Tuhan Palsu yang Terlena Kesombongannya: Kajian Tafsir Jalalain oleh Kiai Zuhri Zaini
www.nuruljadid.net.berita – KH M Zuhri Zaini dalam pengajian tafsir kitab Jalalain membaca ayat alqur’an dengan tema kesombongan Fir’aun. Dalam penjelasannya, KH Zuhri menyoroti bagaimana Fir’aun, yang dalam sejarah Al-Qur’an dikenal sebagai penguasa yang angkuh, menganggap dirinya sebagai Tuhan, padahal sebenarnya ia hanyalah manusia biasa.
Kiai Zuhri menjelaskan bahwa Fir’aun tidak hanya menolak keberadaan Tuhan yang Maha Kuasa, tetapi juga secara angkuh mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Sikap ini mencerminkan kesombongan manusia yang menolak kebenaran dan menganggap dirinya setara dengan Sang Pencipta.
Dalam pengajian tersebut, Kiai Zuhri menceritakan kisah Nabi Musa yang semasa kecilnya dirawat oleh istri Fir’aun. Ia menegaskan bahwa Fir’aun adalah sosok kafir yang tidak hanya mengaku sebagai Tuhan, tetapi juga memperbudak Bani Israil agar menyembahnya.
Selain itu, Kiai Zuhri menegaskan bahwa Tuhan sejati bukanlah Fir’aun, melainkan Allah SWT yang Maha Kuasa. Dalam pandangannya, Fir’aun bahkan lebih sombong dibandingkan Iblis karena keangkuhannya yang besar dan ketidakmampuan untuk mengakui keterbatasan dirinya sebagai makhluk.
“Ciri Tuhan sejati adalah Maha Kuasa, Maha Pencipta, pengendali makhluk, pemberi rezeki, serta kuasa menghidupkan dan mematikan. Jika ada yang tidak mampu melakukan hal-hal tersebut, maka sesungguhnya mereka hanyalah Tuhan-tuhanan buatan manusia,” tegasnya.
Beliau menggunakan analogi bangunan megah untuk menjelaskan bahwa setiap ciptaan pasti memiliki pencipta dan pengatur. Ia menyatakan bahwa manusia jauh lebih kompleks dibandingkan bangunan-bangunan megah sekalipun.
“Kalau bangunan punya perancang, pendesain, dan pembuat, masa manusia yang lebih rumit tidak ada yang mengatur? Apalagi alam semesta yang sangat teratur,” ujarnya.
Kiai Zuhri mencontohkan keteraturan alam semesta mulai dari peredaran bulan, matahari, hingga bumi yang tidak pernah bertabrakan. Semua ini menunjukkan adanya Sang Pencipta, yakni Allah SWT.
Fir’aun, menurut KH Zuhri, mempertanyakan keberadaan Tuhan karena kesombongannya yang luar biasa. Ia tidak menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya sebagai makhluk ciptaan.
Dengan penyampaian ini, dapat di petik bahwa Kiai Zuhri menekankan bahwa sikap Fir’aun harus menjadi pelajaran penting bagi manusia agar tidak lupa diri dan mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang selalu membutuhkan Sang Pencipta.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!