Pos

Halaqah Alumni Perkuat Konsep dan Strategi Melalui Rapat Komisi dan Sidang Pleno

nuruljadid.net – Pagelaran Halaqah Alumni dalam rangka memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan rapat komisi dan pleno bersama seluruh peserta alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari berbagai daerah di Indonesia pada sabtu (26/02) malam.

Pasalnya, rapat komisi ini dibagi dalam tiga kelompok, komisi I membahas materi seputar keagamaan dan kepesantrenan bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im, komisi II bidang pendidikan berlokasi di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan materi III di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid tentang sosial ekonomi.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh KH. Syamrowi Dhomair di Aula KH. Zaini Mun’im)

Rapat komisi dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Sedangkan sidang pleno sendiri diadakan setelah rapat komisi selesai di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh seluruh peserta halaqoh alumni dari masing-masing rapat komisi.

Ketua panitia halaqah alumni tahun 2022 ust. Syaiful Anam menjelaskan tujuan diadakannya rapat komisi dan sidang pleno ini adalah untuk intensifikasi pembahasan materi masing-masing yang diplenokan untuk disepakati. Implikasinya adalah peguatan peran dan fungsi pesantren serta alumni dalam pelayanan di tengah masyarakat.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh Drs. A. Fathurrazi Qodir, M.Pd. di Aula II PP. Nurul Jadid)

“harapannya Pondok Pesantren Nurul Jadid mampu menjadi pesantren mandiri secara ekonomi dan tetap istiqomah dalam tafakkuh fi addin melalui tarbiyah wa ta’lim. Di samping itu, antar pesantren, alumni dan masyarakat dapat bersimbiosis mutualisme dengan sharing program yang bisa bermanfaat untuk kemaslahatan bersama,” ungkap ust. Syaiful Anam

Rapat Komisi I dipimpin KH. Syamrowi Dhomair, komisi II dinahkodai kepala bidang Biro Pendidikan Drs. H. Fathorrazi Qodir, M.Pd dan komisi III dipimpin langsung oleh kepala Biro Pengembangan KH. Faiz Abdul Haq Zaini.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh KH. Faiz Abdul Haq Zaini di Aula I PPNJ)

Ustaz Syaiful Anam menambahkan, setiap komisi membahas programnya di masing-masing forum, lalu memaparkannya hasil rapat komisi di sidang pleno. “Malam itu kita sudah adakan rapat komisi, yang mana hasilya dibahas pada sidang pleno. Masing-masing ketua komisi memaparkan hasil pembahasannya untuk disetujui oleh siding pleno. Semoga hasil forum tersebut dapat terealisasi dan didukung oleh seluruh pihak ke depannya,” imbuh ust. Syaiful Anam menutup wawancara bersama nuruljadid.net

 

(Humas Infokom)

Seminar Halaqoh Alumni Fokus Optimalisasi Peran Alumni dalam Pelayanan Masyarakat

nuruljadid.net – Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi di era disruptif ini, menuntut seluruh elemen lapisan masyarakat tidak terkecuali santri dan alumni pesantren untuk terus beradaptasi dengan melakukan penyesuaian dan perubahan. Menjawab tantangan ini, panitia halaqoh alumni menghelat seminar bertajuk “optimalisasi peran alumni dalam pelayanan masyarakat” di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid (26/02/2022).

Seminar dilaksanakan usai pembukaan halaqoh alumni sekitar pukul 16.45 WIB yang sejatinya dimulai pukul 15.30 WIB. Terjadi molornya waktu disebabkan kedatangan peserta halaqoh yang tidak seragam dari berbagai daerah di tanah air serta proses screening protokol kesehatan yang cukup memakan waktu.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Banwas KH. Moh. Mahfudz Faqih, Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani dan ketua P4NJ Pusat KH. Junaidi Mu’thi tengah menyimak acara seminar)

Seminar ini diikuti seluruh peserta halaqoh alumni perwakilan P4NJ se Nusantara. Nampak pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, kepala Banwas KH. Moh. Mahfudz Faqih, kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani dan ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi tengah menyimak dengan khidmat acara seminar tersebut dengan tamu undangan lainnya.

Moderator seminar bapak Dr. Aliwafa, M.Pd.I setelah menyampaikan pengantar langsung mempersilahkan narasumber untuk naik ke panggung Aula 1 pesantren. Hadir dua narasumber pada seminar tersebut, K. Muhammad Al-Fayyadl dan Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag.

(Narasumber pertama Kiai Muhammad Al-Fayyadl sedang menyampaikan materi pada Seminar Halaqoh Alumni)

Kiai Muhammad Al-Fayyadl selain sebagai mudir ma’had aly Nurul Jadid juga kiai muda yang aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan lulusan universitas di Perancis. Beliau menyampaikan materi pertama yang berfokus pada aktualisasi nilai-nilai pesantren dalam praktik keagamaan di tengah masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag. seorang alumni Nurul Jadid yang memiliki karir akademik sangat baik dan mendapatkan gelar professor di usia cukup muda dari Universitas Islam Negeri Lampung yang sebelumnya institut merupakan salah satu prestasi beliau ikut terlibat dalam proses upgrading dari institut ke universitas.

(Narasumber kedua Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag sedang menyampaikan materi pada Seminar Halaqoh Alumni)

Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag. menyampaikan materi peluang dan tantangan jaringan alumni pesantren dalam mengembangkan pendidikan di masyarakat. Hal ini disampaikan agar para alumni Nurul Jadid ikut terlibat dan berperan aktif dalam pengembangan pendidikan di masyarakat tempat mereka mengabdi.

(Bapak Juleini pengurus P4NJ luar negeri sedang menyampaikan pertanyaan pada seminar halaqoh alumni)

Usai pematerian terdapat dua penanya, salah satunya bapak Juleini pengurus P4NJ luar negeri berdomisili di Batam. Beliau menyampaikan bagaimana pesantren dan alumni Nurul Jadid dapat memanfaat peluang di berbagai kesempatan untuk memperluas jaringan serta jangkauan hingga luar negeri, khususnya penguatan jaringan di beberapa negara tetangga.

Terbatasnya waktu, membuat kegiatan seminar halaqoh alumni tersebut harus segera diakhiri karena menjelang maghrib. Seusai acara seminar peserta diarahkan ke ruang ramah-tamah untuk makan dan dilanjutkan sholat berjamaah maghrib di Masjid jami’ kemudian acara doa dan dzikir di maqbaroh atau astah para masyayikh dipimpin oleh KH. Fahmi AHZ kepala Biro Kepesantrenan Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

 

Pembukaan Halaqoh Alumni, Momentum Reuni Kembali Mengabdi

nuruljadid.net – H-1 menjelang peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, pembukaan seremonil Halaqoh Alumni digelar Sabtu (26/02/2022) sore di Aula 1 pesantren. Acara ini dihadiri langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid dan ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi beserta pimpinan pesantren juga pengurus P4NJ se nusantara.

Halaqoh alumni perdana di tahun 2022 ini mengusung semangat optimalisasi peran alumni dalam pelayanan masyarakat tampil berbeda dari biasanya. Pasalnya, tahun ini konsep acara dipersiapkan cukup matang oleh panitia penyelenggara. Tidak sekedar berkumpul, namun peserta halaqoh dibagi menjadi tiga komisi kepesantrenan dan keagamaan, pendidikan, dan sosial ekonomi.

(Ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi menyampaikan laporan pada pembukaan Halaqoh Alumni 2022)

Peserta yang hadir pun membludak dari kuota daftar undangan yang telah ditentukan sebelumnya. Data yang terhimpun sampai H-1 pelaksanaan halaqoh terdapat 250 peserta, namun pada hari pelaksanaan jumlah peserta yang hadir mencapai 400 orang. Hal ini disinyalir karena kerinduan yang teramat sangat para alumni kepada almamaternya Nurul Jadid.

Ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi dalam laporannya menyampaikan rasa syukur karena akhirnya momentum yang ditunggu-tunggu bisa silaturrahmi ke Nurul Jadid terealisasi.

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita bisa bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, tidak hanya untuk reuni dan nostalgia melainkan untuk kembali mengabdi, meluangkan waktu dan memberikan kontribusi pemikiran terbaik demi kemajuan pesantren dan peran alumni di tengah masyarakat agar tetap satu visi,” dawuh KH. Junaidi Mu’thi di acara pembukaan Halaqoh Alumni.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid dan Ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi terlihat duduk dalam satu meja pada acara Halaqoh Alumni)

Junaidi Mu’thi juga melaporkan terkait rekapitulasi data khotmil qur’an dan bacaan somadiyah yang dihimpun dari seluruh koordinator P4NJ di tanah air. Beliau juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas partisipasi alumni yang kompak meskipun dalam jangan waktu singkat.

Berdasarkan data, KH. Junaidi mengumumkan tiga P4NJ dengan pencapaian khotmil qur’an dan somadiyah terbanyak. Dengan senyum tertahan beliau mengucapkan selamat kepada P4NJ Situbondo yang menduduki posisi pertama disusul P4NJ Lumajang dan P4NJ Probolinggo Barat. Kemudian beliau tertawa kecil karena P4NJ Bondowoso yang menjadi basis beliau tidak masuk jajaran tiga terbanyak. Hal ini pun disambut tawa gelak seluruh hadirin pada acara halaqoh tersebut.

(Kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid sedang memberikan sambutan pada pembukaan Halaqoh Alumni 2022)

Kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid melihat besarnya potensi pesantren dan alumni di tengah masyarakat tidak hanya dalam pendidikan dan keagamaan melainkan juga kebangkitan ekonomi keummatan.

“Saat ini, pemerintah telah membuat aturan dan undang-undang terkait pesantren, hal itu bukti bahwa pesantren sudah semakin mendapatkan perhatian pemerintah, namun kita perlu tetap mengkritisi dan mengawal bersama bahwa potensi pesantren cukup besar jika kita membangun jejaring yang kuat,” dawuh beliau di depan seluruh peserta dan tamu undangan halaqoh.

Beliau juga melanjutkan bahwa saat ini di kemajuan teknologi dan industri tenaga manusia banyak tergantikan oleh mesin sehingga menuntut kita untuk kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kompetensi serta keterampilan menjawab tantangan zaman.

(Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini saat memberikan tausyiah pada acara pembukaan Halaqoh Alumni 2022)

Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini ikut menghadiri langsung dan memberikan tausyiah sekaligus membuka acara halaqoh alumni tersebut. Dalam tasuyiahnya beliau berpesan agar santri, pengurus, dan alumni tidak kehilangan jati diri sebagai santri.

Beliau menambahkan bahwa pesantren perlu kembali ke khittoh perjuangan pendahulu yaitu pendiri dan para pengasuh tanpa tidak meninggalkan kemajuan dan perkembangan zaman. Elemen pesantren (santri dan alumni) harus bisa beradaptasi dengan kondisi dunia saat ini, lebih bijak menggunakan teknologi dan media sosial hanya untuk kemaslahatan bersama.

 

 

(Humas Infokom)

 

Sambut Haul dan Harlah ke-73, Kepala Biro Kepesantrenan Instruksikan Santri dan Alumni Baca Samadiyah Sebanyak 730.000 Kali

nuruljadid.net – Menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang semakin dekat, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ instruksikan seluruh santri dan alumni melalui surat edaran nomor NJ-F/A.III/017/02.2022 tanggal 16 Februari 2022 serentak khotmil al-qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surat al-ikhlas atau samadiyah sebanyak 730.000 kali.

Kegiatan ini digelar dalam bentuk do’a dan dzikir bersama dimaksudkan selain untuk memeperingati haul masyayikh dan halrah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid juga untuk mendoakan bangsa Indonesia, keselamatan bersama dari musibah wabah penyakit dan bencana.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Istilah Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni Ash-Shomad, tempat bergantung. Disebut samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-ikhlas, dimana surah itu menyebut “Allahush Shomad” ayat kedua, biasanya kegiatan ini sepadan dengan istilah tahlilan.

Samadiyah ini isinya relatif sama antara satu tempat dengan tempat lain, hanya saja pembacaan surah Al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali, saat ini dibaca 730.000 kali secara berjamaah sesuai dengan angka hari lahir Nurul Jadid ke-73.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Dalam kegiatan ini seluruh santri sangat antusias dan khusyuk membaca surah al-ikhlas setiap hari hingga pelaksanaan harlah di depan asrama masing-masing. Selain itu, dalam pembacaannya dipimpin oleh ustaz yang memberikan arahan serta pendampingan kepada santri supaya tidak kurang dan lebih, sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan oleh Biro Kepesantrenan baik untuk wilayah putra maupun putri.

Pembacaan samadiyah masing-masing wilayah putra mendapat bagian sebanyak 12.810 kali dari 20 wilayah. Sedangkan putri sangat bervariasi, wilayah Az-Zainiyah dan Al-Hasyimiyah 60.000 kali, Fatimatuz Zahro 20.000 kali, Mawaddah 25.000 kali, An-Nafi’iyah 20.000 kali, Al-Lathifiyah 20.000 kali, Zaid Bin Tsabit 25.000 kali dan Nasyiatul Hamidiyah sebanyak 10.000 kali.

Tidak hanya santri saja yang mengikuti kegiatan do’a dan dzikir ini dengan membaca surat al-ikhlas akan tetapi juga alumni di seluruh Indonesia yang dikoordinir oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ). Masing-masing wilayah berdasarkan daerah mendapatkan bagian membaca samadiyah sebanyak 15.210 kali.

 

(Humas Infokom)

Wakil Sekretaris Pesantren Resmi Buka Bazar dan Expo Pendidikan Santri

nuruljadid.net – Wakil Sekretaris Pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid resmi membuka bazar dan expo pendidikan santri dalam rangka memeriahkan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid di halaman Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTSNJ) beberapa hari lalu tepatnya Senin (21/02/2022) pagi dengan meriah.

Bazar tahun ini disajikan tidak jauh beda dengan konsep yang sebelumnya. Pasalnya, bazar putra dan putri di satu lokasi dengan pembagian shift kunjungan. Saat ini tidak hanya bazar yang membuat menarik akan tetapi ada expo (pameran) pendidikan dari masing-masing lembaga Pendidikan formal di bawah Yayasan Nurul Jadid mulai dari pra sekolah hingga perguruan tinggi.

(Wakil sektretaris pesantren Ny. Hj. Muthamainnah Waqid ketika memberikan sambutan pada pembukaan Bazar dan Expo pendidikan)

Wakil sekretaris pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh santri agar menjaga ketertiban dan tetap menjaga protokol kesehatan. “saya berharap dan juga mengingatkan kepada seluruh santri agar tetap tertib dengan kondisi yang berbeda saat ini dan juga pedagang tetap bisa mengikuti peraturan yang ada terutama mentaati prokes” dawuh wakil sekretaris pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid.

Selain menyediakan aneka macam makanan dan minuman, di bazar juga tersedia buku-buku, hamper, baju dan masih banyak lagi. Tahun ini terbatas untuk internal saja sehingga hanya terdapat belasan stand bazar yang memenuhi area halaman MTSNJ. Semua santri berbondong-bondong mendatangi stand bazar dengan gembira.

(Keseruan santri yang tengah asyik melihat barang dagangan di salah satu stand bazar)

Steering Committee (SC) Bazar putri ustazah Enik Rahmawati menjelaskan bahwa persiapan menuju grand opening ini sangat terbatas hanya beberapa hari saja, “jujur kami cukup kewalahan mempersiapkan bazar dengan waktu yang sangat singkat sehingga kami (baca: panitia) harus kerja ekstra dan mengawal proses penyelesaian stand juga berkoordinasi intensif dengan pedagang yang akan mengisi stand,” terang ustazah Enik kepada tim Infokom Nurul Jadid.

Koordinator bazar Siti Khoiriyah saat diwawancarai tim infokom Nurul Jadid menjelaskan suasana hari pertama bazar sangat meriah karena selain ada seremonial pembukaan dengan pemotongan pita juga ada penampilan kreativitas santri.

Baru hari pertama, stok barang di beberapa stand bazar sudah banyak ludes terjual habis diborong santri, terlebih stand bazar Koperasi Induk (KOPIN) Nurul Jadid yang sudah 2 kali kulakan baju dan boneka kekinian. Di samping itu, Es Tebu juga menjadi minuman favorit yang banyak dibeli oleh santri selain rasanya yang manis segar juga harganya yang murah.

(Keseruan santri yang tengah asyik melihat barang dagangan di salah satu stand bazar)

“yang paling saya suka minuman yaitu es Tebu, selain menyegarkan juga murah dan simple pembuatannya jadi cepat saji dan gak harus nunggu lama,” ujar salah satu pembeli yang bernama Ufik.

Untuk jadwal buka-tutup bazar sudah dipertimbangkan dengan sangat matang oleh panitia agar semua santri baik putra maupun santri putri bisa dikondisikan dengan baik. Jam kunjungan putri mulai pukul 08.00 pagi sampai dengan 12.30 siang sedangkan dari jam 13.00 siang sampai dengan 22.00 malam khusus untuk santri putra.

 

(Humas Infokom)

 

 

 

Fesban Nurul Jadid Usai, Para Jawara Bawa Pulang Piala Nasional 2022

nuruljadid.net – Festival Al-Banjari (Fesban) tingkat Nasional yang diadakan oleh Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) Pesantren Nurul Jadid telah usai pasca ditutupnya acara puncak pengumuman jawara Fesban Nasional ke-5 tahun 2022 dan pembacaan sholawat qiyam bersama para peserta dan penonton Jumat (18/02/2022) dini hari.

Digelarnya Fesban ini tak lain adalah untuk memeriahkan peringatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kali ini, lokasi pelaksanaan Festival Al-Banjari berlangsung di halaman SMK Nurul Jadid selama satu hari semalam.

Sebelumnya acara telah dibuka resmi pada Kamis (17/02/2022) pagi oleh KH. Muhammad Makki Maimun Wafi selaku ketua BKOSS Nurul Jadid di tempat yang sama halaman SMK Nurul Jadid. Kemudian Festival dimulai pukul 13.00 WIB ba’da dhuhur dan berakhir hingga dini hari hari esoknya (18/02/2022), tepatnya pukul 02.00 WIB.

(Peserta Fesban Nurul Jadid ke-5 tingkat Nasional tengah khusyuk melantunkan sholawat dengan kemampuan terbaiknya di panggung)

Peserta Festival Banjari tahun ini diikuti oleh 34 tim yang datang dari berbagai kota/kabupaten di indonesia. Gemetar dirasakan oleh peserta lomba pada detik-detik pengumuman pemenang Festival Banjari tahun 2022.

Sembari menunggu pengumuman, tampak peserta juga mengiringi usaha yang telah mereka lakukan dengan doa-doa yang dipanjatkan agar bisa membawa pulang Piala Jawara Festival Banjari tingkat Nasional 2022 ini.

Pada ajang Festival Banjari ini, total ada 11 jawara (pemenang) dengan kategori juara terbaik satu hingga juara terbaik sepuluh, ditambah lagi dengan pemenang kategori Best Jingle.

(Peserta terbaik 1 Fesban Nurul Jadid ke-5 tingkat Nasional Ar-Riyash melakukan foto bersama sesaat setelah penganugerahan pemenang)

Juara terbaik satu berhasil diraih tim hadrah Ar-Riyash; terbaik kedua dimenangkan oleh tim hadrah Alfun Nur. Sedangkan juara terbaik 3 disabet oleh tim hadrah TWI. Sedangkan terbaik empat dan lima berhasil dibawa pulang oleh tim hadrah Anwarul Qomar 2 dan Anwarul Qomar 1.

Selain itu, juara terbaik enam hingga terbaik sepuluh secara berurutan diraih oleh tim hadrah As-Syu’aro, Al-Khoziny, Santri GBX, Al-Mawaddah, dan tim hadrah Asy-Syamsudin. Tambahan juara pemenang untuk kategori Best Jingle berhasil diraih oleh tim hadrah Baitus Sholawat.

Para jawara Festival Banjari tampak sangat gembira ketika mendengar nama tim hadrahnya disebut panitia sebagai pemenang. Merekapun dipanggil maju ke panggung untuk menerima hadiah penghargaan. Para pemenang Festival Banjari mendapatkan paket hadiah yang terdiri dari piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

(Panitia dan peserta tengah melantunkan sholawat qiyam setelah usai penampilan hadrah seluruh peserta)

Sebelum usai, pada malam penganugerahan pemenang Fesban, seluruh panitia berikut juga peserta ikut bersama membaca sholawat qiyam dengan harapan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW yang saat itu bertepatan pada kamis malam jum’at.

 

(Humas Infokom)

KH. Hefny Rozaq Resmi Buka Bulan Lomba: Santri Harus Junjung Sportivitas dan Akhlaqul Karimah

nuruljadid.net – Kepala Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) KH. Hefny Rozaq membuka Bulan Lomba dalam rangka memeriahkan Haul Masyayih dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid secara resmi pada hari Kamis (07/01) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bulan Lomba merupakan kegiatan rutinan yang digelar setahun sekali untuk memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid serta sebagai ajang santri untuk unjuk diri di bidang keagamaan, keolahragaan, dan keilmuan.

KH. Hefny Rozaq mewakili pimpinan pesantren dalam sambutannya menuturkan bahwa bulan lomba merupakan event yang ditunggu-tunggu oleh santri. “Adanya event bulan ini sebagai wadah bagi santri untuk mengekspresikan bahwa masing-masing santri memiliki potensi untuk berprestasi. Tidak ada satupun santri yang tidak memiliki harapan untuk berprestasi, semua santri Nurul Jadid hebat-hebat karena dididik oleh guru yang hebat,” tutur beliau.

Beliau juga menambahi betapa pentingnya menjaga akhlaq dalam berlomba, sehingga beliau menghimbau kepada santri untuk tetap sportif dan menghadapi momentum bulan lomba dengan sikap bahwa lomba ini hanyalah kegiatan hiburan bagi santri.

“Dalam berlomba, anggaplah lomba ini sebagai hiburan. Jangan terlalu dibawa masuk ke hati. Karena hati kita seharusnya hanya berisi para guru, pengasuh, dan tentunya Allah SWT dan Rasulullah. Lomba ini adalah aktivitas rutinan yang harusnya kita anggap sebagai sesuatu menarik yang menghibur,” ungkap beliau saat sambutan.

(KH. Hefny Rozaq menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bulan Lomba memperingati Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Beberapa pesan penting yang disampaikan oleh KH. Hefny Rozaq sebagai motivasi bagi santri dalam menghadapi bulan lomba. “Pesan yang ingin saya sampaikan, kalah menang itu adalah sunnatullah. Tidak ada yang namanya lomba itu tidak ada kalah dan menang, karena pada akhirnya pasti akan ada yang kalah dan ada yang menang. Mari kita junjung tinggi sportivitas dan akhlaq kita, siapapun yang kalah dan menang adalah saudara kita, saudara se-Nurul Jadid, saudara sesama Islam dan sesame manusia. Siapapun yang menang nanti kita support, siapa tau bisa mengikuti perlombaan pada jenjang yang lebih besar lagi,” pesan beliau memotivasi ribuan santri yang hadir pada acara tersebut.

Beliau berharap, Bulan Lomba juga dapat memunculkan benih-benih santri berprestasi. Maka dari itu, beliau mengajak para santri untuk saling memberikan dukungan dan semangat, karena kehebatan seseorang dimulai dari semangat atau ghirrah, baik semangat pemain maupun para supporter-nya.

Tak lupa, KH. Hefny Rozaq juga mengingatkan para santri untuk menauladani akhlak para masyayikh dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Tidak lupa saya ingatkan kembali kepada seluruh santri untuk menauladani akhlak yang dicontohkan para masyayikh khususnya pengasuh dan para asatiz-asatizah. Karena saya yakin tanpa barokah dari beliau-beliau kita tidak bisa meraih prestasi seperti sekarang ini. Saya ingin santri pulang tidak hanya membawa ilmu saja, tetapi juga akhlak seperti yang dicontohkan oleh Pengasuh kita,” tutup beliau dalam sambutannya.

 

(Humas Infokom)

Haul & Harlah 72 berlangsung Khidmat

Haul Masyayikh ke-72 Pondok Pesantren Nurul Jadid Berlangsung Khidmat

nuruljadid.net Minggu pagi (14/03) Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelar kegiatan tahunan yakni haul masyayikh dalam rangka Peringatan Haul dan Harlah ke-72. Meski digelar  pada masa pandemic covid-19, acara yang berlangsung di masjid jami’ tersebut tetap berlangsung dengan khidmat.

Acara tersebut dibuka dengan pembacaan surah Alfatihah yang dipimpin oleh KH. Fadlurrahman Zaini sebagai ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Selanjutnya, KH. Zuhri Zaini selaku Pengasuh juga turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau memaparkan bahwa sekalipun berada dalam kondisi keterbatasan, beliau berharap semoga yang hadir baik secara langsung maupun virtual selalu dalam ridho Allah Swt.

“Harapan kita semoga acara pagi ini maupun acara-acara yang sebelumnya selalu dalam ridho dan maunah Allah sehingga menjadi acara yang barokah dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tutur beliau.

Selanjutnya, pembacaan Surah yasin dan Tahlil yang dipimpin masing-masing oleh Dr. KH. Mahfudz Faqih dan KH. Junaidi Mu’thi yang diikuti oleh seluruh peserta haul. Setelah itu, KH. Mursyid Mahfudz selaku alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid didapuk untuk membacakan manakib dari sosok KH. Zaini Mun’im.

Dalam pidatonya, beliau mengaku sangat tersanjung karena dapat menghadiri secara langsung. “Di era yang penuh prihatin ini, saya tersanjung dan merupakan sebuah penghormatan yang sangat tinggi karena bisa hadir langsung ketika para alumni yang lain hanya bisa mengikuti secara virtual,” ungkap beliau bangga.

Haul & Harlah 72 berlangsung khidmat

Haul & Harlah 72 PP. Nurul Jadid berlangsung khidmat

Acara tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Fadlurrahman Zaini. Namun sebelum itu berlangsung secara khidmat pula pembacaan qasidah tawassul gubahan KH. Zaini Mun’im yang dipandu oleh putra Almarum KH. Abdul Haq Zaini, Yakni KH. Fahmi AHZ.

Pewarta: WRA dan Kiki

Galeri Foto: Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh dalam rangka Haul Masyayikh ke 71

KH. Moh. Zuhri Zaini; Dalam Keprihatinan ini, kita perlu Memperkuat Sambungan kepada Allah SWT

nuruljadid.net – “Jadi kita sekarang ini memang sedang prihatin, maka dalam keprihatinan ini kita perlu memperkuat sambungan kita pada Allah Swt, keyakinan dan tawakkal kita pada Allah Swt, dengan tetap tidak mengurangi ikhtiar, dengan memperbanyak dzikir, perbanyak amal-amal ibadah, baik ibadah ritual seperti sholat baca qur’an dan lain sebagainya. Termasuk tetap belajar dan tetap ibadah-ibadah sosial barangkali tentu yang tidak mengandung resiko”.

Hal itu didawuhkan oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini pada acara Do’a Bersama dan Tausiyah Pengasuh dalam rangka Haul Masyayikh PP. Nurul Jadid ke 71. Ahad Pagi (22/03/2020).

Selain itu, beliau turut merasa senang karena tetap bisa melaksanakan kegiatan tahunan PP. Nurul Jadid itu dengan sehat dan selamat.

“Haul masyayikh ini merupakan dalam rangka rasa syukur kita, selain syukur atas tetap eksisnya pesantren ini, syukur kepada jasa-jasa para muassis dan para masyayikh lebih-lebih kita masih diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah Swt sekalipun kita melaksanakan kegiatan ini dalam keadaan keprihatinan. Dalam keadaan seperti ini tentunya kita lebih memperkuat keyakinan dan keimanan kita pada Allah Swt. Apalagi pas ini momennya pelaksanaan peringatan ini tentunya do’a pada tanggal 20 rajab terjadinya isra’mi’raj yang merupakan saat itu, disebut tahun keprihatinan,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Beliau menjelaskan, untuk tetap tenang didalam marak wabahnya virus corona, karena keyakinan bahwa semua yang berkuasa adalah Allah Swt. Dan dengan tenang dapat meningkatkan imunitas mental dan batin.

