Pesantren Perkuat Saka Bahari dan Matangkan Pelatihan Kaderisasi Pengurus

berita.www.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) menggelar koordinasi strategis bersama TNI AL Paiton untuk mengembangkan Satuan Karya (Saka) Bahari sekaligus merancang pelatihan kaderisasi pengurus pesantren pada Selasa (20/1/2026). Sinergi ini bertujuan memperkuat karakter santri melalui kedisiplinan dan nilai-nilai kepanduan.

​Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari pukul 07.00 WIB dengan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bagi siswa yang dipandu langsung oleh Kakak Anang Susanto dari TNI AL. Latihan rutin mingguan ini merupakan bagian dari upaya pencapaian kecakapan umum Pramuka bagi seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid.


​Pada siang harinya, agenda berlanjut dengan koordinasi antara Biro Kepesantrenan dan Biro Pengembangan PPNJ bersama Komandan Pos TNI AL Paiton, Kapten Laut (P) Abson Nizam, S.Sos bersama tiga anggotanya. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut diskusi sebelumnya mengenai pembinaan Saka Bahari sebagai sarana penguatan karakter bahari dan kedisiplinan santri.
​Kapten Laut (P) Abson Nizam menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyiapan calon kader pengurus di lingkungan pesantren.

“Kami mendukung pelatihan pengurus ini, baik dalam penguatan Saka Bahari maupun penyiapan kader yang tangguh,” ujarnya.

​Program kaderisasi pengurus pesantren kali ini dirancang melalui sinkronisasi yang berbasis pada kebutuhan dan target spesifik pascapelatihan.

​Menurut Kakak Agus Fanani, perwakilan pihak pesantren, pengurus yang telah menyelesaikan pelatihan kaderisasi ini nantinya akan diusulkan mengikuti Kaderisasi Dasar Manajerial (KDM) sebagai syarat menjadi pelatih Pramuka resmi.

​Sekretaris Biro Kepesantrenan, Kakak Muhammad Alief Hidayatullah, menekankan bahwa kaderisasi ini mencakup seluruh lini pengurus, mulai dari bagian keamanan hingga pengurus kamar. Ia berharap para pengurus tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki kepekaan dalam menangani santri.

​”Kompetensi yang diharapkan adalah ketanggapan menangani santri secara tepat sesuai prinsip keasuhan yang santun dengan tetap mengedepankan adab,” pungkasnya.

 

Pewarta           : DPW

Editor              : Ponirin Mika

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *