilmu pengetahuan akan tetapi juga generasi muda yang tangguh, serta berbudi pekerti, hingga dapat menjunjung persatuan dan kesatuan,” katanya.

Potret salah satu rangkaian kegiatan kebangsaaon pada perkemahan sehari TK Bina Anaprasa.

Ia menambahkan para peserta kegiatan perkemahan Pramuka, diikuti sebanyak 55 siswa yang terdiri dari kelas A dan B TK Bina Anaprasa.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar yang ikut akan mengikuti senam pagi, kegiatan ibadah, semaphore, tadabbur alam, hingga api unggun, dan kegiatan kepramukaan lainnya.

Pembina Pramuka Nurul Jadid, Umar Falas menyampaikan tujuan utama pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk memupuk kedisiplinan generasi muda, tanggungjawab, tenggangrasa, sehingga rasa kecintaan terhadap bangsa akan tertanam pada jiwa mereka.

“Melalui kegiatan kepramukaan ini, akan tertanam kemandirian dan kedisiplinan dalam diri mereka, ini baik untuk perkembangannya ke depan,” imbuhnya.

Tampak Pembina Pramuka Nurul Jadid Umar Falas bersama Kasi. Kelembagaan Biro Pendidikan Ahmad Jazim tengah berkunjung dan menugaskan sejumlah personil anggota pramuka.

Sehubungan dengan itu, Kepala Bidang Kelembagaan Mujiburrohman bersama Kepala Seksi Kelembagaan Ahmad Jazim Biro Pendidikan Nurul Jadid mendukung penuh terselenggaranya kegiatan Persari. Pihaknya melakukan moniroting dan menugaskan sejumlah peserta didik anggota Pramuka tingkat penegak dari SMA Nurul Jadid dan tingkat penggalang dari MI Nurul Mun’im untuk turut mensukseskan acara kepramukaan tersebut.

 

Reporter: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika

Pramuka Nurul Jadid, Sambut Hari Pramuka Ke 58

nuruljadid.net- Hari Pramuka (Praja Muda Karana) ke-58 tahun diperingati pada hari ini, Rabu (14/8/2019) oleh Pramuka Se- Indonesia. Begitupun Pramuka Nurul Jadid tidak menyia-nyiakan moment bersejarah ini dengan ikut serta memperingati melalui upacara yang diselenggarakan di halaman Kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

Melalui pesan singkat melalui WA, Pembina Pramuka Nurul Jadid Bapak Farhan, S. Sos menyampaikan, Tahun ini Pramuka Nurul Jadid perdana memperingati hari Pramuka. Insya Allah akan kami jadikan sebagai agenda wajib setiap tahunnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan patriotik sejati, nasionalis yang mempunyai jiwa disiplin, tangkas dan tanggap dalam segala hal. Lebih-lebih membela tanah air,” Ucap Bapak Farhan.

 

Pewarta : PM

Galeri Foto: Kemah Pramuka Siswa SMP Nurul Jadid

SMPNJ Kemah Pramuka di Pantai Duta

SMPNJ Kemah Pramuka di Pantai Duta

nuruljadid.net – Sekolah Menengah Pertama Nurul Jadid (SMPNJ) mengadakan kegiatan perkemahan pramuka di Pantai Duta Randu Tatah, Paiton, Probolinggo, Selasa (29/01/2019).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh kelas VII ini, Didik P. Wicaksono selaku Kepala Sekolah SMP Nurul Jadid mengatakan bahwa kegiatan perkemahan pramuka ini bertujuan memperkuat pemahaman nilai–nilai perjuangan, kepahlawanan dan jiwa kepatriotan, serta keagamaan para peserta didik SMP Nurul Jadid.

“Dalam kegiatan ini siswa terjun langsung kelapangan. Mereka akan bertemu dengan hal–hal yang bisa memperkuat pemahaman tentang trilogi dan panca kesadaran santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tentu dengan menjaga nilai-nilai kepesantren,” tegasnya saat ditemui di tempat kegiatan.

Ia menambahkan, pasca kegiatan tersebut, peserta didik SMP Nurul Jadid harus mampu mengamalkan semua materi kegiatan perkemahan pramuka, minimal dalam mempraktekkan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecalakaan) dan mengelola dapur umum dalam hal memasak yang berskala besar.

Ketua Pelaksana, Muhammad Ridwan mengatakan, kedepannya kegiatan itu akan menjadi kegiatan tahunan. Siswa yang saat ini mengikuti kegiatan tersebut prospeknya yang akan menjadi pembimbing untuk perkemahan pramuka selanjutnya.

