Pesantren Nurul Jadid Gelar Qudwah Leadership Camp dan TOT Capacity Building

www.nuruljadid.net– Dalam upaya berkelanjutan membangun lingkungan pendidikan yang agamis, aman, nyaman, humanis, dan berpihak pada tumbuh kembang santri, Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar agenda bertajuk Qudwah Leadership Camp & Training of Trainers (TOT) Capacity Building Pengurus Ramah Santri. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Kamis–Jumat, 28–29 Mei 2026, dan akan dilanjutkan pada Ahad, 7 Juni 2026.

Mengusung tema “Membangun Kepemimpinan, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Pesantren Ramah Santri”, pelatihan intensif ini menyasar seluruh jajaran pengurus internal Pondok Pesantren Nurul Jadid. Agenda ini dirancang khusus sebagai ruang penguatan kapasitas kepemimpinan dalam menumbuhkan budaya pesantren yang inklusif, anti-perundungan (anti-bullying), serta penuh empati dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur keislaman.

Kepala LKP dan Ketua Satgas Anti-Perundungan menegaskan pentingnya sinergi dan peningkatan kapasitas pengurus dalam mengawal program Pesantren Ramah Santri ini. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam menjaga mutu tata kelola kelembagaan, sejalan dengan standardisasi ISO 21001:2018 yang diterapkan institusi.

Untuk memberikan bekal yang komprehensif, Pondok P esantren Nurul Jadid menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidangnya sebagai narasumber, yaitu:

  1. Siti Hanifah Haris – Direktur Yayasan Bhakti Budhi Pertiwi sekaligus Women Peace and Security Specialist / Women Empowerment.
  2. Dr. Asriana Kibtiyah, S.Psi., M.Si. – Praktisi Psikolog, Akademisi, serta Dosen dari Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng, Jombang.

Satgas Anti-Perundungan dan Lembaga Konseling Pondok Pesantren Nurul Jadid, kegiatan Capacity Building ini diharapkan dapat melahirkan para pengurus yang tidak hanya cakap secara manajerial agar dapat menjadi pengurus yang ideal dalam menangani dan mendampingi santri. Selain itu sensitif dan responsif terhadap pemenuhan hak serta perlindungan psikologis santri selama menimba ilmu di pesantren.

 

Pewarta    ; Daniel

Editor        : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *