Ketua GKJW Kraksaan Puji Pesantren Nurul Jadid; Pesantren yang Terbuka bagi Urusan Kebangsaan
www.nuruljadid.net – Dalam semangat mempererat tali persaudaraan antarumat beragama, keluarga besar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kraksaan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Senin (30/3). Kunjungan ini dimaksudkan untuk merayakan kebahagiaan Idul Fitri 1447 H bersama keluarga besar pengasuh pesantren nurul jadid yang diwakili oleh Gus Imdad Robbani Wakil Kepala Pesantren dan Kepala Biro Pengembangan Masyarakat Gus Fahmi Abdul Haq Zaini.
Ketua GKJW Kraksaan, Pdt. Josephine Christiana Sutrisno, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap Pesantren Nurul Jadid yang selama ini dikenal memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan sikap terbuka terhadap seluruh lapisan masyarakat.
“Kami melihat Pesantren Nurul Jadid sebagai institusi yang hidup di tengah masyarakat serta aktif memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami merasa sangat dihargai sebagai saudara melalui jalinan silaturahmi yang telah terbangun baik selama ini,” ujar Pdt. Josephine.
Rombongan yang hadir tidak hanya berasal dari internal GKJW Kraksaan, tetapi juga melibatkan perwakilan lintas gereja dan organisasi kristiani lainnya, di antaranya: Pdt. Josephine Christiana Sutrisno (Ketua GKJW Kraksaan) beserta suami., Bpk. Achmad Hidayanto (Sekretaris GKJW Kraksaan), Bpk. Denny Lasut (Utusan GKJW MD Malang III Timur), Bpk. Dwi Kasongko (Komisi Antar Umat Beragama GKJW Kraksaan), Ibu Chres Martalinda (Komisi Peranan Wanita) dan Ibu Sri Winarni (Pengawas Perbendaharaan), Bpk. Pujianto beserta dua utusan dari GKJW Probolinggo, Bpk. Gunawan (Ketua Dewan Paroki Gereja Katolik Kraksaan).
Kunjungan ini berfokus pada penguatan kerukunan (silaturahmi) yang sudah lama menjadi fondasi hubungan antara komunitas Kristen-Katolik di wilayah Kraksaan dengan pihak pesantren. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus Pesantren Nurul Jadid dalam suasana kekeluargaan yang erat.
GKJW Kraksaan berharap pesan perdamaian dan kolaborasi dalam membangun bangsa dapat terus terpelihara, menjadikan perbedaan sebagai kekayaan yang memperkuat persatuan, khususnya di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!