Mahasiswa UNUJA Siap Dobrak Tantangan Pendidikan Era Digital

www.nuruljadid.net– Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat pengembangan intelektual santri di kancah nasional. Melalui sinergi erat bersama Universitas Nurul Jadid (UNUJA), pesantren legendaris ini sukses menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMMAPSI Pusat 2026 yang digelar megah di Auditorium 1, Sabtu (23/05/2026).

Tak sekadar merumuskan program kerja organisasi, agenda akbar berskala nasional ini langsung menggebrak dengan Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Revitalisasi Pendidikan di Era Digital untuk Membangun Generasi Adaptif dan Berintegritas melalui Penguatan Semangat Kaderisasi.”

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, mulai dari Pengasuh Ponpes Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, Bupati Probolinggo Dr. H. Mohammad Haris, M.Kes., Wakil Bupati H. Fahmi Abdul Haq Zaini, S.Ag., S.Kom., hingga Rektor UNUJA Dr. KH. Najiburrahman, M.A., M.Pd.

Dalam sesi seminar, Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., memaparkan strategi krusial untuk menghadapi disrupsi teknologi. Ia menegaskan ada tiga tahapan utama yang wajib dilakukan dunia pendidikan saat ini dengan mengubah pola pikir agar selaras dengan kemajuan zaman, menyusun ulang materi pembelajaran yang adaptif dengan teknologi, menghidupkan kembali esensi moral dan integritas di ruang digital.

“Ketiga aspek ini adalah fondasi utama agar sistem pendidikan kita tidak hanya bertahan, tapi mampu menjawab tantangan era digital secara nyata,” tegas Prof. Hepni.

Di sisi lain, Ketua Umum Terpilih IMMAPSI Pusat, Moh. Rofik, membawa angin segar perubahan dalam kepemimpinannya. Ia menyatakan berkomitmen penuh untuk membawa organisasi mahasiswa pesantren ini ke arah yang lebih terbuka, progresif, dan dinamis.

“Kami siap dievaluasi dan dikritik sebagai pengurus. Kritik dan evaluasi merupakan vitamin penting untuk memperkuat organisasi, sekaligus memastikan IMMAPSI tetap relevan dalam menjawab kebutuhan kader dan perkembangan zaman,” ujar Rofik lantang dalam sambutannya.

Kepercayaan menjadi tuan rumah Rakernas 2026 ini menjadi bukti nyata rekognisi nasional terhadap Ponpes Nurul Jadid dan UNUJA. Kampus berbasis pesantren ini terbukti konsisten menjadi motor penggerak kaderisasi mahasiswa yang moderat, berintegritas, dan melek teknologi.

Melalui forum tertinggi ini, IMMAPSI Pusat ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi serta program strategis yang siap mencetak generasi santri masa depan—generasi yang tidak gagap teknologi, tetap memegang teguh nilai keislaman, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pewarta: Maria Al Faradela

Editor    : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *