Kiai Zuhri Zaini: P4NJ Diminta Terus Jaga Silaturrahmi dengan Pesantren

www.nuruljadid.net — Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, mengajak seluruh alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid yang terwadahi dalam organisasi P4NJ untuk terus menjalin silaturrahmi dengan pesantren. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan “Silaturrahmi Wali Santri dan Alumni Bersama Pengasuh yang diselenggarakan oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren (P4NJ) Surabaya yang digelar di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam sambutannya, Kiai Zuhri menegaskan bahwa keanggotaan P4NJ tidak terbatas pada alumni saja. Ia bahkan mempersilakan pihak non-alumni maupun bukan santri untuk turut membantu sebagai pengurus organisasi tersebut. Menurutnya, hal ini sejalan dengan pesan almarhum KH. Abdul Haq Zaini, agar santri tidak mengotak-ngotakkan diri ketika sudah kembali ke masyarakat.

Kiai Zuhri juga mengingatkan bahwa lamanya masa mondok bukan tolok ukur kesantrian seseorang, melainkan amaliah kesehariannya. Ia menegaskan bahwa santri yang berperilaku menyimpang di masyarakat tidak lagi pantas disebut santri, melainkan sekadar alumni pesantren. Ia berpesan agar para santri tetap menjaga wirid dan terus belajar meski telah kembali ke tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kiai Zuhri menekankan pentingnya menjaga identitas santri melalui Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, mencerminkan kewajiban untuk terus belajar dan mengajar, menjalankan tafaqquh fiddin, serta menghormati peran ulama sebagai penjaga nilai-nilai agama. Selain itu, nilai kemasyarakatan seperti tolong-menolong dan kepedulian terhadap sesama turut dinilai sebagai bagian dari ibadah, termasuk semangat membela tanah air yang dikategorikan sebagai jihad.

Terkait keorganisasian, Kiai Zuhri berpesan agar santri tidak sekadar aktif berkumpul, melainkan memilih organisasi yang memiliki tujuan, program, dan tugas yang jelas dalam koridor kebaikan.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam Trilogi Santri, seorang santri diharapkan senantiasa sadar dan mawas diri terhadap dosa-dosa besar, sementara dosa-dosa kecil yang manusiawi dapat luruh melalui amaliah harian seperti shalat dan wudu, asalkan tidak dijadikan celah untuk berbuat semena-mena.

Kiai Zuhri mengingatkan bahwa ibadah tidak hanya berwujud shalat atau puasa, tetapi juga mencakup hal-hal kecil seperti menyingkirkan gangguan di jalan dan menjalin silaturrahmi. Ia mengajak para hadirin untuk meneladani Nabi Muhammad SAW yang dikenal mudah bergaul dengan masyarakat serta peduli terhadap kaum lemah.

Pewarta    : Muhammad Husni

Editor       : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *