Matangkan Persiapan ke SLTA, Santri Akhir Nurul Jadid “Rela Tunda Pulang” Demi Orientasi Keilmuan
www.nuruljadid.net– Alih-alih langsung berkemas pulang setelah ujian akhir, ratusan santri tingkat menengah pertama (SLTP) di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, justru masih tampak sibuk di bangku kelas. Mereka tengah mengikuti Orientasi Kelas Akhir (Oskar), sebuah program penguatan mental dan intelektual sebelum resmi beralih ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Meski momen penundaan kepulangan ini seringkali dirasa berat bagi santri, pesantren memandangnya sebagai kebutuhan mendesak. Oskar dirancang untuk memastikan bahwa transisi dari SLTP ke SLTA tidak hanya sekadar perpindahan seragam, tapi juga perpindahan pola pikir.
Berdasarkan jadwal resmi kegiatan OSKAR 2026, rangkaian acara telah dimulai sejak Rabu, 13 Mei 2026, yang dibuka dengan Pembukaan Kegiatan dan Tausiah. Selama masa orientasi, santri menjalani rutinitas harian yang padat, meliputi:
-
Kegiatan Pramuka & Kepesantrenan: Dilaksanakan secara konsisten hampir setiap hari mulai pukul 07.30 WIB dan malam hari pukul 20.00 WIB.
-
School Tour & Peminatan: Santri diajak mengenal lebih dekat satuan pendidikan di bawah naungan pesantren, seperti kunjungan ke MANJ (14 & 16 Mei), SMANJ (17 & 18 Mei), serta SMKNJ (19 & 20 Mei).
-
Puncak Kegiatan: Seluruh santri akan mengikuti Kemah Akbar Santri yang berlangsung selama tiga hari, yakni 22-24 Mei 2026.
-
Webinar Motivasi: Sebagai penutup rangkaian daring, dilaksanakan Webinar Motivasi dan Pendidikan bagi santri putra pada 30 Mei dan santri putri pada 31 Mei 2026.
Peserta Oskar baru diperkenankan pulang ke rumah mulai tanggal 25 Mei hingga 1 Juli 2026 setelah mengikuti prosedur perizinan yang ditetapkan. Keputusan menahan kepulangan ini didasari keyakinan bahwa bekal ilmu lebih penting daripada euforia kelulusan sesaat agar santri tidak mengalami “gegar budaya” di jenjang pendidikan selanjutnya.
“Kami ingin lulus dengan arah yang jelas. Menunda pulang beberapa hari adalah harga kecil bagi kami yang harus dibayar demi ikuti pembekalan ini mereka,” ujar salah satu peserta yang enggan disebut namanya .
Pondok Pesantren Nurul Jadid membuktikan bahwa kelulusan bukan akhir dari pendidikan dan pengabdian, melainkan awal dari babak baru yang harus dipersiapkan dengan matang dan terencana.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!