Kiai Zuhri Zaini; Rahasia Pahala di Balik Langkah Kaki dan Menunggu Sholat
www.nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menekankan pentingnya memaksimalkan amalan sunnah saat menuju dan menunggu waktu sholat berjamaah. Beliau menjelaskan bahwa setiap langkah kaki menuju masjid serta durasi waktu menunggu sholat merupakan investasi pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Dalam penjelasannya, Kiai Zuhri memaparkan bahwa langkah kaki menuju masjid memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa. Beliau bahkan menyarankan umat Islam untuk memilih jalur yang lebih jauh jika terdapat dua pilihan rute menuju masjid.
“Semakin jauh perjalanan seseorang ke masjid, maka semakin banyak pahala yang didapat. Namun, tentu harus diupayakan agar tidak terlambat melaksanakan sholat jamaah,” ujar Kiai Zuhri saat mengaji kitab Nashoihud Diniyah di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Selasa (24/02/26).
Selain perjalanan, aktivitas menunggu waktu sholat juga memiliki kedudukan mulia. Seseorang yang duduk di masjid sembari berzikir atau beristighfar—seperti saat menunggu waktu Jumat atau antara Maghrib dan Isya—dihitung pahalanya sama seperti orang yang sedang melaksanakan sholat. Selama masa tunggu tersebut, malaikat pun terus mendoakan kebaikan bagi orang tersebut.
Lebih lanjut, Kiai Zuhri mengutip hadits Nabi Muhammad SAW mengenai tiga amalan yang dapat menghapus dosa dan meninggikan derajat, yaitu:
1. Menyempurnakan wudhu pada saat malas.
2. Memperbanyak langkah kaki menuju masjid.
3. Menunggu sholat setelah melaksanakan sholat sebelumnya.
Meski demikian, beliau memberikan catatan penting mengenai skala prioritas. Karena amalan-amalan tersebut bersifat sunnah, maka tidak boleh mengalahkan kewajiban lain yang mendesak.
“Jika hal ini berbenturan dengan sesuatu yang wajib, maka harus memilih yang wajib. Tidak masalah jika harus pulang ke rumah karena ada kewajiban lain yang harus dikerjakan,” tegasnya.
Kiai Zuhri mengingatkan bahwa keberhasilan di dunia tanpa diiringi ibadah sholat tidak akan bernilai di akhirat. Seseorang mungkin bisa menjadi pemimpin di dunia tanpa sholat, namun posisi mulia tersebut tidak akan mereka dapatkan di kehidupan setelah kematian.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!