Paku Botol hingga ‘Kursi DPR’ Pecahkan Tawa Ratusan Santri SLTP Nurul Jadid di Tepi Pantai

www.nuruljadid.net – Gelak tawa dan teriakan histeris ratusan santriwati memecah kesunyian tepi pantai pada Sabtu (23/05/2026) sore. Setelah seharian penuh diperas tenaganya dalam kompetisi kepramukaan yang ketat, ratusan peserta Perkemahan OSKAR SLTP Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid langsung “dicuci” penatnya lewat aksi outbound yang seru dan menantang.

Berlatar deburan ombak dan angin laut, kegiatan ini dirancang khusus oleh panitia bukan sekadar untuk melepas lelah, melainkan menguji sejauh mana kemahiran komunikasi, konsentrasi, dan kerja sama tim para santriwati di luar ruang kelas.

Ketegangan santriwati langsung mencair saat memasuki permainan pertama: memasukkan paku ke dalam botol. Aturannya sederhana namun memicu frustrasi yang jenaka. Dengan paku yang tergantung di belakang pinggang, peserta harus bergerak mundur dan mengandalkan komando verbal dari rekan satu timnya untuk membidik mulut botol tanpa tangan.

“Sedikit ke kanan… turun lagi… ayo dikit lagi, bisa!” teriak salah satu peserta memberikan instruksi dengan tegang.

Alih-alih stres karena gagal, setiap paku yang meleset justru memicu ledakan tawa dari para penonton di pinggir lapangan.

Kemeriahan semakin memuncak saat permainan modifikasi musik bernama “Berebut Kursi DPR” dimulai. Begitu musik pengiring dihentikan mendadak oleh panitia, ratusan peserta langsung saling sikut dan berebut menduduki kursi yang jumlahnya terbatas. Meski kompetisi berlangsung sengit dan memicu kehebohan, sportivitas tetap terjaga tinggi hingga menyisakan pemenang utama.

Sebagai pemungkas, menjelang matahari terbenam, adrenalin peserta kembali dipacu lewat simulasi estafet air di bibir pantai. Menggunakan wadah bocor dan peralatan seadanya, setiap regu dipaksa memutar otak dan menyelaraskan gerakan: sebagian bertugas menciduk air laut, sebagian menyumbat kebocoran, dan sisanya berlari estafet mengisi bak utama.

Eesensi utama dari outbound OSKAR 2026 sukses disampaikan. Keberhasilan sebuah kelompok terbukti tidak lagi bertumpu pada ego atau kehebatan individu, melainkan pada distribusi peran, komunikasi yang bersih, serta rasa saling percaya antar-anggota tim.

Pewarta     : Maria Al Faradela

Editor        : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *