Dari Puisi Berantai hingga Beatbox Penuhi Panggung OSKAR 2026
www.nuruljadid.net – Malam itu, suasana di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Tembak TNI AL Paiton, Probolinggo, benar-benar hidup. Dinginnya angin malam seketika sirna, digantikan oleh kehangatan dan gemuruh tawa dari ratusan pasang mata yang memadati area panggung kreasi OSKAR SLTP Putri 2026.
Begitu apel pembukaan selesai, panggung langsung diambil alih oleh kilau kreativitas santri putri kelas akhir tingkat SLTP Pesantren Nurul Jadid. Sejak menit pertama, penonton sudah dibuat terpukau. Ketika kelompok demi kelompok mulai maju, suasana penonton beruba-ubah menjadi sangat dinamis—terkadang hening karena takjub, lalu pecah oleh gelak tawa dan tepuk tangan riuh.
“Penampilan para santri benar-benar di luar ekspektasi. Kami tidak hanya melihat pertunjukan, tapi benar-benar merasakan hiburan yang berkualitas,” ujar salah satu penonton di barisan depan.
Berikut adalah beberapa momen yang berhasil menghibur dan memukau perhatian penonton malam itu: Komedi dan Keunikan Puisi Berantai: Penonton dibuat tertawa pingkal-pingkal saat penampilan puisi berantai dibawakan. Alur cerita yang kontras dan potongan kalimat yang saling bertubrukan secara tidak sengaja menciptakan humor segar yang mengocok perut. Harmoni Nasyeed Beatbox Acapella: Riuh tepuk tangan langsung menggema saat perpaduan suara acapella dan ketukan beatbox keluar dari mikrofon. Penonton tampak ikut mengangguk-anggukan kepala, menikmati irama modern yang dikemas secara islami. Ketangkasan Gema Kreasi & Semaphore: Decak kagum tak henti-hentinya terdengar saat bendera semaphore dikibarkan dengan kecepatan tinggi dan presisi yang kompak, dipadukan dengan yel-yel yang membakar semangat.
Suasana semakin semarak dan penuh apresiasi ketika para santri unjuk gigi dalam kemampuan linguistik. Dialog percakapan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang dibawakan dengan fasih namun tetap jenaka sukses memanen tepuk tangan meriah. Penonton tidak hanya terhibur oleh kelucuan ekspresi para penampil, tetapi juga dibuat kagum dengan kepercayaan diri mereka saat berbicara di depan publik.
Hingga akhir acara, antusiasme tidak berkurang sedikit pun. Sorak-sorai dan yel-yel sahut-menyahut terus menggema, menandai suksesnya malam kebersamaan yang penuh edukasi sekaligus menghibur tersebut. Pentas seni ini berhasil membuktikan bahwa santri Nurul Jadid tidak hanya unggul di meja akademik, tetapi juga mampu menguasai panggung dan memikat hati siapa saja yang menontonnya.
Pewarta : Maria Alfaradela
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!