“Semoga bisa berdampak positif kepada kedisiplinan sekolah sehingga mereka bisa mempunyai jiwa jiwa pramuka”ungkapnya

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Pramuka; Santri Nurul Jadid dalam Perwimanas II 2017 di Magelang

nuruljadid.net- Magelang – Setelah peresmian kegiatan perwimanas dibuka Presiden Ir. Joko Widodo pada senin (18/09/2017), Kontingen Pramuka Racana Az Zainiyah Gudep 19.189 semakin semangat dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang telah agendakan panitia. Seluruh sangga benar-benar menimba ilmu kepramukaan dan berinteraksi dengan kontingen lain, khususnya dengan 15 pimpinan kontingen (Pinkon) se-Jawa Timur, dengan 40-an sangga yang hadir memeriahkan lokasi perkemahan.

“Banyak ilmu dan informasi yang kami dapatkan dalam perkemahan ini. Mulai dari kreatifitas mendirikan tenda, meneladani kakak-kakak pembina yang betul-betul pramuka tulen, karena usianya 80 lebih tapi masih semangat membina adik-adik pramuka”, ujar Kak Khalidi Pimpinan Kontingen PP. Nurul Jadid.

Sebagaimana disampaikan oleh Kamabigus, KH. Abd. Hamid Wahid dalam pengarahan pada kontingen bahwa “seorang pramuka harus siap menjadi kader berkualitas menghadapi tantangan globalisasi”. Pesan tersebut tampak dalam semangat belajar dan berkarya para kontingen selama tujuh hari di lapangan tembak Akademi Militer Magelang Jawa Tengah. Tidak ada satu kegiatan yang luput dari keikutsertaan sangga, baik wisata religi, giat wawasan, giat budaya, giat kebersihan, giat jelajah, karnaval budaya, pentas seni dan lainnya.

“Semua kegiatan memberikan semangat dan kenangan tersendiri bagi seluruh anggota sangga kontingen Nurul Jadid. Apalagi, usai perwimanas memiliki ‘perkerjaan rumah’ menggerakkan pramuka yang ada dilingkungan Nurul Jadid. Karena itu, komitmen itu kita tunjukkan dalam kebersamaan dan kekompakan selama di perkemahan ini” terang bindamping sangga.

Sementara itu, 8 orang tim pendamping kontingen dalam evaluasi dan koodinasi mengungkapkan bahwa Yayasan Nurul Jadid memiliki potensi untuk mengembangkan gerakan pramuka dan kepramukan secara integrasi dan interkoneksi antar satuan pendidikan. Dan tentu saja juga disesuaikan dengan visi, misi dan program pondok pesantren Nurul Jadid sebagai landasan terpenting dalam pengembangan sumber daya manusia. Setidaknya hal itu bisa diseleraskan dan diseinergiskan dengan Panca Kesadaran dan Trilogi Santri yang telah di rumuskan oleh Pendiri dan Pengasuh.

“Revitalisasi gerakan pramuka di lingkungan Yayasan Nurul Jadid Paiton Probolinggo perlu dikembangkan dan dimanajemen dengan baik, sistematis, sinergis, dan intergratif. Hal itu bisa dilakukan dengan mengoptimalkan pembinaan peserta didik, khususnya golongan Pandega yang berpangkalan di Perguruan tinggi. Karena Nurul Jadid telah memiliki Gugus depan Lengkap mulai siaga, penggalang, penegak sampai pandega” terang tim pendamping kontingen.

Selain itu, setiap anggota pramuka terutama penegak dan pandega yang memiliki potensi dan kompetensi dalam mengembangkan minat, bakat dan pengalaman pramukanya, bisa menggabungkan diri kedalam satuan karya (saka). Dimana setiap saka memiliki kegiatan sendiri dalam perkemahan saka (PERTISAKA) dan perkemahan antar saka (PERANSAKA). Satuan karya (saka) yang ada dalam gerakan pramuka, meliputi: Saka bahari, Saka bakti Husada, Saka bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka kencana (keluarga berencana), Saka Tarunabumi, Saka Wanabakti, Saka Pandu Wisata, Saka Pekerjaan Umum (PU), Saka Pustaka, Saka Teknologi, Saka Telematika, Saka Wira Kartika, Saka Kalpataru, Saka Widya Bakti.

Pramuka racana azzainiyah mengikuti perwimanas II di Magelang

“Semua aspek dalam kehidupan sehari-hari bagi pramuka tak luput dari pengembangan diri. Berarti pramuka juga penting bagi santri yang sudah memiliki bekal agama cukup baik. Karena bisa mengintegrasikan satya dan dasa dharma pramuka” terang tim pendamping.

“InsyaAllah, kegiatan ini akan lebih semarak lagi pada Perwimanas III tahun 2021, yang informasinya akan di selenggarakan di Propinsi Lampung”, terang pimpinan kontingen.(farhan)