Ponpes Nurul Jadid Paiton Bentuk Satgas Anti-Perundungan
www.nuruljadid.net— Pondok Pesantren Nurul Jadid memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri. Langkah ini diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Perundungan sebagai upaya preventif mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren. Pesantren Nurul Jadid menolak keras adanya perundungan dimanapun terjadi lebih-lebih jika terjadi di lembaga pendidikan.
Pembentukan satgas ini bertujuan memberikan perlindungan menyeluruh kepada santri dari tindakan bullying, baik secara verbal, fisik, maupun psikologis. Selain sebagai pelindung, satgas ini diproyeksikan untuk membangun budaya saling menghormati, menjaga martabat sesama, dan memperkuat rasa kepedulian antarwarga pesantren.
Dalam sosialisasi materi edukasi kepada para santri, pihak Satgas menggarisbawahi bahwa perundungan sering kali dipicu oleh budaya senioritas berlebihan yang telanjur dianggap lumrah. Padahal, dampak psikologis bagi korban sangat serius, mulai dari rasa takut, krisis percaya diri, trauma mendalam, hingga menurunnya semangat belajar.
“Satgas Anti-Perundungan ini juga berfungsi sebagai wadah pengaduan dan pendampingan bagi santri yang mengalami tindakan kekerasan. Kami berkomitmen menyelesaikan setiap persoalan secara edukatif, humanis, dan selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam,” begitu tertulis dari ToR Satgas Anti Perundungan.
Selain fungsi penanganan, Satgas Anti-Perundungan memiliki agenda rutin untuk memberikan edukasi berkala mengenai bahaya bullying. Seluruh program kerja satgas ini mengacu pada prinsip perlindungan anak serta regulasi pemerintah terkait pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap dapat terus merawat suasana belajar yang ramah, kondusif, serta mendukung penuh pencetakan karakter santri yang berakhlakul karimah.
Pewarta : Daniel
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!