Majelis Muhajirin Nurul Jadid, Hidupkan Masyarakat Dengan Dzikir dan Shalawat

nuruljadid.net- Majelis Muhajirin Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menyelenggarakan pembacaan dzikir dan shalawat dengan membaca Istigasah dan Dibaiyah setiap malam selasa bakdah maghrib di Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo. Saban pukul 19.00 WIB.

Disamping kegiatan ini merupakan tradisi Islam washatiyah (Ahlussunnah wal Jamaah) juga membumikan dzikir dan shalawat di tengah gencarnya rongrongan aliran radikal. Peserta yang ikut pada kegiatan ini merupakan seluruh alumni Nurul Jadid dan sebagian masyarakat sekitar Pondok.

Ketua Majelis Shalawat Ustadz Ernawiyadi, mengatakan kegiatan majelis dzikir dan shalawat dengan membaca istigasah dan dibaiyah merupakan kegiatan merawat peninggalan salafus shalih. Dan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya. Juga membumikan dzikir dan shalawat di tengah masyarakat.

Anggota majelis shalawat Ustadz Agus RM juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi antar sesama alumni agar tambah erat tali persaudaraannya dan mentradisikan dzikir dan shalawat di masyarakat

Pewarta : PM

22 Santri Ponpes Nurul Jadid, Terpilih Menjadi Petugas Paskibraka Kecamatan

nuruljadid.net- Memperingati HUT ke 74 banyak pengalaman berharga yang didapatkan oleh sebagian orang, termasuk 22 santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Pasalnya, 22 santri tersebut terpilih menjadi petugas paskibraka Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, pada pelaksanaan upacara 17 agustus 2019 kemarin.

“Kami bangga atas nama santri yang berjiwa NKRI. Dengan begitu banyak pengalaman yang kami dapatkan. Mulai dari banyak teman, pelatih, hingga orang berpangkat. Kami bangga bisa melaksanakan tugas negara untuk menaikkan bendera dengan perasaan bangga dan haru. Kami bangga dan bersyukur atas pengalaman berharga ini,” Ucap Nur Kholis salah satu peserta paskibraka kecamatan.

Bapak Serka Babun Sugianto, salah satu pelatih menyampaikan,” Cukup luar biasa meskipun gosong gisngan tapi semangat yg berapi api membuat kita semua tetap ceria sampai saat pengibaran dan penurunan selesai dengan sangat bagus. Itu menjadi sebuah kehormatan yg luar biasa sekali jadi latihan yang sangat singkat ini bisa menghasilkan nilai yg luar biasa dan antusias masyarakat. Kami nangga dengan Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

 

 

Menyambut HUT RI Ke 74, Santriwati Dalbar Nonton Film “Siapa Di Atas Presiden”

nuruljadid.net- Santriwati Wilayah Az- Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, tengah melaksanakan nonton bareng bersama bertempat di Halaman PPIQ. Malam sabtu (17/08/19).
Tim IT Az-Zainiyah memilih halamab PPIQ tersebut, karena tempatnya luas dan sangat layak untuk menampung banyaknya santriwati dalbar.

Acara nobar ini diikuti oleh seluruh santriwati Az-Zainiyah baik dari kalangan siswi, mahasiswi dan pengurus.
Nobar ini merupakan rangkaian memperingati kemerdekaan RI. Juga sebagai pembelajaran audivisual melalui pemutaran film motivasi yang sangat menarik.

Judul film ”Siapa di atas Presiden” diangkat karena memunyai alur cerita yang sangat menarik. Ada banyak adegan anarkis dari pemeran Antagonis film tersebut.

Awal mula panitia tidak ada inisiatif untuk mengangkat film tersebut. namun film tersebut dianggap cocok karena bersamaan dengan semarak kemerdekaan dan masa reformasi bangsa Indonesia.
Kutipan dari film “Siapa di atas presiden” ini menceritakan seorang tokoh bernama Ricky seorang anak presiden yang ingin membenarkan sistem hukum yang berjalan di Indonesia saat ini.

Ia mengalami masa sulit dimana ayahnya tersangka sebagai pembunuh dari Sutejo Tresno yang tidak diketahui bagaimana kejadian terbunuhnya. Menurut Ricky hukum di Indonesia ini tidaklah adil, menganggap yang tidak bersalah terjerat dalam kasus sedangkan yang kuat meraja lela dimana-mana. Ricky juga mengatakan bahwa Indonesia memliki satu kekurangan yakni kurang dalam keberaniannya, karena keberanian tak hanya identik dengan mengemukakan pendapat, namun juga berani dalam bertindak, membuat yang lemah tidak semakin lemah dan yang kuat tidak menjadi tikus berdasi hitam di tengah-tengah ambradulnya sisitem negara.

Sesaat kemudian suasana sepi tak seperti dari awal, ketika fight step diputar, mereka hanya siletmoment menutup mulut mereka dimungkinkan takut tokoh di dalam film tersebut kalah,  meski suasana gelap mereka tetap menikmati film tersebut hingga larut malam.

Hingga tiba pada klimaks ending, Ricky berusaha menguak kasus ketika yang tengah ditimpa ayahnya. Singkat cerita pada akhirnya hukum sedikit demi sedikit di Indonesia dapat diluruskan berkat asosiasi dari pihak-pihak yang masih memiliki jiwa nasionalisme terhadap negara salah satunya adalah Ricky. Ayah Ricky akhirnya dinyatakan bebas dan tidak bersalah, pembasmianpun dimulai dari perjuangan Ricky dan kawan-kawannya. Karena pada dasarnya Hukum harus ditegakkan atas kehendak rakyat. Realita sesungguhnya adalah rakyat bukanlah penolong namun rakyat adalah raja dan pemarintah merupakan pembantu bagi rakyatnya.

Kesan sekaligus pesan terakhir dari salah satu tim IT ketika melaksanakan wawancara lansung dengan tim Reporter Humas Nurul Jadid adalah “ Semoga lebih bisa mengambil hikmah dari ditayangkannya film tersebut juga harapan saya agar santri lebih bisa open Minded terhadap masa depan bangsa” jelasnya.

Pewarta : Lidhatul M dan Lu AZ
Editor  : Ponirin Mika

 

 

Drama Singkat Sanggar Alif Gugah Santri di Hari HUT RI

nuruljadid.net- Hari Kemerdekaan RI selalu menjadi momen spesial bagi rakyat Indonesia di tiap tahunnya. Termasuk bagi para santri Nurul Jadid. Pasalnya, untuk HUT RI 74 yang jatuh pada Selasa (17/08/2019) ini setelah upacara penurunan bendera berakhir, terdapat penampilan dari Sanggar Alif SMA Nurul Jadid.

Pada penampilan yang bertemakan kemerdekaan ini, terdapat reka adegan saat tragedi perobekan bendera biru di Hotel Yamato Surabaya.

“Kami persembahkan ini untuk santri agar mengingat betapa sulitnya meraih kemerdekaan melalui pejuangan para pahlawan terdahulu. Yang dengan itu supaya mereka lebih bersungguh-sungguh dalam belajar sebagai generasi pemengang tonggak kesuksesan bangsa di masa mendatang,” ujar Ila Maghfiroh, salah satu pemeran dalam drama tersebut.

Tak hanya sekedar drama biasa yang disajikan, tetapi juga diselingi oleh puisi kebangsaan tokoh legendaris Indonesia, seperti Emha Ainun Najib, Sapardi Djoko Damono, dan Chairil Anwar.

Di akhir penampilan ditutup dengan nyanyian salah satu lagu Nasional, yaitu “Tanah Air” yang dibawakan oleh Yuwan Salwa Belinda.

Pewarta : kholis

Editor : PM

Santri Putri Nurul Jadid, Gelar Upacara Menyambut HUT RI Ke – 74

nuruljadid.net- Sabtu, 17 Agustus 2019 Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar upacara rutinitas tahunan untuk menyambut HUT RI ke-74 yang digelar langsung di lapangan raya ayaman Nurul Jadid. Acara kali ini diikuti oleh seluruh santriwati pondok pesantren Nurul Jadid dari masing-masing wilayah tanpa terkecuali. Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB yang dipandu langsung oleh Master of Ceremony; Zahiya Adibah dan Ana Maratu Khonitatillah sebagai Komandan Upacara.

Ada beberapa hal yang diharapkan pada pelaksanaan upacara, Pertama, memperingati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa indonesia.

Kedua, sebagai agenda rutinitas pesantren untuk melatih potensi masing-masing pribadi santri.
Pelaksanaan upacara kali ini berbeda nuansanya dengan acara tahun sebelumnya yakni Inspektur yang hadir langsung dari tim Polwan dan Kepolisian Kapolres Probolinggo sebagai tamu istimewa.

Salah satu anggota menyampaikan sebagai berikut: “ditengah-tengah menyengatnya terik matahari ini, saya sangat kagum dengan acara kali ini, antusias peserta kali ini benar-benar luar biasa,” jelasnya ketika diwawancarai oleh sebagian tim Reporter.

Selepas pembacaan biodata petugas upacara, tim paskibraka langsung memasuki lapangan raya Nurul jadid sebagai pertanda bendera merah putih siap dikibarkan yang diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh tim paduan suara pondok pesantren Nurul Jadid . Korelasi paskibraka pasukan 17 dengan pasukan 45 sangat sinkron sekali, sehingga tak segan-segan dari berbagai penjuru tepuk tangan dilambaikan, setelah pengibaran. Selanjutnya, Paskibraka menunjukkan adegan yakni pembentukan nama oleh tim paskibraka sendiri dengan bertuliskan NKRI, suasana semakin riuh dengan pertunjukan yang sangat memecah suasana dan fokus hadirin.

Ilustrasi Proklamasi bangsa Indonesia masa Orde lama terus tergambarkan di tengah-tengah gencarnya acara, dari pembacaan proklamasi Indonesia, pengibaran bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta dan menyanyikan lagu wajib Nasional. Di sisi lain, peserta sangatlah ikut andil dengan saksama ketika acara hendak dan telah dimulai dengan ikut menghayati setiap adegan yang berlangsung. Bumi Nurul Jadid seakan mengalami masa Reformasi ke-74 setelah satu tahun yang lalu.
Tak ketinggalan pada pelaksanaan upacara kali ini, Tim PMR bentukan Klinik Az-Zainiyah dan rekan Medis Nurul Jadid siap siaga untuk memberikan pelayanan yang baik.

Upacara penurunan akan dilaksanakan pada jam 15.00 WIB yang bertempat tetap di lapangan raya ayaman Nurul Jadid. Kali ini tim paskibraka tetap pada posisinya seperti semula dengan barisan yang tetap rapi, pimpinan diambil alih oleh komandan upacara saudari Ana Maratu Khonitatillah. Master of Ceremony kembali membacakan biodata para petugas upacara yang bertugas sore kali ini, Inspektur yang bertugas kali inipun juga berbeda dengan prosesi pagi hari yakni saudara Babun Sugianto yang memiliki kesibukan sehari-harinya sebagai anggota koramil kabupaten Probolinggo.

Setelah penurunan selesai, tim paskibrakapun beranjak melaju meninggalkan lapangan raya sehingga dengan turunnya bendera merah putih maka berakhirlah acara HUT ke-74 kali ini. Namun, masih ada satu antraksi lagi yang akan dibawakan langsung oleh ALIF;crew sastra lembaga bahasa Unggulan SMA Nurul Jadid. Antraksi kali ini benar-benar mendapatkan apresiasi karena beberapa adegan yang sangat bagus dinikmatinya. Peserta tengah antusias memahami arti makna setiap adegan yang dimainkan.

Kisah perjuangan rakyat Indonesia menghadapi bangsa feodalisme ataupun imperialsm yang menjajah bangsa Indonesia secara anarkis. Mereka tengah memperagakan para penjajah belanda yang menindas bangsa indonesia, tidak hanya satu dua orang saja namun beratus bahkan beribu-ribu orang mereka tindas di tanah bangsa Indonesia sendiri.
Ada satu adegan yang sangat menarik, ketika salah satu anak alif menokohkan watak penjajah dengan menendang bahkan tak segan-segan diinjak oleh mereka, seluruh peserta secara spontan berteriak sebagai pertanda tidak tega, bahkan ada sebagian dari mereka yang menangis karena terharu akan adegan tersebut.

Adegan terakhir, setelah para penjajah berhasil dibunuh oleh tangan rakyat Indonesia sendiri, proklamasi dikumandangkan, lagu kemerdekaan dilantunkan dan bendara yang semula merah putih birupun disobek menjadi merah putih pertanda indonesia telah merdeka. Tangis terdengar dimana-mana sebagai tanda haru terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Acara memperingati HUT RI ke 74 sukses dan mendapatkan apresiasi dari seluruh hadirin yang hadir.

Pewarta : Lidhatul Umamah dan Robiatul Adawiyah

Editor : Ponirin Mika

 

Ponpes Nurul Jadid, Tingkatkan Nasionalisme Melalui Upacara HUT RI Ke 74

nuruljadid.net- Sejumlah ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti upacara 17 agustus dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Dengan mengambil tema “Bersama Santri Satukan Negeri” .  Tatapan para hadirin sangat fokus melihat pasukan paskibraka saat memasuki  lapangan upacara. Ada dua kegiatan upacara di Pondok Pesantren setiap kali memperingati kemerdekaan RI. Kegiatan upacara dilaksanakan di Lapangan Ayaman Nurul Jadid untuk putri dan di Lapangan Nurul Jadid untuk putra

Hadir pada kegiatan ini Kepala BKOS Nurul Jadid KH. Makki Maimun Wafie, Sekretaris Yayasan Nurul Jadid KH. Hefny Rozak, Bendahara Pesantren K. Ahmad Zaki, Kabag Pepha Ustadz H. Thohiruddin, Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, para Pengurus Pesantren, dosen, guru dan seluruh karyawan se- Nurul Jadid.

20190817_hut-ri-74

Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi mengatakan, Upacara ini dilaksanakan dalam rangka mengenang para pahlawan yang gugur dalam peperangan melawan penjajah. Dan juga untuk menumbuhkan nasionalisme kepada para santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Alhamdulillah, upacara memperingati 17 Agustus hari ini berjalan sukses,” Ucap Ustadz Erna

Hadir sebagai inspektur pada upacara hari ini bapak Pelda Sugeng anggota KORAMIL Paiton dan Ibu Ihsana Reni Polwan Kabupaten Probolinggo

Ibu Reni menyampaikan terkait pelaksanaan upacara di Ponpes Nurul Jadid kali ini . Sangat luar biasa, pasukan paskibraka sangat siap dan rapi serta kompak. Padahal ini di Pesantren, Alhamdulillah. Saya bangga,” Ucapnya.

Pewarta : PM

 

KH. Moh. Zuhri Zaini : Kita Harus Merdeka Dari Kebodohan

KH. Moh. Zuhri Zaini : Kita Harus Merdeka Dari Kebodohan

nuruljadid.net- Malam ini adalah malam istimewa karena bersamaan dengan malam kemerdekaan Republik Indonesia. Peninggalan sesepuh pada malam kemerdekaan diisi tasyakuran dengan bentuk istighosah.
Dengan kemerdekaan ini, kita patut mensyukuri karena secara politis kita berdaulat. Juga, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan segala hal, baik pembangunan fisik maupun mental. Kemerdekaan ini anugrah Allah dan perjuangan leluhur kita.

Malam ini moment yang relevan untuk bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada para pejuang dan kepada para syuhada yang mengorbankan harta dan nyawanya. Pesan ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini lewat tausiahnya pada kegiatan istighosah rutin malam sabtu wage di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang biasa ditempatkan di Masjid Jami’ pada pukul 19. 30 WIB.

Dawuh beliau, Istighosah ini untuk kepentingan Pesantren dan bangsa kita, agar bangsa dijaga dari ancaman-ancaman. Kemerdekaan itu bukan hanya kemerdekaan melawan penjajah akan tetapi merdeka dalam ekonomi, merdeka dalam segala hal. Kita harus merdeka dari kebodohan, dari hal negatif dan juga merdeka dari narkoba.

Masih lanjut beliau, Kita harus berjuang melawan segala hal yang negatif, merdeka dari ajakan-ajakan negatif baik ajakan dari luar diri terutama dari dari dalam diri kita, yaitu ajakan nafsu yang selalu mengajak kepada hal yang negatif. Sebab, terjadinya konflik itu, karena tidak bisa mengendalikan nafsu,” Tegas beliau di akhir tausyiahnya.

Pewarta : PM

PPIQ Nurul Jadid Adakan Studium General

nuruljadid.net- Kamis, 15 Agustus 2019 Lembaga Pusat pendidikan Ilmu Al-Quran Melaksanakan kegiatan rutinitas tahunan yakni Stadium General. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah awal dari kegiatan pembelajaran dan pengenalan setelah penerimaan peserta didik baru di lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Quran.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19:30 WIB, dilaksanakan di Pesantren yang bertempat di Lembaga Madrasah Aliyah Nurul Jadid dengan melibatkan seluruh peserta didik PPIQ baik putra ataupun putri.

Harapan dari ustad Dimas Eko Cahyono selaku ketua panitia, agar kegiatan ini bisa memicu semangat peserta didik PPIQ untuk semakin bersemangat dalam mengkaji, mengaji dan memelihara isi kandungan daripada Al-Quran.
Dalam kegiatan ini, pesan yang dapat diambil dari Kiai Hefny Mahfudz sebagai dewan Pembina PPIQ adalah bagaimana kita sebagai santri, khususnya sebagai para pecinta dan penjaga Al-Quran mampu memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing. Serta istiqomah meminta tambahan ilmu karena dengan ilmu dapat menjaga kita.

 

Pewarta : DMS

Editor : Ponirin Mika

 

2 Santri Nurul Jadid, Juara Duta Siswa Berprestasi Nasional

nuruljadid.net – Wahyu Ilahi santri Pondok Pesantren Nurul Jadid berhasil menyabet Juara 1 Pemilihan Duta Siswa-Mahasiswa Berprestasi Nasional (PDSMBN) 2019 tingkat SLTP sederajat yang digelar di Gedung Kesenian Balai Pemuda Surabaya (10/08/19) setelah melalui proses seleksi panjang dan melelahkan.

Santri yang mondok di pesisir pedesaan Karanganyar Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, itu mewakili sekolahnya, SMP Nurul Jadid, di ajang bergengsi Nasional bersaing dengan siswa terbaik bangsa dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tidak hanya Wahyu, dalam ajang ini dua Trophy diraih sekaligus oleh santri Nurul Jadid atas nama Zeidan Izza Faris dari MTs. Nurul Jadid yang menempati posisi Juara 3.

Sementara itu Bapak Mujiburrohman Kabid. Pengembangan dan Pengelolaan Biro Pendidikan Nurul Jadid menjelaskan setidaknya tahun ini Pondok Pesantren Nurul Jadid mengutus 15 santri untuk mengikuti seleksi PDSMBN 2019 baik dari tingkat SLTA maupun SLTP yang sebelumnya terpilih sebagai Santri Berprestasi Nurul Jadid 2019. Termasuk berbagai persiapan dilakukan untuk mengikuti ajang tersebut. Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademis dan non-akademis serta kegiatan soft skills seperti keorganisasian, kesukarelawanan dan sejenisnya.

