Pesan Rasulullah di Balik Kemuliaan Ibadah Haji dan Umrah
www.nuruljadid.net– Suasana santri penuh dengan khidmat menyelimuti pengajian kitab Riyadhus Shalihin yang diasuh oleh KH. Moh. Zuhri Zaini pada sore hari ini. Dalam penjelasanya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid tersebut mengupas tentang keutamaan ibadah haji dan umrah serta kedudukan istimewa para tamu Allah (dhuyufurrahman).
Kiai Zuhri mengisahkan sebuah peristiwa penting yang melibatkan Sayyidina Umar bin Khattab ra. Saat itu, Umar meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah pun memberikan izin seraya menitipkan sebuah pesan yang sangat menyentuh hati:
“Jangan lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku.”
Mendengar ucapan tersebut, Sayyidina Umar merasa sangat bangga dan bahagia. Beliau mengungkapkan bahwa permintaan doa dari lisan mulia Nabi Muhammad SAW jauh lebih berharga baginya daripada dunia beserta isinya. Dalam riwayat lain, Nabi juga bersabda, “Berilah bagian bagi kami dalam doamu, wahai saudaraku.”
Menurut Kiai Zuhri, kisah ini memberikan pelajaran mendalam bahwa haji dan umrah adalah momen istimewa di mana seseorang secara khusus “dipanggil” dan menghadap Sang Pencipta. Karena kedudukan istimewa inilah, doa-doa yang dipanjatkan oleh mereka yang berhaji dan umrah memiliki kekuatan luar biasa.
“Doa orang yang berhaji dan umrah itu mustajab,” tegas Kiai Zuhri. Beliau menjelaskan bahwa pahala yang disediakan bagi mereka sangatlah besar, sehingga wajar jika Rasulullah sekalipun—sebagai bentuk ketawaduan dan pengajaran bagi umatnya—meminta didoakan oleh orang yang berangkat ke tanah suci.
Kiai Zuhri memberikan arahan kepada santri tentang cara yang benar dalam melepas atau berziarah kepada orang yang hendak berangkat ke Baitullah. Beliau menganjurkan agar kita meneladani Rasulullah dengan menitipkan pesan doa dan memberikan ucapan selamat.
Adapun ucapan yang dianjurkan untuk disampaikan kepada mereka yang berangkat adalah:
“Semoga Allah menjaga agamamu, amanahmu, dan akhir dari amal perbuatanmu.”
Kiai Zuhri mengingatkan bahwa keberangkatan haji dan umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun orang-orang yang menitipkan doa kepadanya.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!