LPA Kabupaten Probolinggo Sosialisasikan Perlindungan Anak di Pesantren Nurul Jadid
berita.nuruljadid.net – Dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan ramah bagi anak, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Probolinggo menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Rabu (09/07/2025). Acara ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya sistem perlindungan anak di lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Mengangkat tema “Membangun Budaya Pesantren yang Ramah Anak dan Bebas dari Kekerasan”, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pihak LPA, Polres Probolinggo, aktivis perlindungan anak dan 500 siswa SMP Nurul Jadid yaitu Sosialisasi ini dihelat di Aula Mini Nurul Jadid dan disambut dengan antusias oleh para peserta.
Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Aman untuk Anak
Sekretaris LPA Kabupaten Probolinggo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran vital dalam pembentukan karakter generasi muda, namun tantangan perlindungan anak di lingkungan pesantren juga nyata dan memerlukan perhatian serius.
“Kekerasan terhadap anak, baik fisik, verbal, maupun psikologis, bisa terjadi di mana saja—termasuk di pesantren. Karena itu, lembaga pendidikan berbasis agama harus menjadi garda depan perlindungan anak, bukan hanya secara moral tapi juga sistemik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari program jangka panjang LPA untuk mendorong terciptanya “Pesantren Ramah Anak” di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Komitmen Nyata dari Pesantren Nurul Jadid
Pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diwakili Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis LPA dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang terintegrasi di lingkungan pondok.
Dalam sambutannya, salah satu pengurus menyebutkan bahwa perlindungan anak merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang luhur.
“Islam mengajarkan kasih sayang dan keadilan. Perlindungan terhadap anak bukan hanya tuntutan zaman, tapi amanah agama. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengasuhan dan pendidikan agar lebih manusiawi dan mendidik,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen konkret, pada kesempatan itu LPA memberikan sertifikat penghargaan kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai lembaga yang mendukung program perlindungan anak. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis di atas panggung, disambut dengan tepuk tangan para peserta dan ditandai dengan foto bersama.
Sesi Edukasi dan Pemahaman Praktis
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif. Para peserta diberikan materi tentang hak-hak anak, bentuk-bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari, serta prosedur pengaduan dan penanganan kasus kekerasan anak di lingkungan pesantren.
Salah satu peserta SMPNJ, mengaku bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru baginya.
“Terkadang kita tidak sadar bahwa cara mendidik yang keras bisa berdampak psikologis bagi anak. Sosialisasi ini memberi pencerahan agar kami lebih bijak dan empatik,” ujarnya.
Langkah Ke Depan: Integrasi Sistem Perlindungan Anak
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Nurul Jadid bersama LPA merancang pembentukan Tim Perlindungan Anak Pesantren, sistem pelaporan berbasis kerahasiaan, serta pelatihan lanjutan bagi para pengasuh dan guru.
Selain itu, akan dilakukan penguatan kurikulum karakter dan adab dengan pendekatan yang ramah anak serta pelibatan aktif santri dalam membangun lingkungan saling menjaga dan menghormati hak sesama.
Penutup
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung hangat dan partisipatif ini menandai lahirnya babak baru dalam sistem pendidikan pesantren—di mana nilai-nilai agama bertemu dengan prinsip-prinsip perlindungan anak modern, menjadikan pesantren tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang aman dan bermartabat bagi setiap anak.
Dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, Pondok Pesantren Nurul Jadid semakin menunjukkan jati dirinya sebagai pesantren masa depan—yang tidak hanya membentuk santri berilmu, tetapi juga terlindungi dan berkarakter.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!