Ciri Muslim yang Baik adalah Suka Berbagi pada Sesama,” Berikut Penjelasan Kiai Zuhri Zaini
www.nuruljadid.net.berita– KH M Zuhri Zaini menekankan pentingnya sikap berbagi dengan sesama dalam pengajian kitab Riyadhus Sholihin yang digelar di Masjid Jami’ Nurul Jadid pada Sabtu sore (02/08/25).
KH Zuhri mengibaratkan porsi makanan agar selalu disiapkan lebih dari kebutuhan satu orang, yaitu makanan untuk satu orang cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang. Hal ini dimaksudkan agar setiap individu memiliki sikap dermawan dan tidak egois dalam memenuhi kebutuhan diri.
“Kalau kita tidak mau berbagi, itu tidak mencerminkan akhlak sebagai orang Islam,” ujar KH Zuhri. Ia menegaskan agar umat Islam tidak mementingkan diri sendiri, baik saat memiliki sesuatu maupun saat kekurangan. “Jika memiliki kelebihan, jangan enggan berbagi, dan jika tidak memiliki sesuatu, jangan memaksa orang lain,” tambahnya.
KH Zuhri juga menjelaskan praktik hidup sederhana dan kekeluargaan di pondok pesantren, di mana para santri harus memasak sendiri sebelum makan dan biasanya makan bersama-sama secara bergotong royong.
KH M Zuhri Zaini juga menekankan bahwa berbagi bukan hanya sekadar tindakan memberi materi, tetapi lebih kepada menanamkan nilai kedermawanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedermawanan merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam dan menjadi cermin keimanan seseorang. Dengan berbagi, seseorang dapat menjaga keharmonisan sosial dan membangun solidaritas antar sesama.
Lebih jauh, KH Zuhri mencontohkan kehidupan para santri di pondok pesantren yang mengedepankan kebersamaan dan tanggung jawab. Proses memasak bersama sebelum makan menjadi momen pembelajaran penting tentang kerja sama dan rasa syukur. Kebiasaan makan bersama ini juga mempererat hubungan sosial antar santri, sekaligus mengajarkan pentingnya rasa saling peduli.
Pengajian yang digelar secara rutin ini merupakan kegiatan rutin saban hari yang bertempat di masjid. Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap melalui pengajian ini, santri dapat terus memperkuat iman dan akhlak, terutama dalam aspek sosial seperti berbagi dan tidak mementingkan diri sendiri. Dengan demikian, nilai-nilai Islam dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, pengajian ini dijadikan sebagai media dakwah untuk masyarakat luas agar KH Zuhri dapat mengingatkan bahwa menuntut ilmu dan belajar dari Nabi Muhammad SAW tidak terbatas pada tempat, karena di manapun bersama Nabi adalah tempat belajar yang berharga.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!