Empat Ciri Munafik Sejati

tausyiah.www.nuruljadid.net – Sifat munafik bukan sekadar celaan sosial, melainkan ancaman serius yang dapat merusak tatanan kemasyarakatan hingga menghancurkan harga diri pelakunya. Orang yang memelihara sifat ini sering kali tidak disadari menjadi “musuh dalam selimut” yang merusak kepercayaan antar sesama manusia. Sifat munafik yang dibiarkan akan mengeras menjadi karakter “munafik sejati” yang sangat sulit disembuhkan jika tidak segera ditinggalkan. Hal tersebut ditegaskan oleh Gus Imdad Robbani saat mengisi pengajian kitab sore di Masjid Jami’, Senin (26/01/26).

“Ada empat hal yang apabila ada pada seseorang, maka ia adalah munafik sejati. Tapi apabila hanya satu atau dua yang ada, maka ia tetap tergolong munafik sampai dirinya meninggalkan perilaku tersebut,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Gus Imdad merinci empat perilaku utama yang menjadi tolok ukur kemunafikan seseorang: pertama; Khianat terhadap Amanah: Orang tersebut tidak melaksanakan tanggung jawab atau titipan yang diberikan kepadanya. Kedua; Dusta dalam Ucapan: Perkataannya selalu berlawanan dengan fakta, menciptakan ketidakpastian dan fitnah. Ketiga; Ingkar Janji: Kebiasaan melanggar komitmen yang telah disepakati, sehingga merugikan pihak lain. Keempat; Menyimpang saat Berdebat: Ketika berselisih, ia tidak mencari kebenaran, melainkan menggunakan segala cara—termasuk cara yang batil—untuk menjatuhkan lawan bicaranya.

Dalam hal itu, Gus Imdad menekankan bahwa kemunafikan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya karena pelakunya sering kali merasa dirinya benar. Bahaya utama dari orang munafik adalah hilangnya integritas yang membuat mereka tidak lagi bisa dipercaya dalam urusan dunia maupun agama.

Pewarta : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *