Nurul Jadid Pastikan Semua Gedung Layak Huni dan Aman bagi Santri
berita.nuruljadid.net – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jawa Timur melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan pondok pesantren di wilayah Jawa. Pondok Pesantren Nurul Jadid, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan audit tersebut.
Ketua Tim Audit, Sabrina Alifiyah Nisa Yuniar, mengatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan Kementerian PUPR pasca tragedi Al Khoziny.
“Kementerian PUPR akan melaksanakan audit menyeluruh pada bangunan gedung pondok pesantren di Jawa. Salah satunya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo. Audit ini akan dilaksanakan mulai 9 hingga 11 November 2025,” ujar Sabrina, Senin (10/11).
Audit akan meliputi penilaian kondisi fisik bangunan, struktur, serta kelayakan fungsi gedung yang digunakan untuk kegiatan belajar dan hunian santri.
Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid, H. Tahiruddin, menjelaskan bahwa saat ini kompleks pesantren memiliki 232 bangunan dengan variasi tinggi dari satu hingga empat lantai.
“Pesantren ini berdiri sejak tahun 1949 dan sudah mengalami banyak renovasi. Hanya ada dua bangunan peninggalan tahun 1990-an yang masih berdiri, namun sudah tidak kami tempati karena dianggap kurang layak bagi santri,” kata Tahiruddin.

Potret Tim Kementerian PUPR tengah disambut oleh pengurus pesantren saat agenda audit di Ponpes Nurul Jadid
Ia menambahkan, urusan teknis terkait bangunan pesantren selama ini dikelola oleh Biro PULH, yang menangani bidang pekerjaan umum dan lingkungan hidup pesantren.
Sementara itu, Surono, Kepala Bidang PU yang juga turut berkoordinasi dalam proses audit, mengatakan bahwa sebelum tragedi robohnya bangunan di sejumlah pesantren terjadi, pihaknya sebenarnya telah menyelesaikan pendataan arsitektur seluruh bangunan pesantren. Namun, untuk data struktur bangunan, pihaknya masih menunggu hasil pendalaman dari tim audit Kementerian.
“Sejak tragedi itu, kami langsung melakukan opname terhadap gedung-gedung santri sesuai instruksi kepala pesantren. Sebelumnya perawatan rutin sudah berjalan, tapi kali ini lebih masif dan terukur,” ujar Surono.
Selain memperkuat aspek keselamatan bangunan, pihak pesantren juga terus meningkatkan fasilitas pendukung, termasuk ketersediaan daya listrik cadangan.
“Kami memiliki genset dengan total kapasitas lebih dari 1000 kWh. Setiap gedung kini sudah memiliki genset masing-masing, supaya kegiatan santri tidak terganggu meski terjadi pemadaman listrik,” tambahnya.
Audit Kementerian PUPR ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memastikan keamanan dan standar teknis bangunan pesantren layak huni bagi santri, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Pewarta: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!