Ingin Rahmat Allah Tapi Tak Beramal? Itu Omong Kosong, Berikut Ulasan Kiai Zuhri Zaini
nuruljadid.net.berita– KH M Zuhri Zaini menegaskan pentingnya tauhid sebagai pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Dalam pengajian kitab sore di Masjid Jami’ Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa seluruh amal manusia tidak akan berarti tanpa adanya keyakinan kepada Allah sebagai satu-satunya pemberi pertolongan dan rahmat.
“Tauhid itu adalah keyakinan total bahwa yang memberikan pertolongan adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Menurutnya, manusia tidak bisa mengandalkan amal perbuatannya semata untuk masuk surga.
“Yang memasukkan seseorang ke dalam surga itu bukan amalnya, tapi rahmat dari Allah,” ujarnya.
Namun demikian, Kiai Zuhri menolak anggapan bahwa jika surga hanya bisa dicapai dengan rahmat Allah, maka amal ibadah menjadi tidak penting. Ia menyebut pemikiran semacam itu sebagai logika yang keliru.
“Kalau begitu tidak usah beramal? Nah, ini logika yang salah,” katanya sambil menegaskan pentingnya memahami hubungan antara amal dan rahmat Ilahi.
Amal ibadah, kata beliau, adalah wujud kepatuhan kepada Allah yang dapat mengundang kasih sayang dan rahmat-Nya. Dengan amal, seseorang berupaya untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah SWT.
“Orang itu supaya disayang Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya. Kalau seseorang menginginkan rahmat Allah tapi tidak mau beramal, itu omong kosong,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa cinta Allah tidak bisa diraih hanya dengan ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata yang selaras dengan syariat Islam. Dalam hal ini, amal menjadi bukti kesungguhan seorang hamba.
“Jangan berpikir bahwa amal itu tidak penting. Justru amal itulah jalan agar kita bisa dekat dengan rahmat Allah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menekankan bahwa keikhlasan dalam beramal menjadi syarat diterimanya ibadah seorang muslim. Amal yang dilakukan karena ingin dipuji manusia, menurutnya, tidak akan bernilai di hadapan Allah.
Kiai Zuhri kembali mengingatkan bahwa keseimbangan antara keyakinan dan amal adalah kunci utama dalam meraih rida dan rahmat Allah SWT.
“Tauhid tanpa amal adalah omong kosong, amal tanpa tauhid juga sia-sia. Keduanya harus berjalan seiring,” pungkasnya.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!