“Ketika Nabi Muhammad Saw mengalami keprihatinan dalam perjalanan dakwah beliau, dimana 2 penolong sekalipun penolongnya itu istri dan paman beliau, nabi begitu prihatin, begitu sedih sehingga beliau mencari bantuan ke dhaif dan ternyata disana orang mekkah mendahului nabi. Dan orang mekkah itu memprovokasi orang dhaif. Ketika nabi sampai di dhoif beliau bukan disambut dengan sambutan yang kehormatan tapi pemuda – pemuda dhoif melempari nabi dengan batu sehingga beliau berdarah – berdarah. Maka lalu Allah Swt memperlihatkan kekuasaannya dengan panggilan beliau untuk menghadap kepadanya melalui isra’ mi’raj. barang kali ini adalah keprihatinan kita dan ini juga merupakan bukti nyata kekuasan Allah Swt jadi kita dengan ikhtiar dengan kemampuan teknologi dan sebagainya jika Allah Swt menghendaki lain. Maka semuanya akan menjadi lumpuh,” tutur beliau.

“Tentu seperti yang disampaikan oleh kepala pesantren bahwa keyakinan kita kepada Allah Swt, ketawakkalan kita kepada Allah Swt bukan berarti menghilangkan ikhtiar, artinya tawakkal itu adalah kita mengandalkan Allah Swt tidak mengandalkan ikhtiar kita, tapi kita tetap ikhtiar. Satu ketika Khalifah Sayyidina Umar melihat orang pengangguran tidak bekerja, beliau menegur. “Kamu itu kaum apa?” Kemudian kaum itu menjawab, “kami ini kaum tawakkal”. Lalu Khalifah Sayyidina Umar berdawuh, “langit tidak akan menurunkan hujan emas”. Artinya kalau kamu ingin makan tidak cukup tawakkal – tawakkal saja,” ungkap beliau sembari tersenyum.

Kemudian beliau bercerita tentang sebuah pasukan yang dikirim Khalifah Sayyidina Umar ke Syam. Sampai ditengah perjalanan pasukan mendengar informasi bahwa daerah dituju terdapat sebuah wabah yang sangat mematikan. Lalu sahabat ada yang berpendapat “Kita teruskan saja, semua yang menentukan itu Allah Swt” sebagian yang lain berkata, “jangan, sebab kita inikan tidak boleh menjerumuskan diri kepada kebinasaan,” dan akhirnya lapor kepada Khalifah Sayyidina Umar. Dan Khalifah Sayyidina Umar menyuruh mereka untuk pulang. Kemudian Khalifah Sayyidina Umar berdawuh “kita ini lari dari takdir Allah Swt ke takdir yang lain,” cerita beliau.

“Jadi pulang itu merupakan takdir Allah Swt, sehingga selamat dari wabah kalau kita maksa kemudian kita sakit, itu juga takdir Allah Swt. Tapi takdir yang kurang enak,” jelas beliau.

Tampak para pengurus, karyawan, dan dosen memadati lantai 1 Masjid Jami' Nurul Jadid dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh

Tampak para pengurus, karyawan, dan dosen memadati lantai 1 Masjid Jami’ Nurul Jadid dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh

Lebih lanjut, beliau menyarankan kepada seluruh hadirin untuk mencari takdir yang lebih baik. Perkara terdapat takdir yang kurang baik untuk diambil hikmahnya, sebab semua ada hikmahnya termasuk sakit dan sabar.

“Oleh karena itu, saya berharap prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan oleh otoritas tentang kesehatan itu saya harap kita lakukan semaksimal kita tapi jangan perlu panik dan setres. Jadi seperti tadi yang telah disampaikan oleh klinik jaga kebersihan dan peluang infeksi virus baik tertular maupun menularkan ini kita upayakan sebisa mungkin kecuali sangat darurat seperti hari ini,” harap beliau.

Selain itu, beliau turut berpesan kepada para santri untuk mengikuti instruksi dari para pengurus, menjaga daya tahan tubuh, dan olahraga ringan.

“Kemudian, tentu kewaspadaan itu tidak hanya menjaga stamina dan daya tahan tubuh tapi misalnya disekitar kita ada orang yang terindikasi penyakit, saya kira perlu segera dengan kesadaran sendiri untuk cek kesehatan. Tapi tidak mesti yang indikasi – indikasi itu mesti virus corona,” ungkap beliau.

“Sekedar ungkapan syukur saya atas nikmat ini. Pertama, tetap eksisnya pesantren ini dan kedua kita tetap diberi kesehatan dan ini perlu kita rawat dan perlu kita jaga dan mengikuti prosedur kesehatan yang telah diterapkan,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Haul Masyayikh Ke-71, KH. Abdul Hamid Wahid Ajak Santri untuk Ikhtiar Melawan Covid-19

Haul Masyayikh Ke-71, KH. Abdul Hamid Wahid Ajak Santri untuk Ikhtiar Melawan Covid-19

nuruljadid.net- Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag mengungkapkan bahwa kondisi saat ini sedang memprihatinkan dengan adanya wabah virus corona (Covid-19). Ahad pagi (22/03/2020).

“Kita hadir dan berkumpul dan kondisi yang memprihatinkan dalam kondisi nasional yang saat ini dilanda wabah atau pandemi virus corona covid-19 sehingga acara yang sedianya kita gelar seperti biasa dengan acara haul dan harlah yang menyebabkan wali santri, alumni, dan simpatisan hari ini  kita gelar secara tertutup  dan sederhana,” ungkap Kiai Hamid.

