Santri Nurul Jadid Diasah Menjadi Wartawan Profesional Lewat Jalur Pewarta Pesantren
www.nuruljadid.net– Santri yang selama ini dikenal fokus mendalami ilmu agama, ternyata memiliki minat yang besar dalam dunia jurnalistik. Di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, para santri diberikan kesempatan emas untuk belajar menjadi wartawan profesional melalui wadah khusus.
Pihak pesantren secara aktif memfasilitasi minat tersebut agar para santri tidak hanya menguasai khazanah keislaman, tetapi juga terampil dalam dunia kemandirian publikasi dan media. Langkah ini diambil untuk merespons perkembangan teknologi informasi yang semakin masif.
Kepala Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ustadz Ponirin Mika, menyatakan bahwa lembaga pesantren memberikan ruang seluas-luasnya bagi santri yang berminat menjadi pewarta. Komitmen ini diwujudkan melalui program-program pelatihan jurnalistik yang terstruktur.
“Pesantren Nurul Jadid memfasilitasi kepada santrinya untuk mengasah keterampilan yang berkait dengan kejurnalistikan dengan adanya pewarta yang diberi mandat untuk memberikan kegiatan-kegiatan pesantren,” kata Ustadz Ponirin Mika saat mengisi studium general di acara pengukuhan pewarta putri pesantren Nurul Jadid.
ustadz Ponirin menjelaskan bahwa para santri yang tergabung dalam tim pewarta ini mendapatkan mandat resmi untuk meliput dan mempublikasikan berbagai agenda pesantren. Mereka diajarkan cara mencari berita, melakukan wawancara, hingga menulis rilis berita dengan standar media massa.
Melalui penugasan langsung tersebut, santri dapat merasakan atmosfer kerja wartawan yang sesungguhnya. Mereka dilatih untuk peka terhadap peristiwa di lingkungan sekitar dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang edukatif serta akurat.
Antusiasme santri untuk mengikuti program kejurnalistikan ini tergolong cukup tinggi. Banyak dari mereka yang menyadari bahwa keterampilan menulis dan mengolah informasi menjadi modal penting setelah lulus dari pesantren nanti.
Selain menulis berita teks, para santri juga dibekali dengan kemampuan pendukung seperti fotografi jurnalistik dan pengelolaan media digital. Hal ini dilakukan agar kemampuan mereka relevan dengan kebutuhan industri media modern saat ini.
Ia juga berharap, lewat wadah pewarta pesantren ini, akan lahir jurnalis-jurnalis Muslim yang berintegritas, beretika santri, dan mampu mewarnai media massa dengan narasi-narasi yang menyejukkan.
Program ini sekaligus membuktikan bahwa kehidupan di dalam pesantren sangat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri Nurul Jadid kini tidak hanya siap menjadi pemuka agama, tetapi juga siap berkiprah sebagai pewarta profesional.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!