“Alhamdulillah, dari 15 santri 8 anak lolos ke Grand Final, 2 dari MA Nurul Jadid, 1 SMA Nurul Jadid, 2 SMP Nurul Jadid, 1 MTs Nurul Jadid dan 2 MTs. N 1 Probolingggo,” jelasnya kepada nuruljadid.net

Santri Nurul Jadid, Wahyu Ilahi dan Zeidan Izza Faris dinyatakan terpilih menjadi Duta dan Juara pada Pemilihan Duta Siswa-Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 oleh Lembaga Pusat Pengembangan Platinum Skills Indonesia setelah lolos menjadi Grand Finalist menyisihkan 977 pendaftar SMP dari total 3.986 sedangkan tingkat SD: 987, SMA: 1.022 dan tingkat Mahasiswa sebanyak 1.000 pendaftar. Pada seleksi administratif tersaring TOP 100 sebagai Quarter-Finalist dari masing-masing kategori, pada fase ini peserta diberikan Video Challenge untuk unjuk kemampuan Public Speaking dan Ideas Introduction berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang kemudian mengerucut menjadi 30 besar atau Semi-Finalist untuk menjalani sesi Phone Interview menuju Grand Final.

Pelaksanaan Grand Final dihelat pada tanggal 9 – 10 Agustus 2019 di dua tempat berbeda, hari pertama di Core Hotel Bonnet dengan 4 sesi meliputi Talent Show, National Speech, Social Project dan Personality Interview yang dijuri langsung oleh CEO The Platinum Skills, Edin Muhammad; Mister Indonesia 2018, Okka Pratama; Brand Ambassador The Platinum Skills 2018, Isaac Agung Budiman; CEO Dave Entertainment, Davina Maharani Pietrek dan Business Development Manager, Steve. Hari kedua merupakan hari puncak yang digelar di Gedung Kesenian Balai Pemuda Surabaya. Sebelum penobatan, pembawa acara mengumumkan Special Award untuk kategori Best in Talent, Best in Bhinneka Tugal Ika Night, Best in Social Affairs, Best in National Speech dan Best in Interview. Dari lima kategori tersebut, delegasi Nurul Jadid atas nama Wahyu Ilahi berhasil menggondol dua kategori yaitu Best in Social Affairs dan Best in Interview.

Wahyu nama panggilan akrabnya, mengaku sangat gembira dan tidak percaya bisa menyabet dua Special Awards sekaligus menjadi Duta Utama Siswa Berprestasi Nasional 2019 tingkat SMP. “Awalnya saya enggak nyangka. Karena banyak Grand Finalist yang sangat bagus dan luar biasa, yang saya lakukan hanya fokus dan berusaha melakukan yang terbaik sesuai arahan guru Pembina. Alhamdulillah, berkat barokah pesantren, para kyai, guru, orang tua dan teman-teman saya bisa meraih semua ini,” terang santri asal Kalimantan Selatan ini.

“Saya bangga bisa membawa nama baik almamater tercinta Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Kabupaten Probolinggo ke ajang Nasional bahwa Santri bisa bersaing dan berprestasi,” imbuhnya di akhir wawancara

Pewarta : Mujiburrahman

Editor : Ponirin Mika

 

Wilayah Dalbar, Mengisi libur Kampus Dengan Beragam Pengembangan Diri dan Soft Skill

nuruljadid net- Wilayah Az-Zainiyah atau dikenal dengan sebutan Wilayah Dalbar, memberikan bekal pengetahuan dengan materi beragam kepada seluruh Mahasiswi di moment libur kuliah.

Wakil Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Nyai Muthmainnah Waqid, S. Th.I, menyampaikan, Libur panjang perkuliahan dijadikan sebagai wahana untuk menambah wawasan, baik yang sifatnya untuk pengembangan diri seperti pengetahuan seputar kesehatan wanita, kerumahtanggaan, dan soft skill memasak sebagai calon ibu ataupun yang sifatnya terkait tugasnya di pesantren dan bekal nanti ketika adik-adik kembali ke masyarakat.

Disamping itu, Pemangku Wilayah Dalbar, menginginkan agar mahasiswi tidak menjadikan libur UAS sebagai alasan pulang sebab pondok tidak libur otomatis tugas dan tanggung jawab adik2 mahasiswi yg mayoritas adalah pengurus di daerah atau wilayah juga wali asuh dan muallim AlQur’an bagi santri tetap menjalankan tugasnya di saat libur kuliah. Karena itulah panitia kegiatan ini membuat sistem dan prosedur perizinan khusus bagi mahasiswi yang tidak bisa full mengikuti kegiatan, misalnya saat ada kondisi darurat, sedang bertugas di KKN, atau bagi yang sdh mempunyai jam mengajar di lembaga formal dengan izin khusus.

Mereka juga akan diberi reward apabila mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, sebab kegiatan ini ada pointnya.

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 22 Juli 2019 bertempat di Mushalla Azzaniyah kecuali utk kegiatan outbond rencananya akan dilaksanakan di depan halaman daerah PPIQ dan akan displit menjadi dua sampai 3 kali outbond melihat jumlah peserta mahasiswi yang cukup banyak, yakni sekitar 300 orang.

Kegiatan ini akan diparipurnai dengan kegiatan Soft Skill sekaligus Lomba memasak dan akan resmi ditutup pada malam tanggal 5 September 2019. Setelah itu adik-adik mahasiswi akan kembali disibukkan dengan perkuliahan di semester berikutnya.

Saban harinya Kegiatan dimulai pukul 8 WIB pagi sampai selesai sesuai jadwal yang sudah disepakati dengan para pemateri.

“Alhamdulillah, pematerinya ada yang sudah level nasional dan juga ada yang level regional, tepatnya dari luar kota baik dari tenaga medis (bidan dan dokter) dengan bidang keahlian masing-masing,”
Imbuh Ning Iin.

 

Pewarta : PM

 

Santri Wilayah K Putri, Isi Waktu Libur Kuliah Dengan Khataman Alquran

nuruljadid.net- Libur panjang mahasiswi Universitas Nurul Jadid berlangsung sejak tanggal 7 Juli dan akan berakhir pada tanggal 15 september nanti.
Hal ini membuat mahasiswi di wilayah Zaid bin Tsabit k putri banyak waktu untuk menghatamkan Alquran untuk mengisi waktu senggangnya.

Pengurus wilayah Zaid bin Tsabit K putri mengkoordinir kegiatan tersebut dengan hal ini. Yakni, dengan mengadakan kegiatan “Mengaji Al-Qur’an dengan berkelompok” . Kegiatan ini hanya dikhususkan bagi mahasiswi dalam masa libur kuliah. Kegiatan mengaji berkelompok ini dihandle oleh pengurus wilayah Zaid bin Tsabit K putri, devisi Al-Qur’an dan Furudul Ainiyah (Divisi QFA).

Kegiatan dimulai dari pukul 08.30 hingga pukul 09.30. Mereka tak hanya mengaji biasa bersama dengan kelompoknya saja, namun mereka juga mengaji sorogan kepada ibunda pemangku wilayah Zaid bin Tsabit k putri, Ny. Hj. Nur Khotimah Wafie secara bergiliran sesuai kelompok mereka masing-masing.

Alhamdulillah, Adanya kegiatan mengaji berkelompok seperti ini, bisa menambah kemampuan baca alquran dan bisa mengisi waktu libur kuliah dengan membaca kitab suci alquran, dan untuk mengisi kebosanan dan kejenuhan di waktu libur kuliah yang cukup panjang ini” Tutur salah satu mahasiswi.