Kiai Hamid melanjutkan, sebagai ganti memperingati harlah pondok pesantren yang ditunda, mungkin nanti secara seremonial kalau memungkinkan akan tetap dilaksanakan pada waktu yang belum ditentukan. Saat ini, haul dan harlah dilaksanakan secara internal yang hanya melibatkan santri dan pengurus dan guru yang sehari – hari kita berkumpul.

“Saya kira ini adalah ikhtiar yang bisa kita lakukan sebagai manusia dan khususnya manusia yang diserahi tugas amanah titipan para wali santri yang menitipkan kepada putra – putrinya kita di PP. Nurul Jadid,” imbuh beliau.

Tampak para santri putri yang menghadiri acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh di utara Masjid Jami' Nurul Jadid

Tampak para santri putri yang menghadiri acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh di utara Masjid Jami’ Nurul Jadid

Rektor Unuja ini menambahkan, Prosedur sesuai dengan pemegang otoritas dalam bidang kesehatan telah dilakukan, termasuk ikhtiar untuk menjaga lingkungan agar tidak tertular dan tidak menulari kalau ada yang sakit bisa kita tangani dengan baik sesuai dengan prosedur yang ada.

“ini barangkali sekedar untuk kewaspadaan kita dan tentu kita tetap yakin segala sesuatu itu dari Allah Swt, dan yang mengatur adalah Allah Swt. Oleh karena itu, kita meningkatkan permohonan kepada Allah Swt dengan burdah keliling dan kali ini kita berdoa bersama termasuk mendoakan bangsa dan negara kita semoga pandemi ini segera berlalu dan menemukan jalan keluar terbaik,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Kiai Hamid meneruskan, PP. Nurul Jadid perlu belajar dari negara Cina, yang mana Cina merupakan sumber dari virus Corona telah pulih berkat kekompakan dari masyarakatnya untuk melawan Corona.

“Sebagai bagian dari ikhtiar, saya tidak menyalahkan bahwa keyakinan hanya Allah mengatur dan seterusnya, tapi ketakutan terhadap Allah Swt tidak harus dibenturkan dengan lebih takut mana antara takut kepada virus apa lebih takut kepada Allah. Jadi barangkali langkah – langkah syariat sudah jelas,” tegas beliau.

“Mari kita sepenuh hati bermohon bermunajat kepada Allah Swt, agar wabah yang sedang melanda bukan hanya melanda bangsa kita, tapi seluruh bangsa kita ini dapat diatasi dengan baik dan kita menemukan jalan keluar dan semoga kita semua diselamatkan baik yang ada di pesantren nurul jadid, keluarga kita, dan termasuk saudara – saudara kita yang ada di tempat manapun di indonesia dan seluruh dunia,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Haul Masayikh dan Doa Keselamatan Dari Covid 19

Haul Masayikh dan Doa Keselamatan Dari Covid 19

nuruljadid.net – Ribuan santri, pengurus, dosen serta guru dan karyawan baik putra maupun putri. Berbondong-bondong berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menghadiri acara Haul Masayikh ke 71 di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Ahad pagi (22/03/2020).

Acara itu dikemas dengan pembacaan do’a bersama & tausiyah oleh pengasuh PP. Nurul Jadid.

Kepala PP. Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid diawal sambutannya menjelaskan, acara ini merupakan kegiatan yang  dilaksanakan dalam situasi nasional yang memprihatinkan, karena dilanda wabah virus corona (covid-19) sehingga acara yang awalnya dikemas dengan Haul & Harlah dirubah konsep menjadi do’a bersama & tausiyah pengasuh.

“Kita hadir, berkumpul, dan kondisi yang memprihatinkan. Dalam kondisi nasional yang saat ini dilanda wabah atau pandemi virus corona (covid-19). Sehingga acara yang sedianya kita gelar seperti biasa dengan acara Haul & Harlah yang menyebabkan wali santri, alumni, dan simpatisan hari ini  kita gelar secara tertutup dan sederhana,” ungkap beliau.

Selain itu, beliau juga menjelaskan, bahwa Haul Masayikh ini dilaksanakan dilingkungan internal saja yang hanya diikuti oleh santri, pengurus dan guru saja serta selalu berikhtiar dalam melaksanakan amanah titipan para wali santri mengenai wabah Covid – 19.

“Saya kira ini adalah ikhtiar yang bisa kita lakukan sebagai manusia dan khususnya manusia yang diserahi tugas amanah titipan para wali santri yang menitipkan kepada putra – putrinya kita di PP. Nurul Jadid,” jelas beliau.

Dari kiri, KH. Fadlurrahman Zaini, KH. Moh. Zuhri Zaini, KH. Fahmi Abdul Haq Zaini, KH. Ahmad Zaki Nur Chotim Zaini, KH. Hefni Rozaq, KH. Moh. Mahfudz Faqih

Dari kiri, KH. Fadlurrahman Zaini, KH. Moh. Zuhri Zaini, KH. Fahmi Abdul Haq Zaini, KH. Ahmad Zaki Nur Chotim Zaini, KH. Hefni Rozaq, KH. Moh. Mahfudz Faqih

Hal senada juga tersampaikan oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menerangkan tentang keprihatianan kita terhadap Wabah Covid – 19 agar selalu memperkuat sambungannya terhadap Allah SWT dengan memperbanyak dzikir, amal ibadah, baca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

“Jadi kita sekarang ini memang sedang prihatin, maka dalam keprihatinan ini kita perlu memperkuat sambungan kita pada Allah Swt, keyakinan dan tawakkal kita pada Allah Swt, dengan tetap tidak mengurangi ikhtiyar, dengan memperbanyak dzikir, perbanyak amal-amal ibadah, baik ibadah ritual seperti sholat baca qur’an dan lain sebagainya. Termasuk tetap belajar dan tetap ibadah-ibadah sosial barangkali tentu yang tidak mengandung resiko,” terang beliau.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar selalu bersyukur masih bisa beraktivitas, hati menjadi lapang, dan tenang. Sebab keprihatinan terhadap maraknya wabah Covid – 19 yang sudah mendunia.

