Upacara Pramuka: Dari Halaman Madrasah, Santri MI Nurul Mun’im Belajar Cinta Tanah Air
berita.nuruljadid.net – Pagi itu, Kamis (14/08/25), halaman MI Nurul Mun’im Pondok Pesantren Nurul Jadid berubah menjadi lautan cokelat. Seragam Pramuka lengkap membalut tubuh para siswa, dewan asatidz, dan asatidzah yang berdiri rapi di bawah teduhnya langit musim kemarau. Tepat pukul delapan, upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 dimulai, mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.
Bertindak sebagai pembina upacara, Syarqowi melangkah mantap ke podium. Dalam amanatnya, ia mengajak peserta merenungkan makna tiap atribut yang mereka kenakan. “Merah putih yang terkalung di leher bukan sekadar tanda pengenal. Ia berada dekat dengan hati, melambangkan cinta yang tulus kepada bangsa dan negara,” ujarnya lantang. Kalimat itu diikuti penjelasan tentang Panca Kesadaran Santri, khususnya al-wa’yu al-hukūmī wa asy-sya’bī, kesadaran berbangsa dan bernegara.
Sebelum amanat utama, Syarqowi menyerahkan piagam penghargaan kepada anggota Pramuka teraktif semester genap tahun ajaran 2024–2025. Syaratnya ketat: kehadiran 100 persen. Tepuk tangan membahana, menjadi penghormatan bagi dedikasi yang nyaris tanpa absen.
Dari awal hingga akhir, upacara berjalan tertib. Para guru memberi teladan, berdiri di barisan dengan atribut lengkap, wajah teduh, dan senyum yang sesekali muncul di sela instruksi. Semangat kebersamaan terasa kental, seolah mengikat seluruh peserta dalam satu ikatan mencintai tanah air.
Bagi MI Nurul Mun’im, peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah ruang untuk menanamkan karakter kebangsaan, menumbuhkan jiwa kolaborasi, dan membentuk generasi yang tangguh, generasi yang siap berdiri tegak di barisan terdepan menjaga Indonesia.
Reporter: Rinayah Risky Rora
Editor: Ahmad Zainul Khofi































