Perkuat Syiar Pesantren, Humas Nurul Jadid Kukuhkan Puluhan Pewarta Putri

www.nuruljadid.net– Hubungan Masyarakat (Humas) dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid secara resmi menggelar agenda pengukuhan pewarta putri pada Jumat (15/05/26). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat lini informasi publik serta memastikan syiar kegiatan pesantren tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.

Wakil Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ny. Hj. Muthmainnah Waqid, hadir langsung untuk memimpin prosesi pengukuhan tersebut. Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Ning Iin ini menegaskan bahwa peran pewarta di lingkungan pesantren saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan pokok dalam manajemen informasi.

“Keberadaan pewarta di Pesantren Nurul Jadid sangat dibutuhkan sebagai sarana informasi publik, terutama yang berkaitan dengan pemberitaan atau news mengenai kegiatan santri dan pondok,” ujar Ning Iin di hadapan para peserta yang baru saja dikukuhkan.

Ia menekankan bahwa para pewarta putri memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi wajah pesantren di dunia digital. Melalui tulisan dan konten yang dihasilkan, nilai-nilai positif serta dinamika kehidupan pesantren dapat dipahami secara utuh oleh wali santri maupun masyarakat umum.

Selain aspek informatif, Ning Iin juga memandang peran pewarta sebagai wadah pembentukan karakter. Menurutnya, bergelut di dunia jurnalistik merupakan bagian dari upaya menempa diri bagi para santriwati dalam melatih kedisiplinan serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Menjadi pewarta itu bagian dari proses khidmah (pengabdian). Di sini kalian belajar disiplin mengatur waktu antara tugas akademik dan tugas peliputan, serta memupuk dedikasi terhadap institusi,” tambahnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Ning Iin menyoroti pentingnya nilai kejujuran dalam memproduksi berita. Ia merasa prihatin dengan fenomena media sosial saat ini yang seringkali mengabaikan akurasi dan etika jurnalistik demi mengejar popularitas atau kecepatan semata.

“Dalam membuat berita, kita diajarkan tentang kejujuran. Saat ini banyak media sosial yang kurang memperhatikan aspek tersebut. Oleh karena itu, pewarta Nurul Jadid harus menjadi pembeda dengan mengedepankan fakta dan integritas,” tegasnya.

Pihak pesantren menaruh harapan besar agar para pewarta putri yang dikukuhkan hari ini dapat memberikan kontribusi nyata. Kehadiran mereka diharapkan mampu mengisi ruang-ruang digital dengan narasi yang menyejukkan, edukatif, dan tentunya mencerminkan jati diri santri.

Sebagai langkah tindak lanjut, para pewarta ini tidak akan langsung dilepas begitu saja ke lapangan. Humas dan Infokom telah menyiapkan serangkaian program pembekalan teknis guna mengasah kemampuan literasi dan keterampilan jurnalistik para santriwati.

Ke depannya, mereka akan mendapatkan pelatihan khusus terkait teknik wawancara, penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik, hingga manajemen media sosial. Dengan pembekalan tersebut, diharapkan kualitas informasi yang keluar dari Pondok Pesantren Nurul Jadid semakin profesional dan berkualitas.

Pewarta      : Ahmad Zainul Khofi

Editor         : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *