Ning Din Ajak Santri Baru Tanamkan Semangat Ukhuwah dalam Perjuangan Menuntut Ilmu

www.nuruljadid.net– Wakil Kepala Pesantren III, Ning Nur Diana Khalidah, mengajak seluruh santri putri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk memaknai kehidupan di pesantren sebagai proses pembentukan karakter, bukan sekadar perpindahan tempat belajar. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026, Kamis (09/07/2026), di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Di hadapan ratusan santri baru, Ning Din mengakui bahwa meninggalkan rumah dan berpisah dengan orang tua bukanlah perkara yang mudah. Namun, menurutnya, perasaan tersebut hendaknya tidak menjadi penghalang untuk menata niat dan membangun tekad dalam menuntut ilmu.

“Mondok bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi harus berpisah dengan kedua orang tua. Hal itu harus sementara kita pinggirkan dulu. Mari kita bulatkan tekad, karena santri yang hebat itu bukan hanya yang niatnya lurus saja, tetapi mereka yang siap menjalani setiap proses dengan penuh kesadaran di Pondok Pesantren Nurul Jadid.”

Beliau menegaskan bahwa kehidupan di pesantren akan membentuk kebiasaan-kebiasaan baik yang mungkin belum sepenuhnya dilakukan ketika masih berada di rumah. Mulai dari menjaga salat berjamaah, membiasakan qiyamul lail, hingga membangun akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

“Barangkali di rumah tidak terbiasa salat berjamaah, di sini kita wajib salat berjamaah. Barangkali di rumah belum terbiasa tahajud, di pondok kita dibiasakan untuk tahajud. Maka niatkan mondok bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga siap membangun kebiasaan baik agar menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.”

Lebih lanjut, Ning Diana mengingatkan bahwa menjadi santri hebat berarti memiliki ketangguhan dalam menghadapi setiap proses pembelajaran dan pembinaan di pesantren.

“Santri hebat itu harus tahan banting, yaitu mereka yang siap melalui setiap prosesnya.”

Selain membangun kedisiplinan dan spiritualitas, beliau juga mengajak seluruh santri baru untuk menumbuhkan rasa persaudaraan selama menjalani kehidupan di pesantren. Meskipun tidak terikat hubungan darah, seluruh santri dipersatukan oleh tujuan yang sama, yakni menuntut ilmu, membina akhlakul karimah, dan menggapai rida Allah SWT.

“Mungkin secara biologis di sini kita bukan saudara. Namun di sini kita semua bersaudara dalam menuntut ilmu dan menggapai cita-cita, melalui niat mondok untuk mencari ilmu, membina akhlakul karimah, serta menggapai rida Allah.”

Mengakhiri sambutannya, Ning Din mengajak seluruh peserta membaca basmalah bersama sebagai peneguhan niat menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dengan penuh semangat, beliau kemudian mendeklarasikan dimulainya perjalanan para santri baru melalui tema OSABAR tahun ini.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Santri Nurul Jadid siap Tata Niat, Bangun Tekad, Santri Hebat.”

Deklarasi tersebut diikuti oleh seluruh santri putri yang hadir dengan pembacaan basmalah secara serentak. Momen itu kemudian ditandai dengan pukulan kentongan gong oleh Ning Din sebagai simbol resmi dimulainya rangkaian OSABAR 2026, yang akan berlangsung hingga 13 Juli 2026.

Pewarta : Maria Al Faradela
Editor     : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *