Kiai Zuhri Ungkap Sifat Pelit Lebih Berat dari Kikir

nuruljadid.net,berita- KH M Zuhri Zaini menegaskan pentingnya menjauhi sifat kikir dan pelit dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa pelit merupakan sifat yang lebih buruk dibandingkan kikir, karena dapat menjadi penghalang dalam kehidupan sosial maupun spiritual.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pengajian kitab Riyadhus Sholihin yang rutin digelar di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid setiap sore, termasuk pada Ahad (27/07/25) lalu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri sebagai bagian salah satu kegiatan kepesantrenan yang wajib diikuti oleh seluruh santri..

“Jangankan dimintai uang, dimintai senyum saja sulit,” ujar KH Zuhri di hadapan para santri. Ia menyoroti betapa beratnya sifat pelit dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana hal itu bisa merusak hubungan antar manusia.

Menurutnya, Islam mendorong umatnya untuk memiliki kepekaan sosial serta semangat berbagi, baik dalam bentuk materi maupun non-materi. “Kebahagiaan, perhatian, senyuman, bahkan doa pun bisa menjadi bentuk berbagi yang mendatangkan pahala,” jelasnya.

KH Zuhri mengingatkan bahwa larangan terhadap sifat kikir ditegaskan dalam ajaran agama, terlebih bagi mereka yang memiliki kelebihan harta. Ia menyampaikan bahwa orang yang kikir akan mudah menghadapi berbagai kesulitan dalam hidupnya.

“Orang yang kikir akan dimudahkan menuju kesulitan, hidupnya tidak akan lapang,” tegasnya. Hal ini, lanjut beliau, menjadi bentuk peringatan bahwa keberkahan hidup tidak hanya terletak pada jumlah harta, melainkan juga pada keikhlasan dalam berbagi.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa sifat kikir sering kali membuat seseorang merasa tidak membutuhkan Tuhan, lingkungan, dan sesama. “Barang siapa yang merasa cukup dan mendustakan balasan kebaikan, maka ia akan merugi di dunia dan akhirat,” katanya.

KH Zuhri juga menekankan bahwa manusia seharusnya mengelola harta, bukan diperbudak oleh harta. “Kalau kita menjaga harta terus-menerus, maka kita menjadi budaknya. Sedangkan ilmu, justru menjaga kita,” ungkapnya di hadapan para hadirin.

Ia mengajak seluruh santri dan umat Islam untuk membiasakan diri berbagi dan memiliki keyakinan bahwa setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah SWT. Menurutnya, berbagi bukan hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menjadi jalan keberkahan hidup.

“Orang yang terbebas dari sifat pelit, maka dia adalah orang yang beruntung,” tutupnya.

Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk hidup lebih peduli, dermawan, dan rendah hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Pewarta   : Ahmad Zainul Khofi

Edoitor    : Ponirin Mika

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *