Puluhan Pendidik Ponpes Nurul Ulum Bondowoso “Ngaji” ke Kiai Zuhri Zaini
www.nuruljadid.net – Sebanyak 67 guru dari Pondok Pesantren Nurul Ulum, Bondowoso, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pada Ahad (10/05/26). Kedatangan rombongan besar ini bertujuan utama untuk menimba ilmu serta memohon tausyiah langsung dari Pengasuh Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini.
Dalam prosesi penyambutan, Kasubbag Humas dan Infokom Nurul Jadid, Ponirin Mika, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rombongan jika terdapat kekurangan dalam pelayanan. Ia menekankan bahwa pihak pesantren senantiasa berupaya memberikan penyambutan dan suguhan terbaik bagi para tamu di tengah segala keterbatasan yang ada.
Ponirin juga menyampaikan pesan dari pimpinan sekretariat pesantren yang berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut. Ketidakhadiran pimpinan sekretariat dikarenakan adanya agenda rapat internal pesantren yang jadwalnya berbenturan dengan waktu kunjungan rombongan dari Bondowoso tersebut.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Nurul Ulum, KH. Bakir Bahawi, menjelaskan bahwa kehadiran 67 tenaga pendidik ini bukan sekadar kunjungan biasa. Menurutnya, poin krusial dari perjalanan ini adalah untuk menyambung sanad keilmuan serta mendapatkan nasihat spiritual langsung dari pengasuh salah satu pesantren besar di Jawa Timur tersebut.
Kiai Bakir berharap kunjungan ini dapat membekali para guru dengan wawasan baru dalam mendidik para santri. Ia menekankan pentingnya bekal ilmu yang mumpuni agar para pengajar mampu membimbing murid-murid di Nurul Ulum menjadi pribadi yang sholih dan sholihah sesuai harapan orang tua dan agama.
Dalam tausyiahnya, KH. Moh. Zuhri Zaini memberikan penekanan khusus mengenai etika dan metodologi dalam berkhidmat di dunia pendidikan. Beliau mengingatkan para guru agar benar-benar memahami materi yang diajarkan kepada santri, terutama jika menyangkut persoalan materi agama.
Kiai Zuhri menegaskan bahwa kecerdasan, kreativitas, dan pengalaman saja tidaklah cukup dalam memahami ilmu agama. Beliau menyatakan bahwa dibutuhkan ketersambungan sanad atau mata rantai keilmuan yang sampai kepada Rasulullah SAW, sehingga penting bagi seorang pengajar untuk mencari guru yang memiliki otoritas keilmuan yang jelas.
Selain aspek teknis keilmuan, Kiai Zuhri juga menggarisbawahi pentingnya niat yang tulus dan ikhlas dalam mengajar. Namun, beliau memberikan catatan kritis bahwa keikhlasan saja tidak cukup jika penguasaan materi yang disampaikan ternyata keliru, karena hal tersebut dapat berdampak buruk pada pemahaman santri.
Selanjutnya, pengasuh kharismatik ini mengajak para guru untuk menguasai berbagai metode mengajar yang efektif. Beliau menyarankan agar para pendidik meneladani metode Rasulullah SAW saat mendidik para sahabat, yang senantiasa mengedepankan bimbingan secara berkelanjutan.
Kiai Zuhri menegaskan bahwa cara Rasulullah mendidik sangatlah fleksibel namun intensif, di mana beliau selalu membimbing para sahabat di mana pun tempatnya berada. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para guru Ponpes Nurul Ulum dalam menjalankan tugas mulia mereka sekembalinya ke Bondowoso.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!