“Karena keyakinan bahwa semua ini yang berkuasa adalah Allah Swt maka kita insya Allah Swt tetap tenang, tidak panik dan itu penting dalam menghadapi musibah – musibah dalam menghadapi kesusahan – kesusahan dan kesedihan,” pungkas beliau.

Dalam perjalanan acara Do’a Bersama & Haul Masyayikh itu, diisi dengan Pembacaan Qosidah Tawassul dan Syiir penghilang wabah oleh Dewan Pengasuh, KH. Fahmi AHZ. Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid – 19 oleh Wakil Direktur Klinik Az-zainiyah, Ust. Kholid Fauzi. Pembacaan Yasin dan Tahlil oleh KH. Hefniy Mahfudz dan ditutup dengan Pembacaan Do’a oleh KH. Fadlurrahman Zaini.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Untuk Mengikuti Haul Masyayikh Pengurus, Dosen dan Guru Wajib Cuci Tangan

Untuk Mengikuti Haul Masyayikh Pengurus, Dosen dan Guru Wajib Cuci Tangan

nuruljadid.net – Sebelum memasuki lokasi Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengikuti acara Do’a Bersama dan Tausiyah Pengasuh dalam rangka Haul Masyayikh PP. Nurul Jadid, segenap pengurus, guru, dosen, dan karyawan wajib mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuh. Ahad pagi (22/03/2020).

Keputusan diwajibkannya mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh itu merupakan protokol penanggulangan covid 19 yang dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas Covid-19) di depan Pos I Keamanan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Hari – hari sebelumnya kan peraturannya seperti itu. Semua orang Ketika masuk ke area pesantren wajib mencuci tangan  dengan menggunakan hand sanitizer, pada hari ini Pondok sedang melaksanakan Haul PP. Nurul Jadid, jadinya kami perketat peraturannya,” terang Bapak Syaiful Hadiyanto, Koordinator Lapangan Satgas Covid-19 kepada nuruljadid.net.

Saka Bakti Husada (kiri) saat mengecek suhu tubuh salah satu guru yayasan

Saka Bakti Husada (kiri) saat mengecek suhu tubuh salah satu guru yayasan

Bapak Syaiful melanjutkan, bagi para pengurus yang suhu tubuhnya melebihi dari 37,3 celcius maka tidak diperbolehkan untuk mengikuti acara tahunan PP. Nurul Jadid itu dan langsung diarahkan ke Klinik Az-zainiyah agar bisa ditindak lebih lanjut.

Selain itu, pengurus, guru, dosen, dan karyawan putra  diwajibkan untuk memakai baju putih dan kopyah nasional, dan terkhusus putri wajib memakai baju putih dan jilbab putih.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Penutupan Bulan Lomba Haul dan Harlah ke 71

Bulan Lomba Resmi Ditutup, Asrama PPIQ Raih Juara Umum

Bulan Lomba Resmi Ditutup, Asrama PPIQ Raih Juara Umum

nuruljadid.net – Pembukaan Bulan Lomba pada januari kemarin lalu telah usai, dengan berakhirnya pembukaan lomba tersebut secara resmi ditutup dengan pemukulan rebana oleh Ust. Saili Aswi, anggota Steering Commite (SC) panitia Haul dan Harlah 71. Jum’at malam, (20/03/2020).

Hasilnya, beberapa perlombaan yang telah terselenggarakan itu secara langsung akan diumumkan di Aula 1 PP. Nurul Jadid dengan pemberiaan Piala dan Piagam penghargaan.

Menurut Ust. Ridwan Hamimi, Ketua Panitia Bulan Lomba mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh sahabat santri, panitia dan seluruh pihak yang telah mensukseskan acara penutupan bulan lomba serta mengucapkan selamat pada para pemenang lomba yang telah berhasil menjadi juara.

“Saya berdiri disini ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat santri, panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara pentupan bulan lomba ini dalam rangka haul dan harlah PP. Nurul jadid yang ke 71,” ungkap ridwan.

Ketua Bulan Lomba, Ust. Ridwan Hamimi (sarung merah) foto bersama dengan para santri pemenang lomba keilmuan

Ketua Bulan Lomba, Ust. Ridwan Hamimi (sarung merah) foto bersama dengan para santri pemenang lomba keilmuan

Santri kelahiran kabupaten Lumajang itu berpesan kepada sahabat santri yang masih belum memenangkan perlombaan agar tidak patah semangat, dan tetap percaya diri. Karena suatu saat nanti apapun pasti akan diberi kesempatan untuk menang.

Hal senada juga tersampaikan oleh Zainulloh Aswi, Ketua Umum Haul Pendiri & Hari Lahir ke 71. “Mudah-mudahan melalui pelaksanaan bulan lomba ini, bakat, skill, dan keterampilan dapat dikembangkan dalam perlombaan-perlombaan yang lain,” ucap ketua haul & harlah.

Di tempat yang sama, Ust. Saili Aswi, anggota SC Haul dan Harlah 71 menjelaskan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa dibalaskan sebagai balasan dari PP. Nurul Jadid kepada panitia. “Semoga amal panitia semua dicatat oleh allah SWT sebagai amal ibadah dan dijadikan bekal untuk nanti sampai pulang ke masyarakat sebagai nilai perjuangan,” tuturnya.

Pasca sambutan – sambutan dilanjutkan dengan pemberian hadiah dan piagam kepada para pemenang lomba dan pada tahun ini juara umum di raih oleh asrama Pusat Pendidikan Ilmu Al-qur’an (PPIQ).

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin