Seru! Ratusan Pramuka Putri Nurul Jadid Adu Tangkas dan Rakit Bunga Estetik di Tepi Pantai Paiton

www.nuuljadi.net– Sebanyak 228 pramuka putri yang tergabung dalam Perkemahan OSKAR Putri 2026 sukses mengguncang Lapangan Utama TNI AL Paiton pada hari kedua pelaksanaan kemah, Sabtu (23/05/2026). Di bawah terik matahari dan hembusan angin pantai, para peserta berkompetisi dalam serangkaian lomba yang menguji ketangkasan fisik sekaligus kreativitas tanpa batas.

Sejak pagi hari usai apel, suasana lapangan langsung riuh oleh sorak semangat dari 19 kelompok yang bertanding. Pada sesi pertama, fokus peserta diuji lewat Lomba Pasukan Baris-Berbaris (PBB) Tongkat, ketelitian dalam membaca Sandi Morse, hingga kecepatan Lomba Semaphore.

Tim Giat Gudep Pramuka Putri Nurul Jadid, Isnani Wahyuniati (Kak Yuni), menjelaskan bahwa seluruh perlombaan ini dirancang sebagai wadah evaluasi nyata.

“Adik-adik peserta ini telah mengikuti rangkaian kegiatan Pramuka selama seminggu sebelum perkemahan dimulai. Materi yang telah mereka pelajari kami aplikasikan dalam bentuk perlombaan agar kemampuan mereka dapat terasah sekaligus dievaluasi,” ujar Kak Yuni.

Memasuki siang hari, setelah jeda istirahat dan salat Zuhur berjamaah, tensi kompetisi bergeser dari ketangkasan fisik menjadi adu kreativitas melalui Lomba Hasta Karya Pramuka.

Berbeda dengan lokasi lomba pagi, area perlombaan kali ini bergeser ke bawah rindangnya pepohonan yang menghadap langsung ke pantai. Di lokasi yang sejuk ini, setiap kelompok yang beranggotakan 12 orang ditantang untuk menyulap bahan-bahan bekas menjadi kerajinan bernilai estetika.

Dengan memanfaatkan limbah harian seperti: Botol plastik, Kardus bekas, Kantong plastik (kresek)

Para peserta berhasil merakit berbagai bentuk bunga hias yang unik dan sekreatif mungkin. Menurut Kak Yuni, tantangan ini merupakan bentuk aksi nyata dan implementasi dari materi keterampilan lingkungan yang sebelumnya telah diajarkan di pangkalan Nurul Jadid.

Melalui rentetan kegiatan di hari kedua ini, Perkemahan OSKAR Putri 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga berhasil menjadi ruang belajar yang interaktif. Di sini, para santriwati ditempa untuk mengasah jiwa kepemimpinan, ketelitian, kerja sama tim, hingga kepedulian terhadap lingkungan sebelum mereka melanjutkan agenda berikutnya, yaitu kegiatan outbound.

Pewarta   : Maria Al Faradela

Editor      : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *