Bikin Kagum dan Terhipnotis, MC Bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin Meriahkan Osabar 2026 Nurul Jadid
www.nuruljadid.net- Pembukaan Orientasi Santri Baru (Osabar) 2026 di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, berlangsung meriah dan penuh kesan pada Kamis 09 Juli 2026. Acara tahunan yang menyambut kehadiran ribuan santri baru ini menghadirkan suasana yang berbeda dan inspiratif melalui penampilan pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) yang menggunakan multibahasa.
Dalam pembukaan tersebut, jalannya acara dipandu secara bergantian menggunakan empat bahasa sekaligus, yakni bahasa Indonesia serta tiga bahasa asing: Arab, Inggris, dan Mandarin. Keempat santri yang bertugas memandu acara adalah Jibril Ahmad Auliya untuk bahasa Indonesia, Aydin Raissa Putra untuk bahasa Inggris, Moh Alfi Yusrin Athoillah untuk bahasa Arab, dan Zafa Nabahan Abiyasa untuk bahasa Mandarin.
Di hadapan ribuan santri baru yang memadati aula pesantren, keempat MC tersebut menunjukkan kemahiran artikulasi dan tata bahasa asing yang sangat fasih. Penampilan cakap para santri ini sontak membuat seluruh santri baru yang hadir merasa tertarik, kagum, hingga seolah terhipnotis oleh kelancaran penuturan yang dilantunkan di atas panggung.
Kekaguman para peserta orientasi langsung dibuktikan dengan gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan setiap kali para MC selesai membacakan susunan acara maupun memberikan sapaan. Antusiasme yang membahana ini menciptakan atmosfer penuh semangat sekaligus memberi kesan pertama yang kuat bagi para santri yang baru menginjakkan kaki di dunia pesantren.
Penggunaan tiga bahasa asing dalam forum resmi pesantren ini bukanlah tanpa alasan, melainkan wujud nyata dari visi Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam mencetak santri yang berakhlak mulia sekaligus berwawasan global (Go Global). Penguasaan bahasa internasional seperti Arab, Inggris, dan Mandarin dipandang sebagai modal strategis agar santri mampu bersaing di kancah antarbangsa tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Melansir data dari pelaksanaan Osabar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, kegiatan orientasi tahun ini mengusung semangat dan tema besar “Tata Niat, Bangun Tekad, Santri Hebat”. Momentum orientasi ini dirancang sebagai gerbang awal bagi para santri baru untuk mengenal nilai-nilai dasar, tradisi keilmuan, serta kedisiplinan hidup di lingkungan pesantren.
Dalam rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, wakil kepala pesantren melalui Gus Mohammad Imdad Robbani turut memberikan pembekalan dengan mengingatkan seluruh santri baru agar senantiasa meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Penegasan niat ini dinilai sangat fundamental agar setiap tantangan selama menempuh pendidikan dan berpisah sementara dari orang tua dapat dijalani dengan keikhlasan dan keteguhan hati.
Selain penataan niat, aspek pembentukan karakter dan nilai persaudaraan (ukhuwah) antarsantri juga menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Osabar 2026. Sebagaimana ditekankan oleh jajaran pengasuh pesantren, proses mondok harus dimaknai sebagai pembentukan akhlakul karimah secara menyeluruh, di mana santri yang berasal dari berbagai latar belakang daerah disatukan dalam semangat persaudaraan yang solid.
Kegiatan Osabar di Pondok Pesantren Nurul Jadid rutin diikuti oleh ribuan santri baru dari berbagai jenjang pendidikan setiap tahunnya. Selama masa orientasi, para peserta diperkenalkan secara langsung pada rutinitas dan kedisiplinan pesantren, mulai dari kewajiban shalat berjamaah, pembiasaan qiyamul lail, hingga pemahaman amaliah harian khas santri Nurul Jadid.
Pembukaan yang atraktif dengan kemahiran MC empat bahasa ini, diharapkan para santri baru semakin termotivasi dan percaya diri untuk menggali seluruh potensi yang mereka miliki di pesantren. Osabar 2026 tidak hanya sukses menjadi ajang pengenalan lingkungan, tetapi juga menegaskan komitmen Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam melahirkan generasi santri yang cerdas intelektual, kuat tradisi, dan siap mendunia.
Pewarta : Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!