Oskar 2026; Santri Diharapkan Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
www.nuruljadid.net – Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gus Ahmad Madarik, menekankan pentingnya integritas dan moral bagi para santri kelas akhir. Hal tersebut disampaikan beliau saat membuka acara Orientasi Kelas Akhir (OSKAR) pada Rabu (13/05/26).
Dalam sambutannya, Gus Madarik menegaskan bahwa fondasi utama seorang santri sebelum terjun ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan adalah kemurnian niat. Beliau berpesan agar para santri tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga konsisten dalam menjaga akhlak sebagai identitas utama lulusan pesantren. Beliau juga menyinggung beberapa point penting terkait dengan manfaat Oskar, diantaranya adalah; (1) Santri diharapkan siap menjadi teladan di tengah masyarakat dengan sikap yang bertanggung jawab. (2) Menanamkan jiwa disiplin dan belajar mandiri sebagai persiapan menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (3) Kewajiban menjaga nama baik pesantren dan guru di manapun berada.
Gus Madarik juga menyoroti tantangan zaman terkait pergaulan dan teknologi. Beliau meminta para santri untuk bijak dalam bersosial media, mengingat jejak digital sangat mencerminkan kepribadian seorang santri.
“Menjadi santri adalah tugas sepanjang hayat. Kita harus terus belajar, berjuang, dan memastikan diri kita bermanfaat bagi orang lain,” tutur beliau penuh motivasi.
Gus Madarik mengajak seluruh santri untuk mengikuti rangkaian OSKAR dengan tuntas. Beliau menjanjikan waktu liburan untuk refreshing setelah agenda ini selesai, sebagai penyegaran pikiran sebelum para santri kembali berjuang melanjutkan studi ke jenjang SLTA di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pada oskar ini diharapkan para santri kelas akhir memiliki kesiapan mental yang matang untuk menyongsong babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!