Pesan Neng Viki: Kesempatan Mondok Adalah Jalan Kebaikan yang Harus Disyukuri.
www.nuruljadid.net– Rangkaian kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026 Pondok Pesantren Nurul Jadid terus membekali santri baru dengan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Pada Sabtu (11/7/2026), bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, peserta OSABAR tingkat SLTP mengikuti pematerian yang bertajuk “Bangun Tekad: Mengenal Muassis, Pengasuh, dan Tradisi Pesantren” yang disampaikan oleh Neng. Hj. Viki Amalia Romzi.
Mengawali penyampaiannya, Neng Viki mengajak para peserta merenungkan kembali alasan mereka memilih menempuh pendidikan di pesantren. Beberapa santri baru pun menyampaikan alasan yang beragam, di antaranya ingin memperdalam ilmu agama serta sejak awal memang memiliki cita-cita untuk menjadi santri.
Berangkat dari jawaban tersebut, Neng Viki mengingatkan bahwa kesempatan untuk mondok merupakan nikmat sekaligus pilihan terbaik yang Allah Swt. berikan kepada hamba-Nya. Beliau mengutip hadis Rasulullah saw.:
“Man yuridillahu bihi khairan yufaqqihhu fid-din.”
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama.”
Melalui hadis tersebut, beliau menegaskan bahwa berada di pesantren adalah bagian dari jalan kebaikan yang patut disyukuri. Oleh karena itu, setiap santri perlu menumbuhkan tekad yang kuat agar mampu bertahan dan berkembang selama menjalani proses pendidikan di pesantren.
“Sekarang kita harus bangun tekad, karena sudah diberi kesempatan oleh Allah untuk menempuh kebaikan. Karena keyakinan dan kegigihan itu mengalahkan semuanya,” dawuh Neng Viki.
Dalam pemaparannya, Neng Viki menjelaskan bahwa tekad bukan sekadar keinginan sesaat, melainkan kemauan yang pasti, kebulatan hati, dan iktikad yang kuat untuk terus istiqamah dalam menuntut ilmu. Tekad inilah yang akan menjadi bekal utama bagi santri dalam menghadapi berbagai tantangan selama hidup di lingkungan pesantren.
Selain membangun tekad, peserta juga diajak mengenal sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid, sosok muassis dan pengasuh, serta berbagai tradisi pesantren yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut beliau, memahami sejarah dan tradisi pesantren akan menumbuhkan rasa memiliki, hormat kepada para masyayikh, serta semangat untuk menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Nurul Jadid.
Di akhir sesi, Neng Viki mengingatkan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari prestasi akademik atau kemampuan yang dimiliki, melainkan dari kemampuannya menjaga keimanan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“Orang sukses bukan siapa yang paling hebat, tapi siapa yang bisa menjaga imannya,” dawuh Neng Viki.
Melalui materi ini, diharapkan para peserta OSABAR tidak hanya mengenal sejarah dan tradisi Pondok Pesantren Nurul Jadid, tetapi juga memiliki tekad yang kuat untuk istiqamah menuntut ilmu, menghormati para guru, serta tumbuh menjadi santri yang berakhlak, berilmu, dan siap meneruskan nilai-nilai perjuangan pesantren.
Pewarta : Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!