KH. Moh Zuhri Zaini, Kyai Dengan Ketawadhuannya Yang Tinggi

nuruljadid.net- Melihat foto ini, saya jadi teringat sebuah syair dari kitab ta’limul mutaalim, sebuah kitab panduan bagi penuntut ilmu agar mendapat ilmu barokah.

Dalam kitab tersebut sang muallif ( pengarang) menyitir sebuah syair/ nadhom ( prosa) ketika menjelaskan sikap yang harus di miliki seoerang santri. Berikut syairnya

العلم حرب [للفتى] المتعالى كالسيل حرب للمكان العالى

بجـد لا بجــد كــل مـجــد فهل جد بلا جد بمجدى

فكم من عبد يقوم مقام حر وكم حر يقوم مقام عبد

Ilmu itu musuh bagi penyombong diri- laksana air bah musuh dataran tinggi

Diraih keagungan dengan kesungguhan bukan semata dengan harta tumpukan
bisakah agung didapat? Dengan harta tanpa semangat?

Berapa banyak sahaya, menduduki tingkat merdeka – Berapa banyak orang merdeka, menduduki tingkat sahaya

Saudara! Lihatlah baik baik baik foto di bawah ini, betapa tawadhu’nya sang kiai tersebut. Tahukan kalian? Siapakah kiai itu? Benar, beliau adalah KHMoh Zuhri Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

PP. Nurul Jadid adalah salah satu pesantren besar yang ada di Jawa Timur. Jangan tanya berapa ratus santri dan alumninya, tanyalah berapa ribu santri dan alumninya. Jangan tanya seberapa lengap tingkat pendidikannya,karena mulai dari paud hingga Perguruan Tinggi, mulai dari keagaaman hingga saintis, semuanya tersedia.

Sekali lagi pandanglah foto di bawah ini! Apa kesan yang engkau dapat ? Tawadlu’ ( merendahkan diri), tidak gila hormat, inginnya hanya menghormati, siapa saja, kalangan apa saja.

Betapa meskipun beliau adalah ulama’ besar, mempunyai ribuan santri yang tersebar di seluruh nusantara bahkan hingga manca negara. Namu beliau masih terus membumi, meski darajatnya telah melangit.

Bagi kalian, yang ingin menambah kekakaguman kepaada beliau, datanglah sekali kali ke PP. Nurul Jadid, sowanlah ke dhalem beliau, mintalah nasehat nasehatnya. Kemudian perhatikanlah bagaimana caara beliau berpakaian, melayani tamu, memberi nasehat. Disitu kalain seakan akan menemukan sesosok “insanul kamil”( manusia sempurna). Pengejewantahan dari teladan Rasulullah SAW.

“Ilmu itu musuh bagi penyombong diri- laksana air bah musuh dataran tinggi”

Maka tak heran beliau mempunyai ilmu yang luas, Dan pandangan luas tentang seluk beluk kehidupan baik agama, sosial, budaya bahkan politik serta kata kata hikmah yang menusuk hati dan jiwa

“Diraih keagungan dengan kesungguhan bukan semata dengan harta tumpukan
bisakah agung didapat? Dengan harta tanpa semangat?”

Keaagungan yang beliau dapatkan tidaklah datang begitu saja, bukan juga berasal dari harta bendanya ( meskipun konon beliau sudah cukup kaya), semangat belajar dan terus belajar masih terua berlanjut hingga sekarang, buktinya? Dalam setiap pengajian yang diasuh sering kali beliau mengomentari fenomena kekinian baik teknologi, budaya, sosial maupun politik. Bukti lain, adalh tulisan tulisan beliau di majalah majalah pesantren yang selalu apde sesuai tema besar majalh itu.

“Berapa banyak sahaya, menduduki tingkat merdeka – Berapa banyak orang merdeka, menduduki tingkat sahaya”

Disinilah beliu tetap mempertahankan posisinya sebagian dzurriyah mulia, KH. Zaini Mun’im, dalam artian tetap dalan kemhlyaan dan keagungan, karena banyak orang yang mempunyai kedudukan tinggi, nasab tinggi dan poangkat tinggai tapi sebenarnya ia adalah budak sahaya, terutama budah hawa nafsu dan syahwat politik. Dan ini tidaklah terjadi kepada beliau.

 

 

Penulis    : Ahmad Qusyairi As Salimy

Publisher  : Ponirin Mika

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 17 =