 

Pewarta : Susi

Editor : Ponirin Mika

Pramuka Nurul Jadid, Sambut Hari Pramuka Ke 58

nuruljadid.net- Hari Pramuka (Praja Muda Karana) ke-58 tahun diperingati pada hari ini, Rabu (14/8/2019) oleh Pramuka Se- Indonesia. Begitupun Pramuka Nurul Jadid tidak menyia-nyiakan moment bersejarah ini dengan ikut serta memperingati melalui upacara yang diselenggarakan di halaman Kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

Melalui pesan singkat melalui WA, Pembina Pramuka Nurul Jadid Bapak Farhan, S. Sos menyampaikan, Tahun ini Pramuka Nurul Jadid perdana memperingati hari Pramuka. Insya Allah akan kami jadikan sebagai agenda wajib setiap tahunnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan patriotik sejati, nasionalis yang mempunyai jiwa disiplin, tangkas dan tanggap dalam segala hal. Lebih-lebih membela tanah air,” Ucap Bapak Farhan.

 

Pewarta : PM

Gus Imdad Rabbani : Sabar Itu Amal Hati

nuruljadid.net- Ketika ingin mendapatkan sesuatu yang terasa sulit kita melaksanakan dengan penuh kesabaran dan berjuang dengan keras. Jika sesuatu itu sudah didapatkan, maka kita akan mengalami kebahagiaan yang tanpa batas.

Pesan inilah yang disampaikan Kepala Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Gus Imdad Rabbani, saat jadi badal KH. Moh. Zuhri Zaini dalam pengajian rutin kitab Minhajul Abidin, Rabu (14/08/2019).

Menurut Gus Amak, begitu populer disapa, Dunia tempat ujian, kadang enak dan kadang tidak enak. Yang dibutuhkan adalah kesabaran.

“Sabar adalah amal hati yang balasannya tidak bisa dihitung. Mengapa puasa itu pahalanya dirahasikan, karena puasa adalah bentuk kesabaran,” Ucap beliau

 

Pewarta : PM

Wilayah Zaid Bin Tsabit Adakan Sosialisasi Aturan Lembaga Takhassus

nuruljadid.net-  Selasa malam (13/08/19) Wilayah Zaid bin Tsabit (K) putri, mengadakan sosialisasi peraturan berkait lembaga takhassus. Sosialisasi ini  dilaksanakan setelah pengurus mengadakan penggodokan aturan dengan pertemuan rapat selama 6 hari berturut-turut.


Pengurus Wilayah K selalu berupaya terus melakukan perbaikan-perbaikan pada semua kegiatan, lebih- lebih terkait aturan karena harus disesuaikan dengan jam kegiatan formal agar saling mendukung satu sama lain.

Adanya sosialisasi ini agar semua peserta bisa mengetahui terhadap aturan dilembaga takhassus yang ada di Wilayah Zaid bin Tsabit. Ada beberapa lembaga takhassus diny di Wilayah ini, diantaranya : Takhassus Diny Bahrul Ulum, Takhassus Kitab Alwafiyah dan Takhassus Tahfidzul Qur’an.

Pewarta : Susi
Editor : Ponirin Mika

156 Paskibraka Nurul Jadid, Dilatih Disiplin Dan Profesional

nuruljadid.net- Dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI, seluruh calon Paskibraka Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo melakukan latihan dilapangan Pesantren yang berada di depan Universitas Nurul Jadid, tempat mereka akan melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera pusaka.

Sebanyak 78 putra dan 78 putri yang dipersiapkan untuk menjadi petugas paskibraka dengan diberi pelatihan selama 15 hari oleh 4 orang TNI.

Salah satu pelatih paskibraka Serka Babun Sugianto yang sehar-hari bertugas sebagai Babinsa Desa Karanganyar, Paiton, mengatakan, dengan adanya latihan paskibra ini diharapakan mempunyai sikap mental dan disiplin yang handal dan profesional, lebih lebih dalam melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera merah putih.

Koordinator Lapangan Ustadz Mujiburrahman menyambut baik atas rekomendasi Pesantren memberi porsi latihan yang sangat cukuo kepada petugas paskibra.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Pesantren memberi waktu yang cukup kepada petugas paskibra untuk melakukan latihan, Insya Allah petugas pengibar bendera sudah sangat siap bertugas nanti pada tanggal 17 agustus untuk memperingati kemerdekaan RI yang ke 74,” Ucap Ustadz Mujib.

 

Pewarta : PM