Pengasuh Ingatkan Pengurus: Amanah Pesantren Lebih Besar dari Sekadar Jabatan
www.nuruljadid.net — Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton, Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan empat kunci keberhasilan dalam mengemban amanah kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Pesan itu disampaikan dalam tausiah pada acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pengurus Baru yang digelar pada Ahad, 12 Juli 2026.
Keempat kunci tersebut adalah kerja keras, kerja sama, kerja baik, dan kerja ikhlas. Menurut KH. Zuhri Zaini, keempatnya tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan roda organisasi pesantren yang memikul tanggung jawab besar sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam.
“Kita patut bersyukur karena di antara sekian banyak warga pesantren, Allah memilih kita menjadi pengurus. Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah yang berat,” ujarnya di hadapan para pengurus yang hadir.
Dalam tausiahnya, KH. Zuhri Zaini menegaskan bahwa tugas pesantren pada hakikatnya adalah melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dalam mendidik umat. Meskipun bentuk dan metodenya berbeda dengan masa kenabian, substansi perjuangannya tetap sama.
Beliau mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah perintah membaca, yang menunjukkan bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan fondasi utama peradaban. Dari semangat itulah, pesantren diharapkan menjadi ruang belajar yang terbuka dan berkelanjutan, sebagaimana prinsip “likulli makānin madrasah” — setiap tempat adalah sekolah.
KH. Zuhri Zaini juga menyoroti peran seluruh pengurus sebagai pendidik, tidak terbatas pada mereka yang mengajar di dalam kelas. Pengurus asrama, pembina, maupun pengelola berbagai bidang, disebutnya sama-sama bertanggung jawab dalam membentuk karakter, akhlak, dan kehidupan santri.
“Secara kolektif, seluruh pengurus pesantren adalah guru,” tegasnya.
Ia mencontohkan semangat Jepang pascakedua Perang Dunia, di mana pemerintah memprioritaskan keberadaan para guru di tengah kehancuran akibat bom. Dari investasi pendidikan itulah, Jepang mampu bangkit menjadi negara maju. “Kemajuan suatu bangsa dan umat tidak akan lahir tanpa pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Terkait kerja keras, KH. Zuhri Zaini mendorong pengurus untuk bekerja secara profesional melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan evaluasi yang berkelanjutan. Hal ini dinilai penting mengingat waktu belajar santri di pesantren kini relatif lebih singkat dibanding masa lalu, sehingga setiap momen harus dimanfaatkan secara efektif dan optimal.
Untuk kerja sama, ia menekankan bahwa pesantren adalah organisasi yang dibangun secara kolektif. Tidak ada keberhasilan yang dapat diraih sendirian. Sinergi, komunikasi, dan saling mendukung antarpengurus menjadi kunci keberhasilan organisasi.
Adapun kerja ikhlas, disebutnya sebagai pondasi paling mendasar. KH. Zuhri Zaini mengingatkan agar pengurus tidak kehilangan keikhlasan karena terbuai fasilitas atau jabatan yang diperoleh. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Muhammad ayat 7: “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia (Allah) akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manusia, tetapi terutama oleh pertolongan Allah SWT,” ujarnya.
Di penghujung tausiahnya, KH. Zuhri Zaini mengingatkan bahwa para pendahulu PPNJ memulai perjuangan hanya dengan jumlah santri yang sangat sedikit. Namun berkat keikhlasan, kesabaran, dan ketekunan dalam mendidik, Allah menganugerahkan keberkahan hingga pesantren berkembang sebagaimana yang dapat disaksikan saat ini.
“Tugas kita hari ini adalah melanjutkan amanah besar yang telah diwariskan oleh para masyayikh tersebut,” pesannya. Ia menutup tausiah dengan harapan agar seluruh pengurus senantiasa berdoa dan bertawakal, serta tidak meninggalkan zikir dalam setiap langkah pengabdian.
Pewarta : Moh. Husni Khalilurrahman
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!