Santri Nurul Jadid Observasi Hilal Ramadan 1447 H di Pantai Randutatah

www.nuruljadid.net-berita – Dalam upaya menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat akurasi penetapan kalender Hijriah, Bidang Lajnah Falakiyah Biro Kajian Keilmuan Khusus & Ta’lif Wan Nasyr (BKKK & TWN) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Pantai Randutata, Paiton, pada Selasa (17/02/26).

Bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan Lajnah Falakiyah PCNU Kraksaan, kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional untuk memberikan rekomendasi penetapan awal Ramadan 1447 H kepada pemerintah pusat.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini melibatkan 30 santri pilihan dari asrama MAPK dan Asrama Diniyah. Partisipasi aktif para santri ini bukan tanpa alasan. Wakil Kepala Bidang Lajnah Falakiyah, Ust. Zainuddin Sunarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam mencetak generasi penerus ahli falak.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata pembelajaran ilmu falak bagi santri, sekaligus langkah strategis dalam kaderisasi ahli falakiyah di masa depan,” ujar Ust. Zainuddin di sela-sela observasi.

Keseriusan agenda ini terlihat dari hadirnya sejumlah tokoh penting, di antaranya: Dr. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I (Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Jawa Timur), Bpk. Zainal Arifin (Ketua Pengadilan Agama Kraksaan), Kabag Kesra Pemkab Probolinggo dan Pengurus Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Probolinggo serta Lajnah Falakiyah PCNU Kraksaan

Pantai Randutata dipilih sebagai titik pantau resmi karena telah memenuhi kriteria teknis: memiliki pandangan ufuk yang luas tanpa penghalang, koordinat titik yang presisi, serta kondisi cuaca yang umumnya mendukung.

Secara matematis, perhitungan hisab menunjukkan bahwa posisi hilal berada di bawah ufuk dengan ketinggian −1

. Matahari terbenam pada pukul 17.50 WIB, mendahului terbenamnya bulan pada pukul 17.46 WIB. Meskipun secara teknis hilal tidak mungkin terlihat (imkanur rukyat tidak terpenuhi), prosesi ini tetap dilaksanakan dengan khidmat.

Observasi tetap dijalankan tak hanya sekadar mencari visualisasi bulan, melainkan sebagai bentuk perwujudan ibadah (imtitsalan li amri) berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW untuk melakukan verifikasi lapangan. Dokumentasi dari Pantai Randutata ini kemudian dilaporkan secara nasional sebagai basis data penentuan awal Ramadan yang akuntabel.

 

Pewarta  ; Hisnul Muhaimin

Editor     : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *