Beri Pembekalan Kelas Akhir LIPS SMPNJ: Gus Fayyadl Ingatkan Sinkronisasi Hati Guru, Murid, dan Orang Tua
www.nuruljadid.net – Rangkaian acara Tasyakuran dan Pengukuhan Kelas Akhir Language Intensive Program of SMP Nurul Jadid (LIPS) ditutup dengan sesi pembekalan rohani oleh Gus Muhammad Al-Fayyadl pada Ahad (17/05/2026).
Bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pembekalan ini ditujukan sebagai bekal sekaligus pengingat bagi para siswi kelas akhir yang akan menyelesaikan masa studinya bahwa masih banyak pencapaian besar yang menanti di masa depan.
Dalam tausiyahnya, Gus Fayyadl menegaskan bahwa ilmu adalah karunia paling agung yang diturunkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, keputusan para siswi LIPS untuk mendalami ilmu bahasa merupakan sebuah nikmat besar yang harus disyukuri dan terus dikembangkan.
“Semua yang ada di dunia ini ada ilmunya, oleh sebab itu kita harus belajar sampai sukses dunia dan akhirat. Kunci kesuksesan itu cuma satu, yaitu bersyukur. Tanda syukur adalah ketika kita diberi kemudahan untuk mempelajari ilmu tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Fayyadl memaparkan bahwa proses belajar-mengajar bukan sekadar transfer informasi akademik, melainkan juga transfer doa dan ikatan batin. Menurut beliau, harus ada keselarasan hati antara guru, murid, dan orang tua demi mencapai hasil yang berkah.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan para siswi saat ini merupakan buah dari perjuangan yang tidak mudah.
“Di balik toga itu, tersimpan jerih payah, suka dan duka, kisah tangis dan tawa, serta ada luka-luka besar untuk menggapai yang lebih baik ke depannya. Satu hal ketika melihat perjalanan mempelajari ilmu adalah apa yang telah Allah mudahkan, sebagaimana dalam hadis bahwa Allah telah memudahkan takdir yang telah disiapkan,” paparnya.
Di akhir pembekalan, Gus Fayyadl memotivasi siswi kelas akhir LIPS untuk memasang target pendidikan yang tinggi, bahkan hingga jenjang Doktoral (S3), dengan tetap menjaga keseimbangan ibadah kepada Allah SWT.
Beliau juga menitipkan pesan khusus kepada para wali murid yang hadir agar senantiasa mendukung cita-cita dan keinginan putri mereka, selama hal tersebut tidak keluar dari batasan syariat Islam.
“Kalau mau sukses, minta restu orang tua dulu,” pungkas beliau menekankan pentingnya rida orang tua sebagai jalan utama menuju keberhasilan.
Pewarta : Janeeta Firyal Achlia
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!